logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Pertanian dan Perkebunan

Tanaman Padi dan Jenis Pemupukan Padi


Ilustrasi pemupukan padi

 

Pemupukan Padi merupakan salah  tahapan dari serangkaian cara menanam padi.  Pemupukan sangat menentukan volume hasil panennya. Maka dari itu, petani tak sembarangan memberikan pupuk  pada tanaman, semua ada tata caranya.

Mengulas Padi

Padi atau Oryza Sativa adalah sumber pangan utama dunia, terutama negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Padi menempati urutan kedua sebagai serelia paling banyak dihasilkan di dunia setelah jagung.

Padi termasuk dalam suku Graminae atau Poaceae. Padi merupakan jenis tanaman rerumputan yang berakar serabut dan bejenis biji monokotil. Padi biasanya ditanam sebagai tanaman tahunan, meskipun di daerah tropis padi dapat bertahan lama dan tetap tubuh sampai 30 tahunan.

Tanaman padi dapat tumbuh sampai mencapai tinggi sekitar 1-1,8 meter. Tinggi ini sangat bergantung pada varietas dan kesuburan tanahnya. Padi memiliki daun yang panjang dan ramping. Panjang daunnya antara 50-100 cm dengan lebar sekitar 2-2,5 cm.

Padi memiliki bunga kecil yang biasa diserbuki oleh angin. Bunganya dihasilkan dari cabangnya yang melengkung dan bermunculan di ujungnya bergantungan sekitar 30-50 cm dari cabang utama. Biji yang terbentuk berupa butiran (caryopsis) dengan panjang sekitar 5-12 mm dan ketebalan antara 2-3 mm.

Jenis-jenis padi

Tanaman padi tak hanya satu jenis saja. Tanaman pangan utama manusia bumi ini sudah mengalami rekeyasa genetika atau hibrida, hingga menghasilkan berbagai varian jenis baru.  Di Indonesia saja memiliki puluhan jenis padi unggul yang tersebar dari seluruh daerah. Setiap jenis padi memiliki karaktristik berbeda-beda.  Termasuk dari sensasi rasa, warna beras, dan ketahan tumbuhan terhadap lingkungannya dan hama.

Berikut ini merupakan penjelasan tentang jenis-jenis padi unggul yang kerap dibudidayakan oleh masyarakat petani Indonesia. 

  • Pandan wangi

Pandan wangi merupakan salah satu jenis padi kwalitas unggul. Pandan wangi memilik rasa yang lebih enak dari pada jenis beras lain, ada aroma wangi khas pandan yang menguar setelah nasi ditanak. Sehingga beras jenis ini dinamai pandan wangi. 

Harga ditingkat petani pun relative mahal, apalagi setelah jadi beras harganya melejit tinggi. Memang harga yang mahal berbanding lurus dengan rasanya yang enak dari beras ini. Sehingga banyak konsumen yang menyukainya. 

  •  Rojo lele

Jenis unggulan ke dua adalah padi rojo lele yang banyak dibudidayakan oleh petani di Jawa Tengah, terutama di kawasan Kabupaten Klaten. Karakter tumbuhan padi jenis ini, secara visual bisa ditengarai. Salah satunya adalah pada batang padi yang lebih ramping, daunnya pun lebih sempit. Sehingga ketika pada mengeluarkan buliran padi, tanaman mudah roboh.

Harga beras jenis rojo lele di pasaran sangat mahal, ini disebabkan padi jenis ini perawatannya juga mahal. Selain itu tak semua petani membudidayakan beras unggulan.  Tapi harga yang mahal sebanding dengan rasanya yang enak.

  • Cianjur

Cianjur merupakan salah satu beras unggalan yang dibudidayakan di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Beras jenis ini merupakan plasma nutfah kebanggakan petani Cianjur. Artinya jenis beras unggulan ini hanya dibudidayakan oleh petani lokal saja. Selain itu karakter tanahnya mendukung pertumbuhan tanaman padi. Cita rasa beras ini wangi, ada aroma pandan, dan lebih kepyur kalau ditanak, dan yang pasti tak lengket.

Ciri khas tanaman padi jenis ini adalah tahan rontok, buliran-bulirnya gemuk padat, umur tanaman 150 – 160 hari, tinggi tanaman mencapai 170 cm. Potensi volume padi ketika panen mencapai 7- 6 ton / hektar, untuk gabah kering. 

Harga beras Cianjur sangat mahal, harganya bisa dua kali lipat dari jenis beras biasa. Pangsa pasarnya, konsumen dari kalangan menengah ke atas.

 Macam-macam Pupuk

 Pemupukan padi diperlukan agar bisa diperoleh hasil panen yang maksimal. Pemupukan bertujuan memenuhi semua kebutuhan nutrisi tanaman padi agar bisa tumbuh cepat dan menghasilkan butir padi yang banyak dan berukuran normal. Tanah sebagai sumber utama nutrisi bagi padi kadang tidak menyediakan beberapa unsur hara yang mencukupi untuk pertumbuhan padi yang maksimal.

Ada dua jenis pemupukan pada padi berdasarkan sumber pupuk yang digunakannya, yaitu pemupukan dengan pupuk kimia atau pupuk anorganik dan pemupukan dengan pupuk organik atau pupuk alami. Masing-masing tipe pemupukan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

 1.  Pupuk Kimia

Pupuk kimia atau pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat di pabrik. Pupuk ini diproduksi melalui reaksi-reaksi kimia senyawa anorganik (anorganik di sini merujuk pada senyawa yang bukan berasal dari makhluk hidup) seperti gas alam, nitrogen, garam potasium dan senyawa posfat.

Dari jenis campurannya, pupuk anorganik dibagi menjadi empat jenis:

  • Pupuk Tunggal: pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara. Contoh: pupuk urea dan pupuk ZA.
  • Pupuk Campuran: campuran dari beberapa pupuk tunggal yang diaduk secara manual.
  • Pupuk Majemuk: pupuk yang terdiri dari beberapa unsur hara utama sekaligus. Contoh: pupuk NPK.
  • Pupuk Majemuk Khusus: pupuk majemuk yang dibuat secara khusus dan dibentuk menjadi tablet atau pelet.

Kelebihan pupuk anorganik adalah dari segi kepraktisan dan kecepatan terserapnya unsur hara dari pupuk. Kemudian kebutuhan pupuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan unsur hara bagi padi.

Kekurangan pupuk anorganik adalah pupuk anorganik mudah menguap dan mudah larut dalam air sehingga bisa terbawa aliran air yang mengairi sawah. Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menggerus kekayaan unsur hara tanah dan meracuni tanah. Hal ini bisa menyebabkan ekosistem tanah yang penting bagi siklus unsur hara menjadi mati dan hilang.

 2. Pupuk Organik

 

Pupuk organik atau pupuk alami adalah semua pupuk yang berasal dari makhluk hidup. Pupuk ini meliputi kompos, guana, pupuk kandang dan pupuk jenis lain yang berasal dari sisa-sia makhluk hidup.

Kelebihan pupuk organik adalah pupuk organik berasal dari makhluk hidup sehingga mudah diserap dan bisa langsung menjadi bagian dari tanah. Selain itu, pupuk organik memiliki biodervisitas yang tinggi sehingga mampu memperkaya kandungan mikroorganisme penyubur tanah.

Kekurangan pupuk organik adalah kemungkinan adanya mikroba patogen dalam pupuk yang berbahaya bagi tanaman padi. Kemudian pupuk organik memerlukan waktu untuk diurai terlebih dahulu sebelum unsur haranya dapat diserap oleh tanaman.

Cara Membuat Pupuk Organik

Salah satu kelebihan pupuk organik adalah bisa diproduksi sendiri, tanpa perlu membeli.  Tentu cara ini lebih menghemat biaya. Bahan-bahannya pun mudah didapat di lingkungan sekitar Anda, seperti sampah daun, sampah sayuran, rumput dan sejenisnya.

Berikut ini langkah-langkah praktis membuat pupuk organik untuk semua jenis tanaman :

Bahan dan alat antara lain : 5 kg sampah daun, tumbuhan yang sudah dicincang.  Kotoran ternak yang sudah kering.  Drum plastik  yang bagian bawah dilubangi kecil-kecil untuk saluran air.

Caranya :

  • Masukan  sampah daun yang sudah dicincang ke dalam drum plastik.
  • Lapisan kedua masukan rumput kering.
  • Kemudian masukan juga kotoran ternak yang sudah diberi air agar basah.
  • Pastikan selalu menjaga kelembaban bahan organik, dengan cara menyiram dengan air secara berkala.  Yang pasti jangan sampai kelebihan air atau becek.
  • Lakukan terus selama  4 minggu, hingga terjadi proses pengomposan. Yang ditandai dengan naiknya suhu dalam drum.
  • Diamkan sebentar hingga suhu dalam drum turun, baru kemudian dikeluarkan.

 Cara membuat insektisida organik

Ternyata insektisida bisa dibikin dari bahan organik yang terbuat dari kotoran ternak. Kelebihan insektisida organik antara lain tak menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia, merusakan lingkungan dan hewan lainnya.   Selain itu daya basmi terhadap hama tak kalah ampuhnya dengan buatan pabrik.

Insektisida organik kerap dibikin oleh petani yang mengembangkan pertanian organik. Cara membuatnya pun mudah dan murah. Berikut ini merupakan langkah-langkah membuat racun alami :

  • Daun Sirsak

Bahan-bahan utamanya adalah daun sirsak, bisa juga batang dan akarnya. Atau ketiga-tiganya. Cara membuatnya adalah ketiga bahan tersebut dijemur sampai kering, kemudian setelah kering, ditumbuk halus, kemudian direbus dengan air  1 liter, hingga mendidih. Diamkan hingga dingin, baru dikemudian dimasukan dalam semprotan hama.   

  • Daun Pepaya

Alternatif kedua menggunakan bahan utama daun papaya yang sudah dirajang sampai halus, 2 sdm minyak tanah, 30 grm sabun deterjen. Cara membuat 1 kilo daun papaya hijau dirajang sampai kecil-kecil, kemudian ditumpuk sampai halus. Masukan kedalam 2 liter air, masuk minyak tanah, dan diterjen. Setelah itu aduk sampai rata, dan disaring. Air saringan bisa langsung di pakai untuk menyemprot hama.

Demikianlah sekilas tentang pemupukan padi dan cara membuat pupuk organik. Semoga bermanfaat. 


Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Metode Hidroponik: Unggul dan Mudah
  • Pohon Ganitri: Paru-Paru Kota, Peluruh Lemak
  • Tanaman Bakau: Tanaman Khas Pesisir
  • Buah Kelapa yang Bermanfaat
  • Sekilas Tentang Ilmu Fisiologi Tanaman
  • Tanaman Hidroponik: Menanam Tanpa Tanah
  • Budidaya Tanaman Karet Sebagai Komoditi Ekspor
  • Jenis-Jenis Bunga Tulip Peninggalan Turki Usmani
  • Mengenal Sejarah Hidroponik
  • Cara-Cara Menyambung Tanaman
  • Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Pupuk
  • Mengenal Tanaman Cocor Bebek dan Khasiatnya
  • Pohon Ghorqod, Pohonnya Orang Yahudi
  • Pohon Pepaya, Pohon yang Kaya Akan Manfaat
  • Jamur, Bakteri, dan Virus Penyebab Penyakit pada Tanaman
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA