Tips Menjadi Pasangan Serasi
Ilustrasi pasangan serasi
Kadang, kita iri melihat ada pasangan serasi yang begitu kompak di depan umum; dan berkhayal mampukah kita dan pasangan kita berlaku sama dengan pasangan tersebut. Akan tetapi, kadang, yang kita lakukan justru menuntut pasangan untuk mengejar pandangan orang lain bahwa Anda dan pasangan adalah pasangan terserasi di dunia.
Banyak sekali makna yang dapat diambil dari kata serasi ini. Serasi dapat memberikan makna hanya sebatad fisik semata. Misalnya pasangan yang serasi secara fisik seperti sama-sama memiliki keindahan ragawi seperti cantik dan ganteng. Atau memiliki ukuran atau bentuk tubuh yang cocok antara satu dengan yang lain.
Namun makna pasangan serasi tak hanya terbatas pada makna fisik belaka. Pasangan yang serasi jauh diartikan dari sikap dan perbuatan. Serasi dalam hal mencocokan antara kelebihan dan kekurangan antara pasangan.
Tak mudah memang untuk menyerasikan atau menyelaraskan satu orang dengan yang lainnya. Semuanya memang butuh waktu dan pembiasaan akan hal itu. Banyak pasangan yang sampai pada titik akhir keserasian ini dimana mereka sudah dapat memahami dan menerima dengan lapang dada semua yang ada di dalam pasangannya. Namun juga tak banyak pasangan yang gagal dalam usaha penyerasian ini.
Karena memang tak mudah untuk dapat hidup serasi dengan orang yang awalnya tidak kita kenal dengan baik, maka banyak sekali dibutuhkan usaha untuk melakukannya. Memang semuanya tak semudah membalikkan telapak tangan kita. Butuh keringat, cucuran air mata atau bahkan tetesan darah untuk menggapainya.
Terlebih sebagai manusia selalu mengharapkan kesenangan dan kenikmatan. Dan tak menyukai kesedihan atau harapan yang tak terpenuhi. Semuanya butuh penyesuaian dan hati yang terbuka dengan sangat lebar untuk menyerasikan semua yang ada pada diri ita dan pasangan kita. Berikut adalah beberapa tips untuk menciptakan keserasian hubungan.
1. Menjadi Diri Sendiri
Kadang, kita menyuruh pasangan untuk tampil modis, tidak kekanak-kanakan, elegan, dan sebagainya. Kita tidak sadar bahwa tindakan ini secara tidak langsung menyayat hati pasangan.
Ia menganggap kita menyetir hidupnya dan hendak mengubahnya menjadi sosok asing. Ia bisa beranggapan bahwa selama ini kita tdak mencintainya, kita hanya memeralatnya menjadi “orang yang kita sukai” tanpa kita berusaha menjadi sosok yang dicintainya juga.
Inilah poin pentingnya. Dengan menuntut banyak hal, sebenarnya kita tidak menghargai diri pasangan. Bahkan, kita sebenarnya juga tidak menjadi diri sendiri. Kita menjadi diri yang dituntut oleh konsep berpikir umum bahwa pasangan serasi harus begini dan begitu.
Buatlah pasangan Anda nyaman menjadi dirinya sendiri, menunjukkan cinta dengan caranya sendiri, dan buatlah Anda juga demikian. Tak perlu waktu lama, Anda akan menyadari bahwa Anda dan pasangan bisa tampil serasi tanpa perlu memerhatikan pandangan umum.
Jika kita memaksakan pasangan kita untuk menjadi seperti yang kita inginkan dengan mengesampingkan keinginan pasangan kita sendiri maka hal ini akan menjadi boomerang bagi kita. Bukanlah hal yang indah dan serasi yang akan kita dapat namun justru akan timbul rasa tidak nyaman dalam menjalani hubungan bersama pasangan kita.
Jika kita selalu berusaha mengajak pasangan kita untuk menjadi diri sendiri maka dari hari ke hari kita akan semakin mengenal pasangan kita. Tak aka nada lagi topeng atau usaha pemolesan segala kekurangan dari pasangan kita.
Semakin hari kita akan semakin mengetahui bagaimana kekurangan dan kelebihan dari pasangan kita. Setiap kelebihannya akan dapat kita terima sebagai hadiah dan karunia. Dan setiap kekurangannya akan kita terima sebagai pembelajaran agar kita dapat menjadi penutup dari kekurangan itu.
Disinilah akan tercipta sebuah hubungan yang serasi. Saling mengerti dan memahami satu sama lain terutama dalam hal kelebihan dan kekurangan. Karena memang manusia dilahirkan tak ada yang sempurna pasti memiliki kelebihan dan juga kekurangan.
Serta tak ada lagi kepalsuan atau kebohongan yang hanya akan menyebabkan pengharapan kosong akan sesuatu yang tidak ada. Justru hal ini akan menyakiti kedua belah pihak.
2. Tidak Mencari Kesempurnaan
Ada seorang laki-laki sempurna. Ia menolak semua lamaran perempuan karena ia mencari perempuan yang serupa dengan dirinya. Lalu, ketika ia menemukan perempuan sempurna, ia melamar perempuan tadi. Akan tetapi, apa yang terjadi?
Perempuan tadi berkata, “kau mencari perempuan sempurna, demikian juga aku. Bagiku, kau bukan lelaki sempurna”.
Kadang, kita menuntut kekasih harus melakukan hal-hal sempurna. Ia tidak boleh marah ketika kita marah, ia tidak boleh menangis ketika kita membentak, atau ia tidak boleh bermanja-manja di depan umum. Hal-hal ini jelas menyiksa pasangan. Apalagi jika kita memerlakukan hal sebaliknya. Kita bisa marah ketika marah, tapi tidak menoleransi jika pasangan berbuat sama.
Bagaimana pun, pasangan kita adalah manusia, bukan robot. Jangan mencari kesempurnaan jika Anda tidak bisa sempurna. Bukankah hubungan akan lebih serasi jika masing-masing saling menutupi kekurangan, atau menganggapnya tak penting?
Jodoh atau tidaknya pasangan bisa dilihat dari hal ini. Orang yang tidak berjodoh akan selalu mencari kesalahan untuk “menghukum” pasangan. Sebaliknya, mereka yang berjodoh akan mencari kebaikan-kebaikan pasangan dan bersyukur dengan sikap yang apa adanya.
Seperti yang telah disebutkan bahwa tak ada manusia yang lahir tanpa ada kekurangan. Justru dengan kekurangan yang ada di pasangan kita itulah menjadi kesempatan bagi kita untuk menutupinya.
Karena memang sejatinya jika kita dapat mencermati apa yang ada di dalam diri kita dan pasangan kita, kita akan menemukan banyak hal yang mencengangkan. Untuk itulah maka kita harus selalu yakin bahwa pasangan yang telah kita halalkan adalah pasangan yang terbaik yang sudah dikirim Tuhan untuk kita.
Banyak pasangan yang menemukan bahwa pasangannya memiliki kekurangan di satu hal sedangkan dirinya memiliki kelebihan dalam hal itu. Atau dapat pula sebaliknya. Dalam hal inilah seakan menjadi campur tangan Tuhan. Tuhan seakan telah memang menjodohkan kita dengan pasangan kita untuk saling melengkapi.
Tidak lagi hanya sebatas mencari kesempurnaan semata yang terkadang terlihat fana. Namun sudah jauh untuk menemukan kebahagiaan sejati dalam sebuah pembelajaran untuk memahami dan menerima semua yang ada di dalam diri pasangan kita.
3. Tidak Sebatas Pasangan Dunia
Tentu semua orang sudah menyadari bahwa hidup ini bukanlah tujuan dari segalanya. Bahwa memang masih ada kehidupan lain setelah kehidupan dunia ini yaitu kehidupan akhirat. Untuk itu pun, banyak sekali pasangan yang memiliki keinginan untuk menjadikannya sebagai pasangan dunia akhirat.
Karena memang tujuannya adalah sudah tak sebatas kesenangan duniawi saja maka yang diharapkan sudah jauh ke depan yaitu kenikmatan kehidupan akhirat yaitu surga Tuhan yang Maha Esa.
Dengan ini, segala cobaan dan ujian yang sudah pasti ada di dalam kehidupan ini dapat dilewati dengan penuh keoptimisan hidup. Tak perlu lagi ada rasa putus asa. Jika memang mampu untuk melewati semua hal itu, baik baik atau pun buruk maka akan dapat mengecap indahnya buah dari perjuangan itu.
Terkadang bagi sebagian orang melakukan hal ini akam terkesan sulit atau bahkan dihindari. Karena apa yang diharapkan tak dapat dengan mudah diindra oleh mata. Atau bahkan tak dapat diterima oleh akal dan pikiran orang kecuali mereka yang sudah yakin akan hal itu.
Bagi yang sudah yakin pun terkadang masih banyak gangguan atau pun godaan untuk melenceng dari jalan ini. Godaan untuk tidak tegu dalam jalan ini terkadang muncul dengan sikap ingin menuntut pasangan kita menjadi seperti apa yang kita inginkan. Atau tak dapat memahami dan mengerti dengan ketidak sempurnaannya. Atau terkadang masih dibutakan oleh keindahan dunia.
Adalah keinginan setiap orang untuk mendapatkan pasangan yang serasi bagi dirinya. Pasangan ini sudah bukan pasangan untuk sekedar main-main belaka. Namun sudah menjadi pasangan untuk berbagi kehidupan bersama hingga maut memisahkan.
Tak mudah memang untuk menjadi pasangan serasi. Butuh banyak usaha untuk mendapatkannya. Semuanya pun bukan sekedar hadiah dari Tuhan Yang Maha Esa bahwa kita diberi begitu saja seseorang yang serasi untuk kita. Namun aka nada banyak hal yang menjadikan kita berjuang dalam menggapai pasangan serasi ini. Bagi Anda yang belum menemukan, selamat berjuang mendapatkannya!

