Pesona Senja di Pantai Senggigi Lombok

Pantai Senggigi Lombok punya pesona memukau. Tidak kalah dengan keindahan pantai-pantai ternama di Pulau Bali, seperti Kuta, Legian, dan Sanur. Bahkan, di Pantai Senggigi, Anda akan merasakan sensasi sunset yang bersenyawa dengan kesenyapan alami menenteramkan.
Berhadapan dengan Selat Lombok yang berbatasan dengan Pulau Bali, menjadikan Senggigi punya panorama dengan keindahan eksotis. Berlatar Gunung Agung di pulau seberangnya (Pulau Bali), Pantai Senggigi dipagari oleh deretan pohon-pohon kelapa yang rimbun. Pantainya berpasir cokelat tetapi bersih dan berkontur landai dengan pemandangan air laut berwarna biru kehijauan.
Tidak hanya itu, pantai sepanjang 10 km ini juga menjanjikan udara segar khas laut. Semilir angin dengan kesejukannya, ditingkahi dengan pemandangan ombak yang saling berkejaran, dan ribuan binatang kecil tersebar di hamparan pasir. Menemani Anda berenang, bermain air, berjemur, snorkeling, menyelam, atau hanya bermain membuat istana pasir.
Pesona alam di Senggigi semakin sempurna ketika senja datang. Cahaya matahari membiaskan warna merah menyala yang semakin lama semakin mengelam. Jika Anda menelusuri pantai di saat senja, dipastikan akan disuguhi pemandangan alam yang ciamik dan romantis.
Duduk di hamparan pasir sambil mengamati siluet perahu nelayan yang pergi melaut. Bisa juga bersantai di gerai penginapan pinggir pantai seraya menikmati detik-detik matahari tenggelam.
Suasana alami dan belum banyak dijejali oleh turis lokal maupun mancanegara ini, menjadikan Pantai Senggigi punya pesona lebih dibanding pantai-pantai di Bali. Keindahan senja serta kesejukan alam yang masih perawan, terutama pesona senjanya. Senggigi memang tempatnya untuk itu.
Ikon Pariwisata NTB
Mengunjungi Pantai Senggigi di sebelah barat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menyukai pantai dengan nuansa alami. Apalagi, dengan jarak yang tidak begitu jauh dari Kota Mataram, yaitu 15 menit menggunakan kendaraan mobil. Kawasan ini telah menjadi ikon pariwisata di NTB.
Sejak dibuka pada 1980, Pantai Senggigi telah dipadati berbagai fasilitas pariwisata standar internasional. Seperti, restoran, deretan kios souvenir atau cinderamata, cafe, bar, pasar terbuka, mushala, toilet umum, lahan parkir, penginapan beraneka jenis; hotel berbintang, resort, hotel melati hingga pemondokan. Semuanya itu menjadikan Pantai Senggigi layak dijadikan tempat wisata pantai kelas dunia.
Sebagai kawasan wisata pantai andalan Propinsi NTB, Pantai Senggigi memang jadi primadona. Selain memiliki berbagai kelebihan, kawasan Pantai Senggigi berdekatan dengan lokasi wisata bahari lainnya. Di antaranya, Pura Batu Bolong, pura peninggalan umat Hindu zaman dulu yang terkenal dengan legenda upacara persembahan seorang perawan sebagai sajian makanan ikan Hiu. Pura ini dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai.
Ada juga daerah wisata Tiga Gili (pulau kecil), yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, Pantai Kerandangan, dan Pantai Batu Layar, yang merupakan tempat suci bagi para penganut Islam Wetu Telu di Pulau Lombok (suku Sasak).
Akses ke Senggigi
Menuju kawasan Pantai Senggigi termasuk mudah, yaitu melalui pelabuhan dan bandara di Pulau Lombok. Jika berangkat dari Pulau Bali, bisa melalui Pelabuhan Karang Asem dengan kapal feri menuju Senggigi. Waktu tempuhnya tidak lama, sekitar 30 menit.
Bisa juga menggunakan pesawat terbang dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Selaparang di Mataram (ibukota NTB). Waktu perjalanan semakin ringkas, sekitar 15 menit saja. Langsung menuju kawasan Pantai Senggigi berjarak 11 kilometer yang dapat ditempuh menggunakan taksi dan kendaraan umum lainnya.
Alternatif lainnya, melalui Pelabuhan Padang Bay di Bali menuju Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok, dilanjutkan ke Kota Mataram, lalu ke Senggigi. Perjalanan Padang Bay-Lembar dengan kapal feri memakan waktu sekitar 4 jam.
Memang lumayan lama, tetapi Anda akan terpuaskan dengan pemandangan lautnya yang indah. Bahkan, jika beruntung, Anda dapat melihat ikan lumba-lumba yang saling berkejaran mengikuti lajunya kapal.






