Pencernaan Kelinci

Kelinci mempunyai kebiasaan memakan kembali kotoran mereka. Kebiasaan ini didorong juga oleh pencernaan kelinci yang dapat dikatakan kurang sempurna. Kelinci dikatakan mempunyai sistem pencernaan perut belakang. Hal ini berarti pencernaan kelinci terjadi dalam usus besarnya.
Pencernaan makanan kelinci hampir sekitar 40%-nya dilakukan dalam usus besar. Di sana terjadi pemilahan jenis makanan yang sedang dicerna, antara makanan bernutrisi dan makanan berserat.
Sari makanan bernutrisi kemudian diserap oleh tubuh, sedangkan sisa makanan berserat kemudian dikeluarkan sebagai feses (kotoran tinja). Feses inilah yang kemudian dimakan kembali oleh kelinci untuk mengulang proses pencernaan yang sama.
Pada kelinci dapat dikatakan bahwa makanan melalui dua kali proses pencernaan. Makanan yang dicerna oleh kelinci tidak melalui proses pencernaan dalam lambung. Hal ini membuat kelinci tidak pernah muntah.






