logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Artikel Umum Karya Ilmiah    Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dunia pendidikan dan perguruan tinggi tidak bisa lepas dari karya ilmiah. Keberadaan karya ilmiah bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Hal ini bisa dilihat dari hasil penelitian para pelajar dan mahasiswa yang dilaporkan melalui karya ilmiah tersebut.

Akan tetapi, bagi penulis pemula biasanya mereka mengalami kesulitan untuk menyusun penulisan karya ilmiah. Maka, tulisan ini semoga bisa bermanfaat bagi para penulis pemula yang akan menulis karya ilmiah. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pedoman penulisan karya ilmiah.

Hasil tulisan karya ilmiah merupakan jenis tulisan yang bersifat ilmiah dan memiliki data atau informasi yang akurat melalui penelitian atau percobaan. Karya ilmiah dibagi menjadi dua yaitu, karya ilmiah dan karya ilmiah populer.

Keduanya tidak memiliki perbedaan mendasar. Hanya saja, perbedaan ini dapat kita lihat dari penggunaan bahasa, sistematika penulisannya, dan kodifikasi karangannya.

Dalam karya ilmiah, digunakan kosakata yang khusus berlaku di bidang ilmu tertentu. Penulis yang akan menulis karya ilmiah perlu memperhatikan sistematika penulisan, karena dalam menulis karya ilmiah terdapat kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis.

Sedangkan dalam karya ilmiah populer, bahasa, kata atau istilah yang digunakan bersifat umum, tidak terkait bidang ilmu tertentu, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan. Sistematika penulisannya pun agak longgar, tetapi tetap sistematis.

Karya ilmiah dibagi dalam beberapa golongan antara lain, laporan, makalah, skripsi, tesis, dan disertasi. Karya ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Sumber informasi dalam karya ilmiah didapatkan dari pengamatan secara faktual yang bersifat objektif.

Karena sifatnya yang ilmiah, maka penyusunannya pun harus sistematis dan metodis. Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah bisa bersifat denotatif, ragam baku dan terdapat istilah-istilah khusus sesuai bidang ilmu tertentu. Karya ilmiah merupakan bentuk karangan yang bersifat argumentatif dan dapat dibuktikan melalui penelitian.

Pedoman yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Karya Ilmiah

Persyaratan formal yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama (keraf 1988:229) yaitu, bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup. Artinya, persyaratan formal merupakan tata bentuk karangan yang mencakup tiga bagian karangan yaitu:

  1. halaman-halaman awal, meliputi judul, kata pengantar, macam-macam daftar (daftar isi, daftar tabel, bagan dan lampiran);
  2. isi karangan, meliputi pendahuluan, isi, dan penutup; dan
  3. halaman-halaman akhir, meliputi daftar pustaka, lampiran, dan riwayat hidup penulis.

Untuk pengetikan teks karya ilmiah, terdapat beberapa syarat yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

1.    Ukuran kertas

Ukuran kertas yang bisa digunakan adalah ukuran kuarto dan ukuran A4. setiap lembar kertas diketik pada satu sisi halaman.

2.    Pengetikan

  • Dalam pengetikan teks karya ilmiah, batas margin kertas dari tepi kiri dan atas 4 cm, tepi kanan dan bawah 3 cm. Margin kanan tidak harus lurus, yang perlu diperhatikan adalah pemenggalan kata pada ujung baris sesuai dengan kaidah pemenggalan kata dengan menggunakan tanda penghubung (-). Namun, pemenggalan kata sebaiknya dilakukan secara manual, karena aplikasi pengolah data menggunakan program pemenggalan kata dalam bahasa Inggris yang tidak sesuai dengan pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia. 
  • Tipe huruf yang bisa dipilih biasanya tipe huruf Arial atau Times New Roman. Penulisan judul diketik dengan font ukuran 16 hingga 20 atau disesuaikan dengan panjang-pendeknya judul dengan mempertimbangkan estetika penulisan. 
  • Jarak spasi antarbaris adalah dua spasi, antarparagraf adalah tiga spasi, antarteks dan contoh tiga spasi, antara uraian dan subjudul di bawahnya tiga spasi.

Dengan demikian, seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan di atas, bahwa penulisan karya ilmiah memiliki sistematika dan kodifikasi karangan. Artinya, terdapat kaidah-kaidah ketatabahasaan dan penulisan yang harus diperhatikan oleh para penulis. Sehingga penulisan karya ilmiah sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah.

Demikianlah pedoman penulisan karya ilmiah yang bisa dijadikan panduan oleh para penulis pemula yang akan menulis karya ilmiah. Semoga bermanfaat.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menentukan Judul Penelitian
  • Contoh Penulisan Ilmiah Beserta Sistematikanya
  • Artikel Pendidikan - RSBI, Sudah Relevankah?
  • Beberapa Pengertian Metodologi Riset
  • Contoh Penulisan Skripsi Bagian Awal dan Akhir untuk Mahasiswa UI
  • Kerangka Laporan Penelitian Sosial
  • Mengenal Proposal Acara
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA