logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Ilmu Sosial    Pelanggaran Ham

Pelanggaran HAM yang Terjadi di Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) kerap kita jumpai dalam negara yang sudah merdeka ini. Pelanggaran HAM memang kebanyakan menimpa orang-orang kecil atau individu-individu yang tidak berdaya dan tidak mempunyai tenaga untuk melawan atau berontak.

Kita tentu masih ingat pelanggaran yang terjadi di Indoneisa, yaitu pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI ketika masa Orde Baru pada periode kepemimpinan Soeharto. Pada masa itu, pelanggaran-pelanggaran HAM kerap terjadi lantaran TNI dijadikan alat tunggangan sebagai penopang politik kekuasan Presiden Soeharto.

Dari pelanggaran HAM oleh TNI itu, kita bisa sama-sama melihat titik puncaknya pada akhir masa Orde Baru, yaitu pada saat rakyat juga mulai merasa muak dengan kepemimpinan Soeharto yang dianggap otoriter. Juga pelanggaran HAM yang amat berat, yaitu Pelanggaran Hak Asasi Manusia pada Gerakan 30 September (G30S).

Berbicara mengenai pelanggaran HAM, alangkah lebih baik jika kita bahas mengenai HAM atau Hak Asasi Manusia lebih dulu. Tiap insan manusia yang terlahir di bumi tercinta ini pada hakikatnya sudah memiliki haknya, bahkan hak tersebut sudah didapatkan sejak dia dalam kandungan. Yaitu hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang.

Setiap makhluk hidup atau siapapun mempunyai hak asasi manusia karena hak asasi ini bersifat universal. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Hak Asasi Manusia sudah tercatat lewat deklarasi pada saat kemerdekaan di Indonesia. Seperti yang tertuang dalam UUD 1945, pasal 27 ayat 1. Jadi jika seseorang melakukan pelanggaran HAM maka secara langsung orang tersebut sudah menyalahi peraturan UUD.

Di antara Hak Asasi Manusia itu antara lain:

  • Hak untuk hidup, karena pada kesadaran bernegara dan beragama kita memang mesti saling menghargai setiap yang bernyawa.
  • Hak untuk memperoleh pendidikan, bagaimanapun majunya suatu jaman disebabkan oleh tingkat pendidikan yang bagus dan merata. Namun, kenyataanya pendidikan gratis hanya masih dalam sebatas wacana saja. Seharusnya pemerintah sadar, bahwa bukankah negara yang maju adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan. Karena pendidikan adalah pondasi awal dalam meraih kegemilangan hidup.
  • Hak untuk mendapatkan pekerjaan, adalah keadilan bersama setiap warganya tanpa adanya diskriminasi hanya karena si A dari suku yang berbeda atau tidak menganut paham yang sama. Seharusnya hal-hal semacam itu tidak kita lakukan karena memang menyangkut dengan pelanggaran HAM terhadap sesama. Atau malah kita sendiri yang melakukan pelanggaran HAM terhadap teman dekat kita.
  • Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain adalah Hak Asasi Manusia untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Saling berbagi dan menghormati satu sama yang lainnya, serta toleransi antaragama juga termasuk hak asasi manusia yang tidak bisa dipaksakan sehingga tidak lagi menimbulkan pelanggaran HAM.

Jika kita mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, hak memiliki adalah sesuatu yang benar, kewenangan, atau kepunyaan. Sementara kewajiban adalah keharusan, kewajiban yang mesti dilaksanakan. Pada akhirnya, hak dan kewajiban setiap manusia berbeda-beda. Dan kita sendiri yang menentukan hak tersebut, serta menjalankan dengan baik kewajibannya. Tapi bukan berarti pelanggaran HAM bebas dilakukan.

Hak dan kewajiban juga pada akhirnya, tercipta dengan melihat siapa kita, dari status sosial mengenai jabatan dan pekerjaan kita. Dari situlah hak dan kewajiban kita yang menjadikannya berbeda. Dalam pemikiran Romawi kuno, hak adalah keseluruhan undang-undang, aturan-aturan masyarakat untuk kepentingan umum dan bersama. Karena hak dan kewabian sama-sama memiliki hubungan yang sangat erat. Pelanggaran HAM pun sepertinya menjadi masalah bagi masyarakat yang ada di luar Indonesia.

Ada kewajiban yang disebut dengan hak orang lain atau kewajiban sempurna dan kewajiban yang tidak terkait dengan orang lain atau kewajiban yang tidak sempurna. Hak kewajiban sempurna mesti menggunakan dasar keadilan, sementara hak kewajiban tidak sempurna hanya berdasarkan moral. Sekali lagi hak setiap yang hidup adalah untuk hidup, dan kita tidak boleh membunuhnya, karena bisa mencederai dasar keadilan serta masuk dalam kriteria pelanggaran HAM.

Pelanggaran HAM dan Ragam Hak Asasi Manusia

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pelanggaran HAM, tak ada salahnya jika kita membahas hak-hak yang ada pada diri manusia.

1. Pelanggaran HAM dan Ragam HAM - Hak Legal

Adalah hak yang berdasarkan hukum yang sudah ditetapkan dan dibentuk. Hak legal biasanya lebih mersepons dan membicarakan mengenai hukum dan sosialnya. Misalnya diberlakukannya tunjangan hari tua bagi semua buruh yang sudah mengabdi selama sekian tahun. Lalu setiap buruh yang sudah memenuhi persyaratannya dia berhak atas tunjangan hari tua tersebut. Contoh pelanggaran HAM ragam ini adalah tidak dipenuhinya tunjangan tersebut.

2. Pelanggaran HAM dan Ragam HAM - Hak Moral

Sementara untuk hak moral lebih mengacu kepada solidaritas dan terhadp individu. Ambil contoh misalnya kita mempunyai tukang kebun, lantaran tukang kebun itu rajin dalam bekerja, kita lalu memberikan uang lebih dari upah biasanya. Jika kita tidak membayar upah maka sesungguhnya kita telah melakukan pelanggaran HAM.

3. Pelanggaran HAM dan Ragam HAM - Hak Konvensional

Ada pendapat bahwa antara hak legal dan hak moral juga disebut dengan hak konvensional. Hak konvensional ini tercipta karena manusia sudah tunduk kepada sebuah aturan-aturan serta konvensi yang sudah disepakati secara bersama. Sementara itu, hak legal tidak tercantum dalam payung hukum atau sistem yang membuatnya menjadi kewajiban yang mesti ditaati. Pelanggaran terhadap peraturan yang telah disepakati bisa juga dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

4. Pelanggaran HAM dan Ragam HAM - Hak Khusus dan Umum

Hak negatif dan hak positif adalah hak atas kehidupan itu sendiri juga hak atas berpendapat. Ada juga hak khusus dan umum, hak individu dalam hak menentukan hati nurani dan hak sosial yang bukan mengabdi pada masyarakat, namun juga pada negara secara keseluruhan. Dan yang kemudian adalah hak mutlak atau bisa juga disebut hak tanpa pengecualian atau absolut. Pelanggaran terhadap hak jenis ini juga tergolong sebagai pelanggaran HAM.

Pelanggaran HAM

Hal-hal yang termasuk dalam kategori pelanggaran HAM sedikitnya terjadi pada kasus seperti penyiksaan, perdagangan manusia, perbudakan, kejahatan perang, kerusuhan, terorisme, tragedi semanggi, insiden Dili, hingga orang hilang yang banyak terjadi di Indonesia.

Mengenai orang hilang secara misterius, tentu kita masih ingat dengan Widji Thukul, penyair yang dimiliki Indonesia tiba-tiba menghilang begitu saja. Ketika Thukul memang terkenal keras dalam hal mengkritisi pemerintah lewat puisi-puisinya pada masa Orde Baru. Kasus hilangnya Widji Thukul ini juga bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Thukul hilang hingga sekarang. Keluarga dan sahabatnya pun belum menemukan jasadnya. Thukul entah ke mana, seperti hilang ditelan bumi.

Dalam kasus ini, jelas hak Thukul sudah dirampas dan direnggut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Haknya untuk hidup dan berkarya karena Hak Asasi Manusia adalah membiarkan setiap warganya yang tidak melakukan kesalahan untuk terus hidup. Bukan malah mendapat perlakuan yang kasar dan kejam. Inilah potret pelanggaran HAM yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kuasa.

Pada masa itu pelanggaran HAM dilakukan masih dalam sembunyi-sembunyi. Namun, ada juga bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan secara terang-terangan. Seperti kerusuhan yang tidak lagi terelakan dan pada akhirnya menimbulkan banyak korban dan menjadikan kesengsaraan orang banyak.

Lalu apa artinya negara hukum? Negara pancasila dan negara yang menjunjung nilai-nilai ketuhanan, jika banyak dari kita yang sering melanggar hukum dan melakukan pelanggaran HAM terhadap sesama. Kita tidak ingin bahwa pemerintah otoriter yang memiliki kekuasaan penuh jadi gelap mata. Maka dari itu, demi menciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam ‘kerajaannya’ mereka dengan gampang meghilangkan orang-orang yang pada hakikatnya membantu memajukan negara.

Cukup saja salah satunya Tan Malaka, pejuang republik yang justru dihilangkan oleh sistem pemerintahan yang tidak tahan kritik. pelanggaran HAM lagi-lagi terjadi dalam negara yang berlandaskan hukum ini. 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Fungsi Sosiologi Sebagai Ilmu Tentang Masyarakat
  • Menimba Ilmu Melalui Jurnal Internasional Gratis!
  • Pengertian Sosialisasi dalam Kehidupan Sosial Manusia
  • Peran Pelajaran Sosiologi SMA
  • Komponen Metode Penelitian Sosial
  • Ilmu Sosial dan Budaya Dasar dalam Memaknai Manusia
  • Ilmu Pengetahuan Sosial Menurut Para Pakar
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA