logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Artikel Umum Sosial    Partisipasi Masyarakat

Yang Unik dari Partisipasi Masyarakat

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Anda sedang dalam suasana pemilihan kepala daerah (Pilkada)? Atau kalau tidak, mari sejenak kita bernostalgia pada pemilihan legislatif dan presiden tahun 2009 lalu. Sebuah ajang perebutan kekuasaan nasional yang menjadi tontonan masyarakat dunia. Mengapa menjadi tontonan? Sebab Indonesia adalah sebuah negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, dengan lika-liku kondisi perpolitikan nasional yang terkadang cukup unik.

Apa sebenarnya yang diharapkan dari setiap penyelenggaraan kegiatan pemilihan umum pada setiap periode? Tak lain adalah partisipasi masyarakat. Mengapa orang berlomba-lomba melakukan kampanye dengan beraneka ragam cara, tak lain adalah untuk mencari simpati dan partisipasi dari masyarakat untuk memilih mereka menduduki jabatan yang diinginkan.

Dalam beberapa penyelenggaraan acara pemilihan kepala daerah, tak jarang kita temui orang-orang yang bersikap cuek alias apatis. Rata-rata orang mengaku jenuh untuk memilih wakil mereka karena kebanyakan calon wakil rakyat tersebut hanya berjanji di mulut saja pada saat kampanye. Apabila tiba saatnya mereka terpilih sebagai wakil rakyat, mereka melupakan janjinya begitu saja. Masih untung jika hanya sekadar lupa, yang lebih parah adalah menghabisi uang rakyat.

Apa yang Mereka Pikirkan untuk Berpartisipasi?

Faktanya, terkadang partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu/Pilkada tidaklah berlandaskan pada kecerdasan. Landasannya lebih kepada unsur-unsur sementara yang hanya bermanfaat untuk kepentingan sesaat. Hal ini tentu saja salah satunya dipengaruhi oleh kondisi tingkat intelektualitas mayoritas masyarakat kita yang masih rendah.

Nah, inilah hal-hal yang bersifat sementara yang terkadang menjadi landasan orang untuk memilih para wakilnya.

1. Uang

Sudah menjadi rahasia umum pada setiap ajang pencalonan, faktor uang akan menentukan kemenangan si calon tersebut. Istilah serangan fajar sudah menjadi hal lumrah yang sulit untuk diungkap ke publik. Sebab siapa orangnya yang tak butuh uang? Pernyataan yang sering muncul, “Berapa kau bisa membayar suaraku?”

Akan tetapi ingat, hal ini kebanyakan hanya terjadi pada kalangan yang tidak mendukung semangat perubahan bangsa dan orang-orang dengan kualitas pendidikan rendah. Hingga mudah sekali mereka untuk dibodoh-bodohi, hanya dengan iming-iming rupiah.

2. “Lu bisa ngaspal jalan kampung gue? Gue pilih lu.”

Sebenarnya alasan ini masih agak cerdas ketimbang alasan pertama tadi. Paling tidak orang-orang seperti ini sudah tahu apa guna wakil rakyat itu. Wakil rakyat bertugas mengaspirasikan kehendak dan kebutuhan rakyatnya. Namun sayangnya, terkadang orang-orang yang hanya berharap dengan hal seperti ini akan lebih banyak kecewa.

Misalnya, si calon yang berjanji akan mengaspal jalan tadi ternyata terpilih. Namun, ia kemudian tidak ditempatkan pada bagian komisi yang menangani urusan jalan. Hal ini akan menjadin alasan empuk si wakil rakyat tadi untuk mengelak dari janjinya. Kalau sudah begini, sungguh kasihan nasib rakyat yang telah menjadi korban janji.

3. Asyik juga punya presiden cakep

Nah, ternyata selain uang, penampilan seseorang juga menjadi salah satu faktor partisipasi masyarakat untuk memilih calon wakilnya. Banyak para calon wakil rakyat yang mencalonkan diri menjadi wakil rakyat namun pada kenyataannya ia sendiri belum dikenal oleh rakyatnya. Tahukah Anda apa yang akan dilakukan oleh para kaum wanita jika mengahadapi hal seperti ini. Back to face tentunya.

Orang cantik dan tampan memang diminati banyak kalangan. Meskipun kadang kita tidak tahu bagaimana kualitas kerja dari orang yang berpenampilan menarik tersebut. Akan tetapi inilah kondisi nyata kita. Hal ini dapat terjadi sebetulnya karena dipengaruhi oleh calon-calon wakil kita yang hanya muncul ke publik pada saat musim pemilihan saja. Hari-hari sebelumnya mereka entah berada di mana.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Agama, Kepercayaan, dan Tuhan
  • Beberapa Alasan Seseorang Menjadi Wanita Malam
  • Apakah Definisi Sosial Budaya?
  • Kesan Kata
  • Munir: Kematian Tragis Tokoh HAM Indonesia
  • Pentingnya Perencanaan Partisipatif
  • Definisi, Jenis, dan Upaya Pemecahan Masalah Sosial
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA