Dinamika Pertumbuhan Penduduk
Ilustrasi penduduk
Berbicara soal pertumbuhan penduduk, baik itu di tanah air maupun secara global yang mendunia, tak akan terlepas dari dinamika penduduk di tanah air maupun dunia tersebut. Dinamika di sini berarti bahwa penduduk itu tidak statis (diam) karena selalu terjadi perubahan dalam masyarakat yang membuat terminologi penduduk itu selalu dinamis.
Pertumbuhan penduduk juga selalu dikait-kaitkan dengan populasi atau sekumpulan manusia yang membentuk masyarakatnya sendiri. Baik itu berskala kecil dalam lingkup keluarga, lingkungan di sekitar keluarga, hingga lingkungan dalam lingkup yang lebih luas lagi, yaitu negara atau dunia. Tak heran, jika kemudian ada ilmu khusus yang membahas soal pertumbuhan penduduk ini yang disebut dengan demografi.
Secara teoretis, demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika atau pertumbuhan penduduk. Pembahasannya meliputi ukuran, struktur, distribusi, dan jumlah penduduk yang selalu berubah-ubah setiap waktu. Perubahan tersebut dihubung-hubungkan dengan adanya kelahiran, kematian, migrasi, dan penuaan penduduknya.
Selanjutnya, analisis mendalam dalam demografi ini, dikait-kaitkan dinamika penduduk kepada referensi tertentu secara khusus yang meliputi pendidikan, agama, kewarganegaraan, atau etnik tertentu.
Adalah Thomas Robert Malthus (1776-1834), seorang berkebangsaan Inggris yang dikenal dengan dedikasinya terhadap dunia demografi sehingga dia dikatakan sebagai salah satu pakar demografi dunia. Prinsip keilmuan yang dipegang oleh Malthus tak jauh dari kepercayaan keilmuan yang dianut oleh sang ayah, yang kala itu bersahabat erat seorang ahli ilmu filsafat bernama Jean-Jacques Rousseau.
Dia mendapat pengaruh kuat dari sang ayah tersebut. Sehingga tak heran, pendapatnya secara umum berupa respon positif terhadap anggapan yang dimiliki oleh sang ayah terhadap ilmu kependudukan tersebut. Selanjutnya, pemikiran kritis Malthus dituangkan ke dalam bentuk tulisan berupa esai yang diberi judul “An Essay on the Principle of Population”.
Kepadatan Penduduk
Pertumbuhan penduduk dipengaruhi pula oleh kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk itu sendiri dapat ditentukan dengan cara membagi jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu dengan luas lahan yang tersedia untuk penduduk di suatu wilayah tersebut. Beberapa negara yang masuk ke dalam kategori negara dengan kepadatan penduduk yang tinggi adalah Jepang, Monako, Singapura, Banglades, Vatikan, dan Malta.
Negara-negara tersebut termasuk ke dalam kategori negara-negara kecil: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Sementara Jepang dan Banglades termasuk kategori negara besar. Ukuran tersebut tentunya dikait-kaitkan dengan luas wilayah negara masing-masing.
Kepadatan penduduk yang berperan penting dalam pertumbuhan penduduk dapat digambarkan dalam bentuk bagan yang disebut dengan piramida penduduk. Bagan ini menjelaskan detail pertumbuhan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, dari bagan ini dapat diambil kesimpulan untuk tindakan selanjutnya akibat kepadatan penduduk tersebut dalam bentuk pengendalian jumah penduduk.
Sebuah lembaga sensus dunia di Amerika Serikat melakukan estimasi terhadap kepadatan penduduk dunia. Diperkirakan, dari jumlah seluruh penduduk yang ada di dunia, yaitu sekitar 6,5 miliar, sebanyak 4 miliar dari penduduk tersebut berada di Asia.
Dengan demikian, tak heran jika kemudian dinyatakan bahwa 7 dari 10 negara terpadat di dunia berada di Asia pula. Dengan urutan: Cina, India, Amerika Serikat, Indonesia, Brasil, Pakistan, Banglades, Rusia, Nigeria, dan Jepang. Pendataan terakhir yang dilakukan pada 2012, menyatakan bahwa penduduk dunia sekarang ini telah mencapai 7 miliar banyaknya.
Aspek-Aspek yang Mempengaruhi Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk ini, yang punya andil penting terhadap pertumbuhan penduduk, dipengaruhi oleh aspek-aspek berikut ini.
1. Kelahiran (Natalitas)
Aspek kelahiran merupakan hal penting yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan penduduk. Dengan demikian, pengendalian aspek ini sangat perlu untuk dilakukan agar tidak terjadi ledakan jumlah penduduk dalam suatu wilayah tertentu. Pengendalian kelahiran secara langsung akan berpengaruh kepada pengendalian jumlah penduduk.
Caranya, antara lain dengan melakukan propaganda untuk memiliki keluarga kecil bahagia dengan dua anak cukup (dilakukan di Indonesia dengan program Keluarga Berencana-nya). Di Cina, dilakukan pula propaganda yang sama, tetapi membatasi hanya satu anak saja. Sehingga dampak negatifnya banyak dilakukan pembunuhan dan aksi aborsi dalam masyarakat.
2. Kematian (Mortalitas)
Aspek kematian merupakan hal penting lainnya yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan penduduk. Jika aspek ini berlangsung secara alamiah dan cukup tinggi, dapat menjadi tolok ukur terhadap ukuran kesehatan masyarakat: apakah terjadi wabah penyakit yang menjangkiti penduduk dalam suatu wilayah tertentu atau tidak. Akan tetapi, tak akan menjadikan tolok-ukur apapun, jika aspek ini berlangsung tidak terlalu tinggi intensitasnya.
Peperangan dan wabah bisa menjadi penyebab tingginya tingkat kematian dalam suatu wilayah tertentu. Misalnya, banyaknya peperangan saudara pada daerah-daerah pecahan Rusia atau wabah pes yang pernah melanda Eropa. Yang mengakibatkan kematian penduduk dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu, proses pembersihan etnis yang banyak dilakukan di Afrika juga menjadi penyebab tingginya tingkat kematian di suatu negara.
Akan tetapi, situasi normal yang paling mungkin terjadi dari pertumbuhan penduduk yang diakibatkan oleh adanya kematian ini adalah berkaitan dengan kematian wajar. Kematian tersebut antara lain akibat adanya penyakit, persalinan, atau tingkat kejahatan. Ada hal yang tidak beres, jika tingkat kematian akibat ketiganya begitu tinggi sehingga perlu dilakukan pembenahan sarana dan prasarana penunjangnya.
Bagan kepadatan penduduk yang disebut piramida penduduk tadi erat pula kaitannya dengan tingkat kematian penduduk ini. Sebuah negara dengan tingkat kematian bayi yang rendah dikatakan memiliki harapan hidup yang tinggi karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Kemudian, kondisi tersebut digambarkan dalam bagan (piramida penduduk) yang berbentuk kotak (persegi).
Sebaliknya, negara yang memiliki tingkat kematian bayi yang tinggi dikatakan memiliki harapan hidup yang rendah karena punya risiko kematian yang tinggi. Kondisi ini digambarkan dalam bagan (piramida penduduk) berupa genta (lonceng).
3. Migrasi
Aspek migrasi merupakan hal terakhir yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan penduduk. Dengan demikian, aspek ini perlu dilakukan pula pengendalian pada aspek ini agar tidak terjadi ledakan jumlah penduduk yang tak dikehendaki dalam suatu wilayah tertentu.
Sejarah mencatat, migrasi besar-besaran dilakukan dahulu karena adanya modernisasi dan peperangan. Artinya, migrasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan atau mencari harapan baru di tempat lain yang memberikan harapan hidup dan kemakmuran lebih tinggi. Perkembangan zaman kemudian menyatakan bahwa migrasi tersebut harus dikendalikan karena adanya batas-batas wilayah yang semakin jelas.
Pengendalian aspek migrasi dilakukan dengan memberlakukan kebijakan politik dalam suatu wilayah tertentu. Sehingga penduduk di daerah lainnya tidak bisa dengan mudah melakukan migrasi ke wilayah tersebut. Demikian pula, kebijakan politik tersebut diberlakukan agar penduduk dalam wilayah tersebut tak mudah pula melakukan migrasi ke wilayah lainnya.
Secara umum, migrasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Imigrasi, perpindahan penduduk suatu negara menuju negara lainnya dalam kurun waktu tertentu sehingga penduduk tersebut menetap di negara baru yang ditempatinya kemudian. Alasan terjadinya jenis migrasi ini antara lain, pendidikan, profesi, atau pernikahan. Penduduk yang melakukan migrasi jenis ini biasa disebut dengan imigran.
- Emigrasi, perpindahan penduduk suatu negara dari negara lainnya dalam kurun waktu tertentu sehingga selanjutnya penduduk tersebut menetap di negara baru yang ditempatinya. Seperti halnya pada imigrasi, alasan terjadinya jenis migrasi ini antara lain, pendidikan, profesi, atau pernikahan. Penduduk yang melakukan migrasi jenis ini biasa disebut dengan emigran.
Pertumbuhan penduduk yang terkait dengan dinamika penduduk tadi, tak hanya menjadi tugas-tugas penyelenggara negara saja. Oleh karena terkait dengan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, sebagai anggota masyarakat, kita pun dituntut untuk berperan serta mengendalikan pertumbuhan penduduk tersebut.

