logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Pengasuhan    Pengasuhan Anak

Parenting Islami yang Membumi


Ilustrasi parenting islami

 

Parenting Islami itu sangat membumi dan bila ditelusuri, parenting Islami itu sudah dari awal menerapkan metode indah bergaul dengan jiwa, raga manusia secara menyeluruh. Sejak sebelum terbentuknya embrio, sudah ada tuntunan bagaimana menjaga jiwa yang akan terlahirkan nanti.

 

Selama masa kehamilan, orang tua hendaknya menjaga sikap dan perilakunya. Sebenarnya bila dipopulerkan, maka terlebih dahulu akan ada bayi Alquran karena sejak dalam kandungan diperdengarkan nada-nada suci nan syahdu, bukannya bayi Mozart. Membaca Alquran secara tartil akan terdengar lebih indah dibandingkan musik klasik yang terkadang agak sulit mencerna maknanya.

 

Setelah lahir, orang tua tidak usah bingung mencari buku-buku cerita untuk mengantarkan si kecil tidur. Dalam Alquran begitu banyak kisah tentang hewan, seperti kisah bani Israel yang berubah menjadi monyet karena keserakahannya.

Atau kisah sapi betina yang mengajarkan bahwa terkadang untuk mempermudah urusan, kita tidak harus banyak bertanya. Karena bisa jadi pertanyaan kita hanyalah akan mempersulit hidup kita.

 

Banyak hal yang bisa diajarkan kepada anak-anak melalui kegiatan sehari-hari, misalnya sebagai berikut.

 

  • Mengajarkan kedisiplinan melalui jadwal shalat. 
  • Bangun pagi dan berolahraga melalui shalat shubuh berjamaah ke masjid.
  • Memberikan contoh tenggang rasa melalui shalat zuhur dan ashar. Imam shalat zuhur dan ashar tidak mengeraskan suara agar tidak mengganggu orang lain yang sedang beristirahat.
  • Setelah subuh dilarang tidur lagi karena rezeki itu dimulai pada pagi hari. Hal ini akan membuat anak paham betapa pentingnya memulai aktivitas kehidupan secepat mungkin. Ini akan mengajarkan kepadanya agar tidak menjadi pemalas.
  • Bercengkerama setelah shalat isya. Sebelum sibuk dengan urusan masing-masing, sempatkan mengobrol sejenak.
  • Belajar mengetahui tentang manusia dari rutinitas shalat. Mengapa shalat 5 kali sehari? Manusia itu tempatnya lupa, jadi Allah membuat aktivitas shalat sebagai pengingat. 
  • Waktu shalat, waktu mengendurkan urat saraf yang tegang. Air wudu mampu menyegarkan tubuh yang terpapar AC dalam waktu yang lama. Gerakan shalat membuat kelenturan tubuh kembali lagi sehingga otak bisa berpikir lebih cepat.
  • Memperlihatkan bahwa bentuk bumi ini bulat dari perbedaan siang dan malam di belahan bumi yang berbeda. 
  • Belajar sains dari Alquran. Misalnya, tentang keteraturan gerak masing-masing planet.
  • Belajar matematika dari Alquran. Contohnya, keajaiban angka 19 dalam Alquran, berapa kali nama Allah disebut, berapa kali Muhammad di sebut, jumlah ayat, jumlah surat, dan lain-lain.

 

Dengan kata lain, begitu banyak hal yang bisa diajarkan kepada anak melalui shalat dan Alquran. Kaitan semua yang ada dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Inilah bukti bahwa betapa parenting Islami itu sangat membumi.

 

Parenting Islami dan Akhlak Anak

 

Melalui parenting Islami orang tua bisa menanamkan akhlak yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam pada anak di rumah. Memiliki anak tidak semata-mata harus membesarkannya, memberi makan, menyekolahkannya, tetapi juga kita dituntut untuk membentuk akhlak yang baik pada anak.

 

Saat ini fenomena parenting Islami sudah banyak dikenal orang, dan sudah banyak yang menerapkannya untuk mendapatkan informasi mengenai pendidikan anak sejak usia dini. Dalam parenting Islami, tidak saja diajarkan bagaimana memperlakukan anak setelah ia dilahirkan, tetapi bagaimana tumbuh kembangnya selama dalam kandungan.

 

Bukankah penciptaan awal manusia ketika dalam rahim juga di atur dalam Alquran? Dan itu semua ada dalam parenting Islami. Untuk menghargai kehidupan seorang manusia dijelaskan bagaimana penciptaan manusia, dan kita sebagai calon orang tua harus memahaminya guna mendidik anak kita nanti.

 

Dalam parenting Islami ini para orang tua bisa banyak belajar bagaimana mendidika dan menanamkan akhlak yang baik pada anak. Anak yang terdiri dari berbabagi karakter tidak bisa dididik dengan cara yang sama. Nah, melalui informasi parenting ini kita bisa mengetahui cara apa saja untuk beberapa karakter anak yang berbeda. Misalnya bagaimana menghadapi anak yang agresif, pendiam, pemalu, serta yang terlalu percaya diri.

 

Akhlak yang baik merupakan akhlak yang berpedoman pada akhlak Nabi Muhammad Saw sebagai manusia yang memiliki akhlak yang baik sesuai tuntunan Islam. Kita bisa menanamkan akhlak yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw pada anak kita. Tentu saja, sebelum kita menularkan akhlak yang baik ini, kita juga dituntut untuk memiliki akhlak yang baik.

 

Perilaku anak mencerminkan perilaku orang tuanya. Dengan kata lain, jika orang tuanya baik maka anaknya pun juga akan menjadi baik. Di sinilah letak tantangannya mendidik anak untuk menjadi anak yang soleh dan solehah. Panduan parenting yang Islami ini sangat membantu para orang tua dalam membentuk akhlak yang baik untuk anak.

 

Sarana Meningkatkan Iman dan Takwa

 

Parenting Islami ini juga bisa kita jadikan sebagai sarana atau media untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Kita bisa saling belajar satu sama lain sebagai orang tua, atau saling bercermin satu sama untuk bekerjasama dalam mendidik anak yang akan menjadi anak yang taat dalam beribadah.

 

Jika selama ini kita termasuk orang tua yang masih minim soal agama, melalui parenting ini bisa memperbaiki pengetahuan agama kita. Sehingga, bekal kita dalam mengajarkan nilai-nilai ibadah atau syariat Islam pada anak tidak setengah-setengah.

 

Dalam parenting yang Islami ini juga memuat kisah-kisah inspiratif yang bisa kita manfaatkan untuk mendidik anak-anak serta membantu kita untuk menjadi orang tua yang baik menurut pandangan Allah Swt. Bukankah di hari akhir nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah Swt perihal apa saja yang sudah kita tanama pada anak? Termasuk rasa keimanan dan ketakwaan anak kepada Allah Swt.

 

Berbagai kisah dalam parenting Islami ini bisa kita jadikan sebagai patokan atau standar jika ingin mendapatkan ganjaran yang baik dari Allah Swt. Tentu saja, ke depannya bisa memotivasi kita dan keluarga untuk tetap komitmen dalam menegakkan ajaran agama Islam sekarang hingga akhir hayat.

 

Salah besar jika kita menggantungkan masalah agama pada anak lewat guru mengaji atau guru agama mereka di sekolah. Kita sebagai orang tua yang memiliki kewajiban yang paling besar dalam menanamkan akidah agama pada anak kita. Pada dasarnya orang tua yang lebih dahulu memahami ajaran agama, untuk kemudian meneruskannya pada anak di rumah.

 

Bagaimana bisa anaknya pandai membaca Alquran jika orang tuanya belum fasih membaca Alquran. Demikian juga halnya bagaimana bisa anaknya mengerti akidah agama jika orang tuanya tidak pernah mengajarkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Serta bagaimana bisa anaknya rajin beribadah jika kedua orang tuanya sholat lima waktu saja masih bolong-bolong.

 

Jadi, parenting yang Islami ini sangat membantu Anda sebagai orang tua untuk mendidik akan-anak sesuai tuntunan Islam, serta bagaimana menjadi orang tua yang baik dimata anak, keluarga besar, masyarakat, dan Allah Swt.

 

Ilmu Penting dalam Parenting Islami

 

Tentu saja dalam parenting Islami ini kita bisa banyak mendapatkan ilmu, tertama ilmu menjadi orang tua yang sesuai syariat agama Islam. Pengetahuan yang kita dapatkan dari buku saja rasanya belum cukup untuk membantu kita menjadi orang tua yang baik. Dibutuhkan pula ketekunan yang besar untuk memahami ajaran agama seorang diri tanpa adanya bantuan dari pihak lain.

 

Melalui parenting Islami ini, orang tua diharapkan bisa menjalankan fungsinya sebagai orang tua yang baik sesuai dengan syariat agama Islam. Bahasa yang mudah dipahami, serta contoh-contoh teladan yang disuguhkan dalam parenting yang Islami ini bisa memberikan pemahaman bagi kita.

 

Untuk menjadi orang tua yang baik di mata Allah Swt tidaklah perlu kita sampai mengikuti pendidikan di pesantren misalnya. Cukup melalui parenting yang Islami ini, kita belajar banyak mengenai seluk-beluk membesarkan dan mendidik anak, serta menjadi orang tua yang baik.

 

Dengan parenting yang Islami ini kita bisa memahami apa yang sebaiknya dilakukan sebagai orang tua kepada keluarga secara bertahap. Kemampuan setiap orang tua tentu berbeda-beda dalam memahami apa yang dipelajarinya, sehingga dengan adanya parenting yang Islami ini para orang tua bisa mendapatkan pemahaman agama yang baik.

Tentu saja akhir dari tujuan diadakannya parenting Islami ini adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah merupakan idaman semua keluarga di dunia ini, terutama yang beragama Islam. Hanya dengan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah lah keluarga yang baik sesuai syariat agama Islam bisa ditegakkan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Lima Perlengkapan Menyusui yang Perlu Diketahui
  • Pengertian Inisiasi Menyusui Dini dan Pentingnya ASI
  • Mengasuh Anak Dengan Cinta dan Sayang
  • Baju Menyusui Muslim
  • Pola Asuh Anak dalam Keluarga
  • Gaya Pengasuhan Anak dalam Keluarga
  • Menebar Cinta Sejati ke Anak Asuh
  • Menitipkan Anak Kepada Tante
  • Melahirkan Anak Kembar dan Cara Mengasuhnya
  • Macam-Macam Pola Asuh Anak
  • Pilah-pilih Kaos Menyusui di Online Shop
  • Memanfaatkan Jasa Baby Sitter
  • Keragaman Pengertian Pola Asuh Orang Tua
  • Kata-Kata Sebelum Tidur, Menjalin Kedekatan dengan Anak
  • Mengenal Posisi Menyusui yang Benar
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA