Menjadi Pasangan Harmonis

Semua pasangan yang menikah tentu ingin pernikahannya akan berlangsung langgeng. Tak ada pasangan yang ingin biduk rumah tangganya karam dihantam badai. Namun dalam kenyataannya, menjadi pasangan harmonis tak semudah yang dibayangkan.
Pernikahan tak hanya menyatukan dua orang, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Pernikahan juga menyatukan dua keluarga besar dan dua latar belakang yang sangat mungkin berbeda. Perbedaan-perbedaan ini pada awalnya mungkin terlihat romantis. “Aku dan kamu berbeda, namun hati kita satu". Namun sayangnya, perbedaan ini juga bisa berpotensi menimbulkan konflik.
Matematika romantis pasangan baru bahwa 1+1=1 tidaklah tepat. Membawa masing-masing diri 100% sama seperti sebelum menikah sama saja dengan membawa bibit perpecahan ke dalam rumah tangga. Persamaan matematika ini lebih tepat ½ + ½ = 1. Masing-masing membawa sebagian dirinya dan menanggalkan sebagian lain yang tak sesuai agar dapat menjadi pasangan yang harmonis.
Harmonis Tidak Selalu Sama
Pasangan harmonis bukan berarti pasangan yang seumur hidup pernikahannya tak pernah bertengkar atau berselisih paham. Namanya saja dua manusia yang berbeda, perselisihan dan pertengkaran selalu saja ada. Yang membedakan adalah, cara mengatasi persoalan-persoalan itu hingga tetap menjadi pasangan harmonis.
Ketika menghadapi permasalahan yang menimbulkan pertengkaran, pasangan harmonis ini akan:
- Tetap ingat pada tujuan
Yang dipertengkarkan hanyalah masalah yang sedang dihadapi dan tidak meluas ke masalah-masalah lain atau masalah yang pernah terjadi di masa lalu.
- Menyatakan emosinya hanya pada saat sedang bertengkar
Ungkapkan emosi itu sekarang juga. Pasangan harmonis tidak pernah lari dari masalah. Masalah yang ada akan selalu dihadapi sampai tuntas.
- Menyepakati adanya time out
Pertengkaran bisa menjadi melelahkan bahkan menakutkan jika berlangsung berkepanjangan. Sejak awal, dalam suasana damai jauh hari sebelumnya, sepakatilah untuk membuat sebuah sinyal time out sebagai pertanda gencatan senjata.
- Bersikap luwes dan tidak mengorbankan diri
Pasangan harmonis menyadari bahwa mengorbankan diri akan menjadi bumerang di kemudian hari. Jika memang bersalah, akui kesalahan itu.
- Menerima keadaan saat ini dan melupakan masa lalu
Apa pun yang pernah terjadi di masa lalu sudah tak dapat diubah lagi. Pasangan harmonis akan selalu kembali ke masa kini dan merencanakan masa depan.
- Mengingat bahwa pertengkaran bertujuan untuk mendekatkan
Bertengkar dengan benar akan mengarahkan pasangan pada kejelasan dan keterbukaan pada adanya kemungkinan baru.
Tanda-tanda Rumah Tangga Harmonis
Rumah tangga pasangan harmonis memiliki tanda-tanda antara lain:
- Melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
- Selalu tabah dan bersabar dalam mengarungi kehidupan berumah tangga yang terkadang diterpa banyak cobaan.
- Saling mengalah demi kebaikan bersama.
- Menjaga kehormatan dan kesucian diri.
- Menjaga hubungan baik dengan keluarga kedua belah pihak.
- Selalu mengeluarkan perkataan dan melakukan perbuatan yang dilandasi kasih sayang
- Menjaga rahasia pasangan agar tidak diketahui oleh orang lain.
- Saling mendengarkan dan tidak hanya mau menang sendiri
- Saling memberikan dukungan ke arah kebaikan.
- Saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah terjadinya perbuatan-perbuatan yang merugikan.
Menjadi pasangan harmonis tidak tercipta dalam satu malam. Namun jika kedua belah pihak mau berusaha dengan sungguh-sungguh, maka menjadi pasangan harmonis pun bukan lagi impian belaka.






