logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Fisika

Lamanya Pembentukan Minyak Bumi


Ilustrasi pembentukan minyak bumi

Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang dimanfaatkan manusia untuk keberlangsungan hidup. Proses pembentukan minyak bumi tidak terjadi begitu saja terjadi. Butuh waktu yang sangat lama dalam proses pembentukan minyak bumi agar minyak bumi dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber energi.

Membahas soal proses pembentukan minyak bumi, tidak bisa lepas dari pembahasan mengenai teori pembentukan minyak bumi dan keadaan pembentukan yang membuat minyak bumi secara spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya.

Jika dilihat dari kacamata seorang ilmuwan, proses pembentukan minyak bumi dapat dipelajari dari proses pembentukannya secara kimia dan proses pembentukan minyak bumi dilihat dari kacamata ilmu geologi. Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi sangat diperlukan untuk bahan pertimbangan hasil identifikasi.

Mengenai proses pembentukan minyak bumi, ada banyak teori yang menjelaskan mengenai pembentukan minyak bumi. Berikut ini teori pembentukan minyak bumi.

Teori Pembentukan Minyak Bumi – Teori Biogenesis (Organik)

Seorang ahli bernama Macqiur yang berasal dari Perancis merupakan orang pertama yang mengemukakan teori pembentukan minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Selanjutnya pada 1763, seorang ahli berkebangsaan Rusia, M. W. Lamanosow juga mengemukakan hal yang sama.

Pendapat kedua ahli itu didukung oleh para ahli lainnya, seperti New Beery, Engleer, Bruk, Bearl, dan Hofer. Pada ahli itu menyatakan bahwa minyaak dan gas bumi berasal dari organism laut yang sudah mati berjut-juta tahun yang lalu sehingga membentuk lapisan dalam perut bumi.

Teori Pembentukan Minyak Bumi – Teori Abiogenesis

Seorang ahli bernama Barthelot menyatakan bahwa minyak bumi memiliki kandungan logam alkali. Logam alkali ini jika dalam keadaan bebas dengan suhu tinggi akan bersentuhan dengan CO2 sehingga membentuk asitilena. Selanjutnya, Mandeleyev menyatakan bahwa proses pembentukan minyak bumi tejadi akibat adanya pengaruh kerja uap yang ada pada karbida-karbida logam yang ada di dalam bumi.

Selain itu, ada ahli lain yang mengemukan pendapatnya mengenai proses pembentukan minyak bumi sudah terjadi sejak zaman dulu kala atau dapat dikatakan bahwa pembentukan minyak bumi terjadi sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk. Pernyataan yang dikemukan itu berdasarkan fakta yang ditemukan meterial hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfer.

Dari sekian banyaknya teori mengenai pembentukan minyak bumi, teori minyak bumi secara biogenesis merupakan teori pembentukan minyak bumi yang banyak dikemukakan. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang semakin maju, teori mengenai pembentukan minyak bumi semakin berkembang. Selain teori pembentukan minyak bumi, analisis pembentukan minyak bumi pun terus berkembang.

Berpatokan pada teori biogenesis, proses pembentukan minyak bumi berasal dari kebocoran kecil yang permanen. Kebocoran itu terjadi di dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfer dengan permukaan bumi yang dijelaskan dengan 2 panah yang berlawanan arah saat karbon dibawa dalam bentuk karbondioksida (CO2). Tanda panah pertama menunjukkan bahwa karbondioksida yang ada di atmosfer berasimilasi. Artinya, CO2 diekstrak dari atmosfer oleh organisme fotosintetik darat dan laut.

Pada arah kedua, karbondioksida (CO2) dilepaskan ke atmosfer melalui respirasi makhluk hidup, seprti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Dalam proses ini, telah terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan sebagian kecil karbondioksida tidak dilepaskan kembali ke atmosfer dalam bentuk CO2, tapi malah mengalamai transformasi yang akhirnya menjadi fosil yang dapat terbakar.

Bahan bakar fosil ini jumlahnya asangat sedikit. Bahan organik yang mengalami proses oksidasi selama pemendaman. Hal ini akan mengakibatkan bagian utama karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen.

Pada awalnya, senyawa itu, seperti karbohidrat, protein, dan lemak diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, untuk mempertahankan diri, berkembang biak, atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup. Komponen yang dimaksud bisa berbentuk sel, membran, pigmen, lemak, gula, atau proyein yang berasal  dari tumbuh-tumbuhan ataupun bisa berasal dari hewan, baik hewan berdarah dingin maupun berdarah panas.

Jika makhluk hidup mati, sebanyak 99,9 % senywa karbon yang ada di dalam tubuh makhluk hidup akan mengalami siklus sebagai rantai makanan. Sementara itu, 0,1 % senyawa karbon akan terjebak di dalam tanah atau di dalam sedimen. Hal inilah yang merupakan asal muasal senyawa fosil yang dikenal sebagai sumber penghasil minyak bumi.

Fosil sebagai embrio pembentukan minyak bumi akan mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan besar menjadi reservoir. Atau ada yang hanyut bersama  aliran air sehingga menumpuk di dasar laut.

Proses pembentukan minyak bumi terjadi daam 3 tingkat, yaitu:

  1. Pembentukan sendiri yang terdiri atas pengumpulan zat organik alam sedimen, pengawetan zat  organik, transformasi zat organik menjadi minyak bumi.
  2. Melakukan migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisan sedimen yang terperangkap.
  3. Akumulasi tetes minyak yang beredar dalam lapisan sedimen hingga berkumpul menjadi akumulasi internasional.

Berapa Lama Pembentukan Minyak Bumi Terjadi?

Sekitar 30 juta tahun yang lalu atau pada zaman akhir zaman dinosaurus, lebih dari 50 % dari cadangan minyak yang ada di bumi ini sudah terbentuk. Bahkan, cadangan minyak lainnya diperkirakan lebih tua lagi, diperkirakan umurnya 500 juta tahun yang lalu.

Pada umumnya, para geologis sependapat bahwa pembentukan minyak bumi terjadi karena endapan organism, tumbuhan, dan hewan selama ratusan juta tahun. Jika organism laut yang mati, jasad reniknya akan mengendap di dasar laut, kemudian tertimbun pasir dan lumpur. Selanjutnya, akan membentuk lapisan yang kaya zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan.

Proses ini terus berulang terjadi seperti itu. Satu lapisan menutup lapisan lainnya. Kemudian, selama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau beralih tempat. Zat-zat yang membentuk batuan endapan pada umumnya tidak cukup mengandung oksigen untuk mengurai material organik secara maksimal.

Bakteri pengurai zat ini menjadi material yang kaya zat hidrogen dan karbon. Tekanan dan suhu yang semakin tinggi yang berasaal dari lapisan bebatuan di atasnya, lalu melakukan proses distilasi sisa-sisa bahan organik.

Selanjutnya, secara perlahan mengubahnya menjadi minyak bumi dan gas alam. Bebatuan yang diperkirakan berumur 600 juta mengandung sumber minyak bumi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembentukan minyak bumi terjadi akibat organisme yang terurai oleh bakteri pengurai.

Proses pembentukan minyak bumi dipengaruhi beberapa factor, yaitu:

1. Degradasi Thermal

Hal ini akibat sedimen terkena penimbunan, maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. Perubahan suhu merupakan salah satu faktor yang sangat penting.

2. Reaksi Katalis

Adanya katalis akan meyebabkan proses percepatan proses kimia dalam pembentukan minyak bumi.

3. Radioaktivasi

Radioaktivasi membentuk hidrokarbon parafin. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh radioaktif terhadap zat organik.

4. Aktivitas Bakteri

Bakteri memiliki peran penting dalam pembentukan minyak bumi. Bukan hanya itu, bakteri memegang peranan penting sejak matinya senyawa organik hingga pembentukan minyak bumi.

Dari penjelasan panjang lebar di atas, dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan minyak bumi berawal dari organisme dan mikroorganisme yang mati dan tertimbun di dalam tanah atau laut. Selanjutnya, dengan bantuan bakteri mikroorganisme atau bakteri pengurai, organisme (fosil hewan dan tumbuhan) diubah menjadi minyak bumi.

Proses pembentukan minyak bumi ini sangat lama, dibutuhkan waktu sekitar 100 juta tahun. Sungguh sebuah awaktu yang sangat lama. Jadi, untuk menjaga keberadaan minyak bumi di bumi  ini, kita harus berhemat dan memanfaatkan energi dari minyak bumi secara baik dan bijak. Selain itu, penggunaan energi alternatif pun harus segera diterapkan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Fisika Inti, Fisika Nuklir, dan Model-Model Atom
  • Teori Atom Dari Rutherford
  • Fisika Gelombang Bunyi Sederhana
  • Konsep Kimia Fisika dalam Rekayasa Materi
  • Seberapa Pentingnya Ilmu Alamiah Dasar?
  • Magnet, Si Lempengan ”Ajaib“ Penarik
  • Fisika Dasar Tentang Panas
  • Cuaca di Bumi Berdasarkan Iklim – Antara Dingin dan Panas
  • Berkenalan dengan Energi Biomassa
  • Definisi Listrik Dinamis
  • Mengenal Energi Ionisasi
  • Memahami Fisika Gerak Lurus
  • Mengenal Macam-Macam Alat Optik
  • Memahami Jenis Gerak dan Contohnya di Sekeliling Kita
  • Dinamika Rumus Fisika
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA