logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Bahasa    Pelajaran Bahasa

Pelajaran Bahasa

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia dikenal suatu istilah yang dinamakan satuan bahasa. Satuan bahasa dalam bahasa Indonesia mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar dimulai dari fonem, morfem, frasa, klausa, kalimat, paragraf, hingga wacana.  Bagaimana gambaran masing-masing satuan bahasa tersebut? Temukan pembahasannya dalam artikel berikut.

Fonem

Secara sederhana fonem dapat didefinisikan sebagai bunyi yang memiliki potensi untuk membedakan makna kata. Cara yang paling mudah mengetahui keberadaan fonem dalam sebuah sistem bahasa adalah dengan menghadirkan pasangan minimal. Pasangan minimal terdiri atas dua buah kata yang memiliki satu bunyi berbeda. Misal, kita hadirkan kata “kaki“ dan “kali“. Dalam pasangan minimal tersebut terdapat dua bunyi berbeda, yakni [k] dan [l]. Dalam bahasa Indonesia, dua bunyi bahasa yang berbeda tersebut dinamakan fonem.

Morfem

Satuan gramatikan terkecil yang memiliki peranan sebagai pembentuk kata dinamakan morfem. Sebagai satuan gramatikal terkecil, morfem memiliki kestabilan makna dan tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian bermakna yang lebih kecil. Dalam bahasa Indonesia, morfem juga bisa muncul dalam bentuk afiksasi atau imbuhan.

Dalam bahasa Indonesia dikenal dua jenis morfem, yakni morfem bebas dan morfem terikat.  Disebut morfem bebas karena morfem tersebut dapat berdiri sendiri. Artinya, morfem tersebut sudah memiliki makna tanpa disandingkan dengan morfem lainnya. Sedangkan morfem terikat adalah kebalikannya. Morfem terikat tidak akan memiliki makna jika tidak disandingkan dengan morfem lainnya.

Contoh morfem bebas, di antaranya, mandi, lari, makan, dan sebagainya. Sedangkan contoh morfem terikat adalah awalan me(N), awalan ber- akhiran –kan, akhiran –i, dan sebagainya. Anda dapat membedakan mana morfem bebas dan mana yang terikat dengan melihat kandungan makna yang terdapat dari contoh-contoh tadi.
Selain dua jenis morfem tadi, dikenal pula adanya morfem dasar, yakni morfem yang sekaligus menjadi dasar pembentukan kata yang terdiri atas lebih dari satu morfem atau kata polimorfemik. Contohnya memandikan, dirumahkan, memakan dan sebagainya.

Kata

Satuan bahasa yang selanjutnya adalah kata. Banyak ahli dan kalangan bahasa yang mnemiliki definisi tersendiri tentang kata. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Kamus Linguistik memberi definisi pada kata sebagai satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem; satuan terkecil dari leksem yang telah mengalami proses morfologis; morfem atau kombinasi morfem yang oleh ahli bahasa dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas (Kridalaksana, 2008: 110). Sedangkan Wijaya dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa kata merupakan  bentuk bebas yang terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi menjadi bentuk bebas yang lebih kecil lagi.

Sementara itu, Gorys Keraf memberikan penjelasan bahwa pengertian kata tidak bisa dipisahkan dengan pengertian arti. Dalam hal ini arti dimaksudkan sebagai lambang bunyi ujaran dengan hal yang diwakilinya. Dengan demikian, kata didefinisikan sebagai lambang bunyi ujaran yang berkenaan dengan hal atau peristiwa. Sebuah benda atau peristiwa, sejatinya memiliki lambang bunyi ujaran berupa kata yang bermakna, sama seperti manusia yang memiliki nama.

Ada banyak contoh kata yang terdapat dalam Bahasa Indonesia, di antaranya, tidur, mandi, makan, meja, kantor, kunci, rumah, pasar, pagi, siang, dan sebagainya.

Frasa

Secara sederhana, frasa dapat didefinisikan sebagai gabungan kata. Namun, tidak semua gabungan kata dapat disebut sebagai frasa. Gabungan kata yang bisa disebut sebagai frasa tidak boleh melebihi batas fungsi, seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Jika gabungan kata tersebut memiliki posisi di salah satu fungsi kalimat, maka itulah yang dinamakan frasa.

Menurut Gorys Keraf, frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang masing-masing katanya tetap mempertahankan makna dasarnya masing-masing. Dalam frasa, setiap kata pembentuknya tidak berfungsi sebagai subjek dan predikat dalam konstruksi itu. Dengan begitu, frasa memiliki perbedaan besar dengan kata majemuk atau klausa yang notebene sama-sama berupa gabungan kata.

Mungkin di antara pembaca sudah banyak yang mengetahui bahwa kata majemuk pun terbentuk dari gabungan kata. Namun, berbeda dengan frasa, kata gabungan dalam kata majemuk selalu memiliki arti baru. Misal, kambing hitam. Dalam frasa, kambing hitam adalah kambing yang berwarna hitam, namun dalam kata majemuk, kambing hitam adalah orang atau sesuatu yang disalahkan atas sebuah peristiwa.

Dengan demikian dapat disimpulkan, meskipun terdiri atas gabungan kata, dalam frasa hanya memiliki satu unsur inti, sedangkan yang lainnya adalah unsur penjelas. Mengenai bahasa unsur inti dan penjelas dalam frasa, akan lebih detail dipelajari dalam jenis-jenis frasa yang meliputi frasa endosentris dan frasa eksosentris. Adapun salah satu contoh frasa adalah kamar tidur, ruangan saya, berangkat sekolah, dan lain sebagainya.

Klausa

Pernah mendengar klausa? Klausa merupakan satuan bahasa selanjutnya setelah frasa. Klausa memiliki sifat yang predikatif, artinya melibatkan unsur predikat sebagai inti. Dengan begitu, tidaklah mengherankan jika klausa itu sekurang-kurangnya harus terdiri atas dua kata yang memiliki hubungan fungsi subjek-predikat, namun bisa diperluas dengan fungsi lain seperti objek, pelengkap, maupun keterangan.

Banyak kalangan yang merasa kesulitan dalam membedakan klausa dengan kalimat. Padahal, cara membedakannya cenderung mudah. Meski terlihat hampir mirip dengan kalimat, pada klausa itu tidak terdapat intonasi final seperti halnya pada kalimat. Meski begitu, hubungan klausa dan kalimat ini sangat erat, karena dalam kalimat tunggal biasanya terdiri atas satu klausa sedangkan pada kalimat majemuk selalu berisi dua atu lebih klausa.

Kamus linguistik kemudian memberikan definisi klausa sebagai kelompok kata yang yang sekurang-kurangnya memiliki subjek dan predikat dan berpotensi sebagai kalimat. Contoh klausa: ayah berangkat; ibu memasak; sebelum adik mandi; dan sebagainya.

Kalimat

Sebagaimana klausa, kalimat pun memiliki definisi yang hamper sama. Hanya intonasi final yang membedakan kalimat dengan klausa. Dari pernyataan tersebut, Kridalaksana membuat semacam kesimpulan mengenai definisi kalimat, yaitu satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa.

Contoh kalimat:

  • Mas Baso!
  • Wanita cantik itu pacarku.
  • Anak kecil itu memakan donat dengan lahapnya.

Paragraf

Berdasarkan definisi dari kamus linguistic, paragraf merupakan bagian dari wacana yang mengungkapkan pikiran atau hal tertentu yang lengkap, tetapi masih berkaitan dengan isi seluruh wacana. Paragraf terdiri atas beberapa kalimat yang memiliki satu ide pokok serta merupakan bagian dari sebuah karangan utuh yang mendukung topik pembicaraan karangan tersebut.

Paragraf selalu memiliki satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Kalimat yang digunakan dalam paragraph harus memiliki hubungan timbale balik dan tidak boleh saling bertentangan. Selain itu, kalimat yang menyusun sebuah paragraf harus merupakan kalimat yang utuh dan memiliki kepaduan.

Berikut adalah salah satu contoh paragraf.

Sepertiga malam merupakan waktu yang sangat istimewa. Selain karena suasana yang sangat mendukung: hening, tenang, dan penuh kekhusyukan, juga merupakan saat ketika rahmat Allah turun ke bumi. Memanfaatkan sepertiga malam yang terakhir adalah kebiasaan orang-orang beriman untuk bermunajat kepada Allah. Namun, kebanyakan manusia seringkali abai dengan hal ini. Selain karena rasa kantuk dan godaan yang selalu datang menyapa. Sepertiga malam yang terakhir akan sulit didapatkan oleh orang-orang yang bermaksiat di siang hari. Sayang sekali jika kita melewatkan momen istimewa yang datang setiap hari ini.

Wacana

Kamus linguistik memberikan definisi wacana sebagai satuan kebahasaan terlengkap; dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh, paragraf, kalimat atau kata yang membawa amanat yang lengkap. Wacana merupakan sebuah konstruksi yang memiliki sifat utuh dan padu. Wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial.

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Efek Majas dalam Bait Puisi
Majas, merupakan elemen penting dalam pembuatan sebuah puisi atau karya seni yang menekankan pada keindahan pilihan kata. Majas yang biasa digunakan untuk membuat puisi juga cukup banyak. Salah satunya adalah repetisi, personifikasi atau asendeton. Efek yang tercipta dari majas juga cukup besar. Simak selengkapnya pada artikel berikut!

Berbagai Majas dan Contohnya
Dalam berkomunikasi baik lisan maupun tertulis, seringkali kita menggunakan ragam bahasa atau gaya bahasa yang berbeda untuk menyampaikan apa yang kita rasakan. Ragama bahasa inilah yang disebut dengan majas. Dalam bahasa tulis, majas biasanya digunakan untuk memperindah suatu karya tulis, terutama puisi. Majas sendiri dibagi menjadi berbagai macam jenis. Dan sebagian dari kita, mungkin banyak yang tidak tahu tentang majas itu sendiri, padahal seringkali menggunakannya.

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Apa pentingnya mengetahui sejarah perkembangan bahasa Indonesia? Tentu sangat penting. Bahasa merupakan media komunikasi sesama manusia agar dapat menyampaikan ide satu sama lain. Dengan bahasa maka ide akan sampai. Dengan sampainya ide maka banyak hal yang dapat diperbuat oleh manusia.

Yuk, Kenali Ragam Peribahasa
Indonesia memang terkenal dengan beraneka ragamnya bahasa. Salah satu wujudnya yaitu dalam bentuk pepatah atau bisa juga di sebut dengan peribahasa.

Ragam Contoh Narrative Text
Dalam kompetensi dasar pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) terdapat pembahasan mengenai narrative text. Jenis teks tersebut menjadi salah satu dari banyaknya teks yang menjadi materi utama dalam pelajaran bahasa asing ini. Adanya pembahasan mengenai materi jenis ini juga dijadikan guru sebagai salah satu media dalam membahas materi lainnya seperti past simple tense atau mengembangkan kemampuan siswa dalam bercerita. Lalu, teks yang bagaimana yang bisa digolongkan sebagai narrative text? Berikut penjelasan mengenai struktur umum dan beberapa contoh yang bisa dipelajari.

Peribahasa Indonesia dan Artinya dari
Peribahasa Indonesia dan artinya sangat banyak, hingga takkan cukup jika harus saya sebutkan semuanya. Hal itu disebabkan karena peribahasa Indonesia dan artinya ini semakin hari semakin berkembang dan bertambah banyak. Untuk itu, akhirnya saya mencoba untuk menggolongkannya berdasarkan huruf-huruf awal pribahasa dari unsur huruf yang terdapat dalam nama Anne Ahira. Saya pergunakan huruf-huruf yang menjadi namanya untuk menggolongkan peribahasa Indonesia dan artinya ini.

Paragraf Argumentasi
Argumentasi berasal dari kata argumen yang berarti alasan terhadap sesuatu. Argumentasi ini ditujukan untuk memperkuat sebuah pernyataan yang membutuhkan penguatan. Argumentasi bisa dituangkan dalam bentuk pernyataan langsung maupun melalui tulisan dalam bentuk paragraf argumentasi.

Penjelasan Kata Baku dan Tidak Baku
Persoalan bahasa, kata dalam bahasa Indonesia, selalu berkaitan dengan persoalan kata baku dan tidak baku. Kata baku dan tidak baku menjadi bahasan khusus dalam berbagai proses pembelajaran dan buku pelajaran bahasa Indonesia. Berbicara mengenai bahasa pastilah berbicara pula mengenai aspek-aspek yang ada dalam bahasa tersebut. Entah kosakata entah tata bahasa.

Ragam Bahasa di Jawa Timur
Bahasa merupakan sarana komunikasi antar manusia di dalam melalui kehidupannya di dunia ini. Semenjak masih dalam kandungan manusia sudah dapat mendengarkan apa yang diucapkan oleh ibunya. Dari sana, manusia memperoleh pengetahuan pertamanya tentang ragam bahasa. Apabila sang ibu sering memakai bahasa Indonesia misalnya, maka memori tentang bahasa Indonesia inilah yang mendominan kemampuan si bayi kelak setelah lahir ke dunia.

Lambang dan Simbol Sebagai Bahasa Verbal
Lammbang merupakan bahasa verbal yang memiliki arti tertentu. Lambang berfungsi melengkapi bahasa tulis. Namun, sifat lambang itu universal, yakni dapat dibaca oleh banyak orang yang memiliki latar budaya dan bahasa yang berbeda sekalipun. Lambang dipakai untuk membantu kinerja manusia modern karena lambang lebih efektif dan bersifat universal. Lambang diterapkan dalam berbagai kehidupan manusia, seperti rambu lalu lintas yang dipasang diberbagai sudut jalan.

Tips Menguasai Pelajaran Bahasa Inggris
Pelajaran bahasa Inggris termasuk salah satu jenis pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Padahal, pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang menjadi penentu kelulusan seorang siswa dari sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas pada saat ini. Oleh karena itu, mau tidak mau seorang siswa harus bisa memiliki pengetahuan dan penguasaan yang mendalam akan pelajaran bahasa Inggris ini. Para pengajar disekolahpun di harapkan dapat mengajarkan pelajaran bahasa inggris disekolah dengan strategi - strategi yang baik supaya anak didik mengetahui dan memahami pelajaran bahasa inggris yang diberikan.

Menikmati Serunya One Piece Bahasa Indonesia
Kartun yang ini bukan hanya anak-anak saja yang gemar membaca komik atau menonton filmnya, tetapi orang dewasa juga begitu antusias untuk menikmati cerita berseri ini. Petualangan mencari harta karun dengan berbagai cerita humor dan menarik ini tersaji dalam One Piece.Anda juga senang kan menikmati serunya seri One Piece bahasa Indonesia?

Mengenal Kata dan Jenis-Jenisnya
Manusia tida bisa terlepas dari penggunaan kata. Kata digunakan untuk melengkapi suatu kalimat. Penggunaannya digunakan sebagai penyampai informasi dari manusia yang satu ke manusia yang lain

Hambatan Bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun dalam penggunaanya, bahasa Indonesia saat ini telah banyak mengalami hambatan. Hambatan ini berkaitan dengan penguasaan bahasa yang baik dan benar.

Sejarah Perkembangan Bahasa: Punah atau Berkembang?
Unbtuk mengetahui hakikat bahasa yang sebenarnya, diperlukan pengetahuan mengenai sejarah perkembangan bahsa sehingga makna bahasa menjadi sarat akan makna.

Bahasa Sebagai Anugerah Allah
Dengan adanya bahasa manusia bisa saling berkomunikasi, berinteraksi serta bermasyarakat sebagai mahluk sosial. Dengan bahasa pula, saling pengertian dan pemahaman dapat terbangun. Karena, memahami bahasa juga menjadi hal yang penting. Dengan memahami bahasa, hakikat sebagai manusia bisa dikuak. Sejarah bahasa sendiri menyimpan pelajaran yang sangat berharga.

Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia
Sosial budaya, perkembangan zaman, dan perkembangan teknologi adalah salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi terjadinya sebuah pergeseran atau sebuah perubahan makna kata dalam bahasa Indonesia.

Pengertian Makna Denotatif dalam Bahasa
Seperti telah diketahui, dalam bahasa Indonesia sebuah kata dapat mempunyai kemungkinan dua makna, yaitu konotasi dan denotasi. Makna konotasi adalah makna kiasan dan makna denotasi adalah makna sesungguhnya dari semua kata atau kalimat. Dengan memahami pengertian makna denotasi, Anda dapat mengetahui isi atau tujuan yang hendak disampaikan oleh penulis kepada pembacanya.

Rahasia di Balik Makna Kata
Fakta yang ada menunjukkan bahwa warga Indonesia lebih menyenangi mempelajari bahasa asing, seperti Inggris (sebagai bahasa Internasional), Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, dan lain-lain. Belajar bahasa bangsa lain memang boleh-boleh saja karena kita memerlukan alat komunikasi dengan bangsa lain. Namun, jangan sampai ketertarikan dengan bahasa asing membuat kita melupakan bahasa negeri sendiri.

Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia
Perubahan atau pergeseran makna kata dalam bahasa Indonesia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Beberapa faktor tersebut dapat berkaitan dengan perkembangan zaman dan teknologi serta perkembangan sosial budaya.

Mengulas Kata, Mengejar Signifikasi Makna
Setiap kata, kalimat, ataupun wacana mengacu kepada konsep atau sesuatu. Pemaknaan merupakan pengertian atau konsep yang dimiliki oleh suatu kata, kalimat, atau wacana. Pemaknaan merupakan syarat mutlak terjadinya komunikasi bahasa.

Kata Bermakna Konotasi untuk Pergaulan Sehat
Seringkali kita menghadapi kenyataan yang tidak kita inginkan dalam kehidupan. Kondisi tersebut sering pula menyebabkan kita bingung harus bagaimana, maka dengan ungkapan dengan makna konotasi ini kita dapat sedikit lega mengungkapkan tanpa kawatir menyebabkan orang lain terluka hatinya

Topik Terkait
Pelajaran Bahasa
Bahasa Arab
Bahasa Belanda
Bahasa Daerah
Bahasa Inggris
Bahasa Jepang
Bahasa Jerman
Bahasa Prancis
Bahasa Spanyol
Balai Bahasa
Belajar Bahasa Asing
Fakultas Bahasa
Guru Bahasa
Kbbi

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA