Persiapan Pembuatan Pupuk Kompos - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi pembuatan pupuk
Walaupun pupuk-pupuk kimia banyak beredar, penggunaan dan pembuatan pupuk kompos tidak bisa tergantikan, tetap dilakukan dan menjadi prioritas. Selain aman, pupuk kompos ramah lingkungan.
Kompos merupakan istilah untuk pupuk buatan manusia yang diperoleh dari pembusukan sisa-sisa buangan makhluk hidup, berasal dari tumbuhan maupun hewan. Kompos biasa disebut juga pupuk organik.
Pembuatan pupuk kompos selama ini masih diterapkan dengan cara meniru proses terbentuknya humus. Pembentukan humus melalui bantuan mikroorganisme yang membutuhkan oksigen tinggi (aerob) dan mikroorganisme yang bekerja pada kadar oksigen rendah. Yang harus diperhatikan dalam pembuatan kompos, selain bahan mentah kompos adalah penentuan lokasi dan peralatan pembuatan kompos.
Pengomposan
Di permukaan tanah terdapat mikroorganisme dalam jumlah dan variasi yang banyak. Hal tersebut karena permukaan tanah mengandung banyak sumber makanan dari tumbuhan dan hewan. Biota tanah membentuk sistem berdasarkan energi dan nutrisi yang dihasilkan dari proses dekomposisi tumbuhan dan hewan. Dekomposer primer adalah bakteri dan jamur.
Mikroorganisme seperti alga dan lumut kerak adalah koloni yang menghuni permukaan batu. Kolonisasi organisme ini merupakan proses awal pembentukan tanah yang diperlukan oleh tumbuhan tingkat tinggi.
Dekomposer mengurai, mendaur ulang energi, karbon, dan nutrisi dalam tumbuhan dan hewan mati menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Oleh karena itu, mikroorganisme memegang peran penting dalam proses kehidupan di bumi. Perubahan bentuk elemen dalam proses dekomposisi dijabarkan pada siklus elemen.
Pada siklus karbon, mikroorganisme mengubah sisa-sisa jasad tumbuhan dan hewan menjadi karbon dioksida dan bahan organik tanah yang disebut humus. Humus meningkatkan kapasitas tanah untuk menampung air, menyediakan nutrisi bagi tumbuhan, dan mendukung pembentukan tanah.
Mikroorganisme tanah berperan dalam siklus nitrogen. Atmosfer mengandung 80% nitrogen (N2), yaitu bentuk nitrogen yang hanya dapat digunakan oleh tumbuhan jika diubah dalam bentuk amonia (NH3).
Perubahan bentuk menjadi amonia dilakukan oleh bakteri tanah melalui proses fiksasi N2 atau oleh manusia (dengan menggunakan pupuk). Bakteri tanah juga terlibat dalam proses denitrifikasi yang mengembalikan oksigen ke atmosfer dengan mengubah NO3 menjadi N2 atau gas N2O. Mikroorganisme berperan penting dalam proses daur ulang sulfur, fosfor, besi, dan banyak mikronutrien lainnya.
Ada juga interaksi antara tumbuhan dan mikroba yang dapat merugikan atau menguntungkan tumbuhan. Beberapa mikroorganisme tanah bersifat patogenik terhadap tumbuhan dan menyebabkan penyakit pada perakaran sehingga menjadi layu dan busuk.
Banyak tumbuhan bersimbiosis dengan jamur bernama mikoriza. Mikoriza meningkatkan kemampuan tumbuhan untuk menyerap nutrisi dan air. Interaksi antara mikroorganisme tanah dan akar tumbuhan banyak dikaji dalam ilmu mikrobiologi tanah. Mikroorganisme tanah juga bermanfaat bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah bakteri actinomycetes yang menghasilkan antibiotik.
Tanah adalah tempat hidup bakteri-bakteri penting. Mikroorganisme tanah dapat menguraikan zat beracun yang berasal dari polusi. Hal ini menjadi dasar bioremediasi, yaitu penggunaan mikroorganisme untuk mendetoksifikasi dan menguraikan zat berbahaya dalam lingkungan.
Dengan bantuan mikroba atau biota tanah lain, bahan organik akan mengalami penguraian secara alami. Akan tetapi, proses pengomposan secara alami ini memerlukan proses yang cukup lama dan lambat. Agar proses pengomposan tersebut cepat, maka muncul perkembangan teknologi pengomposan. Baik dengan teknologi pengomposan sederhana atau dengan teknologi tinggi.
Jadi, pembuatan teknologi pengomposan tersebut dibuat berdasarkan atas proses penguraian bahan organik yang terjadi secara alami, sehingga dalam proses pengomposan dilakukan secara optimal. Jadi, hasil dari proses pengomposan tersebut berjalan dengan cepat dan efisien.
Pada saat ini, teknologi pengomposan adalah sesuatu yang sangat penting karena dapat mengatasi permasalahan tentang limbah organik. Contohnya adalah dapat mengurangi masalah penumpukan sampah perkotaan, limbah pada industri, dan limbah rumah tangga, serta limbah pertanian dan perkebunan.
Di dalam proses pengomposan, teknologi yang digunakan sangat beragam. Aktivator pengomposan yang sudah banyak beredar, yaitu Promoting Microbes (PROMI), OrgaDec, SuperDec, BioPos. EM4. Green Phoskko organic Decomposer, dan SUPERFARM (Effektive Microorganism) atau dapat juga menggunakan cacing untuk mendapatkan kompos (vermicompost). Setiap aktivator tersebut mempunyai keunggulan masing-masing.
Dalam proses pengomposan aerobik, proses ini yang paling banyak dilakukan karena mudah dan murah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Pada proses ini, dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganisme yang ada di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara.
Berbeda dengan proses pengomposan secara anaerobik. Pada proses ini, pengomposan dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.
Hasil dari proses pengomposan ini adalah bahan yang digunakan untuk lahan-lahan pertanian di indonesia yang sangat dubutuhkan. Hal tersebut dilakukan untuk memperbaiki mikrobiologi tanah, sehingga produksi tanaman pada lahan tersebut menjadi lebih tinggi.
Selain itu, hasil dari pengomposan sampah tersebut dapat digunakan untuk meguatkan struktur lahan yang kritis, menggemburkan tanah pertanian, tanah pertamanan, bahan penutup samapah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan, dan sebagai media tanaman, dan mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Bahan baku dalam pembuatan pupuk kompos adalah semua material yang di dalamnya mengandung karbon dan nitrogen, misalnya kotoran hewan, sampah hijauam, sampah kota, lumpur cair, dan limbah industri pertanian.
Penentuan Lokasi
Sebelum melakukan pembuatan, yang pertama kali harus dilakukan adalah mencari tempat pembuatan pupuk. Tempat yang cocok dan tepat untuk membuat pupuk adalah sebagai berikut.
- Terlindungi dari panas dan hujan.
- Terletak di tempat terbuka sehingga oksigen banyak yang masuk.
- Walaupun pada tempat terbuka, jangan sampai angin langsung mengenai bahan agar tidak menjadi kering dan dingin.
- Tempat pembuatan kompos sebaiknya mempunyai drainase yang baik sehingga lantai tetap kering.
Peralatan Pembuatan Kompos
Peralatan dalam pembuatan kompos akan menentukan hasil pupuk yang akan dibuat. Berikut peralatan untuk membuat kompas.
1. Bak Pengomposan
Bak pengomposan berguna agar kompos tidak berserakan. Bak pengomposan bisa atau boleh terbuat dari bahan apapun. Namun, sebaiknya mempunyai aerasi dan drainase baik agar oksigen bisa masuk dan air tidak tergenang dalam bahan. Bak pengompasan sebaiknya jangan terbuat dari logam karena logam dapat larut dalam bahan kompos.
2. Cerobong (Pipa Hawa)
Cerobong adalah pipa paralon berdiameter 4 inci dengan panjang 1,5m. Pada silindernya, dibuat lubang kecil-kecil. Lubang ini berfungsi meratakan oksigen dalam bahan.
3. Alas
Alas adalah tutup dasar yang diletakkan di bawah bak pengomposan. Fungsinya sama dengan cerobong hawa, meratakan oksigen ke seluruh bahan. Alas ini terdiri dari tiga balok kayu yang dihubungkan secara melintang oleh bambu-bambu yang memotong memanjang.
4. Tutup
Tutup kompos terbuat dari anyaman bambu tipis yang diberi lubang-lubang kecil seperti pada dinding bak pengomposan.
5. Tempat Pengumpulan Sampah
Kumpulan kompas perlu disediakan di beberapa tempat tertentu. Pisahkan kotoran dari bahan tumbuhan dan kotoran dari kotoran hewan.
6. Sekop
Sekop digunakan untuk membalikkan, menyusun, dan mengambil tumpukan-tumpukan bahan.
7. Kultivaor
Kultivator atau cangkul penggaruk berbentuk cangkul. Namun, bagian depan cangkul menyerupai taring-taring yang runcing.
8. Alat Pengayak
Alat pengayak terbuat dari balok kayu yang disusun berbentuk rangka persegi panjang dengan ukuran 100cm dan lebar 70cm.
Selain perlengkapan alat pengomposan, perlengkapan bagi pekerja juga merupakan hal penting. Berikut ini adalah alat pengomposan yang digunakan oleh para pekerja.
1. Sarung Tangan
Cari bahan sarung tangan yang terbuat dari kulit atau imitasi untuk menghindari tangan terluka saat memilih bahan-bahan.
2. Sepatu Bot
Saat melakukan kerja pengomposan, sebaiknya pekerja memakai sepatu bot, sepatu yang panjangnya sampai betis kaki dan terbuat dari karet.
Manfaat Pembuatan Pupuk Kompos
Banyak manfaat yang dapat diberikan dari pembuatan pupuk kompos bagi kehidupan manusia. Berikut ini manfaat pembuatan pupuk kompos dilihat dari berbagai aspek.
1. Aspek bagi tanaman atau lahan (tanah)
- Kesuburan tanah meningkat.
- Memperbaiki pada struktur dan karakteristik tanah.
- Kapasitas penyerapan air oleh tanah meningkat.
- Peningkatan aktivitas mikroba tanah.
- Kualitas hasil panen meningkat, seperti raa, nilai gizi, dan jumlah panen.
- Tersedianya hormon dan vitamin bagi tanaman.
- Mengurangi serangan penyakit tanaman.
- Dapat meningkatkan retensi atau ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
2. Aspek ekonomi
- Dapat menghemat biaya dalam transportasi dan penimbunan limbah.
- Dapat mengurangi jumlah limbah.
- Dapat meningkatkan nilai jual dari pada bahan asalnya.
3. Aspek lingkungan
- Dapat mengurangi polusi udara yang ditimbulkan oleh pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang sudah membusuk karena bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah.
- Dapat mengurangi kebutuhan lahan yang digunakan untuk penimbunan sampah.
Demikian informasi mengenai pembuatan pupuk kompos yang banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan manusia. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi Anda dan menambah wawasan Anda.

