Tipe-Tipe Pasangan Sejati
Ilustrasi pasangan sejati
Bagaimana cara kita menentukan bahwa kita dan kekasih adalah pasangan sejati?
Para peramal boleh saja membuat ramalan zodiak, primbon, dan sebagainya. Akan tetapi, yang namanya ramalan, ketepatan benar atau salahnya sangat tipis. Biasanya, ramalan bersifat ambigu dan tergantung pencocokannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Beruntunglah para peramal, biasanya ramalan mereka ditelan mentah-mentah oleh penggemarnya.
Di luar ramalan, ada beberapa hal yang menentukan kesesuaian kita dengan pasangan. Memang di dunia ini tak ada manusia yang sempurna. Semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.
Juga tak ada satu manusia pun yang akan menemukan seseorang yang dianggap paling sesuai dengan kriteria yang ia miliki. Karena memang tak semua orang dapat memenuhi keinginan orang lain. Serta keinginan manusia itu tak akan pernah berhenti hanya pada satu titik saja. Keinginan manusia itu akan terus berkembang dan berkembang sampai batas yang tak diketahui oleh siapa paun bahkan si empunya.
Untuk menemukan pasangan sejati dan juga untuk menjadi pasangan sejati bagi pasangan kita memang bukan sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Namun juga bukan sebuah hal yang tak mungkin untuk dilakukan.
Semuanya butuh proses dan penyesuaian. Karena memang demikianlah hidup. Hidup selalu berkembang dan selalu membutuhkan penyesuaian disana disini. Jika ingin berhasil untuk melewatinya maka manusia haruslah pandai untuk melakukan penyesuaian ini.
Di dunia ini tak ada manusia yang dikatakan sempurna. Tak memiliki cela, hanya kebaikan yang ada di dalam dirinya. Namun hampir semua manusia memiliki cela dan salah, hampir semua manusia memiliki kelemahan.
Pada saat menemukan kelemahan dari pasangan inilah, saatnya untuk menguji kepandaian kita dalam menyesuaikan diri dengan pasangan. Karena jika kita mampu untuk melakukannya maka pasangan kita akan menjadi lebih sesuai dengan kita. Namun jika hal lain yang terjadi yaitu kita tidak mampu untuk melakukan penyesuaian ini maka hanya akan ada kekecewaan di dalam diri kita karena mengetahui pasangan kita penuh dengan kelemahan.
Pasangan sejati adalah pasangan yang memang telah ada di sisi kita dengan banyak mengalami bernagai bentuk penyesuaian. Pasangan yang sejati ini pun tak datang dengan tiba-tiba atau turun dari langit. Untuk memperoleh pasangan yang sejati ada beberapa hal yang memang harus kita lakukan. Di antaranya adalah:
1. Kemampuan Berbagi dan Mengalah
Jika kita perempuan, wajib hukumnya mencari laki-laki yang mau berbagi dan mengalah. Laki-laki yang egois, kemungkinan akan lebih banyak menyisihkan uang penghasilannya demi kepentingan pribadi seperti koleksi barang antik atau motor.
Padahal, dalam konteks berpasangan, tentunya kita ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Laki-laki yang egois akan sulit menerima kenyataan bahwa posisinya dalam keluarga adalah “nomor terakhir” setelah anak dan istri.
Akan tetapi, kasus yang sebaliknya terjadi untuk laki-laki. Kaum Adam wajib mencari istri yang sedikit keras kepala dan mementingkan kepentingan keluarga. Perempuan yang seperti ini, bahkan akan rela mengorbankan hidupnya, demi kehidupan anak-anak.
Perlu dicermati, tentu ada perbedaan antara perempuan yang mau menang sendiri dan perempuan yang benar-benar mau menyisihkan egonya demi anak-anak. Seiring dengan perjalanan waktu, perempuan yang mau menang sendiri biasanya akan menampilkan perilaku buruk lainnya, misalnya berselingkuh. Sementara itu, perempuan yang tepat, walaupun egois, dia akan selalu setia di samping pasangannya.
Maksud berbagi disini pun tidak hanya terbatas pada hal yang materi saja. Misanya suami menyadari kewajibannya untuk mencari nafkah bagi keluarga. Sehingga uang yang ia peroleh dari hasil bekerja digunakan untuk keperluan keluarga yang nomer satu. Jika memang uang tersebut ingin digunakan untuk hal yang lain maka melihat dulu apakah kepentingan keluarga dan anak sudah benar-benar tercukupi. Kalau pun belum maka yang dilakukan adalah mengalah yaitu mendahulukan kepentingan keluarga dengan menomer sekiankan keinginan diri sendiri.
Apalagi bagi seorang lelaki yang merupakan kelapa keluarga. Semua keputusan yang harus dibuat ada di atas pundaknya. Oleh karena tu dalam melakukan segala hal dan memutuskan semua hal haruslah mengutamakan asas berbagi dan mengalah ini. Yang menjadi prioritas utama adalah keluarga.
Sebagai pasangan untuk mencapai pasangan yang dianggap sejati hal mengalah ini memang harus selalu diterapkan. Karena memang manusia penuh dengan ambisi dan keinginan yang tak akan pernah padam bahkan akan selalu berkembang dan berkembang.
Untuk itulah maka ketika menemui suatu hal yang tak sesuai maka yang dilakukan adalah mengalah. Baik si istri atau pun si suami. Janganlah mengedepankan emosi dan kemarahan sesaat. Karena kedua hal ni adalah pemicu perpecahan dan pertengkaran. Sedangkan pertengkaran adalah pemicu dari perpecahan yang berujung pada perceraian.
Dengan sikap mengalah, setiap pasangan suami istri akan berusaha untuk memahami semua yang ada di dalam pasangannya. Dan dengan ini perasaan untuk ingin menuntut pasangan menjadi apa yang diinginkan akan juga diteis sedikit demi sedikit. Dan yang timbul aalah perasaan saling memahami.
Dengan perasaan saling memahami ini, suasana untuk menjadi pasangan yang sejati akan semakin dekat. Memahami karakter dan sikap masing-masing sehingga semua yang dilakukan akan menjadi sebuah hal yang ingin menyenangkan satu sama lain tanpa ada perasaan ingin menyakiti.
2. Menghargai Kerja Keras PasanganLupakan kesamaan konsep berpikir, kesamaan strata pendidikan, apalagi kesamaan status kekayaan keluarga. Ketiga hal tersebut tidak akan berguna jika kita tidak pernah menghargai kerja keras pasangan. Poin pentingnya adalah rasa menghargai tersebut.
Bayangkanlah, Anda akan hidup selama 50 tahun lebih dengan pasangan Anda. Jika Anda tidak pernah dihargai, bagaimana mungkin Anda betah. Perlakuan yang sebaliknya juga wajib Anda lakukan. Logikanya, jika pasangan sendiri saja tidak pernah menghargai kerja keras Anda, bagaimana dengan orang lain?
Wujudkanlah penghargaan tersebut dengan perilaku yang menyenangkan pasangan, tetapi tetap penuh kadar ketulusan. Jangan sungkan meminta maaf jika salah, jangan gengsi mengucapkan terima kasih.
Jadikanlah pasangan Anda sebagai raja atau ratu rumah tangga. Dengan demikian, rumah tangga Anda secara ajaib menjadi kerajaan yang menghasilkan pangeran dan putri yang sangat berkualitas.
Dengan menghargai apa yang telah dilakukan oleh pasangan kita sejati bukan untuk menampakkan apa yang sudah dilakukan oleh pasangan kita. Namun dengan menghargai semua hal yang telah dilakukan adalah untuk mengingat selalu bahwa telah banyak yang dilakukan oleh pasangan kita di dalam rumah tangga ini sehingga dengan itu akan dapat untuk lebih menghargai satu sama lain.
3. Priorotas Utama Adalah AkhiratManusia tak akan selamanya hidup di dunia. Ada kehidupan yang menanti dan kehidupan ini adalah kehidupan yang lebih sejati dan kekal. Semua manusia telah mengantri untuk datang di kehidupan sejati ini yaitu kehidupan akhirat.
Setiap manusia yang telah menyadari dengan benar akan hal ini maka akan melakukan segala hal dalam hidupnya dengan dasar untuk menggapai kehidupan akhirat yang lebih baik dan layak.
Dengan ini, kehidupan rumah tangga pun juga dijadikan sarana yang paling ampuh untuk lebih menggapai akhirat. Karena memang dalam kehidupan rumah tangga terdapat banyak sekali ladang pahala bagi suami dan istri untuk menggapai kemudahan menuju duani akhirat yang lebih baik.
Jika memang setiap suami dan istri telah memiliki pandangan yang sama mengenai hal ini maka tak akan lagi perasaan saling kecewa atau marah terhadap semua perlakuan pasangannya.
Jika apa yang diperbuat pasangan adalah hal yang menyenangkan maka hal itu dianggap sebagai sebuah hadiah manis dari sebuah kehidupan yang memang sedang ia jalani.
Namun jika suatu saat ada hal yang tak menyenangkan yang dilakukan oleh pasangan kita maka hal yang dilakukan adalah sabar menerima. Memahami bahwa itu adalah hal manusiawi yang memang dapat terjadi. Jika kita sabar untuk menerimanya maka akan pahal besar yang kita dapat. Dan pahala ini adalah bekal kita untuk menggapai dunia akhirat yang lebih baik.
Selain hal akhirat ang kita peroleh, dengan sabar akan membuat suasana kehidupan rumah tangga akan lebih harmonis dan tetap tenang. Tak akan mudah untuk tersulut api amarah hanya karena sebuah hal kecil yang tak sesuai dengan hati kita.
Tiga tipe pasangan sejati di atas bukanlah tipe yang langka. Cara Anda mendapatkan pasangan demikian, atau mengubah pasangan Anda menjadi demikian, adalah memperlakukannya dengan cara yang sama. Percayalah, hati lebih mudah bertaut jika ada ketulusan. Akan tetapi, jika sudah dipenuhi kepentingan-kepentingan lain yang bersifat duniawi, berhati-hatilah.

