logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Pencernaan Makanan Pada Manusia


Ilustrasi pencernaan makanan manusia

< b>Pencernaan makanan manusia merupakan serangkaian proses yang melibatkan organ-organ pencernaan yang memiliki tugas dan fungsi yang spesifik. Proses pencernaan makanan manusia merupakan suatu proses kompleks dalam tubuh manusia yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Terdapat suatu hubungan yang sinergis antara proses dan organ-organ serta kelenjar pencernaan.

Sistem pencernaan pada manusia memiliki fungsi untuk memecah bahan-bahan makanan yang berpartikel besar menjadi sari-sari makanan yang siap diserap oleh tubuh. Pencernaan makanan manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua macam seperti berikut:

  • Proses mekanis, yaitu proses pengunyahan yang dilakukan oleh gigi dan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
  • Proses kimiawi, yaitu proses pemecahan partikel makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan cara mengubah makanan yang ber-partikel besar menjadi ber-partikel kecil.

Pada dasarnya makanan yang kita makan sudah mengalami proses pencernaan sejak berada dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.

  1. Ingesti, yaitu proses masuknya makanan ke dalam tubuh melalui mulut.
  2. Mastikasi, yaitu proses pengunyahan makanan oleh gigi.
  3. Deglutisi, yaitu proses penelanan makanan di kerongkongan.
  4. Digesti, yaitu proses pengubahan makanan menjadi molekul yang lebihsederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung.
  5. Absorpsi, yaitu proses penyerapan, terjadi di usus halus.
  6. Defekasi, yaitu proses pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.

Sistem pencernaan pada manusia melibatkan beberapa organ-organ pencernaan yang dimiliki oleh manusia. Penjelasan mengenai proses-proses pencernaan tersebut di atas melibatkan serangkaian organ-organ pencernaan sebagai berikut:

  • Mulut

Makanan pertama kali akan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini akan mengalami pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut terdapat beberapa organ yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).

  • Gigi

Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan halus. Hal ini bertujuan untuk membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.

Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi muncul pada saat bayi berusia 6 bulan.

Gigi pertama ini disebut gigi susu. Saat anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut:

  • Gigi seri (8 buah), berfungsi memotong makanan.
  • Gigi taring (4 buah), berfungsi merobek makanan.
  • Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.

Sedangkan struktur luar gigi pada manusia terdiri atas bagian-bagian berikut:

  • Mahkota gigi (corona)
  • Akar gigi (radix)
  • Leher gigi (colum)

Adapun penampang gigi pada manusia pun dapat diperlihatkan bagian-bagiannya sebagai berikut.

  • Email (glazur atau enamel)
  • Tulang gigi (dentin)
  • Sumsum gigi (pulpa)
  • Semen, pelapis dentin
  • Lidah

Lidah berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, serta mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah.

Lidah juga bergungsi sebagai alat perasa makanan. Selain itu lidah juga dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa.

  • Kelenjar Ludah

Kelenjar ludah pada manusia ada tiga pasang, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis.

Air ludah berperan dalam proses kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Ludah mengandung air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini berfungsi untuk menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana(glukosa dan maltosa).

  • Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan organ pencernaan makanan manusia berbentuk saluran panjang yang menghubungkan mulut dan lambung. Makanan yang sudah dicerna mulut selanjutnya dihantarkan ke dalam lambung melaluli mekanisme gerak pelistaltik pada kerongkonan.

Gerak peristaltik terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar.

  • Lambung

Lambung merupakan organ pencernaan manusia yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Lambung terdiri atas tiga bagian sebagai berikut:

  • Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang berbatasan dengan organ esofagus.
  • Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan atau tengah lambung.
  • Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan denganusus halus.

Pada daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak. Otot ini secara refleks akan terbuka bila ada makanan masuk.

Untuk mencerna makanan secara kimiawi pada lambung dilakukan oleh getah lambung. Getah lambung mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.

  • Usus halus

Usus halus merupakan organ pencernaan makanan manusia berupa saluran panjang yang berkelok-kelok, dengan panjang sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus.

Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan makanan.

Secara strukturnya usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:

  • Duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm
  • Jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
  • Ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

Pencernaan makanan manusia yang terjadi di usus halus lebih banyak yang bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim terlibat dalam proses pencernaan kimiawi ini.

Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung enzim-enzim seperti berikut:

  1. Sukrase, merupakan enzim yang membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  2. Maltase, merupakan enzim yang membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
  3. Laktase, merupakan enzim yang membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  4. Enzim peptidase, merupakan enzim yang membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

Hasil pencernaan terakhir usus halus berupa monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol mulai diabsorpsi atau diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian jejunum dan ileum.

Selain itu zat makanan lain berupa vitamin dan mineral juga diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak diserap bersama dengan pelarutnya, dan vitamin yang larut dalam air diserap dilakukan oleh jonjot usus.

Sedangkan penyerapan mineral sangat spesifik tergantung dengan sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur bagian-bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien untuk penyerapan Na+, tetapi tidak efisien untuk penyerapan Cl-, HCO3-, dan ion-ion bivalen.

Ion K+ penyerapannya terbatas di jejunum dan penyerapan Fe++ efektif terjadi di bagian duodenum dan jejunum. Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet.

Pada bagian ini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap kedalam villi.

Selanjutnya di dalam villi, asam lemak akan dilepaskan, asam lemak ini berikatan dengan gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke bagian tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).

Di dalam pembuluh kil, emulsi lemak akan menuju ke pembuluh vena sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan makanan yang tidak dapat diserap di usus halus selanjutnya akan didorong menuju usus besar (kolon).

  • Usus besar

Usus besar (kolon) adalah organ pencernaan makanan manusia yang memiliki panjang sekitar 1 meter. Di antara usus halus dan usus besar terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing), bagian ini berisi massa sel darahputih yang berperan dalam imunitas.

Zat-zat sisa di dalam usus besar ini selanjutnya didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon.

Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 sampai 4 hari. Selama saat itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli.

Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke saluran akhir dari pencernaan yaitu rectum. Pada akhirnya zat sisa ini keluar dengan proses defekasi melewati anus.

Defekasi (buang air besar) diawali dengan terjadinya penggelembungan pada bagian rektum yang diakibatkan oleh rangsang yang disebut refleks gastrokolik.Kemudian, aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan mengakibatkan terjadinya defekasi.

Proses yang terjadi di dalam usus besar ini menunjukkan proses pencernaan makanan manusia telah selesai dengan sempurna.

Alat-Alat Pencernaan Makanan Manusia

Makan adalah kebutuhan manusia sehari-hari. Kebutuhan akan makanan ini merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Dengan makan kita memiliki cukup energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak hanya itu, dengan makan organ tubuh kita bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Makanan yang kita makan melewati proses mencerna makanan. Pencernaan makanan adalah proses penghancuran makanan agar selanjutnya dapat diserap oleh tubuh. Baik itu melalui penghancuran makanan oleh gigi, maupun penghancuran yang dibantu oleh enzim. Kedua sistem pencernaan pada kita ini berjalan menggunakan alat-alat pencernaan makanan manusia.

Mulut

Proses pencernaan dimulai ketika makanan masuk ke mulut. Bagian mulut yang membantu proses ini adalah gigi, air liur, dan lidah. Di dalam mulut makanan dicerna secara mekanik oleh gigi, secara kimia dicerna oleh enzim ptyalin atau amilase yang berfungsi mengubah zat tepung menjadi zat gula.

Gigi ada tiga jenis:

  • Gigi seri, berfungsi untuk memotong makanan.
  • Gigi taring, berfungsi untuk mengunyah makanan.
  • Gigi geraham, berfungsi untuk merobek makanan.Kerongkongan

Setelah diproses di dalam mulut, makanan masuk ke dalam kerongkongan dengan gerakan peristaltik (meremas). Melalui gerakan inilah akhirnya makanan bisa masuk ke dalam lambung.

Lambung

Di dalam lambung makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan enzim-enzim pencernaan:
Asam klorida (HCL), berfungsi untuk membunuh kuman penyakit yang masuk bersama makanan yang kita makan.Pepsin, berfungsi untuk mengubah protein yang masuk menjadi peptonRenin, berfungsi untuk mengbah zat susu menjadi kasein.Usus Halus

Dari lambung makanan akan masuk ke usus halus. Pada bagian ini, makanan juga dicerna secara kimiawi. Makanan dicerna dengan bantuan getah pancreas dan getah empedu.
Getah pancreas terdiri dari enzim-enzim:

  • Enzim amilase
  • Enzim lipase
  • Enzim tripsin

Getah empedu sendiri dihasilkan oleh hati yang fungsinya adalah untuk melarutkan lemak. Selain itu, dalam usus halus sari-sari makanan dieserap oleh bagian dalam usus halus (jonjot usus halus). Sisa-sisa makanan yang tidak diserap dilanjutkan ke usus besar.

Usus Besar

Di dalam usus besar ini tidaka terjadi lagi proses pencernaan, melainkan hanya terjadi proses penyerapan air dan garam-garam dari sisa makanan yang selanjutnya dibusukkan oleh bakteri pembusuk menjadi kotoran (tinja).

Anus

Pada alat ini sisa makanan yang sudah dalam bentuk tinja sedikit demi sedikit didorong keluar secara peristaltic menuju poros pada usus. Jika sudah penuh, maka munculah rangsangan untuk buang air besar.

Tips Menjaga Alat Pencernaan Makanan Manusia

Menggosok gigi dengan benar dan teratur sehabis makan dan sebelum tidur.Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.Banyak mengonsumsi makanan yang berserat, seperti sayuran dan buahMenjaga kebersihanmakanan agar terhindar dari bakteri dan kuman yang menimbulkan penyakit.Makanlah makanan yang seimbang dengan gizi yang cukup.Menjaga pola makan tetap teratur.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sistem Reproduksi Pada Tanaman
  • Dasar-Dasar Genetika Tumbuhan
  • Enzim dan Koenzim dalam Proses Biokimia Organisme
  • Biota dan Biopori dalam Tinjauan Biologi Tanah
  • Kelenjar Pencernaan pada Manusia
  • Kultur Jaringan, Cara Memperbanyak Tanaman
  • Mengenal Pengertian Hama pada Tumbuhan
  • Kita dan Masalah Pencemaran Air
  • Mengenal Fisiologi Sistem Pencernaan Manusia
  • Bunga dalam Sistem Reproduksi Tumbuhan
  • Mengenal Sistem Pencernaan Manusia
  • Esensi Penelitian Ilmiah
  • Mengenal Tanaman Kelapa Sawit
  • Kebutuhan Manusia dan Gaya Hidup
  • Daya Hisap Daun
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA