Mengapa Pemain Sepak Bola Kaya?
Ilustrasi pemain sepak bola
Pemain sepakbola tak beda jauh dengan selebritas yang selalu disorot kamera, penuh dengan publisitas, dan aneka kontroversi di dalam dan luar lapangan. Mungkin naïf jika Anda tak mengenal pemain sekelas David Beckham, Ronaldinho, Ronaldo, Wayne Rooney, Fernando Torres, dan sebagainya yang merupakan bintang-bintang dunia lapangan hijau. Kehidupan mereka yang tidak kalah mewah dan glamor dibandingkan dengan para selebritas, telah membuat mereka benar-benar menjadi bintang di luar dan di dalam lapangan hijau.
Kisah Sedih dan Kisah Bintang
Kisah menarik dan kisah sukses para pemain bintang sepakbola ini memang membuat mata berbinar. Jangan salah, kisah sedihnya pun banyak terutama dari tanah air. Kematian salah satu pemain asing dan kematian seorang pelatih asing adalah contoh kisah yang begitu mengharu biru. Gaji mereka tidak dibayar. Janji untuk mereka tidak ditepati. Mereka pun merana. Untuk membayar sewa kamar yang sangat sederhana saja tidak bisa. Jangankan bayar sewa kamar kos, makan saja susah dan malah ditanggung oleh banyak orang karena tidak mempunyai uang untuk membeli makan.
Kesedihan demi kesedihan itu semakin nyata ketika keuangan klub semakin tidak menentu setelah tidak boleh dibiayai oleh APBD. Sepakbola Indonesia tampaknya memang sangat terpuruk. Para pemain yang diharapkan memeriahkan olahraga satu ini harus merana. Seorang Irfan Bachdim terpaksa merumput di Thailand karena merasa haknya tidak dibayarkan secara profesional. Apalagi ketika mereka mengalami cedera.
Mereka bermain bola seperti seorang buruh harian. Gaji memang ada. Tetapi kalau tidak ada bonus dari kemenangan, gaji itu tentu saja tidak cukup untuk hidup. Jangankan untuk membiayai keluarga, untuk hidup sendiri pun tidak cukup. Hal ini cukup memprihatinkan. Ditambah permasalahan PSSI yang tidak ada ujungnya. Persepakbolaan semakin tidak menentu. Masyarakat pun akhirnya merasa bosan disuguhi permainan yang sangat tidak berkualitas.
Sangat berbeda dengan permainan yang ditunjukan oleh para pemai yang berlaga di liga Eropa. Permainan mereka penuh dengan taktik dan strategi yang begitu indah dilihat. Kualitas permainan yang diatas rata-rata juga membuat mereka mendapatkan perhatian luar biasa dari penonton seluruh dunia. Tidak salah kalau banyak yang mengidolakan mereka. Akhirnya nama mereka pun disamakan dengan nama para selebritas yang juga terkenal di seluruh dunia.
Pacar atau istri mereka pun ikut mencicipi buah ketenaran tersebut. Tidak heran kalau banyak pemain yang memilih jatuh cinta dengan selebritas dunia seperti model atau bintang lainnya. Media pun tidak menyiakan keadaan ini. Akhirnya selain menjadi pemain sepakbola dan terus berprestasi, mereka pun menjadi model. Tubuh dan wajahnya yang sempurna, membuat mereka layak menjadi bintang iklan dan menjadi duta produk tertentu.
Pemain sepakbola tanah air pun ada yang menjadi bintang iklan. Irfan Bachdim merasakan menjadi selebritas. Kekasihnya pun merasakan hal yang sama. Ia pun menjadi bintang film bersama dengan adik iparnya, Kim. Sayangnya, setelah timnas tidak lagi menjadi satu kebanggaan, pamor si Irfan yang penuh dengan tato ini pun berakhir. BP atau Bambang Pamungkas pun merasakan menjadi bintang iklan sampo. Ia pun tidak terlihat lagi menjadi bintang iklan setelah timnas terpuruk.
Kehidupan ini memang naik turun. Kesedihan dan kebahagiaan silih berganti. Masyarakat hanya bisa menikmati tetapi tidak bisa membantu banyak. Kalau ada mantan bintang sepakbola yang terpuruk dan tidak mampu bangkit, rasanya sedih. Tetapi hal ini telah menjadi satu kisah kehidupan yang tak bisa dielakan. Sayang sekali memang. Sepakbola ini bisa menjadi pemersatu bangsa. Keegoisan dan keinginan maju sendiri telah membuat sepakbola Indonesia tidak karuan.
Lihatlah ketika timnas mampu memberikan permainan yang menyenangkan, bangsa ini sangat senang. Efeknya sangat banyak. Kaos timnas laku yang artinya bisnis kaos jersey bisa diandalkan. Lihatlah Spanyol. Kemenangan timnasnya telah menjadi seperti penawar dahaga ditengah krisis ekonomi yang mereka alami. Mereka bergembira bersama dan bersenang dalam kebahagiaan mendapatkan kemenangan. Untuk sejenak mereka melupakan keadaan ekonomi yang tidak menentu.
Sepakbola itu bisa memberikan hal-hal ajaib yang tidak bisa diberikan oleh cabang olahraga lain. Penonton yang ribuan dengan besarnya stadium adalah salah satu kesempatan untuk memberikan kesempatan membangun karakter bangsa yang lebih hebat. Sayang sekali kalau hal ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh semua pihak. Sepakbola adalah bahasa persatuan dunia. Semua orang sepakat bahwa mereka bisa merasa bahagia dengan sepakbola. Manfaatkan pemikiran dan pemahaman ini demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Kok Bisa Super Kaya
Jika sudah berbicara tentang pemain bola dunia terkenal, kurang sedap apabila tak juga membicarakan berapa pundi-pundi dollar yang bisa dikumpulkannya dari hasil bermain bola. Rumah yang mewah dengan mobil yang tidak kurang hebatnya, membuat banyak orang merasa cemburu dan ingin juga menjadi pemain sepakbola profesional. Tak disangkal lagi, pemain sepakbola selalu bertabur dengan fasilitas serba wah.
Di samping itu, tak bisa dibantah mereka banyak dikelilingi wanita-wanita cantik nan seksi yang menjadi fans-fans mereka. Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan kepada mereka menjadikan kehidupan dunia ini seolah mudah saja untuk dilalui dan menyenangkan. Tidak salah kalau banyak anak muda yang berusaha memberikan porsi latihan pada diri mereka sendiri lebih banyak. Mereka sangat mencintai sepakbola.
Jangan dilihat ketika mereka mendapatkan kemewahan. Lihatlah ketika seorang Ronaldo yang menambah jam latihannya demi mendapatkan kekuatan dan kemampuan mengolah bola yang lebih baik. Begitu juga dengan David Beckham dan Wayne Rooney. Mempunyai akurasi tendangan itu tidak mudah. Latihan yang rutin adalah kunci yang akan mengantarkan seseorang menjadi pemain yang cemerlang.
Selain itu, tingkah laku yang baik dan sopan juga akan menjadi satu kunci yang bagus bagi semua pemain sepakbola ini. Mereka yang bermain kasar dan sering berkata kasar, pasti akan dibenci oleh banyak orang. Kalau menjadi objek yang dibenci, para pebinis biasanya tidak akan menggunakan jasanya untuk memperkenalkan produk mereka. Bagaimanapun masyarakat akan lebih memilih produk yang bagus dengan model iklan yang bagus juga.
Jika sudah tahu begitu kayanya seorang pemain sepak bola dunia mungkin Anda yang membaca artikel ini akan berubah pikiran—kalau dimungkinkan—untuk menjadi pemain bola saja. Mengapa? Selain gaji yang didapatkan rutin per pekannya, mereka juga berhak mendapatkan bonus dari klub dan sponsor apabila menjuarai ajang pertandingan yang jumlahnya bisa mendirikan bulu kuduk.
Selain itu, mereka juga bisa menjadi model sebuah produk berkelas dunia seperti yang pernah dilakukan David Beckham, Fernando Torres, dan Christiano Ronaldo. Gaji pemain sepak bola sangat ditentukan dari kepiawaiannya mengolah si kulit bundar, popularitas, dan pengaruh hoki yang dimiliki tiap-tiap pemain.
Ilustrasinya begini, sebuah klub yang dihuni pemain-pemain hebat dengan popularitas yang menjulang seperti MU, Liverpool, atau Chelsea (Inggris), Real Madrid dan Barcelona (Spanyol), Bayern Munich (Jerman), Inter Milan dan AC Milan (Italia) akan semakin banyak dilihat penonton dari berbagai penjuru dunia.
Jika sebuah pertandingan semakin banyak ditonton orang, maka peluang berduyun-duyunnya perusahaan untuk mengiklankan berbagai produknya juga semakin banyak. Dampaknya, klub akan mendapatkan keuntungan dari tiga penjuru angin: penjualan tiket, iklan, dan hak siar televisi di seluruh dunia.
Pemain-pemain seperti Christiano Ronaldo (Real Madrid), Lionel Messi (Barcelona), Wayne Rooney (MU), Fernando Torres (Liverpool), Robinho (Manchester City), atau Drogba (Chelsea) merupakan pemain yang banyak disukai dan ditonton orang. Makanya, dipastikan mereka akan mendapatkan bayaran yang melebihi dari pemain lainnya.
Survey yang dilakukan Deloitte pada tahun 2006/2007 menempatkan Liga Inggris yang paling besar mendapatkan pemasukan yakni 28,2 triliun. Di tempat kedua ada Bundesliga Jerman dan La Liga Spanyol dengan pemasukan 16,9 triliun, Serie A Italia dengan 15 triliun, dan Liga Prancis dengan 13 triliun.
Pemain Terkaya
Nah, ini yang menarik: siapa pemain yang menduduki peringkat teratas di jajaran paling kaya dunia. Ternyata posisi puncaknya masih dipegang David Bechkam dengan total kekayaan USD 406 atau 506 miliar. Kekayaan Beckham ini jauh diatas kekayaan Ronaldinho yang nangkring di posisi kedua dengan USD 33 atau 363 miliar rupiah. Namun, predikat ini bisa saja cepat bergeser mengingat banyaknya pemain-pemain sepak bola berbakat yang mulai menunjukkan "taring"nya.

