logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Al-Quran

Apa Saja Materi dalam Pelajaran Tajwid


Tajwid adalah aturan-aturan dalam membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah wajib hukumnya (Imam Ibnu Jazri). Karena jika membaca Al-Qur’an tidak sesuai dengan tajwid maka artinya bisa menjadi berbeda dan yang membacanya akan berdosa. Maka hendaknya setiap muslim mempelajari tajwid. Pelajaran tajwid meliputi tahsin, talaqqi dan tahfidz.

Tahsin

Pelajaran tajwid yang pertama adalah tahsin. Tahsin adalah mempelajari hukum-hukum tajwid secara teori dan praktik, namun masih lebih banyak teori. Yang dipelajari di tahap tahsin adalah makhorijul huruf (tempat keluarnya huruf), shifatul huruf (sifat-sifat huruf), hukum nun mati, mim mati, idhghom (lebur), mad, huruf tebal dan tipis, waqof (berhenti bacaan), dan kaidah-kaidah khusus.

Adapun beberapa penjelasannya sebagai berikut

  • Makhorijul Huruf

Ditinjau dari morfologi, Makhorijul Huruf berasal dari Fi’il Madhi, yang berarti “Keluar”. Secara bahasa Makhhraj artinya tempat keluar. Sementara menurut istilah Makhraj ialah suatu nama tempat.

Jadi, Makhorijul Huruf ialah tempat-tempat keluarnya huruf pasa waktu huruf-huruf tersebut dibunyikan. Ketika membaca Al-Qur'an (tadarus), setiap huruf harus dibunyikan sesuai dengan Makhrajnya. Kesalahan yang terjadi dalam pengucapan huruf dapat menimbulkan kesalahan arti atau perbedaan makna pada bacaan yang tengah dibaca. Dalam kondisi tertentu, kesalahan pembacaan ini bahkan bisa dikatakan sebuah bentuk kekafiran, jika dilakukan dengan sengaja.

  • Shifatul Huruf

Apa itu Shifatul Huruf? Shifatul huruf adalah sifat-sifat pengucapan huruf Hijaiyah. Perlu kita ketahui bahwa satu huruf Al-Qur’an terkadang bukan hanya memiliki satu sifat, melainkan juga tergabung didalam 2 sampai 5 sifat sekaligus. Misalnya saja seperti huruf SHOD yang memiliki banyak sifat, yaitu Isti’la’, Hams, Rokhowah, Ithbaq, dan Shofir.

Untuk mempermudah Anda dalam mengetahui sifat sebuah hutuf, para ahli memberi arahan supaya huruf tersebut coba dimatikan setelah Hamzah berharokat.

Dari percobaan tersebut, Anda bisa merasakan bahwa huruf “dal” itu berhenti nafasnya saat dimatikan, sedangkan huruf “siin” tetap mengalir saat dimatikan.

Tujuan utama mempelajari Shifatul huruf (sifat-sifat huruf) adalah supaya setiap huruf yang diucapkan sesuai dengan hurufnya baik sifat maupun tempatnya.

Shifatul huruf terbagi menjadi dua bagian, antara lain sebagai berikut

Sifat yang memiliki lawan

  • Al Idzlaq x Al Ishmat
  • Al Ithbaq x Al Infitah
  • Al Isti’la’ x Al Istifal
  • Asy Siddyah x Ar Rakhwah
  • Al Hams x Al Jahr

Sifat yang tidak memiliki lawan

  • Al Istithalah
  • At Tafasyi
  • At Takrir
  • Al Inhiraf
  • Al Lien
  • Al Qalqalah
  • Ash Shafir

Talaqqi

Talaqqi merupakan metode mempelajari sesuatu ilmu secara langsung dengan guru. Dalam metode talaqqi Al-Qur’an, seorang murid harus bertemu atau berhadapan langsung dengan gurunya. Hal ini dilakukan agar murid tersebut bukan hanya mendengar lafadz Al-Qur’an yang diucapkan oleh gurunya, melainkan juga melihat langsung cara guru melafalkan lafazh tersebut dari mulutnya.

Pertemuan secara langsung inilah yang menjadi inti dari metode talaqqi. Talaqqi ialah metode paling utama yang dianjurkan dalam memperlajari ilmu tajwid.

Pada tahap talaqqi, bacaan diperlancar. Teori-teori yang dipelajari di tahap tahsin dipraktekkan lebih nyata. Kesalahan-kesalahan besar dan kecil sudah tidak boleh terjadi lagi. Kesalahan besar di antaranya salah makhraj, kurang huruf, kelebihan huruf, dan salah harakat, sehingga mengakibatkan adanya perbedaan arti. Kesalahan kecil di antaranya kurang ghunnah (dengung), kurang tebal, dan kurang tipis.

Tahfidz

Tahap terakhir pada pelajaran tajwid adalah tahfidz atau menghafal Qur’an. Ketika akan menghafal Al-Qur’an hendaknya seseorang memiliki target akan menyelesaikan 30 juz dalam waktu berapa tahun. Target tersebut kemudian dibagi lagi untuk mendapat target-target jangka menengah dan jangka pendek sehingga diperoleh per hari berapa halaman harus hafal.

Menghafal sebaiknya dimulai dari Juz 30, karena umumnya seorang muslim sudah hafal beberapa surat pada juz ini, sehingga awal akan menjadi mudah. Seterusnya naik ke Juz 29 kemudian 28. Setelah itu boleh lanjut ke Juz 27 dan seterusnya, atau ke depan ke Juz 1 dilanjutkan Juz 2 hingga Juz 27. Karena kosa kata pada juz-juz awal lebih familiar atau lebih mudah karena sering dilafadzkan dalam doa-doa atau bahkan dalam sholat.

Menghafal Al-Qur’an adalah sesuatu yang dimuliakan Allah, maka akan banyak sekali godaan syaitan. Di antaranya masalah duniawi yang tak kunjung selesai seperti keluarga yang sakit, masalah pekerjaan, malas, sering mengantuk, sulit konsentrasi, hafalan sulit masuk, dan lain-lain. Berjuanglah terus karena Allah memang sudah tegaskan bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia (QS. Al-Baqarah: 208; Fathir: 6).

Setelah hafalan selesai, bukan berarti perjuangan Anda memuliakan Kitab Allah selesai sampai di situ. Tetaplah muroja’ah (mengulang kembali yang sudah dihafal) hafalan Anda, yang paling mudah adalah membacanya dalam sholat. Setelah itu pahami, dalami, dan amalkan isinya. Kemudian sampaikanlah ke seluruh umat manusia. Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat (HR Bukhari).

Hukum Ilmu Tajwid

Hukum belajar ilmu tajwid ialah fardhu kifayah. Apabila di suatu tempat ada seseorang yang menguasai ilmu ini, bagi yang lainnya tidak menanggung dosa. Namun sebaliknya, jikan tidak ada yang menguasai ilmu tersebut, seluruh kaum muslimin menanggung dosa.

Sementara, hukum membaca Al-Qur'an dengan tajwid ialah wajib a’in. wajib ‘ain artinya bagi seseorang yang mukalaf baik laki-laki maupun perempuan harus membaca Al-Qur’an dengan tajwdi, kalau tidak, dia berdosa. Hal ini berdasarkan Al-Qur’an dan ucapan para ulama.

Adapun dalil-dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan hukum mempelajari ilmu tajwid, antara lain sebagai berikut.

  • Firman Allah Azza wa Jalla:

“…dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (Al Muzzammil: 4)

Maksud tartil tersebut adalah membaguskan huruf dan mengetahui tempat berhentinya. Kedua hal tersebut tidak akan Anda dapatkan, kecuali belajar dari ulama atau orang yang ahli dalam membaca Al-Qur'an. Dengan demikian, bagi siapapun yang membaca Al-Qur'an harus benar dalam pengucapan hurufnya, agar tidak mengubah maknanya.

  • Firman Allah Azza wa Jalla:

“Orang-orang yang telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al Baqarah: 121)

Jadi, dalam membaca Al-Qur'an yang terpenting adalah tajwid. Hal ini dikarenakan, apabila tajwid tidak dipergunakan saat membaca Al-Qur'an, bacaannya akan berubah arti. Ayat tersebut merupakan bentuk sanjungan atau pujian allah kepada kaumNya yang telah membaca Al-Qur'an dengan sempurna.

  • Firman Allah Azza wa Jalla:

“Dan kami membacanya dengan tartil (teratur dengan benar).” (Al Furqan: 32)

Bagi kaum muslimin wajib hukumnya membaca Al-Qur'an dengan tartil. Tartil disini maksudnya adalah benar dalam pengucapan hurufnya

Untuk menguasai atau membaca Al-Qur'an dengan sempurna, diperlukan sebuah strategi khusus, misalnya selalu bertalaqqi dengan guru yang kompeten. Selain itu, teknologi yang semakin canggih membuat And lebih mudah dalam mempelajari Al-Qur'an.  

Cara pemanfaatan teknologi dalam rangka mendekung pembelajaran Al-Qur'an adalah dengan mendengarkan bacaan Qur’an dari imam-imam Timur tengah. Selain itu, jadikan imam-imam Timur Tengah tersebut sebagai native spiker Anda.

Tujuan Memperlajari Tajwid

Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk menjadga lidah supaya terhindar dari kesalahan dalam membaca Al-Quran.

Allahnu atau kesalahan dalam membaca Al-Quran dibagia menjadi dua, antara lain sebagai berikut.

  • Allahnul jaliyyu

Allahnul jaliyyu adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafazh-lafazh Al-Quran, baik yang mengubah arti maupun tidak, sehingga menyalahi ‘urf qurro (contohnya ‘ain dibaca hamzah, ataumengubah harokat dhommah menjadi fathah, dan lain lain. Melakukan kesalahan dalam membaca Al-Quran dengan sengaja, hukumnya haram.

  • Allahnul khofiyyu

Allahnul khofiyyu adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafazh-lafazh dalam Al-Quran, sehingga menyalahi ‘urf qurro. Akan tetapi, hal tersebut tidak sampai mengubah arti. Contohnya tidak membaca ghunnah, kurang panjang dalam membaca mad wajib muntassil, dan lain-lain. Melakukan kesalahan tersebut dengan sengaja, hukumnya makruh.

Sekian artikel memgenai cara mempelajari ilmu tajwid. Semoga bermanfaat bagi para pembaca, terutama bagi Anda yang tengah belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Bukti Kebenaran Mukjizat Al-Qur'an
  • Seni Bacaan Quran: Antara Pendukung dan Penentang
  • Mau Sukses? Bacalah Al Quran dan Terjemahannya
  • Pengobatan dengan Ayat Ruqyah
  • Asmaul Husna: Nama-Nama Allah yang Indah
  • Rahasia Zikir dengan Ayat Kursi
  • Alquran Mukjijat Allah yang Abadi
  • Pandangan Surga dan Neraka Menurut Beberapa Agama
  • Asal Usul Manusia dalam Al-Quran
  • Sumber Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Terlengkap
  • Ayat-ayat Suci Al-Quran Mengenai Sastra dan Jurnalistik
  • Seputar Metodologi dan Metode Tafsir Alquran
  • Menggali Mukjizat Kitab Islam
  • Manfaat Tuntunan Sholat
  • Keistimewaan Al-Quran dalam Hidup
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA