logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Esensi Penelitian Ilmiah


Ilustrasi penelitian

Pengetahuan yang benar dapat didapat dengan melakukan pendekatan non-ilmiah maupun pendekatan yang ilmiah. Kebenaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah dapat diperoleh melalui jalan penelitian yang sistematis dan terkontrol. Dengan dilakukan pendekatan secara ilmiah, orang akan berusaha memperoleh kebenaran secara objektif.

Ilmu pengetahuan berawal dari kekaguman manusia akan alam. Dari kekaguman tersebut akhirnya timbul pertanyaan: apa, mengapa, dan bagaimana? Berbagai macam pertanyaan telah ada sejak sepanjang sejarah manusia, yang mendorong rasa ingin tahu manusia untuk mendapatkan jawaban.

Pengertian Penelitian

Penelitian berasal bahasa Inggris yaitu research yang berasal dari kata re yang artinya kembali dan to search yang artinya mencari. Research berarti mencari kembali. Para ahli mendefinisikan riset ilmiah ini sebagai berikut:

Pertama, John (1949) mendefinisikan penelitian sebagai usaha pencarian fakta secara objektif dengan jelas untuk mendapatkan hubungan antara fakta dengan dalil dan hukum. Kedua, riset ilmiah ini adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan mengunakan metode penelitian yang ilmiah.

Ketiga, penelitian adalah kegiatan dalam menelaah sesuatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk mendapatkan pengetahuan baru yang lebih teruji kebenarannya.

Ciri Penelitian

Banyak definisi-definisi penelitian dari para ahli, sebagian besar dapat disimpulkan ciri-cirinya sebagai berikut.

  1. Riset ilmiah bersifat ilmiah, artinya proses pengerjaannya melalui prosedur dengan menggunakan pembuktian yang bisa meyakinkan berupa fakta yang diperoleh melalui riset dan dipaparkan secara objektif.

  2. Riset ilmiah merupakan suatu proses yang berjalan secara terus-menerus, sebab hasil suatu penelitian harus disempurnakan lagi dengan dilakukan pengamatan lanjutan dengan riset yang lain.

Ilmu pengetahuan dapat diuji kebanarannya dengan adanya bukti. Bukti yang dimaksud adalah dengan adanya pengamatan faktual yang dapat dilihat, ditimbang, dihitung, dan diperiksa oleh pengamat lain. Pengamatan tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut.

  1. Cermat, dengan teliti dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan.
  2. Tepat, dengan adanya pernyataan yang tepat dan mengacu pada derajat atau pengukuran. Karena membutuhkan ketepatan dalam pembahasan dan kesimpulan maka para ilmuwan menghindari bahasa seperti karya sastra.
  3. Sistematis, maksudnya sesuai dengan pola urutan baik dalam pembahasan maupun dalam penulisan. Dengan sistematis secara otomatis riset ilmiah dilakukan secara konsisten.
  4. Pencatatan, yang dapat membantu untuk mengolah data yang sudah didapat.
  5. Bersifat objektif, maksudnya kesanggupan melihat dan menerima fakta sebagaimana adanya bukan sebagaimana yang diharapkan.
  6. Dilakukan oleh orang yang terlatih. Peneliti yang baik memiliki kemampuan, artinya ia mampu menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik tertentu dengan memilih metode yang tepat sesuai dengan topik yang diangkat.
  7. Penelitian dilakukan dengan situasi dan kondisi yang terkendali, dengan mengatur variabel yang kadang dapat berubah seaktu-waktu.

Penelitian Herbal untuk Kesehatan

Pada masa lalu, sebelum ditemukan sistem pelayanan kesehatan dengan mengunakan obat-obatan modern, masyarakat telah menggunakan berbagai macam jenis tanaman untuk mengobati penyakit yang mereka derita.

Mereka mengambil daun, akar, batang, kulit atau bunga maupun buah dan bijinya untuk dibuat ramuan. Setelah beberapa bahan dicampur menjadi satu, kemudian dijadikan obat. Ramuan obat ini dinamakan sebagai herbal atau jamu. 
 
Sampai saat ini penggunaan herbal atau jamu masih terus berlangsung. Bahkan cenderung menunjukan grafik peningkatan. Di Indonesia sendiri, yang wilayahnya merupakan hutan tropis banyak ditemukan berbagai macam tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk herbal. Dan itu telah terbukti khasiatnya.  

Banyak dokter atau ahli pengobatan mengadakan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kegunaan suatu tanaman bagi kesehatan manusia. Beberapa hasil dari riset ilmiah ini telah disebar luaskan pada khalayak, agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.
 
Berikut ini beberapa contoh tanaman yang menurut penelitian bisa digunakan sebagai herbal yang bisa punya manfaat untuk kesehatan atau penyembuhan suatu penyakit.

1. Bawang Putih

Hasil riset ilmiah dari tanaman ini menunjukan bila dikonsumsi secara teratur akan bisa mengendalikan kolesterol di dalam tubuh.

2. Bunga Melati

Tanaman ini juga punya banyak manfaat. Yang terbanyak bukan pada bunganya yang mungil berwarna putih bersih itu. Manfaat terbesar justru pada daun yang bisa dipakai untuk menyembuhkan sakit mata, demam, pusing, sesak nafas dan lain-lain.

3. Mengkudu

Hasil riset ilmiah dari buah mengkudu ini sangat menggembirakan. Meski baunya tidak sedap namun bisa dibuat herbal untuk menyembuhkan hipertensi, sakit kuning, demam, batuk dan sakit perut.

4. Murbei

Tanaman ini biasanya dibudidayakan untuk makanan pokok ulat sutera. Namun setelah dilakukan pengamatan secara seksama, dalam daun murbei terdapat zat-zat yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan sakit tekanan darah tinggi, kencing nanah, bisul, rematik dan lain-lain. Jika dimasak seperti sayur dan dimakan secara teratur bisa memperbanyak keluarnya ASI (air susu ibu)

5. Nanas

Buah ini rasanya sangat segar. Dan di balik kesegarannya banyak mengandung vitamin (A dan C), kalsium, fossfor, megnesium dan zat-zat lain. Adapun kegunaannya adalah untuk menghilangkan cacingan, menyembuhkan radang tenggorokan serta pencernaan yang terganggu.

6. Pare

Buah ini rasanya pahit namun banyak yang suka. Bentuknya panjang dan kulitnya tidak rata karena penuh tonjolan. Manfaatnya juga banyak. Antara lain untuk mengusir diabetes, disentri, malaria, sakit lever dan kencing nanah.

Khasiat Tanaman Herbal dari Penelitian

Sudah tidak diragukan lagi jika tanaman herbal sangat berkhasiat untuk kesehatan kita. Bahkan saat ini, ditengah modernisasi dengan pengobatan yang canggih pun, pengobatan dengan tanaman herbal masih banyak di lakukan oleh sebagian orang. Hal ini mengindikasikan bahwa tanaman herbal, terutama yang telah terbukti khasiatnya berdasarkan hasil riset memang benar dapat diandalkan.

Semua tanaman herbal yang berkhasiat di atas misalnya, sering kali kita temui dalam keseharian kita, terutama dalam aneka masakan di rumah. Contohnya saja bawang putih, yang mengandung antibiotik yang cukup tinggi selain bisa menunrunkan kolesterol dalam darah. Bawang putih sudah tidak asing lagi bagi kita karena selalu menjadi bumbu dalam masakan sehari-hari. Namun, alangkah lebih baiknya jika konsumsi bawang putih ditingkatkan karena juga baik untuk menekan pertumbuhan kanker.

Saat ini banyak yang beralih ke herbal. Anda masih ingat dengan iklan pasta gigi pepsoden yang memadukan unsur alami dan ilmiah, nah itu merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh pepsoden dalam melihat perkembangan masyarakat yang saat ini meskipun teknologi sudah semakin canggih, unsur alami masih dipercaya. Masih banyak lagi produk yang dijual dengan menggunakan bahan herbal atau alami selain pasta gig pepsoden.

Kandungan tanaman herbal yang alami tentu saja tidak memiliki efek samping bagi tubuh kita. Berbeda dengan kandungan dalam obat kimia yang bisa menimbulkan efek sampaing bagi organ tubuh kita. Terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan kimia tidak baik untuk organ tubuh kita terutama ginjal. Sebenarnya obat-obatan kimia itu mengandung racun yang dimasukkan ke tubuh kita untuk melawan penyakit. Oleh karena itu jika meminum obat-obatan kimia harus sesuai dengan aturannya, tidak boleh berlebihan, dan jika sudah sembuh tidak boleh menggunakannya lagi.

Berbeda dengan tanaman herbal, meskipun kita gunakan ketika sedang mengalami sakit, begitu sembuh pun untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat ramuan tanaman herbal masih bisa kita teruskan. Jadi, sangat menyehatkan tanaman herbal ini bagi tubuh kita. Bahan alami yang sangat mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari, yang ternyata sangat berkhasiat bagi kesehatan. Jika masih ada yang tidak suka dengan tanaman herbal mulai sekarang ubah pola pikir Anda untuk berlaih ke tanaman herbal.

Dari penjelasan di atas bisa kita pahami, betapa pentingnya melakukan riset ilmiah, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan. Perkembangan teknologi bukan jaminan kita akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ingat setiap hal baru tentu saja memiliki dua sisi mata uang, positif dan negatif. Melalui berbagai riset ilmiah kita bisa mengetahui lebih dalam lagi mana yang menguntungkan bagi kehidupan kita dan mana yang tidak. Dengan demikian riset ilmiah berguna untuk:

  • Memberikan informasi penting bagi kita mengenai penemuan-penemuan baru di segala bidang, termasuk kesehatan.
  • Melakukan riset ilmiah ini melatih kita untuk lebih peka dengan lingkungan sekitar. Terkadang kita tidak sadar bahaya yang mengintai kita, mulai dari apa yang kita lakukan, konsumsi, yang kita gunakan dan sebagainya.
  • Mengawasi masyarakat terutama dalam hal memberitahukan hal-hal berbahaya yang dikonsumsi, seperti makanan yang mengandung zat-zat berbahaya.
  • Riset ilmiah dilakukan untuk memberikan pencerahan bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu terus berkembang.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pengertian Pencemaran Air
  • Mengenal Hewan-hewan Berdarah Dingin
  • Biologi dan Keanekaragaman Hayati
  • Aneka Macam Klasifikasi Tanaman Hortikultra
  • Sifat-Sifat Enzim
  • Bagian-bagian Panca Indra Manusia
  • Pengetahuan Tentang Genetika
  • Sisi Kehidupan Sang Embrio
  • Pencernaan Makanan Pada Manusia
  • Struktur Sel pada Anatomi Tumbuhan
  • Jenis Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya - Hewan Pemakan Segalanya
  • Mengenal Jenis dan Struktur Mikroskop
  • Mengenal Sumber Gerak pada Tumbuhan
  • Fungsi Tumbuhan dan Pemanfaatannya Bagi Manusia
  • Mengenal Sel, Struktur dan Fungsinya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA