logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Cinta & Persahabatan    Tips    Tips Cinta

Tip Menjadi Pasangan Bahagia


Ilustrasi pasangan bahagia

Setiap pasangan pasti mendambakan untuk menjadi pasangan bahagia. Pasangan yang dimaksud adalah pasangan suami istri. Tentunya, setiap pasangan menginginkan hubungannya langgeng hingga akhir hayat. Namun, tidak jarang impian tersebut tinggalah impian.

 

Banyak pasangan yang awalnya saling mencinta pada akhirnya memilih untuk berpisah. Masalah ketidakcocokan serta perselingkuhan sering menjadi kambing hitam atas kandasnya hubungan dua anak manusia yang awalnya saling mencinta ini. Siapa yang salah bila sudah seperti ini?

 

Untuk menjadi pasangan bahagia, sebenarnya, tidaklah sulit meskipun tidak mudah juga. Bagaimanapun, yang kita hadapi adalah manusia. Bukan mesin atau robot yang bila tidak cocok bisa kita ganti semau kita. Manusia terdiri atas kulit dan daging.

 

Perasaan mereka halus dan sensitif. Bila kita bisa memperlakukan seenak sendiri kepada komputer kesayangan kita di kala sedang suntuk, tidak begitu dengan pasangan kita. Pasangan adalah amanah yang harus kita jaga.

 

Bagaimana Menjadi Pasangan Bahagia?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus paham dan mengerti definisi bahagia. Apakah pasangan bahagia itu berarti pasangan yang memiliki kesamaan dalam hal kekayaan? Intelektual atau suku?

 

Tentu tidak. Kenyataannya, banyak pasangan yang bermasalah. Padahal, dari segi intelektual dan kekayaan sudah seimbang. Itu artinya tolak ukur pasangan bahagia bukanlah karena kesamaan intelektual dan kekayaan.

 

Kebahagiaan adalah dimana apa yang dilakukan oleh suami dam istri di dalam kehidupan rumah tangga yang mereka bina sesuai dengan apa yang memang digariskan oleh agama. Karena memang benteng agama inilah yang akan membuat kehidupan menjadi bahagia. Dan dengan bersandar pada agama inilah kebahagiaan sejati akan tercapai. Bukan sekedar kebahagiaan semu yang hanya sementara dan tak asli.

 

Tentu banyak sekali kita menemui di sekitar hidup kita banyak pasangan yang kita nilai sangat sempurna namun tak bahagia. Mungkin kita dapat melihat contoh dari para pasangan artis yang banyak tampil di layar kaca.

 

Semua orang tentu tak dapat memungkiri bahwa artis kita hidup dengan bergelimang harta, kekayaan dan popularis. Ketiga hal inilah yang banyak diinginkan untuk digapai oleh banyak orang. Dan tentu saja semua meengingkannya karena menganggap bahwa ketiganya adalah sumber dari kebahagiaan.

 

Namun memang tak selalu begitu. Para artis yang telah memiliki ketiganya juga sering mengalami tragedi dalam pernikahan mereka. Mereka pun sulit untuk menjadi pasangan yang bahagia. Lantas bagaimanakah cara mendapatkan kebahagiaan itu. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan pasangan suami istri untuk menggapai kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

 

Tip Menjadi Pasangan Bahagia

 

Menerima Apa Adanya. Kapan kita merasa bahagia dengan pasangan kita? Tentunya, setiap orang memiliki jawaban berbeda. Namun, bila ditarik simpulan secara umum, akan didapat kesamaan jawaban. Yakni, kita akan merasa bahagia dengan pasangan ketika pasangan mau menerima kita apa adanya. Sungguh, itu saja. Tampaknya, mungkin sangat sederhana. Padahal, bila dijalani, terasa susah juga.

 

Untuk menerima orang lain dengan apa adanya, baik kekurangan maupun kelebihan, tidaklah mudah. Sehari dua hari, mungkin kita bisa bertahan. Namun, bagaimana bila berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun?Mampukan kita hidup dalam kepura-puraan? Tentu tidak.

 

Belajar untuk menerima pasangan hidup kita apa adanya dapat dimulai dengan sikap saling memahami satu sama lain. Sikap ini pun juga tak mudahuntuk dilakukan karena ketika kita mulai untuk memahami orang lain berarti kita mulai untuk menekan dan bahkan menghilangkan ego dan keinginan yang ada di dalam diri kita.

 

Memahami adalah berusaha untuk menerima pasangan hidup kita apa adanya. Tidak terlalu menuntut pasangan kita untuk menjadi ini dan itu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Karena memang dalam kehidupan ini tak ada satu manusia pun yang sempurna dan sesuai sepenuhnya dengan apa yang kita inginkan. Dan juga tak ada seorang pun yang dapat memenuhi kriteria kita hingga seratus persen.

 

Semua orang punya kelebihan dan juga punya kekurangan. Untuk itu, ketika kita menemukan kekurangan dari pasangan kita, sikap kita adalah menganggapnya sebagai sebuah hal yang lumrah dan bukanlah hal yang berat dan akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga kita.

 

Kita harus tetap memiliki pandangan yang positif terhadap kekurangan pasangan kita. Bisa jadi, kekurangan ini memang sudah semestinya ada karena akan tertutupi dengan kelebihan yang kita miliki.

 

Demikian pula halnya jika pasangan kita menemukan kekurangan yang ada di dalam diri kita. Ketika kita menyikapi biasa dan tak terlalu ekstrim terhadap kekurangan pasangan kita, tentunya pasangan kita akan lebih terbuka banyak peluang untuk melakukan hal yang sama. Pasangan kita tak akan terlalu bersikap marah atau tak dapat menerima kekurangan kita. Semuanya akan dihadapi dengan biasa saja dan penuh dengan sikap yang saling memahami.

 

Jika memang konsep ini diterapkan maka tak akan banyak pertengkaran kecil yang akan terjadi. Dan memang pertengkaran ini adalah awal dari perpecahan yang ada di dalam setiap rumah tangga.

 

Banyak rumah tangga yang berakhir dengan sebuah perceraian diawali dengan banyaknya pertengkaran. Dan pertengkaran tersebut banyak diawali dari sikap yang tak dapat menerima kekurangan atau perbedaan dari pasangan kita.

 

Dengan ini sangat gampang pasangan suami istri untuk tersulut api amarah. Lama kelamaan, suasana dalam rumah menjadi jauh dari keadaan yang harmonis dan tenang. Bahagia pun sangat jauh dari harapan.

 

Kurangi Ego. Setiap manusia memiliki ego masing-masing. Setiap manusia menginginkan agar dirinya dimengerti. Padahal, dia sendiri jarang, bahkan, tidak mau mengerti. Saat ego itu muncul, saat itulah masalah atau konflik timbul. Bila dalam diri kita sudah ada ego yang sangat kuat, akan sulit bagi kita untuk menerima pasangan kita apa adanya, sekalipun kita sangat mencintainya.

 

Ego membuat kita merasa menjadi manusia paling benar dan sulit menerima kekurangan orang lain. Ego jugalah yang membuat kita terlibat konflik dengan pasangan. Bahkan, karena egolah dua orang yang saling mencinta bisa bercerai.

 

Untuk menjadi pasangan bahagia, yang harus kita lakukan sangat sederhana. Yaitu, mengurangi ego, menerima pasangan kita apa adanya, dan selalu sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Boleh jadi, kita tidak menyukai sifat pasangan. Padahal, hal itu baik untuk kita, begitupun sebaliknya. Bisa juga kekurangan yang dimiliki pasangan kita adalah ladang amal bila kita mau menyadarinya.

 

Kurangi ego ini memang berkaitan dengan tip yang pertama yaitu menerima apa adanya. Jadi memang dua hal ini dapat dilakukan secara bersamaan karena memang keduanya adalah dua hal yang dilakukan secara beriringan.

 

Mendasarkan Semua Hal untuk Ibadah. Sebagai pasangan suami istri tentu dalam menjalani kehidupan rumah tangga pasti ada pasang surut kehidupan. Banyak yang mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga ibaratnya sebuah bahtera yang akan mengaruhi samudra luas terbentang.

 

Tak ada satu pun orang yang tahu apa yang akan terjadi di dalam kehidupan rumah tangga di masa depannya. Tentu  semuanya tak akan hanya diisi dengan kebahagiaan namun kesedihan dan kesusahan secara pasti juga akan menghampiri kehidupan rumah tangga ini.

 

Untuk itu, lelaki dan wanita yang telah menjadi pasangan suami istri ini harus siap untuk menerima ini semua dan juga menjalaninya. Semua yang dijalani di dalam rumah tangga jika dilandasi dengan maksud untuk beribadah akan menimbulkan pengaruh yang luar biasa. Tak akan ada rasa saling menuntut terhadap satu sama lain. Serta semua hal yang terjadi baik itu suka dan duka akan dihadapi dengan hati yang ikhlas.

 

Pernikahan adalah jalan yang paling dapat untuk ditempuh untuk mendapatkan bayak pahala. Karena di dalam pernikahan ada kehidupan yang daat dijadikan sebagai ladang pahala. Istri berbakti kepada suami dan suami pun melakukan tugas dan perannya kepada istri dan anak yang mereka miliki.

 

Dengan ini, yang menjadi landasan suami danistri adalah keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta tujuan yang ingin diraih tak semata hanya kepuasaan lahiriah semata namun ingin untuk mencari kebahagiaan sejati. Sedangkan kebahagiaan sejati ini hanya dapat tercapai jika apa yang dilakukan adalah sesuai dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa.

 

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjadi pasangan bahagia. Memang semuanya terkesan sangat sepele namun tak semudah yang dibayangkan. Selamat mencoba!.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Hitung Kalkulator Cintamu Lewat Kata-kata Cinta!
  • Prinsip Rayuan untuk Wanita
  • Teknik Cara Berciuman yang Umum atau Spesial
  • Empat Cara Balikan Sama Mantan Pacar
  • Manfaat ciuman
  • Aku Cinta Kamu? Lihat Dulu Zodiaknya!
  • Tips Memilih Nama Panggilan Buat Pacar
  • Antara Gombal dan Lelucon Cinta
  • Kata Kata Sayang Pacar dalam SMS Unik dan ngeFlirt
  • Beberapa Tips Awet Pacaran
  • Tipe-Tipe Pasangan Sejati
  • Tips Agar Suami Semakin Sayang
  • Pasangan Hidup Kristen, Islam, Hindu, atau Budha, Gak Masalah!
  • Bagaimanakah Pasangan Ideal yang Kamu Inginkan?
  • 7 Tips Memikat Laki-Laki untuk Mendapatkan Perhatiannya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA