logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Kontemporer

Filosofi Patung Berfikir Karya Auguste Rodin


Ilustrasi patung berfikir

Manusia berfikir itu sudah biasa. Namun apabila ada patung yang berfikir? Ini luar biasa. Namun ungkapan tersebut memang tidak berlebihan. Karena memang ada patung berfikir yang sering dijadikan simbol bagi dunia filsafat.

Patung Berfikir

Apakah Anda pernah melihat tentang gambar patung yang biasa Anda temukan di buku-buku filsafat. Gambar patung tersebut seolah menjadi lambang dari eksistensi manusia. Patung itu memiliki nama yakni patung berfikir.

Entah siapa yang memberi nama seperti itu. Nyatanya patung tersebut cukup eksis dan diakui sebagai symbol yang sering digunakan di dunia dan ilmu-ilmu filsafat.

Secara fisik patung itu menggambarkan seorang pria tanpa busana yang sedang duduk bertopang dagu. Dengan posisi sedang berfikir. Entah tepatnya apa yang sedang dilakukan oleh patung tersebut, sedang melamun atau serius memikirkan sesuatu? Namun tersirat jelas dari raut wajah dan posisi duduknya, patung itu seolah mengekpresikan seluruh identitas menusia secara utuh.

Penggambaran patung tersebut benar-benar merupakan penggambaran eksistensi diri manusia yang sejati. Yakni kecenderungan manusia untuk selalu berfikir. Patung itu adalah hasil karya pemahat Auguste Rodin (1840 - 917).

Tentang Auguste Rodin

Adalah Auguste Rodin seorang pematung dan pemahat berasal dari Yunani. Auguste Rodin hidup antara tahun 1840 dan menutup usia di tahun 1917. Selama tujuh puluh tujuh tahun, Rodin mengabdikan dirinya di dunia seni dan filsafat. Terutama dalam pembuatan-pembuatan patung.

Dalam semua karya Rodin, ada satu yang cukup dikenal dan akhirnya menjadi ikon bagi dunia filsafat pada umumnya. Yakni patung berfikir. Patung tersebut adalah sebuah patung yang termasyhur. Yang menjadi lambang sifat kemanusiaan kita. Patung itu dibuat sekita akhir abad ke-19. Di mana dalam masa itu berdasarkan sejarahnya dianggap merupakan 'puncak' dari kemajuan cara berfikir manusia.

Selama hidupnya Auguste Rodin (1840 - 1917) mendedikasikan dirinya pada perkembangan jaman. Bagi dunia seni dan ilmu pengetahuan. Seiring dengan itu teknologi tercipta, ilmu pengetahuan terus berkembang, dan warisan filsafat Yunani tetap terus dikembangkan.

Dalam hidupnya Rodin seolah ikut merasakan diri sebagai manusia. Menemukan eksistensinya dari aktivitas berfikir sebagai ciri utama homo sapiens, sebagai mahluk berakal tertinggi dibadningkan dengan makhluk-makhluk lain yang ada di dunia.

Patung itu seolah ingin memperkuat kembali apa sebenarnya jati diri manusia. Begitu pula patung itu seolah menggambarkan eksistensi manusia yang telah dirumuskan jauh-jauh hari oleh Aristoteles, Rene Descartes, maupun filsuf-filsuf lain.

Auguste Rodin seolah bagian dari penerus masa-masa kejayaan filsuf-filsuf yang telah mendahuluinya tersebut.

Siapakah Manusia Itu?

Ketika kita bertanya apa manusia itu? Jawabannya tentu sangat jelas. Ia adalah makhluk yang memiliki struktur biologis dengan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya. Dari pertanyaan 'apa' ini, seolah manusia dipandang tidak jauh berbeda dengan binatang (animal) yang ada di dunia. Namun, pikiran filsuf tidak puas hanya sampai di situ. Mereka kemudian bertanya siapa manusia itu?

Pertanyaan ini coba dijawab oleh sekian banyak filsuf yang pernah ada. Antara lain oleh Socrates. Ia menyebutkan bahwa ketika manusia ingin mengetahui segala yang ada di alam raya ini, maka Anda harus terlebih dahulu mengenali diri sendiri.

Selanjutnya cara pandang Socrates ini tidak jauh dari pandangan orang-orang Islam; man arafa nafsahu, faqod arofa robbahu. Yang artinya 'barang siapa mengenali dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya'.

Akhirnya Socrates mengemukakan pendapatnya. Bahwa sebuah pencarian eksistensi makrokosmos yang dilandasi dengan pengetahuan mikrokosmos, itulah sejatinya manusia, demikian menurut Socrates.

Berikutnya definisi yang populer tentang manusia akhirnya kemudian dirumuskan oleh Aristoteles. Pendapat Aristoteles adalah: manusia adalah mahkluk yang berfikir (animal rationale). Namun Aristoteles masih mensejajarkan manusia sebagai mahluk (animal) dan belum memiliki jati diri sendiri.

Pada akhirnya ciri inilah yang kemudian menjawab pertanyaan 'siapa manusia itu'. Setelah serentetan pendapat dan jalan panjang perkembangan pemikiran, akhirnya Aristoteles mendefinisikan manusia berdasarkan genus (ciri umum) dan diferensia (pembeda). Animal menjadi ciri umum yang dimiliki setiap mahkluk hidup, dan rationale menjadi pembeda manusia dari makhluk yang lain.

Pandangan tentang siapa manusia ini kemudian diperkuat oleh Rene Descartes. Ketika ia sedang pusing berfikir tentang eksistensi yang hakiki, ia kemudian seolah memperoleh pencerahan hingga sampai pada kesimpulan. Pendapatnya adalah cogito ergo sum (aku ada karena aku melakukan aktivitas berfikir). Kegiatan berfikir itulah yang menurut Descartes yang menjadi argumen eksistensi manusia.

Berbeda dengan Socrates, Aristoteles, maupun Rene Descartes, Auguste Rodin seolah sampai pada pengetahuan yang sama tentang eksistensi manusia. Jika kaum filsuf memahami siapa manusia dengan cara berfikir, Rodin mengekspresikan pengetahuannya itu lewat pahatan patung yang indah.

Patung ini sangat berkarater karena secara kuat menegaskan kembali karakter manusia dan kemanusiaannya. Rodin seolah ingin mengingatkan, pada abad 19 ketika teknologi dan ilmu pengetahuan mulai mendominasi manusia. Kita adalah makhluk yang rasional, makhluk yang memiliki kehendak untuk mengubah sesuatu dengan cara berfikir.

Patung ini pun seolah mengingatkan kepada kita bahwa kita harus terus berfikir sehingga kita bisa sampai pada suatu kebijaksanaan hidup dan kemuliaan jati diri. Kesimpulannya, aku berfikir karena itu aku ada. Dan Auguste Rodin seolah merangkum seluruh pendapat para filsuf melalui karya ajaibnya berupa patung berfikir tersebut. Yang diciptakan Rodin dari hasil pengendapan berpikir selama beberapa waktu tersebut.

Simbol Filsafat

Tidak berlebihan memang apabila pada akhirnya patung berfikir itu akhirnya menjadi symbol ilmu filsafat. Karena filsafat adalah merupakan cabang ilmu yang selalu berusaha mengembangkan eksistensi diri manusia. Dari taraf mahluk (animal) menjadi sesuatu atau seseorang (person).

Pada akhirnya patung tersebut menjadi simbol bagi keberadaan dunia filsafat. Filsafat yang dirintis oleh para filsuf-filsuf, terutama di era abad 19 adalah merupakan cikal bakal dari ditemukannya ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Seperti ilmu ekonomi, bahwa manusia adalah mahluk ekonomi. Dan dengan berfikir tadi, kemudian manusia mengembangkan ilmu ekonomi. Seperti prinsip ekonomi, dengan modal sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Kemudian ilmu biologi. Yang mengembangkan pengetahuan atas diri manusia sendiri dengan lingkungannya. Ilmu biologi berpusat pada diri manusia, seperti yang dirintis pertama kali oleh para filsuf bahwa pusat ilmu pengetahuan adalah di seputar diri manusia. Itu sebabnya manusia terus berfikir.

Untuk selanjutnya bahwa ilmu biologi dikembangkan menjadi ilmu-ilmu lainnya, seperti ilmu kedokteran, farmasi, ilmu ginekologi, dan lain sebagainya. Yang semakin meramaikan khasanah ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi.

Bahwa ternyata dari sebuah karya patung berfikir pahatan Auguste Rodin pada akhirnya dinobatkan menjadi simbol bagi dunia filsafat adalah tidak berlebihan. Karena patung tersebut benar-benar menggambarkan eksistensi diri manusia yakni bahwa manusia itu ada, dan aktifitas manusia yakni bahwa manusia itu senang berfikir.

Sehingga patut rasanya dunia filsafat berterima kasih atas pemikiran sederhana yang dicetuskan oleh Auguste Rodin. Melalui karya patung berfikir pahatannya seabad yang lalu.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Babak Demi Babak Sejarah Seni
  • Kekhasan Motif Ukiran Kayu
  • Tentang Seni Rupa: Apresiasi Terhadap Pameran Seni Rupa
  • Sekolah Seni - STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia)
  • Ngayogjazz, Pertunjukan Seni Nan Sederhana
  • Sejarah Seni Rupa, Tanpanya Dunia Terasa Hampa
  • Patung Zeus: Salah Satu Keajaiban Dunia pada Masa Kuno
  • Mengenal Seni Kriya Ukiran Nusantara
  • Lukisan Impresionisme – Inspirasi dari Kesan Tangkapan Mata - ANNEAH
  • Body Painting: Melukis Bukan Hanya di Atas Kanvas
  • Pengertian Seni untuk Kehidupan
  • Lukisan Kaligrafi: Seni Mistisme pada Dua Akar Budaya
  • Sejarah Seni Lukis Melahirkan Aliran dalam Lukisan
  • Mengenal Pengertian Seni Musik
  • Sejarah Sebagai Seni Warisan Adiluhung
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA