logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Mussolini, Fasisme, dan Sepakbola


Ilustrasi para tokoh dunia
Salah satu dari para tokoh dunia yang cukup menakutkan jelas adalah Benito Mussolini dari Italia. Ia terkenal dengan ideologi fasismenya yang sebenarnya merupakan upaya Mussolini untuk menghidupkan kembali Kekaisaran Romawi Kuno. Tokoh dunia lainnya yang sempat menggegerkan dunia dengan kegilaannya adalah Hitler. Pria berkumis lucu ini terlihat culun dan tidak terlihta kejam kecuali kalau melihat matanya yang tajam dan bengis. Ia dengan kharismanya memerintahkan anak buahnya untuk menghukum dan membunuh banyak jiwa.

Pemimpin Kejam

Para tokoh dunia itu adalah orang-orang yang diberi kemampuan memimpin dan memberikan inspirasi dan motivasi kepada bawahannya. Kemampuan memimpin ini ada yang memimpin dengan hati dan perasaan sehingga ia menjadi pemimpin yang adil, tetapi ada juga yang menjadi pemimpin karena kekejamannya. Dengan terpaksa para pengikutnya mengangkatnya menjadi pemimpin. Rakyat yang lemah akan ditindas dan akan menjadi sapi perahan.

Sedangkan orang-orang yang menjilat akan mengikuti semua apa yang dikatakan oleh pemimpin yang kejam tersebut. Mereka rela menukar agama dan keyakinannya demi melanggengkan kepemimpinan pemimpin yang tidak baik. Biasanya pemimpin yang tidak baik ini tidak akan dihormati dan dicintai oleh rakyatnya. Mereka akan jatuh dengan kekuatan yang lebih besar atau kekuatan yang lebih baik dari kekuatan mereka. Kejatuhan yang tentunya sangat menyakitkan.

Banyak contoh kejatuhan pemimpin yang telah mengsengsarakan rakyatnya ini. Beberapa pemimpin Timur Tengah termasuk Libya dan Mesir adalah contoh betapa rakyat yang telah ditindas itu mampu menggulingkan kekuasaan yang begitu beringas. Pada masa zaman kerajaan, banyak juga raja atau ratu bengis yang digulingkan dengan cara paksa. Mereka bahkan dibunuh dan disiksa. Kebengisan itu hanya akan melahirkan kebencian. Tidak ada kekejaman yang melahirkan cinta.

Sayangnya, para pemimpin yang kejam ini mempengaruhi tidak saja rakyat di negaranya, rakyat yang ada di negeri sekitarnya terkadang ikut menjadi korban. Pemimpin seperti ini bahkan tidak akan peduli dengan nasib orang lain. Yang penting baginya adalah kepuasan melihat kekuasaannya yang luas, banyaknya pengikut, dan banyaknya harta yang ia miliki. Haus harta dan tahta serta biasanya juga wanita, telah membuat banyak orang buta hati dan buta mata. Di pandangannya yang indah itu hanyanya miliknya. Ia tidak ingin orang lain mempunyai kekuasaan melebihi dirinya.

Prinsip inilah yang membuat banyak pemimpin dunia tidak segan menyatakan perang dengan negara lain. Kalau ia bisa menahlukan satu negara, itu artinya ia akan menambah kekayaan dan kekuasaannya. Mereka akan berusaha menggunakan berbagai macam cara dan teknik untuk menahlukan banyak negeri. Seakan energi mereka hanya digunakan untuk perang. Padahal tidak ada gunanya perang. Para pemimpin yang bengis ini juga biasanya mampu memberikan api semangat juang kepada anak buahnya.

Mereka bisa membuat orang mengikuti apa yang diperintahkannya. Kharisma yang mereka miliki luar biasa. Dalam sejarah tercatat seorang Fir’aun yang dengan gigih dan sombongnya malah menantang Tuhan. Begitu juga dengan Raja Namrud. Ia juga menantang Tuhan. Pada masa kini, pemimpin yang kejam itu mungkin tidak mengaku sebagai Tuhan. Tetapi mereka ingin dituhankan sehingga tidak mau turun dari tampuk pimpinannya hingga maut memisahkan semua keinginan dengan kenyataan.

Aneka cara digunakan demi mempertahankan kekuasaan. Ada Raja Perancis yang menganggap apa yang dikatakannya adalah hukum. Tentu saja hal ini membuat rakyatnya marah. Rasa muak yang dialami oleh rakyat terkadang akan membuat mereka memberontak. Siapa yang tidak mau hidup mewah dengan segala kenyamanan. Rasa iri dan dengki akan membuat raja yang tidak dicintai dihukum dengan kejam oleh rakyatnya sendiri.

Pada abad ke-20, hadir juga banyak pemimpin dunia yang kejam. Ada Hitler di Jerman yang dengan kejinya menerapkan berbagai hukuman yang diluar batas kewajaran dan perikemanusiaan. Ia yang begitu gigih ingin menjadikan Jerman sebagai penguasa dunia, melakukan berbagai cara agar niat dan tujuannya tercapai. Termasuk dengan membuat percobaan melakukan apa yang seharusnya bukan hak manusia.

Hitler membuat program memilih benih manusia dengan teknik ilmu genetika. Hasilnya tentu saja kegagalan yang memilukan. Hal ini juga terjadi pada proses dan peristiwa pengkloningan yang telah dilakukan oleh banyak ilmuwan yang tidak mempunyai etika dan hati nurani. Percobaan mereka gagal dan hanya menyisakan penderitaan terhadap manusia yang masuk ke dalam bahan percobaan.

Selain Hitler, ada Mussolini. Ia berasal dari Itali. Di Rusia ada Stalin. Para pemimpin abad ke-20 ini merupakan contoh pemimpin yang berhasil membuat orang merasa mempunyai harapan yang nyata. Padahal otak para pengikutnya itu dicuci dengan perintah yang hanya membuat mereka seperti zombi yang hanya mengikuti apa kata pimpinan.

Kelemahan Fasisme

Tampaknya, Mussolini ingin agar Italia menjadi penguasa dunia seperti yang pernah dilakukan oleh “nenek moyang bangsanya”. Di tangan Mussolini, Italia menjadi negara fasis pertama di Eropa, tepatnya pada 1922. Lalu, sebenarnya apa yang perlu ditakuti dari fasisme? Fasisme adalah paham yang mengatur pemerintahan dan masyarakat melalui satu tangan tunggal. Dengan satu tangan ini, artinya tidak akan ada oposisi yang boleh tumbuh. Jika ada resistensi sedikit saja, tangan tunggal ini akan segera menghanguskan sang resisten.

Fasisme juga menunjukkan ketidakrasionalan, mengingat para pemimpin fasis cenderung (kalau tidak bisa dikatakan mutlak) untuk membenarkan diri sendiri atau mencari celah lawan jika ada kesalahan yang mereka perbuat. Dapat dikatakan dalam fasisme, “pemimpin tunggal tidak bisa salah. Jika salah, ingat aturan pertama”. Pasti tidak menyenangkan hidup di bawah pimpinan seperti ini. Rasa tertekan dan tidak boleh melakukan banyak hal akan membuat tingkat stres tinggi. Apapun yang akan dilakukan diatur dengan ketat dan diawasi.

Yang lebih berbahaya, fasisme juga tidak mengakui persamaan derajat manusia. Pemimpin tunggal pasti yang paling hebat. Di sini berlaku hukum rimba, siapa yang kuat, dia akan menang dan menginjak yang tidak bisa apa-apa. Kalau ingin berkuasa dan merebut kekuasaan, kalahkan pemimpin yang sekarang. Tentu saja orang berharap ada orang lain yang baik yang bisa mengalahkannya. Lambat laun harapan itu memang menjadi nyata.

Terakhir, pemerintahan fasis pasti hanya dimiliki oknum kelompok tertentu sehingga mematikan dinamika politik dalam sebuah negara. Kelompok ini dilatih dan diberi fasilitas yang menarik sehingga mereka akan menjadi seperti anjing penjaga yang setia. Mereka akan mengamankan semua kepentingan pemimpinnya. Mereka tahu bahwa selama sang memimpin berkuasa, kesejahteraan mereka terjamin. Saling ketergantungan inilah yang membuat kekuasaan seperti ini terkadang mampu bertahan pada masa yang cukup panjang.

Tetapi tidak jarang juga ada orang-orang dalam kelompok yang dipercaya ini yang berkhianat. Ia bisanya telah menggunakan hati nuraninya sehingga tidak mau lagi diperintah oleh pemimpin yang kejam. Itulah mengapa terkadang terdengar berita bahwa pemimpin yang kejam dibunuh oleh anggota pengawalnya sendiri. Keadaan ini memang tidak terelakkan. Kekejaman itu melahirkan kebencian yang luar biasa. Siapa yang menebar kebencian pasti akan mendapatkan kebencian yang lebih.

Sepakbola dan Fasisme Mussolini

Terkait dengan Mussolini dan fasismenya, ada hal menarik. Seperti diketahui bahwa Piala Dunia 1938 digelar di Perancis. Saat itu pesertanya hanya 15 negara, termasuk Indonesia yang memakai nama Hindia-Belanda (belum merdeka). Nah, dalam final, Italia bertemu dengan Hongaria. Akhirnya Italia menang 4-2. Yang menarik, sebelum partai final, entah mungkin dengan tujuan memberi semangat atau ingin membanggakan diri sebagai juara dunia, Mussolini mengirim telegram kepada para pemain Italia yang isinya “Vincere o morire!” atau “Menang atau mati”.

Wajar jika pemain Italia bermain kesetanan karena takut dibantai. Bahkan, penjaga gawang Hungaria saat itu berkomentar, “saya memang kemasukan empat gol. Tapi, yang lebih penting, saya sudah menyelamatkan nyawa pemain Italia”. Ketakutan yang begitu mengerikan. Inilah satu hal yang tidak bisa diterima oleh akal manusia.

Buffon Fasis?

Berkaitan dengan fasisme pula, kiper Gianluigi Buffon pernah tersandung masalah fasis ketika masih di Parma. Saat itu, Buffon memilih angka 88. Banyak yang menyebutkan Buffon adalah seorang fasis, mengingat 88 adalah angka yang lekat dengan fasisme Mussolini. Untunglah Buffon tidak terlalu ambil pusing dengan komentar orang. Ia tetap memakai angka 88 tersebut. Inilah sedikit catatan   salah satu dari para tokoh dunia yang kejam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenderal M Jusuf dan Misteri Supersemar
  • Gayus - Sang Koruptor Dirjen Pajak
  • Sathya Sai Baba Reinkarnasi Sai Baba dari Shirdi
  • Tokoh-tokoh Proklamasi yang Menegakkan Kedaulatan Indonesia
  • Biografi Britney Spears: Jatuh Bangun Kehidupan Sang Diva
  • Kisah Mark Zuckerberg, Sang Pencipta Facebook
  • Ruhut Sitompul: Tokoh Politik Penuh Kontroversi
  • Tokoh-Tokoh Politik Indonesia Era Penjajahan dan Awal Kemerdekaan
  • Biografi Derby Romero: Dari Kepompong Hingga Perkosaan
  • Tokoh Sumpah Pemuda : Mohammad Yamin Pendobrak Tradisi dan Penulis Rum
  • Biografi Rossa: Si Tegar Asal Sumedang
  • Empat Tokoh Anime Tercantik
  • Jenderal Basuki Rahmat, Saksi Supersemar
  • Pahlawan Nasional Indonesia, Panglima Soedirman
  • Mengenal Dr. Muhammad Iqbal - Founding Father Negara Pakistan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA