logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Pencernaan Makanan dalam Tubuh


Ilustrasi pencernaan

Pencernaan adalah proses pelumatan makanan secara mekanik atau secara kimiawi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, hingga dapat diserap oleh anggota tubuh. Sejak dikunyah dalam mulut Anda, makanan mengalami proses pencernaan.

Dalam mulut, makanan mengalami pencernaan mekanik karena proses pelumatan dilakukan oleh gigi-gigi yang terdapat dalam mulut. Selanjutnya, proses pencernaan makanan banyak dibantu oleh beragam zat kimia sehingga menjadikannya sari-sari makanan yang didistribusikan oleh darah ke seluruh tubuh.

Pernahkah membayangkan proses pencernaan yang berlangsung setelah Anda berhasil menelan makanan yang biasa dimakan sehari-hari? Bagaimanakah jalannya proses tersebut? Berikut ini penjelasan mengenai pencernaan makanan yang biasa terjadi dalam tubuh manusia.

Pencernaan Makanan dalam Mulut

Keseluruhan proses pencernaan panjangnya hampir mencapai 9 meter, serta memakan waktu sekitar 24 jam hingga 72 jam lamanya. Keseluruhan proses pencernaan tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian penting, yaitu:

  • fase sefalik, saat seseorang berselera untuk melakukan kegiatan makan;
  • fase gastritik, saat makanan melalui proses penghancuran makanan dalam lambung; dan
  • fase intestin, saat makanan melalui proses penghancuran makanan dalam usus.

Proses pencernaan dimulai dalam mulut, ketika makanan dilumatkan oleh gigi dibantu lidah dan air ludah yang dihasilkan oleh tiga kelenjar ludah dalam mulut. Lidah yang sangat membantu saat makanan dikunyah dan ditelan, selalu dalam keadaan lembap karena adanya air ludah.

Lidah berfungsi untuk menggulung makanan saat dikunyah oleh gigi sebelum ditelan menuju kerongkongan. Fungsi air ludah adalah untuk melembapkan proses pelumatan makanan dan membersihkan mulut setelah proses pencernaan dalam mulut selesai.

Di dalam mulut, pencernaan dibantu juga oleh sejenis zat kimia yang disebut dengan enzim lipase. Fungsi enzim lipase adalah memecah zat makanan yang sedang dilumatkan dalam mulut, terutama zat gula, agar terurai menjadi zat lainnya yang lebih halus. Selain itu, terdapat enzim amilase yang juga berfungsi untuk memecah karbohidrat menjadi zat gula.

Dari mulut, makanan ditelan melalui kerongkongan menuju lambung, dibantu oleh gerakan otot-otot yang ada di sekitar kerongkongan. Proses perjalanan makanan menuju melalui kerongkongan akan memakan waktu sekitar tujuh menit.

Pencernaan oleh Zat Kimia

Saat makanan mencapai lambung, sudah mengalami perubahan bentuk yang sangat berarti. Lambung atau biasa dikatakan dengan perut manusia, merupakan wadah berbentuk huruf J yang terdiri atas otot tebal serta elastis.

Dalam lambung, makanan yang sudah berubah bentuk tersebut mengalami proses pencernaan berupa pelumatan dan pengadukan. Dicampur dengan tiga jenis zat kimia, yaitu asam lambung, enzim pepsin, dan jenis enzim lainnya yang berfungsi menghancurkan protein dalam makanan. Asam lambung hanya berfungsi agar lambung mempunyai tingkat keasaman cocok untuk proses pengadukan dalam lambung.

Selanjutnya, gerakan otot-otot dalam lambung pun membantu proses yang terjadi di dalamnya dengan memecah makanan hingga menjadi bagian yang lebih halus lagi. Selain itu, gerakan otot tersebut membantu makanan untuk selanjutnya menuju usus halus sehingga terjadi proses pengosongan lambung.

Dalam usus halus, makanan melalui proses pencernaan selanjutnya dan dibantu oleh tiga jenis organ penting berikut.

  • Empedu, dihasilkan oleh hati dan pankreas. Berfungsi untuk menetralkan lemak (emulsi) hingga dapat diserap oleh tubuh, menetralkan cairan asam lambung yang terbawa ke dalam usus, serta membuang zat-zat sisa pencernaan.
  • Cairan pankreas, dihasilkan oleh kelenjar pankreas.
  • Enzim-enzim yang terdapat dalam usus; enzim yang mencerna zat gula yaitu enzim maltase, sukrose, dan laktase.

Dari usus halus, makanan kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh dalam bentuk sari makanan. Sebagian makanan tersebut menuju usus besar yang panjangnya hampir mencapai 1,5 meter. Dalam usus besar, air yang terkandung dalam makanan diserap dan sisa makanan disimpan sampai dapat dibuang.

Selain itu, di dalam usus besar, terdapat proses fermentasi untuk menanggulangi bakteri yang terdapat dalam usus juga menghancurkan sebagian zat makanan yang terbawa dari proses di usus kecil. Setelah dihancurkan kembali, zat makanan tersebut diserap oleh tubuh.

Usus besar terdiri atas tiga bagian penting, yaitu cecum, colon, dan rektum. Sisa makanan terkumpul dalam rektum bersama dengan sisa-sisa proses dalam tubuh lainnya, kemudian mengeras membentuk feses (kotoran).

Sisa makanan terkumpul dalam rektum dibantu oleh gerakan otot yang terdapat di sekitar usus besar. Kotoran tersebut terkumpul sementara waktu dalam rektum hingga pada saatnya dibuang melalui anus, dibantu oleh proses kontraksi dan relaksasi.

Gangguan Sistem Pencernaan

Gangguan yang terajadi pada sistem pencernaan makanan biasanya disebabkan oleh pola makan yang tidak benar, infeksi bakteri, dan kelainan alat perncernaan. Gangguan-gangguan pada sistem pencernaan di antaranya adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, bahkan infeksi usu buntu (apendisitis). 

1.Diare

Jika kim dari perut mengalir menuju usus terlalu cepat, defekasi menjadi lebih sering dan feses mengandung banyak air. Gangguan sistem pencernaan inilah yang disebut dengan diare. Penyebab dari gangguan sistem pencernaan di antaranya adalah ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Gangguan sistem perncernaan berupa diare dalam waktu yang lama akan mengakibatkan hilangnya air dan garam-garam mineral sehingga terjadilah dehidrasi. 

2.Sembelit (Konstipasi)

Gangguan sistem pencernaan ini muncul bila kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibat dari gangguan sistem pencernaan ini, air terlalu banyak diserap oleh usus dan feses menjadi keras serta kering. Penyebab sembelit adalah kurang mengonsumsi makanan berupa tumbuhan berserat dan terlalu banyak mengonsumsi daging. 

3.Tukak Lambung (Ulkus)

Perlu diketahui bahwa dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya terkandung juga enzim. Bila pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan menyantap bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Akibatnya, terjadilah gangguan sistem pencernaan bernama tukak lambung. Gangguan sistem pencernaan ini menyebabkan berlubangnya dinding lambung dan membuat isi lambung jatuh di rongga perut. Pada umumnya, tukak lambung disebebkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu. 

4. Karies

Gangguan sistem pencernaan ini terjadi di dalam rongga mulut, tepatnya pada gigi yang tidak terawat. Karies muncul akibat terjadinya penumpukan sisa makanan di sekitar gigi yang difermentasikan oleh bakteri sehingga mengakibatkan lubang pada gigi.

5. Sariawan

Gangguan sistem pencernaan ini ditandai dengan munculnya luka kecil di dalam rongga mulut. Sariawan bisa mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut jika tidak segera diobati. Untuk mencegah sariawan, konsumsilah vitamin C dalam jumlah yang cukup.   

6. Peritonitis

Peritonitis adalah gangguan sistem pencernaan yang juga sering dialami oleh kita semua. Gangguan pencernaan ini berupa peradangan yang terjadi pada selaput perut (peritonium).

Gangguan sistem pencernaan lainnya yang juga biasa terjadi adalah parotitis (gondong), peradangan pada kelenjar parotis karena infeksi virus. Ada juga gangguan sistem pencernaan berupa salah cerna karena mengonsumsi makanan yang merangsang lambung, misalnya alkohol dan cabe (mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik). Gangguan sistem penceranaan ini sangat mengganggu aktivitas kita semua. Oleh karena itu, jagalah sistem pencernaan kita agar sehat selalu.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Makhluk Hidup
  • Mengenal Palem Kipas
  • Penanaman Bibit Jamur Tiram Putih
  • Peredaran Darah pada Manusia
  • Batuan dan Siklus Batuan
  • Kelompok Protista: Jamur Air
  • Pentingnya Keanekaragaman Hayati Laut
  • Proses Pencernaan Makanan dan Enzim-enzim Pembantu
  • Teori Umum Mengenai Sistem Respirasi Manusia
  • Bakteri pada Susu yang Bermanfaat
  • Bakteri Spiral di Sekitar Kita
  • Ciri dan Jenis-Jenis Bakteri
  • Jamur Kuping Hitam Penuh Khasiat
  • Karakteristik, Fungsi, Kelainan Sistem Ekskresi Pada Manusia
  • Pencernaan Makanan Pada Manusia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA