logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Pertanian dan Perkebunan

Metode Pemupukan Tanaman Karet


Ilustrasi pemupukan tanaman karet

Tanaman karet merupakan sumber utama bahan karet yang ada di dunia. Tanaman yang berasal dari Brasil ini merupakan penghasil lateks serta satu-satunya tanaman yang dikebunkan secara besar-besaran.

Tanaman beserta olahan karet menghasilkan devisa negara yang banyak serta komoditi ekspor yang cukup besar. Oleh sebab itu, tidak heran jika Indonesia memiliki lahan perkebunan karet seluas 3,5 juta Ha dengan total produksi 2,5 juta ton.

Tidak hanya itu, jumlah petani yang dipekerjakan dalam usaha budidaya tanaman karet ini mencapai 2.075.954 KK dengan menyerap tenaga kerja sebanyak hampir 200 ribu orang. Volume ekspor komoditas karet pada tahun 2008 juga mampu menghasilkan devisa sebesar kurang lebih 6 juta dolar Amerika dari total ekspor sebanyak 2,3 juta ton.

Pembudidayaan Tanaman Karet

Karena asetnya yang sangat berlimpah ini, maka Indonesia pun menjadi salah satu negara dengan tingkat pembudidayaan tanaman karet yang cukup tinggi. Berikut adalah teknis dalam membudidayakan tanaman karet.

1.    Lahan dan Agroklimat

Faktor utama yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman karet adalah lahan dan agroklimatnya. Untuk mendapatkan produk karet yang baik, maka dibutuhkan media tanam yang baik seperti tanah latosol dan aluvial dengan kadar keasaman 5 sampai 6, serta dapat tumbuh di ketinggian 1 sampai 600 meter di atas permukaan air laut; iklim yang baik pada 15 derajat Lu- 10 derajat LS dengan suhu udara 25 – 30 derajat celcius serta curah hujan optimal 2000-2500 mm/tahun.

2.    Kualitas dan Standar Mutu Benih

Faktor kedua yang berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman karet adalah kualitas biji untuk batang bawah sampai kualitas bibit karet yang siap untuk ditanam di lahan perkebunan.

Biji batang bawah yang baik adalah biji yang berasal dari pohon induk yang berumur minimal 10 tahun, serta berasal dari klon yang pasti. Biji tersebut harus masih segar, bernas, mengilat, tidak berlubang, dan tidak cacat.

Biji tersebut kemudian disemai dan dipindahkan ke pembibitan. Bibit tersebut haruslah yang sudah berkecambah sebelum hari ke-22 dengan akar tunggang kecambah yang lurus, bebas hama dan penyakit tanaman.

Untuk bibit batang bawah yang dilakukan secara okulasi, dibutuhkan pertumbuhan bibit yang relatif seragam, yakni sudah mencapai diameter batang tertentu yang siap diokulasi.

Bibit yang baik berasal dari kebun kayu okulasi yang sudah dimurnikan sehingga lebih terawat dan sehat. Gunakan pula bahan tanam polybag dengan tinggi daun payung pertama yang diukur dari pertautan okulasi hingga titik tumbuh kurang dari 25 cm dengan diameter 8 mm yang diukur pada ketinggian 10 cm.

3.    Klon Karet

Hal ketiga yang perlu dipertimbangkan dalam pembudidayaan tanaman karet adalah klon. Klon di Indonesia biasanya dihasilkan oleh lembaga riset pemerintah atau swasta. Misalnya, Klon Lateks : BPM 24, BPM 107, dll. Klon Lateks-kayu : BPM 1, PB 330, PB 340, dll. Klon kayu : IRR 70, IRR 71, IRR 72, dan IRR 78.

4.    Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman karet dimulai dengan cara menebang atau membabat pohon-pohon besar dan alang-alang. Pembabatan hama penyakit biasnaya dilakukan dengan menggunakan herbisida atau fungisida.

Setelah itu, tanah kemudian dibuat dengan kemiringan di atas 10 derajat dengan berbentuk teras yang berlebar minimal 1,5 meter. Tanah yang landai perlu untuk dibuatkan rorak untuk mencegah terjadinya erosi.

Pemancangan kemudian dilakukan dengan jarak tanam dan kerapatan pohon yang sesuai, misalnya untuk kerapatan per Ha 550 pohon maka jarak tanam yang dibutuhkan adalah 6 x 3 meter.

Kemudian dibuatkan lubang tanam minimal 2 minggu sebelum tanam dengan ukuran masing-masing 40 cm pada tiap sisinya. Sebelum penanaman dilakukan, harus dilakukan pemupukan tanaman karet terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memacu pertumbuhan akar karet.

5.    Penanaman dan Penyulaman

Penanaman tanaman karet ini dilakukan dengan cara membuka kantong polybag, lalu meletakkan bibit karet di tengah lubang tanam, lalu ditimbun kembali oleh tanah. Penanaman ini sebaiknya dilakukan saat musim hujan.

Bibit yang sudah ditanam tersebut kemudian diperiksa setiap 1 atau 2 minggu. Apabila ada bibit yang mati, maka segera lakukan penyulaman agar populasi tanaman tetap bisa dipertahankan.

6.    Pembuangan Tunas Palsu

Tunas palsu merupakan tunas yang tumbuh bukan dari mata okulasi sehingga harus dibuang sebelum akhirnya berkayu.

7.    Pembentukan Percabangan

Pembentukan dan perangsangan cabang dapat dilakukan dengan cara penyanggulan, pengguran daun, pengikatan batang, pembuangan tunas ujung, pemenggalan ujung batang, dan pengeratan batang.

8.    Penanaman Tumpang Sari

Penanaman tumpang sari ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan serta mengurangi risiko rendahnya harga komoditi karet sehingga pendapatan sebelum produksi bisa dihasilkan.

9.    Pemupukan

Proses pemberian pupuk ini tentu bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan matang sadap. Berikut akan diberikan informasi lebih jelas mengenai pemupukan tanaman karet.

Pemupukan Tanaman Karet

Pemupukan merupakan faktor penentu produktivitas tanaman karet. Karena itu metode pemupukan tanaman karet harus tepat. Metode pemupukan tanaman karet harus sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan. Beberapa langkah rekomendasi untuk metode pemupukan tanaman karet dapat disimak pada pembahasan di bawah ini.

Pembersihan Kebun Karet

Sebelum dilakukan pemupukan secara berkala, harus dipastikan bahwa kebun karet yang dimiliki bebas dari tanaman pengganggu. Hal ini bisa dilakukan dengan pembersihan kebun karet secara rutin. Sehingga bila dilakukan pemupukan, tanaman karet tidak bersaing dengan gulma untuk mendapatkan nutrisi. Kompetisi dalam mendapatkan unsur hara akan menurunkan produksi tanaman karet.

Langkah-langkah untuk membersihkan tanaman pengganggu adalah sebagai berikut:

  • Ada beberapa jenis tanaman pengganggu (gulma atau tanaman liar). Yang pertama adalah semua jenis tanaman berkayu selain tanaman karet, sedangkan yang kedua adalah tumbuhan semak seperti rumput-rumputan.
  • Cara membersihkan kebun tanaman karet, tergantung pada jenis tanaman pengganggu yang ada di dalamnya. Bila tanaman pengganggu jenis pertama yang ditemui, maka bisa dibersihkan dengan cara ditebang atau dioles dengan obat pembunuh kayu. Untuk jenis yang kedua, misal rumput berdaun lebar, bisa dibasmi dengan menggunakan herbisida. Sedangkan untuk rumput yang berdaun sempit seperti alang-alang, bisa disemprot dengan herbisida sistemik.

Melakukan Pemupukan

Ada beberapa catatan bagi pemilik maupun pemelihara tanaman karet dalam melakukan pemupukan. Salah satunya, pemupukan wajib dilakukan dengan berkala dan berkelanjutan. Umumnya dosis pemberian pupuk tanaman karet dilakukan 2 kali dalam setahun dengan seimbang. Pada tanaman karet berumur 6 hingga 15 tahun dosis pemupukannya adalah 350 gram urea per hektar per tahun, 260 gram SP per hektar per tahun, dan 300 gram KCl per hektar per tahun.

Sedangkan untuk tanaman karet berusia 16 hingga 25 tahun, dosis pemupukannya adalah 300 gram urea per hektar per tahun, 190 gram SP per hektar per tahun, dan 250 gram KCl per hektar per tahun.
Bagi tanaman karet yang telah tua, di atas 25 tahun hingga 2 tahun sebelum peremajaan, dosis pemupukannya adalah 200 gram urea per hektar per tahun, 0 gram SP per hektar per tahun, dan 150 gram KCl per hektar per tahun. Perlu diingat, pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun.

Teknis Pemupukan Tanaman Karet

Berikut adalah teknis pemupukan tanaman karet:

  • Buatlah parit atau laur memanjang yang berada di tengah-tengah barisan tanaman karet.
  • Bersihkan gulma atau tanaman pengganggu yang berada di sekitar parit atau alur yang telah dibuat.
  • Taburkan pupuk ke dalam parit, sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Satu lagi syarat yang harus dipenuhi, bahwa pupuk SP tidak boleh dicampur pada tempat yang sama dengan pupuk urea.
  • Pupuk juga diberikan dengan cara melingkari batang, dengan jarak kurang lebih 1 meter hingga 1,25 meter dari batang pokok tanaman karet.
  • Tutupilah kembali parit yang telah ditaburi pupuk dengan tanah di sekitarnya.
  • Dianjurkan bahwa waktu pemupukan tanaman karet dua kali dalam satu tahun. Diusahakan pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Budidaya dan Manfaat Pohon Gaharu
  • Buah Naga Merah - Kaktus yang Bermanfaat
  • Cara-Cara Menyambung Tanaman
  • Mengenal Teknik Kultur Jaringan
  • Membuat dan Jual Pupuk Organik Sendiri
  • Mengintip Sesuatu di Dataran Rendah
  • Mengenal Tanaman Buah Pepaya
  • Pemupukan Tanaman Jagung dan Penyakit pada Tanaman Jagung
  • Metode Pemangkasan Tanaman
  • Sekilas Tentang Ilmu Fisiologi Tanaman
  • Jenis dan Cara Penanaman Pohon Rambutan
  • Budidaya Tanaman Organik di Lahan Sempit
  • Pabrik Pupuk BUMN di Indonesia
  • Tujuan, Metode, dan Kelemahan Pemuliaan Tanaman
  • Mengenal Pohon Mangga secara Lebih Dekat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA