logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Kontemporer

Patung Atlas: Bola Langit Bukan Bola Dunia


Ilustrasi patung atlas

Atlas, namanya seolah mengingatkan kita pada sebuah buku yang berisikan gambar dari seluruh permukaan bumi, benua dan lautan. Asal mula penamaan gambar permukaan bumi tersebut sepertinya juga berkaitan dengan nama salah satu dewa dalam mitologi Yunani, dewa Atlas.

Di antara Anda pasti pernah ada yang melihat gambar dari patung Atlas, atau bahkan patung Atlasnya sendiri. Patung Atlas memiliki bentuk yang berbeda. Patung ini selalu saja diimajinasikan seolah sedang memanggul sebuah bola dunia. Mengingat ia seorang dewa, patung Atlas terlihat lucu dibandingkan dengan bentuk patung dari dewa lain yang terkesan berwibawa, Zeus misalnya.

Siapa Atlas?

Dalam cerita mitologi Yunani, Atlas adalah keturunan kedua dari Titan. Titan adalah sekelompok penguasa bumi yang berkuasa jauh sebelum para dewa dari Olympus itu hadir. Para Titan yang keseluran berjumlah dua belas itu adalah anak dari Uranus atau dewa langit dan Gaia atau dewi bumi.

Ke-12 anak Uranus dan Gaia itu terdiri dari enam pria dan wanita. Anak laki-laki generasi Titan yang pertama yaitu Okeanos, Koios, Kronos, Hiperion, Lapetos dan Krios. Sedangkan, anak wanita dari Uranus dan Gaia di antaranya, Foibe, Themis, Mnemosine, Tethis, Theia dan Rhea.

Atlas adalah satu di antara empat anak dari Lapetos dan Okeanid. Lapetos memiliki prilaku yang tidak menyenangkan. Ia bersama tiga Titan lainnya membantu Kronos untuk mengebiri alat kelamin dari ayahnya sendiri, Uranus. Ia lantas dihukum untuk memegang pilar dunia bagian barat. Hukumannya itu pun kemudian harus juga dirasakan oleh Atlas.

Kronos tidak menyadari bahwa suatu saat, anaknya lah yang justru akan menghancurkan Titan beserta keturunan-keturunannya. Ia adalah Zeus. Pertempuran Zeus dalam melawan Titan terjadi sangat hebat. Dalam mitologi Yunani, perang antara Titan dengan para dewa Olympus disebut juga Titanomakhia.

Sebagai seorang pria, Atlas lantas menikahi seorang wanita bernama Pleione. Mereka lantas mempunyai tujuh keturunan. Tujuh keturunan Atlas bersama Pleione itu dijuluki Pleiades.

Atlas berbeda dengan dua saudaranya, Prometheus dan Epimetheus yang lebih berpihak pada Zeus. Ia beserta Titan lain memilih untuk melawan dewa Olympus. Akibatnya, ia kemudian dijatuhi hukuman oleh Zeus. Hukuman yang Zeus jatuhkan padanya adalah Atlas harus berdiri di bagian barat bumi atau Gaia, sembari memegang langit atau Uranus.

Hukuman Zeus itulah yang dipercaya menjadi insipirasi pembuatan beragam patung Atlas di seluruh dunia. Patung Atlas selalu dibentuk demikian. Posisi setengah berjongkok dengan keadaan lutut menekuk, lengkap dengan sebuah bola di atas pundaknya. Mengesankan, seolah Atlas sangat tersiksa dengan hukuman yang dijatuhkan Zeus.

Pendapat sebagian besar masyarakat yang mengatakan bahwa Atlas tengah memegang bola dunia sebenarnya tidak benar. Para ahli sejarah menyebutnya miskonsepsi. Keadaan yang sesungguhnya adalah Atlas bukan tengah memegang bola dunia di atas pundaknya, melainkan bola langit. Sebagaimana hukuman Zeus yang telah dijatuhkan padanya, memegang langit (Uranus).

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejarah Seni Lukis Melahirkan Aliran dalam Lukisan
  • Seberapa Percaya Anda dengan Ramalan Garis Tangan?
  • Gambar Malaikat Karya Pelukis Legendaris
  • Ukiran Bunga Khas Jepara
  • Tentang Seni Rupa: Apresiasi Terhadap Pameran Seni Rupa
  • Puisi: Mengubah Rasa Menjadi Karya
  • Rekam Jejak Gedung Kesenian Jakarta
  • Sejarah Kesenian dan Berbagai Tujuannya
  • Sekolah Seni - STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia)
  • Lagu Kebangsaan
  • Pendidikan Seni di Indonesia
  • Bentuk dan Manfaat Pameran Seni Lukis
  • Perayaan Patung Ganesha, Patung Kuno Simbol Kebijaksanaan
  • Informasi tentang Seni Musik
  • Isi Proposal Pameran Seni Rupa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA