Menanamkan Pelajaran Bahasa Arab Kepada Anak
Bahasa Arab, Bahasa Syurga
Bagi seorang Muslim, bahasa arab sering diistilahkan sebagai bahasa syurga. Dikatakan sebagai bahasa syurga karena Al Quran sebagai panduan hidup ummat manusia dan ummat Islam menggunakan bahasa arab. Dengan demikian ketika seseorang ingin mengetahui banyak tentang pedoman hidup yang dimilikinya, maka otomatis ia harus belajar memahami bahasa arab.
Bahkan pelajaran bahasa arab tak hanya penting bagi ummat Islam sendiri, kaum non Muslim yang ingin banyak belajar tentang Al Quran pun wajib dan perlu mempelajari bahasa arab. Bahasa arab adalah bahasa sejarah ummat Islam, sebab kebetulan Islam diturunkan di arab dengan Rasulnya Muhammad saw adalah sosok keturunan arab.
Muslim dewasa ataupun anak-anak sedini mungkin perlu belajar bahasa arab. Pelajaran bahasa arab ini ditekankan sebagai upaya pemercepat proses pemahaman seseorang terhadap Islam, juga sebagai jalan untuk seseorang melakukan amal ibadah dengan baik dan benar.
Sebagai contoh, seseorang yang tak bisa mengaji dan mengaku awam dengan tulisan dan bacaan arab, maka ia akan malas melakukan shalat, tilawah Al Quran dan ibadah-ibadah lainnya karena identik dengan penggunaan bahasa arab.
Orang-orang yang merasa dirinya terlambat untuk belajar bahasa arab baik dalam Al Quran maupun bukan, akan merasa minder dan tidak percaya diri jika dilibatkan dengan persoalan amal ibadah. Sebab bahasa adalah jendela dunia, seseorang dirasa ada di dunia ini karena mampu berkomunikasi satu sama lain dengan rekannya melalui penggunaan bahasa.
Sebagai upaya antisipasi kegagalan seorang Muslim terhadap pemahaman pelajaran bahasa arab, maka keluarga sebagai lingkungan pendidikan non formal yang memberi ruang dan kesempatan lebih untuk belajar banyak hal punya peran yang sangat signifikan.
Pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga, unsur-unsur keluarga seperti seorang ayah dan ibu merupakan guru sepanjang masa bagi perkembangan pendidikan anak-anak. Sedari kecil, anak-anak perlu ditanamkan dan diajarkan tentang bahasa arab. Hal ini akan menjadi proses pemercepat tingkat pembelajaran sang anak ketika ia telah memasuki sistem pendidikan formal. Orang tua memiliki peran yang sangat strategis bagi pendidikan bahasa arab seorang anak.
Si Kecil Pandai Berbahasa Arab
Berikut ini upaya yang bisa dilakukan oleh para orang tua terhadap anak-anak sebagai upaya awal proses pembelajaran pelajaran bahasa arab bagi anak-anak;
- Mengenalkan anak-anak pada huruf-huruf dan angka-angka arab
Sediakanlah huruf-huruf arab di rumah Anda untuk mainan sang anak. Koleksi huruf hijaiyah sebagai komponen dasar bahasa arab akan mempermudah ingatan Anda. Huruf-huruf tersebut bisa Anda sediakan sendiri secara kreatif, atau juga bisa Anda beli.
Saat ini ada banyak jenis huruf-huruf dan angka arab yang dijual untuk anak-anak yang disajikan secara kreatif. Tempel huruf-huruf tersebut di tempat anak-anak sering bermain. Jangan lupa ingatkan dan ajari anak-anak setiap saat terhadap angka dan huruf-huruf tersebut. - Mengajarkan istilah-istilah sederhana berbahasa arab kepada anak
Tak ada salahnya Anda mengajarkan anak Anda untuk memanggil Anda ummi dan abi. Sebab itu menjadi cara untuk membantu anak-anak Anda memahami istilah-istilah berbahasa arab secara sederhana. Jika anak Anda sudah bisa membaca, Anda bisa menuliskan nama-nama benda di rumah Anda dengan tulisan Arab, agar si kecil ingat dan tau. - Mengajari si kecil mengaji Al Quran
Anak kecil memiliki daya rekam ingatan yang kuat. Oleh sebab itu, perlu ditanamkan rekaman-rekaman yang baik bagi sang anak. Ajari anak-anak sedari kecil mengenal bacaan Al Quran, sebab itu akan menjadikan ia kelak terbiasa dengan bahasa arab jika telah dewasa.






