Pasangan Artis Legendaris
Siapa yang tak ingin menjadi pasangan artis? Waduh ingin sekali rasanya menjadi seperti mereka. Sepasang kekasih yang cantik dan tampan serta dipuja-puja oleh sedemikian banyak orang. Hidup bagaikan dalam dunia impian. Menjadi pangeran dan putri di layar kaca maupun di layar perak!
Benarkah demikian? Live happily everafter? Nyatanya tidak selalu! Bahkan banyak pasangan artis yang menyerah dalam perjalanan mereka sebagai pasangan yang berada di puncak popularitas. Masalah yang muncul beragam dan alasan yang ada juga beraneka, namun jika dicermati semuanya kembali berpulang pada ego masing-masing individu.
Menjadi Artis adalah Sebuah Profesi
Merasa diri populer dan menjadi pujaan masyarakat terkadang membuat orang lupa bahwa artis adalah sebuah profesi dan bukannya anugerah kehormatan atau title yang diperoleh dengan cuma-cuma. Hendaknya hal itu disadari sebagai hasil dari sebuah kerja keras dan bukannya akhir dari sebuah pencapaian yang membuat sang artis menjadi terlena dan lupa diri.
Menjadi Pasangan Artis adalah Sukses sekaligus Beban
Tidak berarti memiliki pasangan yang bukan seorang artis akan membuat hidup sang artis menjadi lebih mudah, lagi-lagi hal itu berpaling pada masing-masing individu.
Namun menjadi pasangan artis adalah sukses sekaligus beban. Sukses karena itu adalah sebuah langkah pencapaian yang tidak semua orang memilikinya, sepasang suami-istri atau kekasih yang menjadi pujaan masyarakat.
Beban karena kesibukan masing-masing individu sebagai artis kadang menuntut pengorbanan yang tidak sedikit terlebih jika mereka sudah memiliki anak-anak.
Masing-masing merasa harus menggenjot dirinya untuk tetap berada di jalur kesuksesan sebagai artis sementara hubungan sebagai sebuah keluarga dan anak-anak juga menuntut perhatian mereka berdua. Pengorbanan tidak hanya muncul sebagai sebuah ide namun juga hendaknya sungguh-sungguh dilakukan.
Kesiapan Mental Pasangan Artis
Berprofesi sebagai artis kadang dituntut untuk melakukan berbagai hal dan peran yang tidak masuk akal bahkan dapat membuahkan keretakan rumah tangga atau hubungan antar pasangan artis.
Bagaimana menyiasatinya? Tentu saja dengan membina relasi sebaik mungkin dengan pasangannya dan saling mengerti bahwa menjadi artis tidak sama dengan bekerja di kantor yang menggenggam pena dan ponsel serta mengetikkan jemari pada tuts komputer.
Kesadaran Sebagai Anak Wayang
Menjadi artis adalah menjadi wayang dalam dunia cerita. Kadang-kadang perasaan harus dikesampingkan untuk sebuah totalitas dalam pekerjaan. Pada sebuah wawancara Antonio Banderas pernah ditanya, apakah pasangannya yaitu Melanie Griffith tidak akan cemburu menyaksikan adegan-adegan mesra yang diperankannya dalam berbagai film dengan artis-artis lainnya?
Antonio hanya memandang sang pewawancara dan menjawab bahwa pasangannya mengerti benar akan hal itu karena mereka mendapat penghasilan besar dari film yang diperankan oleh Antonio. Jadi mereka memahami bahwa pekerjaan mereka memang harus mengesampingkan ego pribadi dan bahkan perasaan. Namun mereka juga memetik hasilnya sebagai pasangan artis yang mendulang sukses dan pendapatan besar.
Menjadi Pasangan Artis Legendaris
Siapa yang tak ingin menjadi pasangan artis legendaris hingga akhir jaman? Namun apakah semudah itu? Sebut saja beberapa pasangan di Indonesia yang melegendaris hingga kini yaitu Titik Sandhora dan Muchsin Alatas serta Widyawati dan almarhum Sophan Sophian.
Jika ditanya barangkali mereka juga akan tercengang mengingat kembali perjuangan mereka bersama untuk bertahan di dunia keartisan dan membina rumah tangga bersama. Bertahan sebagai pasangan artis sepanjang masa hingga akhirnya maut memisahkan adalah sangat tidak mudah.
Barangkali para pasangan artis muda dapat menimba pengalaman dari mereka. Menjadi artis saja tidak mudah, apalagi menjaga hubungan sebagai pasangan artis dan mempertahankannya sepanjang jaman hingga dikenang sebagai pasangan artis legendaris!






