Teknik Pemotongan Hewan Kurban
Idul Adha atau sering disebut Hari Kurban adalah perhelatan besar bagi pemeluk agama Islam seluruh dunia. Pada hari itu kaum Muslimin di sunnahkan untuk melakukan penyembelihan binatang kurban domba, sapi, kerbau, kambing atau binatang ternak lainnya yang berkaki empat. Ini merupakan salah satu wujud ibadah sekaligus merupakan bentuk aksi sosial bagi masyarakat.
Jadi makna yang terkandung dalam kegiatan ini cukup besar. Apalagi bila mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah penganut Islam terbesar bukan saja Asia namun juga dunia. Dan agar hewan yang dikurbankan tersebut bisa mendatangkan berkah serta manfaat bagi penerima daging kurban, maka dalam pemotongan hewan kurban perlu diperhatikan aturan baik dipandang dari sudut syariah maupun tekniknya, terutama dari sisi kesehatan.
Teknik Pemotongan Hewan Kurban
Sebelum melakukan pemotongan hewan kurban atau penyembelihan, sebaiknya menyediakan tempat untuk menampung darah dari binatang yang akan dikurbankan nantinya. Sebaiknya dilakukan dengan cara membuat galian atau lubang di tanah yang kedalaman dan luasnya disesuaikan dengan jumlah binatang yang mau disembelih.
Jangan lupa juga disiapkan pisau untuk menyembelih dan pisau untuk menguliti serta pisau untuk mengiris daging. Pisau ini harus bersih dan tajam. Juga kayu panjang dan kuat yang dipakai untuk sandaran binatang kurban ketika penyembelihan dilakukan.
Persiapan lain yang perlu didahulukan adalah membuat gantungan untuk pengulitan dan wadah untuk menampung daging dan organ lain hasil pemotongan serta air untuk membersihkan serta mencuci peralatan pengulitan.
Setelah semuanya siap dan panitia pemotongan hewan kurban telah berbagi tugas, maka penyembelihan bisa segera dilakukan. Yang perlu diperhatikan ketika pemotongan hewan kurban dilakukan adalah harus mengikuti aturan yang ditetapkan atau syariah Islam, serta tukang sembelihnya juga harus beragama Islam yang telah terbiasa melakukan penyembelihan binatang.
Dalam melakukan pemotongan, pada aliran kerongkong binatang yang disembelih harus dipotong sampai putus. Demikian pula dengan saluran untuk darah atau urat nadinya. Kemudian usahakan agar darah dalam tubuh binatang yang disembelih keluar dari tubuh semua. Setelah semua selesai, maka pengulitan segera dilakukan dan jangan terlalu lama menunggu, Tujuannya agar hewan yang disembelih itu tidak segera terkena kuman atau bakteri lainnya.
Bila ditemukan daging atau organ yang terlihat mencurigakan atau tidak sehat, maka sebaiknya bagian itu dibuang saja, agar tidak menimbulkan akibat yang fatal terutama bagi penerima daging kurban yang akan mengkonsumsinya. Daging yang tidak bagus ini bisa dibuang atau dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur
Binatang yang Boleh Dikurbankan
Dalam melakukan kurban, binatang tersebut selain sehat juga harus sesuai dengan aturan atau syariat yang telah ditetapkan. Yaitu :
- Binatang harus punya bentuk badan yang bagus, sehat dan tidak ada cacat atau kelainan lain di tubuhnya.
- Umur binatang paling sedikit berusia satu tahun untuk kambing atau domba. Sedang untuk binatang sapi dan kerbau adalah dua tahun.
- Waktu untuk melakukan penyembelihan adalah setelah selesai melakukan shalat Idul Adha dan paling telat tiga hari setelah hari raya.
- Adapun cara melakukan pemotongan hewan kurban juga harus mentaati aturan yang ada. Yaitu Kepala binatang dihadapkan ke arah kiblat dan sebelum penyembelihan tukang sembelih mengucap “Bismillah” serta Shalawat untuk Nabi dan takbir. Dan tidak lupa juga berdoa kepada Allah SWT.






