logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah    Patung Budha

Misteri Candi Budha di Borobudur

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Pada saat proses rekonstruksi Candi Borobudur, penduduk sekitar menemukan sebuah arca atau patung Budha yang bentuknya lain daripada yang lain. Penemuan tersebut diteruskan kepada penguasa setempat waktu itu. Patung tersebut menimbulkan banyak penafsiran dan analisis dari para arkeolog Belanda, seperti N.J. Krom, J.E. van Lohizen de Leeuw, Stuttherheim, Th, van Erp, dan Cornellius.

Sampai sekarang beberapa pertanyaan tentang ”Patung apakah itu sebenarnya?”, ”Di manakah letak patung itu dalam konteks Candi Borobudur?”, dan “Mengapa bentuknya lain daripada yang lain?” belum terungkap secara jelas.

Pada 1965, dalam majalah terbitan Belanda, Bijdragen tot de Taal, Land an Vilkenkude, telah dibuat berita tentang ”sebuah patung Budha yang belum selesai dikerjakan, serta sebuah arca panjaga pintu gerbang (Drawapala) yang unik. Informasi tersebut disampaikan oleh J.E. van Lohizen de Leeuw yang diangkat dari naskah-naskah lama yang belum diterbitkan.

Kisah dalam Babad Mataram

Dalam naskah Babad Mataram dikisahkan tentang adanya pantangan bagi para keturunan darah pangeran. Pantangan itu adalah mereka tidak boleh datang ke kompleks Candi Borobudur. Jika pantangan itu dilanggar, nyawa yang akan menjadi taruhannya.

Dikisahkan pada 1757, Putra Kesultanan, Pangeran Mancanagara, berkeinginan melihat Bukit Bhudur untuk melihat patung atau arca seorang kstaria di dalam sangkar. Para anggota istana melarangnya, tetapi Pangeran Mancanagara tetap pergi untuk melihat patung tersebut. Sekembalinya dari Bukit Bhudur, Pangeran jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Berdasarkan kisah tersebut dapat kita pahami bahwa berita tentang patung ksatria dalam sangkar itu diketahui sejak dulu.

Bentuk Patung Budha Misterius

Bentuk patung Budha ini memberikan kesan sebuah pahatan patung yang belum selesai. Bentuk pahatan kasar, raut muka tidak sempurna, pahatan keriting rambutnya kasar, pahatan sela-sela jari serta batas lipatan jubah tidak jelas, perbandingan lengan atas tangan kiri dan kanan tidak seimbang. Sikap tangan dalam Bhumisparca-mudra. Tinggi patung tersebut lebih dari 150 cm dan beratnya sekitar 500 kg. Profil patung agak bulat. Masyarakat sekitar candi menyebutnya Kyai Belet.

Menurut catatan N.J. Krom, sewaktu Residen Hartmann meninjau Candi Borobudur, arca misteri itu sudah berada di bawah, di halaman candi. Demikian juga menurut DR. R. Friedriech yang mengatakan bahwa pada waktu Hartmann meninjau stupa induk, arca misteri ini tidak diketemukan di dalam ruang.

Dalam ruang stupa induk hanya ada sebuah patung terbuat dari logam perunggu setinggi 15 cm. Patung itu seperti perwujudan dari pendiri warga Syailendra serta beberapa keping uang emas kuno.

Di Candi Borobudur sendiri terdapat 504 arca dan 1 arca Budha miterius tersebut, ditambah dengan 32 buah arca singa yang menjadi penjaga pintu masuk dari halaman dan pintu naik pada dua tingkat bawah candi. Hanya saja sekarang sebagian besar arca singa itu telah hilang, dan yang masih ada pun keadaannya telah rusak.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Peradaban Dunia: Mengungkap Peradaban Pompeii yang Hilang
  • Kisah Dewa-Dewa Yunani yang Penuh Intrik
  • Mempelajari Manusia dan Peradaban
  • Prambanan, Candi Terelok Peninggalan Agama Hindu
  • Sejarah ASEAN, Organisasi di Kawasan Asia Tenggara
  • Sejarah Candi Borobudur: Asal Nama Borobudur
  • Negara Atlantis: Utopia yang Menyakitkan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA