Aktor Pembunuhan Masal Dunia
Ilustrasi pembunuhan masal
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah pembunuhan masal? Hitler? Ya, ternyata pikiran Anda sudah mengarah ke salah satu aktor pembunuhan masal terkejam di dunia.
Mengapa penulis menyebut bahwa Hitler hanya 'salah satu'? Karena di dunia ini masih banyak aktor pembunuhan masal lain yang diketahui pernah melakukan kejahatan keji tersebut. Siapa saja aktor pembunuhan masal tersebut? Berikut adalah uraiannya.
1. Aktor Pembunuhan Masal - Adolf Hitler
a. Pembunuhan Masal - Holocaust dan Genoside
Ditinjau dari kaca mata sosiologi, faktor penyebab holocaust atau genoside (pembunuhan masal) atau penghilangan suatu etnis tertentu karena sifat chaufimism, merasa bahwa hanya bangsanya saja yang terbaik.
Sikap ini tentu saja jika dibiarkan akan sangat berbahaya. Berita pembunuhan masal, tawuran warga, perang antaretnis dan kasus lainnya ini semua karena chaufimism, sebab perasaan menjadi bangsa yang lebih baik secara tidak langsung akan menyepelekan, menghina, dan memerangi bangsa lain.
Bagi bangsa yang merasa disepelekan, dihina, dan diperangi, lambat laun akan menjadi "bom waktu" yang pada waktu-waktu tertentu tanpa diduga akan meledak, dalam arti akan melakukan perlawanan dan pemberontakan terhadap kaum yang memperlakukan mereka bukan pada kedudukan sesama manusia melainkan beda derajatnya.
Sebagai gambarannya kita bisa bercermin dari peristiwa chaos (keributan) antara kaum ploletar (buruh) dengan kaum borjuis (kaya) di Prancis ketika terjadi revolusi industri. Selama bertahun-tahun kaum buruh ditindas oleh kaum borjuis dengan upah yang tak sesuai dengan kerja keras selama bekerja.
Pada puncaknya, terjadi keributan di mana kaum buruh melakukan pemberontakan dan mengkudeta kekuasaan negara, politik, dan ekonomi. Mereka merasa bahwa sudah saatnya negara dipimpin oleh kaum buruh supaya tak terjadi lagi penindasan dari kaum borjuis.
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Hitler? Mungkin perasaan ngeri, sadis, kejam dan pikiran jelek lain yang tersemat pada tokoh fasis ini.
Dalam buku Michael H Hart, 100 Tokoh Yang Mempengaruhi Dunia, muncul nama Adolf Hitler. Tentu saja masuknya tokoh fasis ini bukan untuk mengenang kebaikannya, melainkan kejahatannya yang mendunia.
Menurut sejarah, Hitler telah melakukan pembunuhan masal terhadap etnis Yahudi atau dikenal dengan peristiwa holocaust.
Hitler merasa bahwa bangsa Jerman sebagai keturunan ras Aria adalah bangsa terbaik di muka bumi ini, maka bagi bangsa lain tidak lebih baik atau bila perlu dihilangkan apabila menjadi saingan bangsa Jerman.
Di era kekuasaan Hitler yang hampir menguasasi Benua Eropa, kecuali Inggris, Hitler banyak sekali melakukan pembunuhan masal demi melancarkan aksi politiknya untuk menjadikan Jerman sebagai bangsa terkuat.
Adapun jumlah penduduk yang paling banyak dibunuh adalah bangsa Yahudi. Hitler menganggap bahwa jika bangsa ini dibiarkan hidup akan menjadi saingan dan ancaman serius ke depannya.
Maka tak kurang dari enam juta jiwa bangsa Yahudi meninggal begitu saja dengan proses pembunuhan masal yang sadis, di antaranya di Camp pengungsian dengan gas beracun.
Hingga kini, peristiwa pembunuhan masal tersebut menjadi rekor pembunuhan terbanyak yang pernah dilakukan oleh manusia di muka bumi ini. Peristiwa tersebut terus menerus dikenang sebagai peristiwa yang amat menyakitkan bagi bangsa Yahudi.
Ironisnya, sekarang peristiwa pembunuhan masal tersebut mulai dipertanyakan kembali karena ada yang menganggap fiktif belaka dengan argumentasi bahwa pembunuhan masal terhadap bangsa Yahudi bertujuan untuk melegitimasi penjajahan Yahudi yang sekarang lebih dikenal dengan bangsa Israel terhadap bangsa Palestina.
Israel yang kita kenal dari berbagai sumber pemberitaan justru bisa jadi lebih kejam daripada Hitler yang konon telah membunuh enam juta bangsa Yahudi. Dengan argumentasi pembunuhan masal justru mereka pun melakukan pembunuhan masal terhadap bangsa Palestina.
Tak kurang mengerikan, bukan hanya dibunuh, diperkosa, bahkan harta bendanya pun tak luput dari jarahan bangsa Israel. Berita terakhir menyatakan, Sebuah sekolah dasar di wilayah Palestina dihancurkan oleh Israel.
b. Pembunuhan masal dan Stereotif
Memberikan cap atau label negatif terhadap bangsa atau etnis tertentu dikenal dengan stereotif. Memang tak bisa dipungkiri bahwa proses dialektis akan selalu terjadi selama manusia hidup.
Suatu bangsa akan merasa lebih baik dari pada bangsa lainnya ata setidak-tidaknya membentuk sebuah stereotif terhdap bangsa atau etnis lain.
Cap suku Sunda pemalas, suka Batak keras, orang Padang penipu atau cap lainnya yang menunjukan stereotif terhadap suatu bangsa atau etnis, dan secara budaya akan diwariskan kepada generasi.
Semakin lebar jarak yang terjadi antarabangsa atau etnis maka dengan sendirinya stereotif akan semakin berkembang.
Dan ketika hal ini terjadi, sangat rentan terjadi kesalahfahaman yang bisa jadi efeknya menjadi perang saudara atau bahkan pembunuhan masal seperi pernah terjadi di era Hitler atau di Ambon. Meskipun media massa menyebutkan ada kaitannya dengan isu agama, namun pada intinya karena sterotif sudah begitu kentalnya.
2. Aktor Pembunuhan Masal - Mao Ze-Dong
Mao Ze-Dong adalah seorang pemimpin partai komunis China. Sosok ini dikenal sebagai aktor pembunuhan masal terbanyak dan terkejam di dunia. Semasa berkuasa, lebih dari 70 juta warga China, dan tak terhitung jumlahnya warga Mongolians, Tibet, Korea, Manchus, dan negara lain yang menjadi korban kebiadabannya.
3. Aktor Pembunuhan Masal - Josep Stalin
Josep Stalin dikenal sebagai penguasa Uni Soviet yang sangat diktator. Ia termasuk salah satu aktor pembunuhan masal terkejam karena telah melenyapkan lebih dari 20 juta jiwa saat memimpin Uni Soviet. Selama memerintah ia menciptakan peristiwa kelaparan terbesar dalam sejarah dunia, selain itu ia pun gemar mengeksekusi mati setiap orang yang menentang kebijakan politiknya.
4. Aktor Pembunuhan Masal - Pol Pot
Pol Pot adalah perdana menteri Kamboja. Ia masuk ke dalam daftar aktor pembunuhan masal dunia karena telah membunuh sekitar 26 % penduduk dari total populasi penduduk negara itu. Ia melakukan pembunuhan masal terhadap warga Kamboja dengan cara mempekerjakan mereka secara paksa di ladang pertanian, yang kemudian dikenal dengan sebutan ladang pembunuhan. Ia melakukan pembunuhan masal terhadap penduduk kamboja yang memiliki agama, yang terpengaruh oleh budaya asing, dan terpengaruh oleh kapitalisme.
5. Aktor Pembunuhan Masal - Kim Il Sung
Pembunuhan masal yang dilakukan oleh tokoh ini adalah ketika terjadi perang di Korea Utara. Setidaknya 3 Juta warga Korea Utara kehilangan nyawanya selama perang tersebut. Tak hanya itu, ekonomi warisan rezim Kim's berupa kelaparan pun masih mampu membunuh sekitar 600.000 sampai satu juta warga Korea Utara. Sungguh biadab.
6. Aktor Pembunuhan Masal - Menghistu
Rezim Menghistu di Ethiopia merupakan sosok yang paling bertanggung jawab terhadap pembunuhan masal yang negara tersebut.
Ya, rezim ini telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia terbesar di dunia. Puluhan ribu rakyat Ethiopia dibunuh, disiksa, diculik, dan dibiarkan kelaparan selama tokoh ini memerintah. Tak hanya itu, konflik bersenjata di negara tersebut juga telah memakan korban yang sangat banyak.
Selain keenam aktor pembunuhan masal yang sudah dibahas di atas, masih ada aktor pembunuhan masal lain yang pernah melakukan kejahatan keji terhadap rakyat yang tak berdosa. Entah apa maksud para penguasa tersebut sehingga berani melakukan pembunuhan masal. Alasan yang kemudian muncul tentu saja adalah demi kekuasaan politik.
Semoga pembunuhan masal serupa tidak akan pernah lagi kita temukan di zaman sekarang.

