logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ekonomi

Kegiatan dan Pelaku-Pelaku Ekonomi


Ilustrasi pelaku pelaku ekonomi

Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi meliputi tiga komponen penting, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Dewasa ini, perkembangan teknologi, informasi, serta pengetahuan manusia, semakin berkembang. Kebutuhan manusia pun semakin banyak dan beraneka ragam sehingga kegiatan ekonomi menjadi sangat kompleks. Kekompleksan kegiatan ekonomi juga mempengaruhi pelaku-palaku ekonomi dalam kegiatannya.

Kegiatan ekonomi meliputi tiga hal yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.

Kegiatan Produksi

Kegiatan produksi adalah segala kegiatan dalam membuat barang atau menyediakan jasa dan dapat pula diartikan menambah nilai dari suatu barang.. Kegiatan ini adalah menyediakan barang atau jasa yang nantinya dapat dikonsumsi oleh konsumen. Pelaku kegiatan ini disebut dengan produsen.

Barang yang dihasilkan bisa jadi adalah barang yang telah jadi, barang setengah jadi atau bahan mentah. Contoh dari kegiatan ini adalah membuat roti, membangun rumah di perumahan, menyediakan jasa terjemahan atau yang lainnya. Inti dari kegiatan ini adalah menciptakan barang dan jasa.

Kegiatan distribusi

Kegiatan distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dan jasa yang sudah diprosukdi oleh produsen untuk sampai ke tangan konsumen. Kegiatan ini menjadi perantara antara produsen dan konsumen. Pelaku kegiatan ini disebut dengan distributor.

Contoh dari kegiatan distribusi adalah seorang yang mengirimkan roti buatan pabrik ke took-toko, atau abang tukang roti yang biasanya lewat di depan rumah kita setiap paginya.

Ada sebagian produsen yang berperan ganda yaitu sebagai produsen sekaligus konsumen. Misalkan pengusaha roti yang menyalurkan sendiri hasil produk rotinya ke konsumen. Ia memiliki toko roti yang menjual roti hasil produksinya. Hal ini disebut dengan distribusi langsung.

Sedangkan distribusi tak langsung adalah kegiatan distribusi yang menyalurkan barang memalui jasa pedagang. Terda[pat banyak jenis pedagang mulai dari pedagang besar seperti grosir sampai ke pedagang kecil seperti reseller atau pedagang kaki lima.

Kegiatan distribusi ini memiliki peran yang sangat penting karena menghubungkan antara produsen dan konsumen. Dengan adanya kegiatan distribusi inilah barang yang telah diproduksi oleh produsen dapat sampai di tangan konsumen.

Kegiatan Konsumsi

Kegiatan konsumsi adalah segala kegiatan menghabiskan, memakai dan menggunakan barang dan jasa yang telah diproduksi oleh produsen dan telah didistribusikan oleh distributor.

Contoh dari kegiatan ini adalah memakan roti, menggunakan jasa terjemahan, membeli rumah di perumahan dan lain sebagainya. Ada beberapa konsumen yang langsung dating ke produsen untuk membeli barang atau jasa yang ia inginkan tanpa perantara dari distributor.

Ketiga jenis kegiatan ekonomi yang telah dijabarkan di atas, bukan hanya meliputi rumah tangga yang terdiri dari beberapa orang atau beberapa kelompok, melainkan menyangkut jutaan penduduk, jutaan transaksi, dan ratusan ribu perusahaan. Baik swasta maupun negeri. Agar mendapat kejelasan mengenai kegiatan ekonomi, yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah pelaku-pelaku ekonomi di masyarakat.

Pelaku-pelaku ekonomi adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan ekonomi. Pelaku-pelaku ekonomi ini dapat perseorangan atau pun kelompok.

Dalam kehidupan perekonomian, terdapat empat kelompok besar masyarakat yang dapat digolongkan sebagai pelaku-pelaku ekonomi.

1. Rumah Tangga Konsumsi

Yang dimaksud dengan rumah tangga konsumsi adalah bagian dari masyarakat. Bisa berupa perorangan, kelompok, orang, lembaga-lembaga, maupun badan-badan sebagai konsumen barang-barang atau jasa hasil produksi. Singkatnya adalah pengguna atau pemakai barang atau jasa.

Sebagai rumah tangga konsumsi, kegiatan utama yang dilakukan adalah melakukan kegiatan konsumsi.

2. Rumah Tangga Produksi atau Perusahan-Perusahaan

Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan produksi ada yang dilakukan oleh perorangan, perusahaan, lembaga atau badan usaha milik negara, dan swasta. Baik swasta nasional maupun swasta asing. Mereka dapat menjalankan kegiatan, di antaranya sebagai berikut.

  • Lapangan usaha primer. Contohnya, mengolah hasil-hasil alam, seperti perikanan, pertanian, pertambangan, perkebunan, dan lain-lain.
  • Lapangan usaha sekunder. Contohnya, kegiatan yang meliputi kegiatan di sektor industri, perumahan, penyediaan gas, dan lain-lain.
  • Lapangan usaha tersier. Contohnya adalah usaha yang bergerak di bidang jasa, seperti usaha asuransi, usaha pengangkutan, bank, usaha perdagangan, dan lain-lain.

3. Pemerintahan atau Rumah Tangga Negara

Dalam kehidupan perekonomian, negara memegang peran penting dalam mengatur, menstabilkan, dan mengembangkan, kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga berperan langsung melakukan kegiatan produksi. Kegiatan pemerintah yang dilakukan untuk kepentingan umum adalah jasa pos, jasa pengangkutan, dan produksi barang, dengan tujuan memenuhi hajat hidup orang banyak.

