Pantun Pendidikan, Bisa Menjadi Hiburan - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi pantun pendidikan
Di setiap sekolah pasti kita selalu mendapat pelajaran bahasa Indonesia. Mulai dari tingkat yang paling rendah yaitu kelas satu Sekolah Dasar hinga pada jenjang yang paling tinggi yaitu SMU atau sekolah tingkat atas lainnya yang sederajat. Dalam pelajaran ini kita tidak hanya mendapat bagaimana cara melakukan komunikasi dengan bahasa Indonesia saja. Namun, ada jenis pelajaran lain yang juga harus dikuasai. Yaitu kesusastraan. Dalam sub pelajaran ini kita akan mendapat beberapa jenis karya sastra. Contohnya pantun. Karena masih menjalani pendidikan di sekolah maka pantun yang diberikan biasanya juga berbentuk pantun pendidikan.
Pantun Pendidikan, Pantun Penuh Arti
Pantun pendidikan bisa menjadi salah satu cara memberikan motivasi belajar. Lewat pantun yang terkesan tidak terlalu serius ini, para pelajar diajak untuk mendalami makna kata demi kata yang tersusun rapi. Pantun pendidikan memang dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada para pelajar. Ketika mereka membaca satu pantun pendidikan, diharapkan mereka akan merasa terpanggil dan tersentuh hatinya serta memahami maknanya.
Dengan memahami maknanya itulah para pelajar merasa terpanggil untuk terus belajar dan memahami banyak ilmu. Masa muda memang masanya mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Dengan ilmu yang banyak itu, diharapkan ketika mereka dewasa nanti, mereka telah matang secara ilmu. Dengan kematangan ilmu itulah, mereka bisa membangun diri, keluarga, dan lingkungannya menjadi satu bagian kesatuan kelompok yang bersama-sama melakukan perbuatan baik demi kehidupan yang lebih baik.
Pagi mandi tubuh segar berseri
Air dingin, panas tak terasa perih
Pergi belajar tanpa rasa pamrih
Motivasi tinggi, ilmu pun diraih
Pantun Pendidikan Bagian dari Pelajaran
Saat mempelajari sesuatu yang terkesan sulit, pasti ada rasa tak berminat terkandung dalam dada. Rasa malas dan rasa tak berdaya seolah terpupuk dengan baiknya. Hasilnya adalah kemalasan melakukan sesuatu yang tak diinginkan itu. Membuat pantun ternyata menjadi salah satu hal yang dianggap tidak mudah oleh beberapa siswa. Tidaklah terlalu mengherankan kalau pelajaran bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang membuat beberapa anak didik tidak lulus Ujian Nasional.
Memang dibandingkan dengan pelajaran bahasa Inggris, pelajaran bahasa Indonesia terkesan lebih sulit. Tidak jarang anak didik malah mendapatkan nilai jauh lebih tinggi untuk pelajaran bahasa Inggris daripada nilai bahasa Indonesia. Hal ini telah disadari oleh para guru bahasa Indonesia.
Beberapa hal yang membuat bahasa Indonesia kurang diminati adalah mungkin cara penyampaian yang kurang menyenangkan. Sedangkan untuk pelajaran bahasa Inggris, teknik dan metode pembelajaran begitu banyak dan sangat mudah dicari di berbagai situs maupun di berbagai kursus bahasa Inggris. Tidak mengherankan kalau belajar bahasa Inggris dinilai lebih menyenangkan dibandingkan kalau belajar bahasa Indonesia.
Pantun pendidikan yang diharapkan menjadi salah satu pelajaran yang menyenangkan bagi semua pelajar, etrkadang malah menjadi momok karena dianggap sulit. Membuat pantun memang tidak mudah. Kosa kata dan pengetahuan yang luas adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin membuat satu buah pantun yang mengacu kepada topik tertentu.
Sebelum membuat pantun, guru bahasa Indonesia harus tahu bagaimana mempopulerkan konsep pantun yang menyenangkan. Bila murid telah menganggap bahwa pantun ini merupakan sesuatu yang menarik, mereka pasti akan membuat pantun tanpa harus diperintahkan. Agar menarik, buatlah pantun yang mengarah ke kondisi anak-anak. Misalnya, pantun yang menyangkut cinta pertama atau pantun yang mengenai perasaan galau, dan lain-lain.
Setelah perhatian anak didik telah diraih, barulah giring mereka kepada pembuatan pantun yang lebih serius, seperti pembuatan pantun pendidikan. Untuk membuat pantun lebih mudah, bagilah murid ke dalam beberapa kelompok. Perintahkanlah setiap kelompok untuk membuat tiga buah pantun. Setelah terlihat mereka semakin mahir, bagilah siswa menjadi beberapa kelompok lagi. Kali ini mereka harus bekerja berdua saja. Jangan dulu diberi batas waktu. Longgarkanlah dahulu waktu pembuatan pantun.
Pada pertemuan berikutnya, barulah suruh anak-anak untuk membaut pantun sendiri-sendiri. Kalau terlihat anak-anak telah menikmati pembuatan pantun dan mereka telah terlihat mengeksplorasi banyak hal dalam pembuatan pantun pendidikan tersebut, maka buatlah satu kompetisi pantun. Hal ini pasti sangat menarik karena setiap anak didik akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat satu pantun yang paling menarik. Hadiah mungkin bukan satu motivasi nomor satu. Makna kompetisilah yang paling menarik bagi anak-anak didik tersebut.
Dengan membuat pantun pendidikan ini menjadi bagian dari pelajaran, maka pantun yang merupakan bagian dari budaya asli Indonesia terutama budaya melayu, akan terus terlestarikan tanpa harus bersusah payah melestarikannya dengan modal yang besar. Nantinya, ketika anak-anak didik telah kembali ke tengah masyarakat, mereka bisa menggunakan pantun dalam berkomunikasi dengan orang lain. Telah terbukti bahwa pantun ini selalu mendapatkan tanggapan yang baik ketika disampaikan dalam beberapa kesempatan.
Pantun Pendidikan Untuk Hiburan
Meski merupakan pelajaran yang harus diikuti dengan serius namun ketika kita berlatih untuk membuat pantun pendidikan kita bisa mendapat hiburan yang cukup segar. Karena seni sastra terutama untuk pantun memang bisa kita nikmati lebih mudah. Bahkan kita juga bisa membuat pantun sendiri dengan isi yang sesuai dengan kehendak kita. Yang terpenting adalah masih berhubungan dengan dunia pendidikan.
Makna hiburan ini sendiri akan membuat anak didik senang. Mereka akan berupaya menarik perhatian temannya. Anak yang paling pandai membuat pantun pasti akan sangat disenangi. Pengelolaan kata yang menarik terkadang malah dianggap sebagai salah satu talenta. Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua anak bisa dengan sangat cepat memahami dan membuat pantun. Namun, bukan berarti membuat pantun ini tidak bisa dipelajari.
Berikut ini ada beberapa contoh pantun pendidikan yang kalimatnya tidak terlalu berat dan cukup mampu untuk memberi hiburan.
Melihat Petruk memecah batu
Limbuk dan cangik memberi makan
Semua tekun mencari ilmu
Untuk tujuan di masa depan
Merasa takut digigit ular
Kancil sembunyi di pohon lontar
Jangan malas untuk belajar
Agar menjadi murid yang pintar
Berjalan jalan memakai kaos
Bergambar gajah menanam padi
Diajak teman untuk membolos
Biarkan dia bolos sendiri
Lihat bu lurah menanam tomat
Pak lurah memberi tanah yang coklat
Dengan pak guru selalu hormat
Dengan sang teman selalu dekat
Kata-kata yang digunakan dalam contoh pantun tersebut tidak terlalu rumit tapi maknanya sangat menarik. Anak-anak sekolah dasar pun bisa membuat pantun pendidikan ini. Mereka mungkin masih terlihat kecil secara fisik, tetapi pengetahuan dan kosa kata bahasa Indonesia yang mereka kuasai tidak kalah banyaknya dengan kosa kata yang dikuasai oelh anak-anak yang lebih besar. Jadi, jangan remehkan kemampuan anak-anak sekolah dasar dalam membuat pantun.
Membuat Pantun Pendidikan
Demikianlah beberapa contoh pantun pendidikan yang meski terkesan serius namun mengandung unsur hiburan yang ringan. Lalu bagaimanakah cara membuat pantun yang bagus untuk pendidikan sekaligus bisa memberi hiburan?. Dalam hal ini ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Antara lain adalah :
- Isi pantun
Semua inti atau isi dari pantun selalu terdapat pada kalimat baris yang nomor tiga dan empat. Tidak terkecuali dengan pantun pendidikan. Jadi buatlah kalimat tersebut yang juga berhubungan dengan dunia pendidikan. - Sampiran
Agar pantun pendidikan tersebut mampu memberi nuansa hiburan yang segar, buatlah kalimat yang ringan dan terkesan lucu atau komedi. Sehingga pembaca atau penikmat pantun akan tersenyum meski pantun tersebut berisi pelajaran yang cukup serius. - Penggunaan bahasa
Meski mengandung unsur hiburan namun ketika membuat pantun pendidikan tetap harus menggunakan kaidah atau aturan dan tata bahasa Indonesia yang benar. Jangan sampai terjadi hanya karena ingin menghibur orang (terutama kaum pelajar) kita melalaikan hal tersebut. - Sesuai dengan aturan
Demikian pula dengan aturan dari pembuatan pantun itu sendiri. Karena untuk membuat pantun memang ada beberapa aturan yang tidak bisa dilanggar begitu saja. Misalnya tentang jumlah suku kata, akhiran ucapan kata atau kalimat dan lain sebagainya. Sehingga pantun pendidikan tersebut tetap bisa dipandang sebagai karya yang punya nilai seni sastra yang tinggi.
Dengan mengikuti tahapan pembuatan pantun pendidikanM tersebut, diharapkan bahwa semua orang bisa membuat pantun dalam bentuk dan tema apa pun.

