Pentingnya Pendidikan Karakter Guru Demi Membangun Peradaban Bangsa

Di beberapa negara, pendidikan karakter sudah dijadikan prioritas sejak pendidikan dasar dimulai. Sayangnya, pendidikan karakter di Indonesia masih dipandang sebagai wacana dan belum dijadikan bagian yang terintegrasi dalam pendidikan formal. Padahal, pendidikan karakter sangat penting diterapkan dalam sistem pendidikan formal, termasuk pendidikan karakter bagi para guru.
Hakikatnya, peradaban sebuah bangsa dibangun oleh pengembangan watak dan karakter manusia yang unggul dari segi intelektual, spiritual, emosional, dan fisikal, yang dilandasi fitrah kemanusiaan. Fitrah merupakan titik tolak kemuliaan setiap manusia yang tercipta sebagai bawaan lahir maupun hasil pendidikan.
Ki Hadjar Berkata
Pada Kongres Pendidikan se-Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta, Oktober 1949, Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa hidup harus diarahkan pada kemajuan, keberadaban, budaya, dan persatuan. Oleh sebab itu, kita seharusnya menerima elemen-elemen yang datang dari peradaban asing untuk mendorong pertumbuhan dan memperkaya kehidupan nasional demi meningkatkan martabat bangsa Indonesia.
Guru Sebagai Pemegang Sentral Pendidikan
Terlepas dari masalah kuantitatif maupun kualitatif, guru tetap menjadi tokoh yang berperan sentral dalam pembangunan sektor pendidikan. Oleh sebab itu, upaya peningkatan profesionalisme para pendidik merupakan satu hal mutlak atau keharusan. Agar mampu meningkatkan profesionalisme serta mampu melakukan berbagai inovasi, guru layak mendapatkan program-program pelatihan yang tersistem.
Selain pelatihan, guru harus mendapatkan tanda jasa berupa reward sebagai penghargaan demi membangun kesejahteraan hidupnya. Guru harus mendapatkan hak yang layak atas jasa dan pengabdiannya. Dengan demikian, guru akan menjalankan setiap inovasi serta pembaruan dalam bidang pendidikan secara baik.
Di sinilah, kualitas dan karakteristik pendidikan guru saat memberikan pengajaran akan terlihat. Hal itu akan berdampak positif pula bagi peserta didik. Hakikatnya, kualitas seorang guru dapat diukur dari sisi moralitas, bijaksana, sabar, serta menguasai materi yang akan diajarkan pada siswa didik. Faktor-faktor tersebut akan membuat guru mampu menuntaskan masalah-masalah rumit, tidak mudah fustasi maupun stres, dan tidak destruktif.
Karakteristik Pendidikan Guru
Lickona, dkk. (2007) menyatakan bahwa karakteristik pendidikan guru dapat berjalan efektif jika memiliki 11 prinsip berikut ini.
- Mengembangkan nilai-nilai etika inti serta nilai-nilai kinerja pendukungnya sebagai fondasi karakter yang baik.
- Karakter didefinisikan secara komprehensif yang meliputi perasaan, pikiran, serta perilaku.
- Dilakukan pendekatan secara komprehensif, disengaja, dan proaktif, dalam pengembangan karakter.
- Sekolah diciptakan sebagai komunitas yang penuh perhatian.
- Peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan tindakan moral.
- Kurikulum akademik dibuat lebih bermakna dan menantang, namun tetap menghormati peserta didik.
- Mendorong motivasi diri peserta didik.
- Staf sekolah dilibatkan sebagai komunitas pembelajaran dan moral yang berbagi tanggung jawab dalam pendidikan karakter.
- Ciptakan kebersamaan dalam kepemimpinan moral dan dukungan jangka panjang dalam pendidikan karakter.
- Anggota keluarga dan masyarakat dilibatkan sebagai mitra dalam upaya pembangunan karakter.
- Mengadakan evaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai pendidik karakter, serta sejauh mana peserta didik mewujudkan karakter yang baik.
Nilai Etika dan Estetika
Nilai-nilai etika dan estetika inti, seperti kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta rasa hormat terhadap diri dan orang lain, sangat penting dikembangkan dalam karakter pendidikan guru. Namun, hal itu harus disertai nilai-nilai pendukung, seperti ketekunan, etos kerja yang tinggi, dan kegigihan, sebagai dasar karakter yang baik.
Oleh sebab itu, guru harus memiliki komitmen untuk mengembangkan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai tersebut. Kemudian, merealisasikan nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari yang dapat diamati di lingkungan sekolah. Intinya dan yang paling penting, segenap komponen sekolah bertanggung jawab pada standar perilaku yang konsisten dan sesuai nilai.
Karakter yang Baik
Karakter yang baik melingkupi beberapa hal, yaitu pengertian, kepedulian, serta tindakan berdasarkan nilai-nilai etika inti. Oleh sebab itu, pendidikan holistik dalam pendidikan terus berupaya untuk mengembangkan seluruh aspek psikomotor, kognitif dan afektif, emosional, dan perilaku kehidupan moral yang akan dipahami peserta didik.
Hal itu dilakukan untuk menciptakan komunitas yang bermoral, mendengarkan cerita ilustratif dan inspiratif, serta merefleksikan pengalaman hidup melalui pendekatan komprehensip dengan menerapkan semua aspek persekolahan sebagai peluang pengembangan karakter.
Semoga bermanfaat!