Pemerintah atau rumah tangga Negara ini memiliki tanggung jawab yang besar terhadap rakyatnya. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menyejahterakan rakyatnya. Kondisi masyarakat yang sejahtera adalah adanya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mudah.

Jadi pemerintah dengan kewajiban ini diharapkan dapat memberikan suplai yang cukup akan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini berkaitan erat dengan kegiatan ekonomi produksi. Pemerintah haruslah dapat menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tanpa terkecuali.

Selain mampu untuk mensuplai barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, pemerintah juga haruslah memiliki kemampuan untuk mendistribusikan barang dan jasa agar sampai di tangan konsumen dalam hal ini masyarakat dengan mudah. Masyarakat tidak akan mengalami sedikit pun kesulitan dalam memperoleh barang dan jasa.

Setelah barang dan jasa sampai di tangan masyarakat, pemerintah masih memiliki kewajiban agar barang dan jasa tersebut dapat dinikmati masyarakat dengan harga yang semurah-murahnya, yang masih dapat dijangkau oleh setiap lapisan masyarakat.

4. Luar Negeri

Tidak semua kebutuhan tersedia di dalam negeri. Contohnya, tidak semua negara menghasilkan biji besi, minyak, sayur-sayuran, dan buah-buahan yang diperlukan. Tidak semua negara memiliki lahan pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, tidak semua negara memiliki iklim yang cocok untuk menanam jenis tumbuhan tertentu. Karena faktor itulah, akhirnya timbul perdagangan dengan luar negeri.

Perdagangan luar negeri ada dua macam. Yang pertama adalah impor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Misalnya saat ini, Indonesi banyak mengimpor beras dari Thailand. Walau pun hal ini cukup dianggap aneh, mengingat Indonesia sendiri adalah Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.

Tujuan dari impor ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Seperti yang telah disebutkan di atas, ada beberapa barang yang tidak dihasilkan atau tidak mampu untuk dihasilkan sebuah Negara. Untuk memenuhi kebutuhan akan barang ini maka Negara tersebut haruslah membelinya dari negara lain.

Macam perdagangan luar negeri adalah ekspor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa ke luar negeri. Barang dan jasa yang dijual adalah barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri dan suplainya sudah memenuhi target kebutuhan dalam negeri.

Jadi masih terdapat sisa antara kebutuhan barang tersebut dengan produksinya. Sisa inilah yang kemudian di jual ke luar negeri atau diekspor. Sebenarnya makna dari ekspor yang sesungguhnya adalah seperti itu.

Namun pada kenyataannya, kegiatan ekspor ini tidaklah demikian. Barang-barang yang diekspor kebanyakan adalah barang yang memiliki kualitas lebih baik dari pada barang-barang yang dikonsumsi di dalam negeri. Terkadang yang menjadi sisa justru adalah untuk yang dikonsumsi dalam negeri.

Dengan kata lain, kegiatan negara lain sebagai pelaku ekonomi adalah sebagai berikut.

  • Sebagai pemasok barang dan jasa terhadap suatu negara atau mitra dagang. Inilah yang disebut dengan impor  barang.
  • Sebagai konsumen karena mengonsumsi barang atau jasa dari hasil produksi negara lain. Inilah yang disebut dengan ekspor barang.

Kegiatan kerja sama perdagangan luar negeri, baik ekspor maupun impor, memberikan sumbangan dalam meningkatkan dan menambah efisiensi kegiatan ekonomi di suatu negara. Beberapa keuntungannya antara lain sebagai berikut.

  • Memungkinkan suatu negara menghasilkan dan memproduksi barang atau jasa melebihi kebutuhan di dalam negeri dan memungkinkan peningkatan pendapatan nasional.
  • Akan melakukan spesialisasi terhadap barang atau bahan yang dihasilkan sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan faktor-faktor tersebut.
  • Terbukanya jalan untuk mengimpor barang-barang konsumsi, barang-barang modal dan peralatan, bahan-bahan baku dan barang atau bahan lain yang kualitasnya lebih baik dengan harga murah.
  • Negara yang sedang berkembang memperoleh keuntungan dan memberikan kesempatan untuk memperoleh keahlian dan teknologi yang lebih baik.

Pelaku-pelaku ekonomi adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi dilakukan agar manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini dimaksudkan agar manusia dapat bertahan hidup.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • 10 Contoh Masalah Ekonomi Populer
  • Mengenal Teori Produksi
  • Penyebab Pengangguran di Indonesia: Adakah Cara Mengatasinya?
  • Mengenal Sistem Ekonomi Campuran
  • Makro Ekonomi sebagai Pembagian Teori Ekonomi
  • Mengenal Konsep Ekonomi Syariah
  • Langkah Jitu Membuat Karya Tulis Ekonomi
  • Pengertian Perdagangan Bebas - ANNEAHIRA.COM
  • Beberapa Contoh Varian Teori Ekonomi
  • Perekonomian Eropa Dilihat dari Sepak Bola
  • Perdagangan Bebas China-ASEAN (CAFTA) - Liberalisme Gaya Baru
  • Perkembangan Inflasi di Indonesia
  • Ekonomi Adalah Dasar Ilmu Manajemen
  • Mengetahui Harga Emas Hari Ini Sebelum Berinvestasi
  • Manfaat Perdagangan Internasional
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA