logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Hukum

4 Kasus Pembunuhan Berantai Fenomenal di Dunia Barat


Ilustrasi pembunuhan berantai

Zaman menghasilkan banyak karakter manusia. Salah satunya adalah mereka yang menuliskan sejarah hitam dalam kehidupan manusia. Pembunuhan berantai adalah salah satu kejadian yang menjadi sejarah gelap umat manusia. Hal yang mereka lakukan sungguh tidak bisa diterima dengan akal.

Pembunuhan Berantai oleh Jack the Ripper

Ini adalah fenomena pembunuhan berantai yang terjadi di Inggris pada abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1888. Jack the Ripper adalah nama panggilan bagi seorang pembunuh terkenal asal Inggris, frasa tersebut sendiri artinya adalah ‘Jack si Pencabik’. Sampai saat ini, tidak penah diketahui siapa Jack the Ripper sebenarnya. Ia melakukan pembunuhan berantai terhadap sejumlah perempuan. Kebanyakan korbannya adalah para pelacur di Jalanan London. 

Jack the Ripper sangat sadis. Bahkan, banyak orang yang menganggap dia adalah utusan dari Neraka. Banyak saksi mata di Inggris yang menyatakan bahwa Jack The Ripper adalah seorang pria memakai jubah hitam dan dapat hilang dalam kegelapan. Jack memang sangat cerdas, bahkan ia menantang polisi dengan memberikan beberapa surat setelah menghabisi korbannya. Dan kata pembuka surat itu bertuliskan ”Dari Neraka”.

Selama kiprah menakutkannya di Inggris, ia telah membunuh lebih dari 10 Orang. Korbannya dibunuh dengan cara digorok leher. Setelah meninggal, korban dipotong-potong dan diambil organ dalam tubuhnya. Tapi ada beberapa korban yang organ tubuhnya dibiarkan berserakan begitu saja di sekitar lokasi kejadian.

Jack the Ripper melakukan aksi pembunuhan berantainya dengan sangat profesional. Ia tak pernah lengah meninggalkan jejak, sehingga para polisi dan detektif kewalahan mencari identitas aslinya. Ia juga memutilasi dan mengambil organ tubuh korbannya dengan rapi dan sempurna. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Jack the Ripper adalah seorang dokter atau ahli bedah.

Tidak terungkapnya identitas asli sang pembunuh menyebabkan timbulnya berbagai spekulasi di masyarakat. Sebagian besar masyarakat Inggris meyakini bahwa Jack telah hijrah ke Amerika Utara (saat itu memang masyarakat banyak yang ingin pindah ke ‘dunia baru’).

Pembunuhan Berantai oleh Elizabeth Bathory

Elizabeth Bathory adalah seorang bangsawan Hungaria yang memiliki kelainan jiwa. Ia lahir pada 7 Agustus 1560 dan meninggal dunia pada 21 Agustus 1614. Di istananya yang megah ia melakukan pembunuhan besar-besaran dengan cara yang sadis.

Kasus pembunuhan berantai ini adalah yang paling banyak memakan korban selama sejarah. Ia telah membunuh 650 orang selama hidupnya. Elizabeth memiliki kelainan. Ia sangat terobsesi dengan kecantikan dan keindahan tubuhnya. Selain itu, dia selalu membumbui hubungan seksual dengan kekerasan. 

Elizabeth membunuh karena ia ingin awet muda. Ia percaya bahwa dengan mandi darah gadis muda, ia bisa awet muda. Elizabeth berasal dari keluarga kaya di Hungaria. Bahkan, ia memiliki sebuah kastil sendiri. Semua korbannya dibunuh di kastilnya, dengan cara diputus urat nadinya dan membiarkan sang korban kehabisan darah.

Darah korban ditampung dalam bath tub pribadi Elizabeth, setelah itu dengan santai Elizabeth berendam dan mandi darah korban. Bahkan, beberapa kali Elizabeth meminum darah korbannya. 

Kegilaan pembunuhan berantai oleh sang puteri dimulai saat ia terpengaruh kepercayaan satanisme. Adalah Dorothea Szentes, pelayan terdekatnya, yang memperkenalkannya pada ritual-ritual satanisme. Dengan dalih memuja iblis, Elizabeth menyiksa pelayan-pelayannya yang masih muda, tentu saja dengan bantuan Dorothea dan beberapa pelayan dekatnya.

Sejak saat itu, istananya berubah menjadi tempat mengerikan dan pusat penyiksaan seksual. Gadis pelayan muda disiksa dengan cara ditelanjangi, diikat, dicambuk, dan disakiti bagian-bagian tubuhnya menggunakan berbagai macam alat.

Elizabeth semakin gila saat usianya memasuki 40 tahun. ia depresi dengan kulitnya yang menua. Kecantikannya memudar, kulitnya kendur, dan uban mulai singgah di kulit kepalanya. Oleh karena itu mulailah ia melakukan ritual mandi darah gadis muda untuk mempertahankan kecantikannya. Menurutnya ini adalah rahasia awet muda yang sesungguhnya.

Kejahatan pembunuhan berantai besar-besaran di istana Elizabeth tercium oleh sang raja. Sekumpulan pasukan kerajaan diperintahkan untuk masuk ke dalam istana dan memeriksa keadaan. Alangkah kagetnya mereka menemukan banyak mayat telanjang, dan puluhan di antaranya sudah membusuk. Akhirnya Elizabeth dihukum dengan diisolasi di dalam kamarnya sampai akhirnya ia meninggal di sana pada usia ke-54 tahun.

Pembunuhan Berantai oleh Pee Wee Gaskins

Pembunuh berantai Pee Wee Gaskins memiliki nama asli Donald Henry Gaskins. Pee Wee adalah nama kecilnya, ia disebut demikian karena perawakan tubuhnya yang mungil. Kasus pembunuhan berantainya terjadi pada tahun 1980-an dan berakhir pada awal tahun 1990-an.

Selama aksinya, ia membunuh lebih dari 100 Orang di Amerika Serikat. Korban Pee Wee Gaskins mayoritasnya anak-anak dan remaja. Salah satu pernyataanya yang fenomenal adalah: “Saya berjalan di jalan yang sama dengan Tuhan, Karena saya mengambil nyawa orang dan membuat mereka takut. Saya telah sejajar dengan Tuhan.”

Kelainan jiwa Pee Wee Gaskins disebabkan oleh masa kecilnya yang suram. Di sekolah ia adalah berandalan, sehingga penjara adalah rumah kedua baginya saking seringnya ia mendekam di sana. Tubuhnya yang kecil membuatnya sering kali dijadikan objek pelecehan seksual oleh narapidana lainnya. Kekesalan akan perlakuan para narapidana lain membuatnya membunuh salah seorang narapidana yang paling ditakuti.

Konon ia mendapatkan kepuasan dari membunuh, sehingga ia menjadi ‘kecanduan’ dalam membunuh. Kebanyakan korbannya adalah orang-orang yang tak berdaya, seperti anak kecil. Ia juga pernah membunuh seorang bayi. Bayi tersebut ditenggelamkan, ditusuk tubuhnya, lantas dipenggal lehernya.

Ia juga pernah membunuh narapidana lainnya saat di penjara. Ia membunuh Rudolph Tyner, seorang tawanan yang memang akan dihukum mati. Awalnya, ia mencampur sedikit racun ke dalam makanan Rudolph untuk membuatnya kesakitan. Lalu ia memberinya semacam radio komunikasi yang telah ia otak-atik. Radio tersebut meledak saat Rudolph meletakkannya di telinganya, sehingga ia meninggal saat itu juga.

Karena aksi pembunuhan berantainya yang sadis, pihak berwenang lantas memutuskan bahwa ia terlalu berbahaya jika hidup. Akhirnya, Pee Wee Gaskins dihukum mati menggunakan kursi listrik pada 6 September 1991.

Pembunuhan Berantai oleh Andrei Chikatilo

Andrei Chikatilo adalah seorang penjagal dari Rusia. Masa aksi pembunuhan berantainya kurang lebih sama dengan Pee Wee Gaskins, eksis di tahun 1980-an dan dihukum mati di awal tahun 1990-an. Korbannya adalah anak-anak dan perempuan. Ia didakwa telah membunuh lebih dari 53 orang. Ironisnya ia adalah mantan guru bahasa. Andrei mempunyai kelainan seksual yang mengharuskan dirinya memotong-motong tubuh pasangannya untuk mendapatkan ejakulasi.

Korban pertama Andre adalah gadis berumur 9 tahun. Ia diperkosa oleh Andre dan akhirnya dipotong-potong tubuhnya. Untuk korban pertamanya ini, polisi melakukan salah tangkap. Polisi malah menangkap seorang pemuda lain, bukan Andrei. 

Karena kejanggalan psikologinya, saat ditangkap Andrei melalui serangkaian tes psikologi oleh psikolog kepolisian. Ia mengakui bahwa ialah pembunuh berantai yang menghabisi nyawa gadis-gadis remaja secara sadis. Ia juga mengaku bahwa ia membunuh secara sadar, sehingga ia bisa menceritakan setiap detail proses pembunuhannya secara mendalam kepada polisi dan pengacaranya. Ia bahkan ingat dengan jelas cuaca saat ia membunuh dan reka ulang TKP dilakukannya dengan mudah.

Pada beberapa korban, tokoh  pembunuhan berantai ini ingat menemukan ciri khas seperti tanda lahir atau tato saat ia menelanjangi tubuh korbannya. Andrei mengaku mendapatkan kepuasan seksual saat mendengar korbannya menangis dan bergerak-gerak saat sedang ditusuk dan dimutilasi. Para psikolog kemudian menyimpulkan bahwa Andrei memiliki penyimpangan seksual. Di tahun 1994, ia dieksekusi mati dengan cara ditembak.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Daftar Kesalahan Terpopuler Lembaga Hukum
  • Pengertian Dan Kasus Pelanggaran HAM
  • Mengenal Hukum Internasional
  • Kronologi Awal Bergulirnya Kasus Bank Century
  • Mengenal Lebih Dekat Sosiologi Hukum
  • Tips & Trik Memahami Kasus Hukum - ANNEAHIRA.COM
  • Belajar Kasus Etika Bisnis sebagai Brain Storming bagi Calon Pengusaha
  • Pengertian Korupsi dan Bahayanya
  • Norma Hukum Diantara Norma Agama dan Norma Sosial
  • Mari Mengenali Jenis-jenis Narkoba yang Berbahaya
  • Memahami Kaidah Hukum
  • Perjalanan Undang-Undang Dasar 1945
  • Perbandingan Hukum Perdata
  • Berbicara Hak Cipta di Indonesia
  • Hukum Perpajakan Mengatur Semua Tentang Pajak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA