Menikmati Nusakambangan dari Pantai Teluk Penyu

Apa lagi yang menarik di kabupaten Cilacap selain Benteng Pendem? Ya. Pantai Teluk Penyu. Terletak tidak begitu jauh dari benteng tersebut. Dinamakan seperti itu karena dulunya banyak penyu berkeliaran di sepanjang pantai. Sayangnya, binatang unik itu sekarang sudah tidak ada.
Cilacap adalah salah satu kota industri besar, selain Semarang dan Surakarta di Provinsi Jawa Tengah. Setidaknya, ada tiga industri besar, yaitu Pertamina, Semen Holcim, dan PLTU Karangkandri. Adapun jarak antara Pantai Teluk Penyu ke Kota Cilacap, tidaklah jauh. Sekitar 2 km arah timur yang bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau umum.
Pantai Teluk Penyu
Pantai Teluk Penyu merupakan pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Tidak mengherankan, ombak yang terlihat di pantai tergolong besar dan tinggi. Tentu saja, ini tidak menghilangkan keindahan pantai yang memiliki panjang sekitar 1 km tersebut.
Dilengkapi bangunan pemecah ombak (jembatan yang dibangun menjorok ke laut), Pantai Teluk Penyu merupakan tempat idaman para pemancing. Di sekitar pemecah ombak, sering terlihat banyak pemancing yang sekadar hobi hingga para nelayan yang kesehariannya mencari nafkah di sini.
Keberadaan para nelayan juga banyak terlihat di tengah laut. Dengan perahu layar, menambah eksotisnya pemandangan di Pantai Teluk Penyu. Para pengunjung pun dapat menuai manfaat dengan kehadiran para nelayan. Membeli dengan harga murah dan menikmati makanan laut segar yang mereka tangkap, seperti kepiting, udang, cumi, dan ikan, sambil ditemani es kelapa muda.
Di pantai ini, terlihat juga kapal-kapal jenis tanker yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Intan, mengangkut minyak mentah. Hilir mudiknya kapal tanker tersebut menjadi amat kontras jika dipadukan dengan banyaknya perahu nelayan tradisional yang juga memenuhi lautan.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke sini dapat menyewa perahu untuk diantar ke Pulau Nusakambangan. Pulau yang tepat berada di depan Pantai Teluk Penyu. Seakan-akan menjadi pelindung pantai dari ganasnya ombak Samudera Hindia.
Itu terbukti. Ketika tsunami melanda wilayah Pantai Pangandaran dan sekitarnya pada 2006, Pantai Teluk Penyu tidak terlalu terpengaruh karena hempasan tsunami terhalang oleh Pulau Nusakambangan.
Pulau Nusakambangan
Disebut pula sebagai Alcatraz-nya Indonasia, Pulau Nusakambangan memang difungsikan sebagai rumah tahanan. Sejak pemerintahan kolonial Belanda hingga sekarang, Nusakambangan tetap beroperasi. Banyak “pesakitan” terkenal yang pernah mendekam di sini. Di antaranya, Pramoedya Ananta Toer, Tommy Soeharto, Bob Hasan, Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas.
Pulau Nusakambangan mempunyai luas sekitar 210 kilometer persegi. Termasuk dalam wilayah administratif kabupaten Cilacap, serta tercatat sebagai pulau terluar Indonesia bagian selatan.
Akses Menuju Nusakambangan
Selain menyewa perahu nelayan setempat, para wisatawan dapat pergi ke Nusaambangan menggunakan kapal fery dari Pelabuhan Wijayapura menuju Pelabuhan Sodong.
Pemandangan alam yang spektakuler menanti Anda. Selain memiliki Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi serta nilai historisnya, pantai serta hutan di Nusakambangan tidak boleh diremehkan keindahannya.
Peninggalan Bersejarah
Banyak para fotografer amatir atau profesional yang melengkapi “perburuannya” di daerah ini. Di barat pulau, ada sebuah gua yang terletak di areal hutan bakau. Dipercaya merupakan peninggalan zaman VOC. Di ujung timur pulau, tepatnya di atas bukit karang, berdiri mercu suar Cimiring dan benteng kecil peninggalan bangsa Portugis.
Sebagai pulau berstatus cagar alam, Nusakambangan memang punya banyak koleksi flora dan fauna langka. Menurut cerita penduduk setempat, dulunya, Nusakambangan adalah pulau tempat Kesultanan Mataram melakukan ritual.
Oleh sebab itu, banyak jenis tumbuhan khas ritual budaya Jawa ditanam di sini. Dari sinilah, nama pulau berasal. Yaitu, Nusa Kembangan, yang berarti 'pulau bunga-bungaan'.
| Beri rating untuk artikel di atas |








