logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Hukum

Hati-Hati, Pelanggaran Hak Asasi Manusia Mengintai!


Ilustrasi pelanggaran hak asasi manusia

Pelanggaran hak asasi manusia saat ini menjadi pemandangan yang sangat familiar. Kita bisa menyaksikannya dengan gamblang dari gambar-gambar di televisi. Betapa banyak terjadi pelanggaran asasi manusia yang meresahkan dan melukai rasa keadilan dan kemanusiaan kita sebagai makhluk berbudi.

Ketika Anda memaksakan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak disukainya, itu berarti Anda sudah melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Sebagai manusia yang bebas dan merdeka, kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan orang lain di sekitar kita. Warna kulit, suka, agama, ras, ataupun kebangsaan seseorang tidak bisa membuat haknya berkurang atau bertambah. Manusia mempunyai kedudukan yang sama di mata Tuhan dan hukum.Itu idealnya. Namun, kenyataannya tidaklah demikian.

Pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi di sekitar kita. Kalau kita menyaksikan film-film Hollywood, kesan yang didapat adalah seragam. Bahwa negara-negara yang tidak sepaham dengan Amerika Serikat merupakan negara yang dipenuhi teroris dan siap melakukan berbagai tindakan keji yang merugikan orang lain. Negara-negara di luar Amerika sendiri digambarkan sebagai negara yang tidak pernah mengenal HAM.

Apakah benar demikian? Silakan Anda melihat ke sekeliling dan saksikan apa yang terjadi. Pelanggaran hak asasi manusia terjadi di mana-mana. Tidak pandang bulu, negara maju atau negara miskin, sama-sama menjadi pelakunya. Orang tidak lagi memandang hak orang lain sebagai sesuatu yang penting. Yang paling utama adalah kepentingan pribadinya. Sepanjang dirinya mendapat keuntungan, tidak ada yang salah dengan apa pun keputusannya.

Anda tentu tidak bisa melupakan peristiwa 9 September 2001. Meski terjadi di sebuah negeri nun jauh dari Indonesia kengerian yang ditimbulkan masih terasa hingga kini. Film-film yang membahas tentang para korban dari peristiwa ini masih terus dibuat. Hingga membuat bulu kuduk penonton meremang karenanya. Mengatasnamakan agama, sekelompok orang memutuskan untuk melakukan tindakan mengerikan yang memakan korban luar biasa besar.

Saat itu, terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang tidak termaafkan. Para korban dan keluarganya pasti masih sangat trauma dengan peristiwa itu, meski sudah berlalu sekitar satu dekade. Imbasnya, bagi agama tertentu yang dituding sebagai penyebabnya pun masih terasa hingga kini. Perilaku-perilaku pelanggaran hak asasi manusia sebagai dampak peristiwa 9 September masih terus menghantui hingga saat ini. Entah kapan semuanya akan pulih lagi seperti semula.

Negara yang maju dan masyarakat yang berpendidikan tinggi tidak menjamin bebas dari pelanggaran hak asasi manusia. Di Amerika Serikat sendiri yang katanya merupakan negara paling demokratis di dunia, rasisme masih meraja lela. Entah itu rasisme terhadap bangsa lain, maupun terhadap agama tertentu. Sekali lagi, contoh nyatanya ada di film. Umumnya dalam film-film bertema terorisme, para penjahat adalah mereka-mereka yang berkebangsaan Arab. Sebelum ini, para penjahat adalah wajah-wajah dari negara komunis. 

Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Televisi

Televisi adalah media yang menyajikan informasi dalam paket yang sangat lengkap. Mengapa lengkap? Karena televisi menyajikan gambar dan suara sekaligus. Ini membuat penonton seakan menyaksikan sendiri apa yang tersaji di layar gelas. Kini, semuanya dapat kita lihat di televisi, termasuk pelanggaran hak asasi manusia.

Ketika terjadi perang dan tembak-menembak antara dua pihak yang berseteru, berarti telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia. Adegan-adegan seperti itu sudah tidak asing lagi bagi kita yang hidup di era digital ini. Begitu juga dengan aksi demo yang berakhir ricuh, pemukulan terhadap seseorang, atau tawuran warga yang melibatkan banyak pihak.

Tayangan-tayangan yang sifatnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia begitu gencar menggempur televisi. Ingatkah Anda pada acara penjatuhan hukuman mati terhadap Saddam Hussein yang diliput media dan disiarkan secara luas? Hal tersebut membuat George W. Bush yang saat itu menjadi presiden Amerika Serikat mendapat sorotan dari seluruh dunia.

Bush dihujani oleh kecaman karena tindakannya itu dianggap tidak patut. Entah apa yang akan diutarakan oleh Abraham Lincoln, andai saja dia masih hidup. Lincoln adalah tokoh yang sangat getol bersuara membela hak asasi manusia sekaligus demokrasi. Semasa hidupnya, pembebasan para budak menjadi salah satu hal yang diperjuangkannya. 

Tayangan yang merupakan pelanggaran hak asasi manusia lainnya adalah “pembantaian” terhadap Moammar Qadhafy. Penguasa Libya tersebut akhirnya meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan, dibunuh di jalanan oleh rakyatnya sendiri. Hal yang sama juga dialami oleh salah seorang anaknya. Biadabnya lagi, saat-saat terakhir Qadhafy malah disiarkan secara luas di seluruh dunia. Bagaimana dia dalam kondisi berdarah-darah dan tidak berdaya, mendapat penyiksaan yang mengerikan.

Lalu, apakah reaksi Amerika Serikat yang mengaku sebagai negara paling demokratis di dunia? Mereka malah berkesan “mendorong” eksploitasi berita tersebut secara besar-besaran sekaligus menyatakan kelegaan karena pemimpin Libya tersebut sudah meninggal dunia. Kecaman justru datang dari pemimpin Rusia, Vladimir Putin yang menilai berita tersebut sudah sangat berlebihan.

Televisi pun tidak pernah sepi dari tayangan tentang demo. Ada yang berjalan damai, namun lebih banyak lagi yang berakhir ricuh. Tidak sedikit pula yang memakan korban jiwa, mati sia-sia. Atau tawuran warga. Semuanya pasti menampilkan tindakan-tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan. Melukai dan merugikan orang lain, dipertontonkan secara nasional bahkan ada yang sudah berskala dunia. Apalagi jika informasi dapat diakses melalui internet. Otomatis seisi dunia bisa tahu sekaligus menyaksikan apa yang sedang terjadi si salah satu pelosok Indonesia, misalnya. 

Pelanggaran hak asasi manusia yang ditayangkan terus-menerus di televisi tentu akan berakibat buruk bagi para penontonnya, terutama anak-anak. Anak selalu menjadi korban terbesar dalam banyak peristiwa. Mereka masih lemah dan muda, belum mempunyai pertahanan diri yang cukup untuk menghadang berbagai pengaruh buruk dalam hidupnya. Itulah sebabnya orangtua harus bijak dalam memilihkan tontonan televisi untuka anak.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Palestina

Bicara tentang pelanggaran hak asasi manusia, tentu tidak bisa lepas dari kondisi sebuah bangsa yang sedang terjepit, Palestina. Hingga detik ini, belum ada titik terang yang membahagiakan untuk masa depan bangsa ini. Sementara di sisi lain Israel terus melancarkan agresinya tanpa ampun. Segala alasan dibuat demi membenarkan tindakan mereka. Penyerangan ke pemukiman penduduk ataupun ke tempat ibadah, dilakukan tanpa pikir panjang.

Kondisi di Palestina sudah berjalan selama puluhan tahun. Berbagai pelanggaran hak asasi manusia sudah terjadi di sana. Awalnya, Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris dan orang Yahudi menetap di sana. Namun, Holocaust membuat situasi berubah. Hitler melakukan pelanggaran hak asasi manusia dengan menghabisi sekitar 6 juta orang Yahudi. PBB kemudian turut campur setelah Perang Dunia II berakhir dan membagi dua Palestina. 

Keputusan PBB ini kemudian menimbulkan masalah baru, hingga perang pun tidak bisa dielakkan. Israel akhirnya memenangkan “Perang Enam Hari” dan menguasai Sinai, Jalur Gaza, serta West Bank. Sejak itu, Palestina terus bergolak hingga detik ini. Pelanggaran hak asasi manusia tidak berhenti. Aksi militer kerap dilakukan oleh Israel demi “mengamankan” wilayah mereka. Perjanjian Camp David akhirnya ditandatangani pada 1978 antara Mesir dan Israel. Itu adalah salah satu upaya damai yang sangat bersejarah bagi kedua belah pihak.

Perjanjian ini juga sekaligus menjadi tanda dikembalikannya Sinai kepada Mesir. Meskipun pelanggaran hak asasi manusia nyata-nyata terjadi di Palestina, anehnya dunia tidak bereaksi. Termasuk PBB yang harusnya bisa menjadi penengah yang tepat. Amerika Serikat dengan hak vetonya selalu berupaya menggugurkan semua sanksi yang sepatutnya dijatuhkan kepada Israel. Sampai kapankah pelanggaran hak asasi manusia ini akan terus bertahan? Semoga tidak lama lagi.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Hukum Perkawinan: Mengatur Perkawinan secara Gamblang
  • Memahami Asas Hukum Praduga Tak Bersalah
  • Mencermati Hukum Pidana di Indonesia - ANNEAHIRA.COM
  • Pembunuhan Berencana: Hutang Nyawa Dibayar Nyawa - ANNEAHIRA.COM
  • Fungsi Hukum Islam, Solusi Kriminalitas
  • HAKI - Peraturan yang Melindungi Kekayaan Intelektual Seseorang
  • Solusi Hukum Administrasi di Negara
  • Kasus Sengketa Internasional Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan
  • Perdagangan Anak di Indonesia Berakar pada Permasalahan Ekonomi
  • Karakteristik Sistem Peradilan Syariah
  • Keberatan dengan Alat Bukti Ringan?
  • Pengertian Dan Kasus Pelanggaran HAM
  • Hukum Agama Islam - Homoseksual dalam Islam
  • Pembunuhan Wanita Identik dengan Pemerkosaan
  • Hukum Online - Solusi Praktis untuk Cyber Crime - ANNEAHIRA.COM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA