logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Idul Adha

Teknik Pemotongan Hewan Kurban


Ilustrasi pemotongan hewan kurban

Idul Adha atau sering disebut Hari Kurban adalah perhelatan besar bagi pemeluk agama Islam seluruh dunia. Pada hari itu kaum Muslimin di sunnahkan untuk melakukan penyembelihan binatang kurban domba, sapi, kerbau, kambing atau binatang ternak lainnya yang berkaki empat. Ini merupakan salah satu wujud ibadah sekaligus merupakan bentuk aksi sosial bagi masyarakat.

Jadi makna yang terkandung dalam kegiatan ini cukup besar. Apalagi bila mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah penganut Islam terbesar bukan saja Asia namun juga dunia. Dan agar hewan yang dikurbankan tersebut bisa mendatangkan berkah serta manfaat bagi penerima daging kurban, maka dalam pemotongan hewan kurban perlu diperhatikan aturan baik dipandang dari sudut syariah maupun tekniknya, terutama dari sisi kesehatan.

Teknik Pemotongan Hewan Kurban

Sebelum melakukan pemotongan hewan kurban atau penyembelihan, sebaiknya menyediakan tempat untuk menampung darah dari binatang yang akan dikurbankan nantinya. Sebaiknya dilakukan dengan cara membuat galian atau lubang di tanah yang kedalaman dan luasnya disesuaikan dengan jumlah binatang yang mau disembelih.

Jangan lupa juga disiapkan pisau untuk menyembelih dan pisau untuk menguliti serta pisau untuk mengiris daging. Pisau ini harus bersih dan tajam. Juga kayu panjang dan kuat yang dipakai untuk sandaran binatang kurban ketika penyembelihan dilakukan.

Persiapan lain yang perlu didahulukan adalah membuat gantungan untuk pengulitan dan wadah untuk menampung daging dan organ lain hasil pemotongan serta air untuk membersihkan serta mencuci peralatan pengulitan.

Setelah semuanya siap dan panitia pemotongan hewan kurban telah berbagi tugas, maka penyembelihan bisa segera dilakukan. Yang perlu diperhatikan ketika pemotongan hewan kurban dilakukan adalah harus mengikuti aturan yang ditetapkan atau syariah Islam, serta tukang sembelihnya juga harus beragama Islam yang telah terbiasa melakukan penyembelihan binatang.

Dalam melakukan pemotongan, pada aliran kerongkong binatang yang disembelih harus dipotong sampai putus. Demikian pula dengan saluran untuk darah atau urat nadinya. Kemudian usahakan agar darah dalam tubuh binatang yang disembelih keluar dari tubuh semua. Setelah semua selesai, maka pengulitan segera dilakukan dan jangan terlalu lama menunggu, Tujuannya agar hewan yang disembelih itu tidak segera terkena kuman atau bakteri lainnya.

Bila ditemukan daging atau organ yang terlihat mencurigakan atau tidak sehat, maka sebaiknya bagian itu dibuang saja, agar tidak menimbulkan akibat yang fatal terutama bagi penerima daging kurban yang akan mengkonsumsinya. Daging yang tidak bagus ini bisa dibuang atau dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur

Binatang yang Boleh Dikurbankan

Dalam melakukan kurban, binatang tersebut selain sehat juga harus sesuai dengan aturan atau syariat yang telah ditetapkan. Yaitu :

  1. Binatang harus punya bentuk badan yang bagus, sehat dan tidak ada cacat atau kelainan lain di tubuhnya.
  2. Umur binatang paling sedikit berusia satu tahun untuk kambing atau domba. Sedang untuk binatang sapi dan kerbau adalah dua tahun.
  3. Waktu untuk melakukan penyembelihan adalah setelah selesai melakukan shalat Idul Adha dan paling telat tiga hari setelah hari raya.
  4. Adapun cara melakukan pemotongan hewan kurban juga harus mentaati aturan yang ada. Yaitu Kepala binatang dihadapkan ke arah kiblat dan sebelum penyembelihan tukang sembelih mengucap “Bismillah” serta Shalawat untuk Nabi dan takbir. Dan tidak lupa juga berdoa kepada Allah SWT.

Hikmah Berqurban

Daging qurban utamanya diprioritaskan bagi fakir miskin.  Mereka harus mendapat prioritas untuk memperoleh hak kebahagian bersama. Orang yang berqurban sendiri boleh mengambil maksimal sepertiga dari hewan yag diqurbankannya untuk di makan di saat hari raya dan boleh pula menghadiahkan sepertiganya. Bahkan yang lebih utama, disedekahkan semuanya.

Jika dihadiahkan, kepada siapa diberikan? Menurut jumhur ulama, qurban dihadiahkan kepada orang-orang kaya. Kalau disedekahkan hanya boleh diberikan kepada fakir miskin.

Seluruh bagian binatang qurban, seperti kulit, kepala dan tanduk harus termasuk bagian yang diqurbankan atau disedekahkan. Sehingga, tidak boleh dijuak atau disewakan. Bahkan, biaya penyemelihan pun harus diambil dari biaya khusus bukan dari bagian binatang yang dikurbankan. Inilah bentuk ibadah yang memberikan pelajaran penting bagi proses pembinaan mental dan kehidupan.

Dalam ibadah qurban, terkandung beberapa hikmah. Yaitu:

  1. Qurban adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga orang yang berqurban akan lebih bertakwa kepada-Nya.
  2. Tanda syukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada kita
  3. Membantu sesama, saling mengasihi, saling menyantuni dan saling memberi.
  4. Menumpahkan darah binatang sebagai simbol agar orang yang berqurban melepaskan sifat kebinatangan yang ada pada dirinya, seperti sifat bengis, benci dan egois
  5. Mengurbankan sebagian harta untuk kemaslahatan umat, seperti membangun tempat ibadah, dan membantu fakir miskin. Ini tujuan luas dari ibadah qurban.

Bolehkah Membagi Daging kurban Kepada Non Muslim?

Di dalam buku Tuntunan Qurban dan Akikah, Tengku Habsi Ash-Shiddiqy mencantumkan bahwa Al-Hasan, Abu Tsaur dan seluruh ulama Kufah berpendapat, bahwa daging qurban dapat diberikan kepada orang kaya dan dapat pula diberikan kepada orang non muslim. Imam malik berpendapat makruh memberikan daging qurban kepada orang non muslim.

Daging qurban dari satu sisi sama dengan makanan lainnya. Jika kita boleh memberikan makanan kepada siapa saja yang kita inginkan, maka hal ini berlaku juga terhadap daging qurban. Tentu saja, daging qurban yang diberikan kepada orang non muslim dalam status hibah. Namun daging qurban nazar tidak boleh diberikan kepada orang non muslim. Karena daging sepertinya posisinya berada pada ranah wajib, maka yang berhak menerimanya adalah orang muslim.

Nabi Ibrahim as. dan Kurban

Nabi Ibrahim as. adalah orang pertama yang mengenalkan ibadah qurban. Pada saat itu, Allah Swt. memerintahkan  lewat mimpi kepada Nabi Ibrahim as. untuk menyembelih anak laki-laki satu-satunya, yaitu Ismail as. yang telah sekian lama ditunggu-tunggu kelahirannya. Seketika itu, hatinya bergejolak antara menjalankan perintah Allah Swt atau mencintai harta terbesarnya, yaitu seorang anak. Namun, akhirnya hidayah Allah Swt. lebih kuat daripada hawa nafsunya.

Nabi Ibrahim as. lebih memilih menjalankan perintah Allah Swt. daripada mempertahankan anaknya. Karena ketaatannya, Allah Swt menurunkan mukjizat, yaitu digantikannya Ismail dengan seekor kibas. Dengan demikian, Nabi Ismail as. pun masih tetap hidup dan beribadah kepada Allah Swt.

Di dalam kisah tersebut, disimpulkan bahwa melaksanakan perintah Allah Swt. merupakan kewajiban utama yang harus dikerjakan manusia daripada menuruti hawa nafsu. Seorang anak sebenarnya bukan milik orang tua sepenuhnya. Akan tetapi, hanya merupakan titipan Allah Swt. yang wajib dijaga dan dipelihara.

Berqurban merupakan pelaksanaan syariat Islam, yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Lebih dari itu, berqurban merupakan refleksi wujud keimanan seseorang dalam menjalankan perintah Allah Swt. dan sunah Rasulullah Saw. di samping sebagai wujud syukur atas segala rezeki yang diberikan Allah swt. kepada manusia.

Makanya wajar sekali bila pengarang kitab Ash-Shawiy menyatakan bahwa hikmah Tuhan memerintahkan Nabi Ibrahim as. menyembelih anaknya karena Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya, dan Ibrahim as. juga mencintai Allah lebih dari apa pun. Ketika Ibrahim as. mendapatkan anak yang sangat dicintainya, Allah ingin mengujinya. Dan ternyata Ibrahim dapat mengalahkan rasa cinta kepada anaknya, karena kecintaannya kepada Allah jauh lebih besar.

Inilah artikel tentang teknik pomotongan hewan kurban dan beberapa suplemen pembahasan fikih dan hikmah penyembelihan hewan kurban. Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Makna Qurban - Hati-Hati Keliru Memahaminya
  • Pentingnya Ucapan Selamat Idul Adha
  • Amalan Menjelang Lebaran Idul Adha
  • Memahami Makna Idul Adha
  • Menelisik Puasa Sunah Idul Adha
  • Tema Pidato Idul Adha
  • Kartu Ucapan Idul Adha
  • Khutbah Kedua Idul Adha: Kandungan Materi Khutbah Idul Adha
  • Hikmah Khotbah Idul Adha
  • Menyampaikan Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa
  • Fikih Hewan Qurban Idul Adha
  • Materi Khutbah Idul Adha
  • Puasa Idul Adha dan Puasa Arafah
  • Membuat Materi Khutbah Idul Adha
  • Ketentuan Pelaksaan Qurban
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA