logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Pertanian dan Perkebunan

Pemupukan Tanaman Jagung dan Penyakit pada Tanaman Jagung


Ilustrasi pemupukan tanaman jagung

Pemupukan tanaman jagung merupakan salah satu tahap ke tiga setelah tunas jagung mulai tumbuh besar. Manfaat pemupukan tanaman jagung agar tanaman bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan jagung yang berkwalitas baik. Itulah cara ringkas bertanam jagung.  Jagung salah satu komoditas perkebunan yang menjadi andalan negara kita.

Budidaya tanaman jagung sangatlah mudah karena hal terpenting yang harus diperhatikan hanya teknik penanaman, perawatan,pemupukan tanaman jagung dan sinar matahari yang cukup. Walau pun jagung merupakan tanaman semusim dan bisa tumbuh tanpa ada perawatan, tapi agar menghasilkan panen yang maksimal sebaiknya diberi pemupukan tanaman jagung secara berkala.

Asal Mula Jagung

Sebelum membahasa lebih jauh bagaimana cara pemupukan tanaman jagung. Tak ada salahnya kita membuka kembali lembaran sejarah tentang tanaman jagung, yang menjadi salah satu sumber pangan manusia.  Ternyata tanaman jagung bukan asli  genus Indonesia, tanaman jagung sebenarnya berasal dari  Amerika Latin.

Jagung pada awalnya merupakan tanaman pangan dari benua Amerika, suku- suku Indian kuno sejak lama mengonsumsi jagung sebagai sumber energy. Jagung mengandung banyak karbohidrat.  Bahkan jagung merupakan makanan paling tua di dunia,  manusia sudah makan jagung sejak 10 ribu tahun yang lalu. Jagung masuk Indonesia dari penjajah Portugis ketika  menjajah wilayah Indonesia bagian timur. Fakta ini dibuktikan berdasakan kebiasaan masyarakat NTT sampai Timur Leste yang mengonsumsi jagung sebagai makanan utamanya. 

Jagung memang cocok ditanam di wilayah tandus dan minim akan air, seperti geografis pulau Flores, Madura, Wonogiri.  Oleh masyarakat di Madura dan Wonogiri jagung menjadi bahan pangan utama setelah nasi,  karena tanaman jagung mudah dibudidayakan, dan hasilnya bisa disimpan sampai bertahun-tahun sebagai cadangan makanan keluarga.  Selain itu  harga jagung lebih murah daripada beras. Jadi dari dulu masyarakat yang hidup di daerah tandus lebih memilih makan jagung dari pada beras. 

Pemupukan tanaman Jagung agar hasilnya maksimal 

Kelebihan tanaman jagung adalah bisa ditanam pada berbagai jenis tanah, jagung bisa hidup dilahan yang minim dengan air, lereng gunung, sawah maupun ladang. Jagung merupakan tanaman semusim yang umurnya hanya tiga bulan dan bisa langsung di panen.  Oleh petani tanaman semusim ini bisa difungsikan sebagai tanaman selingan sambil menunggu jadwal penanaman padi.    Pemupukan tanaman jagung sangat mudah, tak perlu dipilih dari jenis pupuk kimia. Cukup dengan pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan ternak, dan pupuk kompos, tanaman jagung sudah tumbuh subur.   Cara pemupukan tanaman jagung dilakukan tiga tahap.

Tahap pertama sebelum  penyebaran benih, lahan tanam sebaiknya di cangkul terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur, kemudian baru dicampur dengan pupuk kandang sampai rata. Jumlah pupuk kandang untuk lahan tanam seluas 1900 meter persegi, berkisar 100 kg. 

Tahap kedua pemberian pupuk kandang atau kompos pada masa tanaman berumur 2 bulan dimana pada masa itu tanaman sudah mengeluarkan bonggol jagung muda.  Pada masa itu tanaman perlu nutrisi lebih untuk menghasilkan jagung yang besar.   Cara pemupukan tanaman jagung tahap kedua adalah ditebarkan pada sela-sela tanaman jagung.

  Terakhir adalah setelah jagung dipanen dan lahan sudah dibersihkan, fungsi pemupukan paska panen adalah mengembalikan unsure hara yang hilang karena diserap oleh tanaman jagung. Guna mengembalikan cadangan unsure hara pada tanah, sebaiknya di beri pupuk kandang, atau kompos yang banyak.   Rentang panen dan penanaman kembali sebaiknya jangan terlalu dekat. Berikan waktu untuk lahan taman agar kondisinya bisa kembali pulih. 

Tips bertanam jagung 

Secara teknis, tahapan budidaya tanaman jagung termasuk cara pemupukan tanaman jagung adalah sebagai berikut:

• Penyiapan dan Pengolahan Tanah

Lahan yang akan ditanami jagung dibersihkan dahulu dari sisa-sisa tanaman sebelumnya yang tumbuh di lahan tersebut. Setelah itu, tanah diolah dengan cara mencangkul dan membajaknya agar tanah gembur kembali. Gulma-gulma yang masih tumbuh di lahan tersebut perlu disemprot dengan herbisida agar tidak tumbuh lagi dan mengganggu tanaman jagung. Buatlah lubang-lubang yang berjarak sekitar 20 cm untuk penanaman benih.

• Penyiangan

Penyiangan harus rutin dilakukan dua minggu sekali untuk menghilangkan tanaman pengganggu yang dapat mengganggu tanaman jagung muda. Yang harus diperhatikan adalah dalam penyiangan tanaman pengganggu jangan sampai mengganggu akar tanaman jagung.

• Pembubunan

Pembubunan dilakukan untuk memperkuat posisi tanaman jagung yang tubuh agar tidak rebah ke tanah. Pembubunan juga berfungsi menutup akar tanaman jagung yang muncul ke permukaan disebabkan adanya aerasi.


Biasanya pembubunan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan dan kegiatan pembubunan ini dikerjakan saat tanaman jagung berusia 6 minggu. Pembubunan dilakukan dengan cara mencangkul tanah di bagian sisi kiri dan kanan tanaman jagung dan menguruk tanah tersebut ke barisan tanaman jagung.

• Pemupukan

Pemupukan tanaman jagung harus mulai dilakukan pada saat tanaman jagung ditanam. Kemudian pemupukan tanaman jagung ini harus kembali diulang pada saat tanaman jagung berumur tiga sampai empat minggu. Kemudian dilakukan pemupukan kembali pada saat tanaman berumur 8 minggu. Biasanya pemupukan tanaman jagung menggunakan pupuk Urea, TSP/SP dan pupuk KCL.

• Pengairan

Pengairan dilakukan sesudah benih ditanam dengan aliran secukupnya. Namun jika tanah dalam kondisi lembab, pengairan pertama ini bisa ditiadakan. Tanaman jagung tidak memerlukan terlalu banyak air karena unsur utama agar tanaman jagung tubuh subur adalah sinar matahari.
Namun pengairan berikutnya tetap perlu dilakukan hanya agar tanaman jagung tidak layu kekeringan. Pada saat tanaman jagung mulai berbunga, tanaman jagung memerlukan air dalam jumlah besar. Untuk itu perlu dialirkannya air yang terbentuk di antara bumbunan tanaman jagung.

• Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan pestisida hanya diperlukan jika ditemukan hama yang akan mengganggu proses produksi jagung. Biasanya pestisida yang dipakai adalah pestisida untuk menanggulangi ulat yang muncul pada tanaman jagung dan dapat merusak produksi jagung yang dihasilkan oleh tanaman jagung.

Penyakit pada Tanaman Jagung yang Perlu Diketahui

1. Penyakit Bulai

Ciri-ciri penyakit bulai pada jagung adalah daun tanaman jagung meruncing, kecil dan kaku pada usia 2-3 minggu. Pertumbuhan batang lambat, warna menguning dan muncul lapisan spora cendawan putih pada bagian sisi bawah daun. Penyebabnya yaitu jamur Peronosclerospora yang akan semakin merajalela pada suhu udara 270 C serta saat keadaan udara lembab.

2. Penyakit Bercak Daun

Ciri-ciri penyakit bercak daun adalah pada daun muncul bercak memanjang dan berwarna kuning. Bercak akan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun. Penyebabnya adalah jamurHelminthosporium turcicum.

3. Penyakit Karat

Gejala tanaman jagung terkena penyakit karat adalah pada daun tanaman jagung dewasa akan terdapat bintik-bintik noda berwarna merah kecoklatan seperti karat.

4. Penyakit Gosong Bengkak

Gejala penyakit gosong bengkak yaitu masuknya jamur ke dalam biji pada tongkol jagung sehingga terjadi pembengkakan pada biji dan mengeluarkan kelenjar.

5. Penyakit Busuk Tongkol dan Biji

Gejala penyakit busuk tongkol dan biji ini baru bisa diketahui setelah membuka pembungkus tongkol dan terlihat biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan. Kemudian akan berubah warna menjadi coklat matang. Demikianlah sedikit tentang tips bagaimana cara merawat dan pemupukan tanaman jagung  supaya menghasilkan jagung yang baik dan banyak. 

Metode Penanaman dan Pemupukan Tanaman Jagung

Tanaman jagung dapat tumbuh pada daerah yang mengandung curah hujan sekitar 85 hingga 200 mm per bulan. Khususnya pada tahapan munculnya bunga dan pengisian biji, tanaman jagung perlu perlu mendapatkan ketersediaan air yang cukup.

Tanaman jagung paling baik ditanam pada awal musim penghujan atau menjelang musim kemarau. Selain pemupukan tanaman jagung, diperlukan juga sinar matahri. Tanaman jagung juga merupakan tanaman yang jika ternaungi, pertumbuhannya akan terganggu. Walhasil, tidak memberikan hasil biji yang optimal.

Penanaman Tanaman Jagung

Untuk pertumbuhan terbaik, suhu optimum bagi tanaman jagung adalah 23 hingga 30 derajat celcius. Meskipun tanaman jagung tidak membutuhkan persyaratan tanah yang khusus, namun alangkah lebih baiknya jika tanah yang ditanami tenaman tersebut cukup subur, gembur, dan kaya humus.

Karena keadaan tanah akan berpengaruh pada hasil panen tanaman jagung. Dengan pH tanah antara 5,6 hingga 7,5 maka pertumbuhan terbaik tanaman jagung akan terpenuhi. Daerah ketinggian optimal untuk tanaman jagung adalah antar 50 hingga 600 meter di atas permukaan laut.

Tanaman jagung ditanam dengan menggunakan metode pelubangan tanah. Tanah dibuatkan lubang untuk ditanami. Setiap lubang hendaknya berkedalaman antara 3 hingga 5 sentimeter. Masing-masing lubang diisi oleh satu butir benih tanaman jagung. Jarak tanam jagung yang ideal disesuaikan dengan umur panen tanaman tersebut.

Bila umur panen semakin panjang, maka jarak tanam juga harus semakin lebar. Bila jagung berumur panen lebih 100 hari, jarak tanam yang ideal adalah 40 x 100 sentimeter. Setiap lubang berisi dua tanaman. Sedangkan untuk jagung yang berumur panen antara 80 hingga 100 hari, jarak tanamnya cukup  25 x 75 sentimeter dengan satu tanaman per lubangnya.
Pemupukan Tanaman Jagung

Salah satu faktor penentu keberhasilan panen yang optimal adalah pemupukan yang baik. Untuk tanaman jagung, pemupukan dilakukan dengan dosis yang telah ditentukan sebelumnya. Metode pemupukan tanaman jagung dilakukan dengan beberapa tahap.

Tahap pertama adalah pemupukan dasar, dilakukan dengan pemberian pupuk urea sebanyak 120 kilogram per hektar, TSP 80 kilogram per hektar dan KCl 25 kilogram per hektar. Pemupukan dilakukan dengan POC NASA sebanyak 20 hingga 60 tutup per tangki dan disiramkan ke lahan.

Setelah berumur 2 minggu, pemupukan tanaman jagung hanya dengan memberikan dosis POC NASA sebanyak 4 hingga 8 tutup per tangki, lalu disiramkan ke lahan tanaman jagung.
Bila tanaman jagung telah berumur 3 minggu, maka berikan pemupukan susulan, yaitu pupuk urea sebanyak 115 kilogram per hektar dan KCl 55 kilogram per hektar, tanpa disertai pupuk TSP dan POC NASA.

Pada usia 4 minggu, pemupukan tanaman jagung dilanjutkan dengan pemberian POC NASA dengan dosisi 4 hingga 8 tutup per tangki per hektar, bisa disemprotkan atau disiramkan ke lahan.

Ketika tanaman sudah berusia 6 minggu, pemupukan tanaman jagung disusul dengan pemupukan susulan kedua. Pada pemupukan susulan kedua ini diberikan 115 kilogram urea per hektar dan POC NASA dengan dosis 4 hingga 8 tutup per tangki per hektar, bisa disemprotkan atau disiramkan ke lahan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Daun Salam – Keajaiban Sebuah Penciptaan
  • Manfaat Pohon Aren bagi Manusia
  • Mengenal Tumbuhan Spermatophyta
  • Budi Daya Palem Putri
  • Mengenal Pohon Mangga secara Lebih Dekat
  • Belajar Mengenal Pupuk dan Prospek Bisnis Pupuk
  • Kandungan Buah Tomat dan Cara Membudidayanya
  • Seputar Buah Rambutan - Tropical Fruits
  • Buah Duku, Buah Musiman Kaya Manfaat
  • Buah Kelapa yang Bermanfaat
  • Sejarah, Fungsi, dan Jenis Irigasi
  • Mengenal Tanaman Akasia Si Pengganti Pohon Jati
  • Membuat dan Jual Pupuk Organik Sendiri
  • Mengenal Lebih Jauh Kelapa Sawit dan Cara Tanam Sawit
  • Tanaman Bakau: Tanaman Khas Pesisir
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA