logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Artikel Umum Film    Pembuatan Film

Trik Cerdas Pembuatan Film Indie

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Ada yang bilang, film Indonesia tengah lesu, bahkan mati suri. Film fenomenal yang dihasilkan tidaklah sehebat dan sebanyak pendahulunya. Pada kenyataannya, proses pembuatan film di Indonesia masih terus berjalan. Anggapan bahwa perfilman Indonesia mati suri sebaiknya mulai dihilangkan. Karena para sineas muda Indonesia, terus berupaya untuk memberikan yang terbaik pada setiap proses pembuatan film.

Di daerah-daerah, misalnya. Ada cukup banyak anak muda yang dengan inisiatif sendiri membentuk kelompok film indie. Hanya saja, terkadang kreativitas mereka tak terarah. Akibatnya, pembuatan film pun terkesan tak serius, kualitas film yang dihasilkan pun menjadi tidak begitu baik.

Kadangkala, pembuatan film dilakukan hanya sebatas ikut-ikutan teman agar tak dibilang ketinggalan zaman. Fenomena alay—anak layangan—menjadi salah satu isyarat bahwa anak muda masa kini memang tak ingin disebut kampungan. Seraya tertatih-tatih, mereka bergegas meng-up date diri demi predikat “alay”.

Berawal dari ikut-ikutan dan main-main, sebenarnya hal tersebut bisa benar-benar ditekuni. Serius untuk mulai mengerjakan proses pembuatan film, walaupun sederhana, akan sangat baik bagi jiwa kreatif anak-anak muda Indonesia.

Dalam hal ini, proses pembuatan film menjadi sebuah ajang positif sebagai pengembangan kepribadian generasi muda. Mereka bebas mengekspresikan keinginannya pada hal-hal baik, tidak dengan mengekspresikannya dengan cara yang negatif. Sama halnya dengan anak muda yang hobi terhadap musik dan olahraga.

Bakat menjadi hal sekian yang diperlukan dalam proses belajar bagaimana cara  pembuatan film yang benar. Selama memiliki keinginan dan semangat, Anda pasti bisa jadi sineas yang handal.

Semuanya akan berproses. Begitupun dengan membuat film. Untuk mulai belajar bagaimana pembuatan film yang baik, trik-trik berikut ini bisa membantu Anda untuk belajar lebih lanjut bagaimana menciptakan film dengan kualitas yang baik. Lalu, apa saja trik cerdas dalam pembuatan film tersebut?

1. Pembuatan Film - Motivasi Bikin Film

Rasanya tidak ada trik yang paling tepat ketika akan memulai pembuatan film selain memotivasi diri sendiri. Ya, kenyataannya itu memang modal utama ketika akan mengerjakan sesuatu. Motivasi pembuatan film biasanya bergantung pada beberapa hal berikut ini:

a. Pembuatan Film - Usahakan Untuk Jangan Bergantung Event

Idealnya, pembuatan film jangan dilakukan pada saat-saat tertentu. Misalnya, hanya untuk ikut festival. Jadikan hobi itu untuk mengekspresikan diri atau aktualisasi kemampuan diri.

b.  Pembuatan Film - Jangan setengah-setengah

Seni pembuatan film adalah seni yang serius, tak boleh setengah hati menciptakannya. Bagaimanapun, ketika film diapresiasi penonton, maka di tangan merekalah kredibilitas Anda dipertaruhkan.

c. Pembuatan Film - Jangan tergesa-gesa

Agar film garapan Anda oke, pembuatan film harus dilakukan secara detail. Jangan terburu-buru. Sebagai pertimbangan, film durasi 30 menit, membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Itu pun sudah dengan planning, crew, dan aktor berpengalaman.

d. Pembuatan Film - Lihat kemampuan

Mengukur kemampuan dan jujur atas kapasitas diri itu lebih baik ketimbang langsung bikin film seadanya. Semangat yang menggebu pada kenyataanya harus diimbangi dengan kemampuan. Misalnya, dalam hal segi cerita. Jika tidak diperhatikan, hal ini bisa jadi menghambat proses pembuatan film.

e. Pembuatan Film - Tepati jadwal

Menepati jadwal secara profesional merupakan cara cerdas untuk belajar bikin film. Kebiasaan inilah yang menjadi salah satu faktor suksesnya produksi film-film fenomenal dunia. Belajar untuk tepat waktu dari sekarang. Secara tidak langsung hal tersebut akan membantu proses pembuatan film yang sedang Anda pelajari.

f. Pembuatan Film - Masalah Pendanaan

Dana menjadi masalah yang selalu menghambat, khususnya bagi para pemula. Sistem patungan dengan sesama crew biasanya dilakukan oleh kebanyakan kelompok film indie yang akan memulai proses pembuatan film. Jika memiliki koneksi potensial atau keahlian negosiasi dengan perusahaan, buatlah proposal pendanaan film. Lalu, ajukan kepada mereka. Sebagai timbal balik, tampilkan produk mereka dalam film Anda. Misalnya, sebagai property artis.

g. Pembuatan Film - Konsep Film

Trik atau proses ini menjadi salah satu hal penting dalam pembuatan film. Harus ada diskusi antara produser, sutradara, penulis skenario, kameramen, art director, dan editor untuk menentukan konsep film yang unik dan inspiratif. Konsep tersebut meliputi cerita, directing, artistik, konsep pengambilan gambar, dan editing.

h. Pembuatan Film - Recruitment Crew

Untuk menghemat biaya saat pembuatan film pertama kalinya, satu orang crew dapat memegang beberapa tugas. Sutradara bisa merangkap menulis skenario dan jadi editor. Kameramen merangkap jadi produser. Art director juga menjadi lighting man. Semua itu harus sesuai dengan kemampuan setiap crew. Carilah orang yang profesional, kreatif, punya komitmen kuat, dan tahu bagaimana bekerja dalam teamwork.

i. Pembuatan Film - Recruitment Artis

Mencari artis memang harus berhati-hati. Carilah artis dari kalangan teater. Artis figuran bisa Anda cari dari crew yang sedang tak sibuk. Untuk pembuatan film pertama kalinya, meminta bantuan teman untuk ikut bermain dalam film garapan Anda rasanya cukup membantu.

j. Pembuatan Film - Peralatan Produksi

Untuk pembuatan film pertama kalinya, gunakanlah peralatan yang terjangkau dengan dana yang tersedia. Ada beberapa alat yang standar digunakan untuk bikin film indie. Camcoder merupakan piranti wajib untuk mengambil dan merekam gambar. Carilah yang minimal berkualitas DV. Tata lampu memadai—minimal 500 watt—untuk take adegan indoor. Lengkapi juga dengan reflector pembias cahaya. Untuk editing, gunakan satu unit komputer plus software editing, CD writer, firewire untuk proses capture dan logging gambar.

k. Pembuatan Film - Proses Praproduksi

Jangan tergesa-gesa atau sembarangan selama proses praproduksi. Tentukan antisipasi segala kemungkinan, alur atau konsep kerja, dan semua perlengkapan produksi film. Semua itu agar tak terjadi kesalahan, atau tawar-menawar konsep di lapangan dalam pembuatan film.

l. Pembuatan Film - Perhatikan Kontinuitas Adegan

Kontinuitas adegan adalah keterkaitan setiap adegan secara runtut dan logis. Faktor ini sangat menentukan logika plot cerita. Karenanya, jangan sampai ada yang “bocor” dalam pengambilan gambar. Misalnya tentang property yang digunakan aktor. Apakah jenisnya sama? Apakah posisinya sama ketika melekat pada bagian tubuh sang aktor? Hal-hal detail seperti ini juga berguna dalam proses pembuatan film yang memang sudah benar-benar serius.

m. Pembuatan Film - Siap dengan Segala Antisipasi

Trik yang satu ini rasanya uga diamini oleh para sineas yang memang sudah profesional. Berbagai kendala bisa saja muncul di lapangan. Ketika tiba-tiba turun hujan deras, contohnya. Padahal, kamera akan take adegan outdoor dengan setting siang terik. Jika itu yang terjadi, buatlah segera jadwal baru, atau menjadwal ulang produksi selanjutnya untuk take ulang. Atau, manfaatkan hari itu untuk merekam adegan pada scene berikutnya yang indoor. Konsekuensinya, gunakan lighting yang memadai.

n. Pembuatan Film - Perbanyak Shot dan Footage

Untuk mengantisipasi kemungkinan retake saat pascaproduksi, perbanyak stock shot dan footage. Footage adalah hasil pengambilan gambar yang dapat mendukung adegan. Misalnya, merekam gambar bulan, sunset, dan ekspresi wajah. Semua itu akan menutupi kesan adegan yang monoton atau salah.

Memperbanyak stock shot maupun footage sangat membantu proses editing, karena tersedia banyak pilihan gambar jika ternyata ada gambar yang tak memenuhi standar. Teknik atau trik dalam pembuatan film ini juga menjadi teknik yang digunakan oleh mereka yang sudah seringkali memroduksi film.

o. Pembuatan Film - Film Terkesan Monoton dan Datar

Ada beberapa hal dalam pembuatan film yang membuat film terkesan monoton dan datar. Pertama, ide cerita yang sulit dikembangkan. Masalah ini dapat diatasi penulis skenario dengan memperluas wawasan dan kepekaannya dalam menjalin cerita.

Kedua, tiadanya konflik yang menggigit. Ketiga, struktur tangga dramatik yang tak cantik. Faktor sutradara yang tak kreatif menerjemahkan skenario juga bisa berpengaruh. Akan lebih parah lagi jika editor film hanya mengurutkan gambar sesuai director’s treatment seadanya, tanpa inisiatif kreatif. Karena itu, harus terjadi kesamaan visi antara script writer, sutradara, dan editor dalam mengolah skenario. Hal ini menjadi bukti bahwa kerjasama diperlukan dalam proses pembuatan film.

Itulah beberapa trik cerdas dalam proses pembuatan film indie. Anda atau siapa pun yang memiliki hasrat pada film bisa mencobanya. Tentu saja jika kecintaan Anda itu senapas dengan kesadaran berkarya secara maksimal.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Power Ranger, Candu bagi Anak-Anak
  • Film Baru 2010 Yang Masih Seru
  • Film Semi - Ilusi Monokrom Seksual
  • Aneka Jenis Film Baru Indonesia
  • Download Film Gratis Di mana?
  • Resensi Film Catatan Akhir Sekolah, Berpeluang Membuat Tren!
  • Mengenal Macam-Macam Film
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA