logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Liburan & Rekreasi    Wisata Alam    Pantai dan Laut    Pemandangan Alam Pantai

Pemandangan Alam Pantai Sanur di Pagi dan Malam Hari

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Bali tak pernah habis untuk dibicarakan. Dua kali berkunjung ke Bali pun rasanya masih ingin ke sana walaupun panas. Apalagi membicarakan pantainya yang memang bagus banget. Bila pantai Kuta untuk melihat sunset alias matahari tenggelam, maka pergilah ke pantai Sanur untuk melihat sunrise. Keindahan matahari terbit dan pemandangan alam pantai Sanur di pagi hari, Masya Allah luar biasa.

Sanur, medio April 2010

Hari masih sangat pagi, pukul 5.15 WITA. Menyusuri pantai Sanur yg masih gelap dan sepi. Semburat mentari di ufuk timur telah hadir dengan sempurna. Semburat jingga ditingkahi deburan ombak perlahan, menghadirkan bentuk syukurku yg tak terkirakan. Betapa maha sempurnanya ciptaan Sang Maha dari semua kesempurnaan.

Pasir putih yg masih basah terkadang mengcengkram kakiku. Merasakan pasir nan lembut. Lucu, asyik sekali. Angin tak menemaniku kali ini, namun nyanyian burung begitu menghibur. “Duhai Allah, terima kasih atas anugrah ini”, ucap syukurku tak henti.

Deretan kursi-kursi pantai berwarna putih yg berjajar di sepanjang pantai bak pagar bumi penjaga daratan. Semalam aku duduk di salah satu kursi itu menikmati debur ombak di bawah sinar rembulan nan hangat.

Di kejauhan pada malam itu, kudengar berbagai jenis musik dan lagu yang dinyanyikan oleh para ‘pengamen’ kafe dan restoran yang begitu banyak bertebaran di pantai ini. Kini dipagi yang masih begitu lenggang, mataku tak henti memandang cakrawala yg berwarna abu-abu. Kapal-kapal nelayan masih berlabuh.

Masih panjang pantai ini. Kulanjutkan langkahku menyusuri ‘walking board’ yang membentang cukup jauh mengikuti bibir pantai. Langkahku terhenti di ujung ‘walking board’ yang ternyata menuntunku ke suatu muara sebuah sungai. Muara yang membentuk seperti semenanjung yang indah.

Burung-burung bangau beterbangan di sela-sela pohon bakau. Sayang masih saja beberapa kotoran dan sampah yang agak mengganggu pemandangan. Ternyata aku tidak sendirian di pagi itu. Pukul 06:00 WITA beberapa orang turis asing dan penduduk lokal sudah terlihat melakukan jalan kaki dan ritual sembahyang sambil kungkum di air laut yang masih dingin.

Aku perhatikan semua ritual itu sambil sesekali juga waspada terhadap beberapa anjing yang memang cukup banyak berkeliaran di pantai Sanur sebelah barat.

Kuhentikan kakiku di gardu pandang paling timur. Gunung Agung tampak dari kejauhan. Semburat matahari pagi semakin jelas. Entah sudah berapa banyak jepretan kamera yang terarah ke sinar mentari pagi nan indah tersebut.

Keringat mulai bercucuran walau sebenarnya cahaya mentari tersebut belumlah panas. Memang beda sekali menyaksikan mentari pagi dari tempat lain. Mentari pagi Sanur memang sangat menakjubkan.

Lain lagi bila menyusuri pantai Sanur di sore hari. Menyaksikan para nelayan yang mendaratkan kapalnya dengan hasil tangkapan yang lumayan. Pantai yang surut memungkinkan untuk menuju gardu pandang dari arah pantai.

Rumput-rumput laut yang cukup banyak terasa geli di kaki. Tidak hanya kehangatan pantai tapi juga kegiatan anak-anak yang bermain bola, mencari udang kecil-kecil juga memberikan rasa beda.

Semakin malam, air laut semakin tinggi dan rembulan pun perlahan muncul dari ujung cakrawala. Cahayanya seolah-olah menghujam ke laut memberikan sensasi yang berbeda pada malam nan syahdu itu.

Angin bulan April yang tidak terlalu kencang benar-benar mendukung acara perenungan malam itu. Beberapa pengunjung lain yang juga berada di gardu pandang saat itu (Lolita, Ayu, dan Pariama) tak urung berbagi cerita tentang dahsyatnya efek malam bulan purnama.

Malam itu pantai Sanur tidak hanya memberikan pemandangan pantai saat bulan purnama, tapi juga ilmu dan pengalaman dari ketiga wanita penikmat hidup dan pencari makna hidup. Air laut yang semakin pasang menyadarkan kami bahwa malam semakin larut dan saatnya untuk kembali ke peraduan hotel yang tak kalah nyamannya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Pantai Sadeng - Eksotisme Bekas Muara Sungai Purba
  • Pantai Geger yang Menenangkan Pikiran
  • Pantai Wakatobi, Sektor Wisata yang Tak Boleh Diremehkan
  • Pantai Hawai Nan Elok
  • Selamatkan Wisata Pantai Tanjung Pasir!
  • Pantai Panjang Bengkulu, Pantai Terpanjang di Indonesia
  • Ayo Lestarikan Terumbu Karang
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA