logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Mata Pelajaran

Pentingnya Pendidikan Berkarakter Bagi Kemajuan Indonesia


Ilustrasi pendidikan berkarakter

Pendidikan berkarakter kini menjadi dasar dan metode baru bagi pelaksanaan pendidikan di berbagai sekolah dan kampus. Kondisi Indonesia saat ini yang mengalami krisis multidimensi terutama pada krisis sosial, yaitu menurunnya moral dan kepribadian pada masyarakat Indonesia, lebih khususnya kita katakan yakni para pemimpin.

Para pemimpin yang terlibat berbagai kasus dan yang masih mempraktikkan korupsi di pemerintahan, kepribadian mereka terlihat tidak sedikit pun terpengaruh oleh pendidikan agama dan moral yang mereka terima saat bersekolah.

Walaupun tidak bisa 100% kita salahkan pada pelaksanaan pendidikan di Indonesia, karena kepribadian seseorang faktanya banyak dipengaruhi oleh gaya hidup, azas berpikir dan kebiasaan-kebiasaan di lingkungan tempat mereka bergaul dan menghabiskan waktu sehari-hari. Ibarat seseorang yang berteman dengan penjual minyak wangi maka dia akan tercium wangi, namun bila berdekatan dengan tukang besi maka bau arang dan asap yang tercium darinya.

Inti dari pendidikan berkarakter adalah bagaimana cara membentuk kepribadian yang baik pada peserta didik. Baik itu pendidikan yang ditempuh lewat sekolah negeri ataupun swasta. Kita telah lelah merasakan kondisi pendidikan yang hanya terfokus pada kepandaian siswa mengerjakan soal sewaktu ujian.

Jika dia mendapatkan nilai rendah maka dia akan dicap sebagai siswa yang gagal. Padahal kesuksesan pendidikan tidak hanya berhenti pada nilai akhir ujian nasional, tetapi pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang menghasilkan peserta didik yang mempunyai keterampilan dan berkepribadian, baik di saat dia bersentuhan langsung dengan fakta kehidupan atau saat dia lulus dari sekolah.

Banyak pejabat yang menjadi terpidana korupsi atau terkait dengan skandal di pemerintahan. Mereka sewaktu sekolah pasti mendapatkan nilai yang baik pada pelajaran agama dan kewarganegaraan (karena dua matapelajaran syarat kenaikan atau kelulusan bersekolah).

Namun, ketika dia menjadi seseorang yang mempunyai kedudukan penting atau duduk di pemerintahan, dia malah kerap melakukan tindakan korupsi yang bertentangan dengan nilai agama dan kewarganeraan. Hal seperti ini telah menjadi fenomena yang langka di Indonesia, fenomena ini menunjukkan kepada kita bahwa nilai yang baik peserta didik di sekolah tidak selaras dengan tingkah lakunya di kehidupan nyata atau bermasyarakat.

Dari kondisi pendidikan yang seperti ini muncul gagasan yang sangat baik untuk menggalakkan pendidikan berkarakter pada sekolah formal dan non formal di seluruh nusantara.

Pentingnya Pendidikan Berkarakter Bagi Kemajuan Indonesia

Turunnya moralitas pada para generasi muda saat ini yang lebih cenderung menyukai berbagai aktivitas yang hedonis ketimbang yang bermanfaat. Seks bebas, pemakaian narkoba, dan tawuran menjadi berita yang rutin di televisi. Seakan-akan berbagai kasus tersebut tidak akan pernah habis dan senantiasa bertambah dari tahun ke tahun.

Bila melirik pada para pejabat yang melakukan korupsi juga semakin membuat hati kita prihatin dan bersedih atas kondisi bangsa Indonesia. Hal yang kita inginkan adalah perubahan total atas kondisi yang menyesakkan hati kita ini. Di sinilah pendidikan berkarakter diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan moral yang menimpa masyarakat di tanah air.

Permasalahan akhlak atau kepribadian yang menurun di atas dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain:

1. Sedikitnya pemahaman dan pengamalan perintah dan larangan dalam agama.

Sepertinya ada pemisahan antara pemahaman agama dan tingkah laku generasi kita saat ini. Dari berbagai penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa sebagian dari siswa-siswi sekolah pernah berhubungan intim di luar pernikahan.

Padahal di sekolah mereka pasti telah mendapatkan ilmu agama yang melarang tindakan asusila tersebut. Ini bisa disimpulkan bahwa mereka tidak paham tentang larangan tindakan asusila, atau mereka tidak mempunyai motivasi dan pendirian yang kuat untuk menghindari perilaku tersebut.

2. Dampak dari globalisasi yang mempengaruhi nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

Era globalisasi memberikan celah yang sangat besar bagi pemahaman dan nilai-nilai non ketimuran masuk ke dalam negeri kita sehingga para pemuda mengikuti gaya hidup orang luar yang serba bebas dan terkesan hedonis.

3. Sulitnya menemukan tauladan yang memberikan contoh penerapan nilai-nilai moral, akhlak, sosial, moral maupun dari agama.

Pembelajaran akan terlaksana dengan efektif apabila sang murid mendapatkan contoh langsung dari guru pengajarnya. Apalagi pembelajaran mengenai nilai-nilai moral, siswa harus dapat melihat langsung bagaimana gurunya menerapkannya. Akan aneh apabila guru melarang muridnya merokok di sekolah, akan tetapi malah sang guru merokok di jam istirahat atau setelah keluar dari sekolah.

Konsep Pendidikan Berkarakter

Sistem pendidikan yang selama ini kita kenal adalah pembelajaran yang berfokus pada penguasaan kognitif peserta didik. Lihatlah saat ini masih banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang masih memforsir anak-anak didiknya untuk mengerjakan soal.

Para peserta didik masih sibuk untuk mengerjakan berbagai soal di ujian pertengahan semester ataupun ujian di akhir semester sehingga mereka terbiasa untuk memecahkan soal di kertas tanpa diikuti oleh aplikasi ilmu yang didapatnya dalam kehidupan sehari-hari. Ini dikarenakan umumnya soal-soal yang muncul pada ujian tidak ada kaitannya langsung dengan perilakunya di keluarga dan masyarakat.

Hal yang memprihatinkan adalah beberapa orangtua murid beranggapan bahwa pendidikan di sekolah telah cukup untuk membentuk anaknya menjadi manusia yang berkepribadian baik sehingga mereka cenderung menyerahkan pendidikan moral dan akhlak kepada sekolahan.

Sudah waktunya berbagai elemen dari pendidikan untuk merealisasikan pendidikan berkarakter yang mampu memberikan perubahan akhlak atau kepribadian siswa ke level yang lebih tinggi. Elemen-elemen yang akan memberikan bimbingan kepada anak-anak atau remaja untuk berakhlak karimah adalah pihak dari keluarga, sekolah, masyarakat dan terutama dari pihak pemerintahan.

Mengapa peran dari pemerintah yang paling diharapkan? Karena kebiasaan sosial umumnya terbentuk karena undang-undang atau aturan dari penguasa. Sistem aturan yang mendukung penerapan pendidikan berkarakter akan sangat efektif dibandingkan dengan hanya memberikan ceramah kepada para peserta didik seperti pelaksanaan pendidikan moral saat ini.

Sekolah yang berhasil melaksanakan pendidikan berkarakter adalah sekolah yang mampu menjadi sebuah tempat atau lingkungan bagi siswanya untuk mempraktikkan atau menerapkan nilai-nilai moral yang baik. Dengan pengalaman langsung tersebut peserta didik akan terbiasa bertingkah laku sesuai nilai-nilai moral yang diajarkan kepadanya sewaktu bersama gurunya.

Dengan demikian, otomatis sekolah tersebut memerlukan suatu sistem sekolah yang dapat mengotrol tindak tanduk siswanya sepanjang waktu yang dihabiskan di sekolah. Kita dapat meniru bagaimana sistem pondok pesantren yang mampu memotivasi para santri untuk saling mengingatkan, jika ada seseorang di antara mereka yang melanggar aturan pondok atau nilai agama maka yang lain akan mengingatkannya atau melaporkan kepada pengawas pondok.

Seseorang dinilai berkarakter mulia apabila dia mampu berupaya sebaik-baiknya melaksanakan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agamanya, bermanfaat bagi dirinya, lingkungan sekitar, masyarakat dan lebih luas kepada bangsa atau negara.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut diperluka usaha dari sekolah untuk mengubah lingkungannya menjadi suatu wahana dapat membentuk perilaku dari warga di dalamnya untuk berkarakter mulia. Oleh karena itu, diperlukan perubahan pada semua komponen sekolah agar dapat mengarah pada pendidikan berkarakter.

Dengan cara mengoptimalkan peranan dari para pejabat sekolah, guru, pegawai sekolah dan semua yang berada di sekolah tersebut untuk memberikan tauladan karakter yang baik bagi siswa-siswanya. Akan menjadi suatu yang utopis ketika siswa didorong untuk berkarakter baik sedangkan guru dan pejabat sekolah tidak menjaga tingkah laku dan ucapannya sehari-hari, apalagi sewaktu di lingkungan sekolah.

Masa depan Indonesia ditentukan oleh moral generasi pemuda sekarang, oleh karena itu diperlukan perhatian yang lebih dalam masalah pendidikan untuk kalangan muda. Pendidikan berkarakter akan cepat terealisasi bila kita semua mulai sekarang belajar menerapkannya di lingkungan keluarga dan masyarakat tempat kita tinggal.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sosiologi Pendidikan dalam Kurikulum Sekolah dan Keluarga
  • KTSP - Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Silabus
  • Mengenal Contoh Karangan Eksposisi
  • Penutup dalam Makalah yang Tak Mau Kalah
  • Mencari Kumpulan Makalah Pendidikan
  • Kiat Belajar Matematika SMP
  • Pengertian Model Pembelajaran Langsung Bagi Tenaga Pendidik
  • Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
  • Sistem Pendidikan Islam Untuk Anak
  • Penulisan Tanggal Bahasa Inggris dan Pengucapannya
  • Memahami Kebijakan Pendidikan Nasional
  • Bedah Contoh Karangan Argumentasi
  • RSBI - Menggerus Fungsi Bahasa Indonesia
  • Tips dan Trik Belajar Matematika SMA Menjadi Menyenangkan
  • Contoh Paragraf Induktif, Kalimat Utama di Akhir Paragraf
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA