Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif serta Perbedaannya
Ilustrasi penelitian kualitatif dan kuantitatif
Secara general, ada dua metode penelitian yang bisa digunakan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitiannya. Kedua metode penelitian tersebut adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode kuantitatif dan kualitatif adalah dua buah metode yang bertolak belakang. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan berguna jika diaplikasikan dalam penelitian yang tepat.
Mari pahami metode penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan perbedaan di antara keduanya.
Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Metode Penelitian Kualitatif
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang sifatnya deskriptif dan induktif. Pada metode ini, penelitian sebuah fenomena berangkat dari data yang ada, bukan dari teori. Jadi fokus penelitian kualitatif bukan pada pembuktian sebuah teori yang sudah ada. Adapun landasan teori biasanya sekadar digunakan sebagai penopang fokus penelitian.
Bidang ilmu yang banyak menggunakan metode penelitian kualitatif adalah ilmu sosial dan ilmu-ilmu lain yang membutuhkan studi kasus, seperti ilmu psikologi. Pada metode penelitian kualitatif, data biasanya dikumpulkan melalui kegiatan wawancara, observasi, pelibatan langsung si peneliti, dan diskusi. Hasil data lapangan diolah dalam bentuk ringkasan fakta, bukan angka-angka statistik. Oleh karena itu hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti terhadap suatu fenomena, didukung dengan beberapa teori yang relevan.
Dengan demikian, di antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, penelitian kualitatif memang terkesan lebih subjektif. Adapun hasil penelitiannya tidak dapat digeneralisasi. Artinya, hasil sebuah penelitian kualitatif tidak bisa diaplikasikan kepada data yang berbeda ruang dan waktu.
Contoh penelitian kualitatif adalah penelitian tentang suatu suku di pelosok Indonesia. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan dan observasi langsung terhadap kehidupan suku tersebut selama waktu yang telah ditentukan, juga dengan cara mewawancarai kepala suku.
Adapun beberapa teori dari penelitian mengenai suku tersebut yang sebelumnya pernah dilaksanakan bisa menjadi acuan bagi peneliti. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini merupakan sebuah studi kasus, sehingga tidak dapat dijadikan acuan untuk menilai suku-suku lainnya di Indonesia.
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang banyak digunakan untuk meneliti bidang etnografi dan studi kasus. Meskipun bersikap subjektif, bukan berarti bahwa metode penelitian kualitatif ini tidak ilmiah. Interpretasi peneliti haruslah didampingi dengan teori yang relevan, dan peneliti harus mampu mengesampingkan keperluan dan ketertarikan pribadinya.
Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Metode Penelitian Kuantitatif
Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang sifatnya induktif. Artinya, penelitian dengan metode kuantitatif berangkat dari sebuah teori. Metode penelitian ini sering kali digunakan untuk menguji dan membuktikan kebenaran suatu teori.
Di antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, penelitian kuantitatif adalah metode yang lebih objektif dan ilmiah. Hal ini disebabkan oleh metode pengambilan dan pengolahan data yang tidak melibatkan interpretasi subjektif penelitinya. Oleh karena hal inilah metode penelitian kuantitatif lebih lazim digunakan dalam ilmu pasti.
Data pada metode penelitian kuantitatif diperoleh dengan cara mengambil sejumlah sampel yang dianggap cukup representatif dari jumlah populasi yang ada. Setelah itu, kelompok sampel diberi perlakuan khusus, biasanya berupa wawancara, pengisian angket, atau eksperimen. Hasil perlakuan tersebut kemudian diolah secara statistik dan menghasilkan hasil penelitian berupa angka-angka.
Contoh penerapan metode penelitian kuantitatif adalah dalam ilmu pedagogi, saat seorang pendidik ingin membuktikan efektivitas suatu metode pembelajaran. Misalnya, peneliti memiliki hipotesis (dugaan) awal bahwa sering menonton film berbahasa Inggris tanpa teks terjemahan berpengaruh positif pada kemampuan menyimak (listening) peserta didik.
Untuk membuktikan hal tersebut, peneliti mengambil sampel dari sebuah sekolah. Katakanlah bahwa peneliti membagi sampelnya ke dalam 2 kelompok berbeda dengan jumlah anggota kelompok yang setara. Kelompok pertama diberi kesempatan berkali-kali menonton film berbahasa Inggris, sedangkan kelompok kedua tidak.
Setelah itu, peneliti melakukan sebuah tes kemampuan menyimak (listening) bahasa Inggris kepada 2 kelompok tersebut dan menganalisis hasilnya. Dari hasil tes tersebut, ia dapat menyimpulkan pengaruh menonton film berbahasa Inggris tanpa teks terjemahan terhadap kemampuan menyimak (listening) peserta didik.
Contoh lain dari penerapan metode penelitian kuantitatif adalah survey. Setiap data pada metode penelitian kuantitatif diolah dalam rupa angka dan dalam rumus-rumus statistik, sehingga hasil yang didapatkan lebih objektif dan bisa diterapkan di lingkungan lain (selain lingkungan di mana penelitian dilaksanakan).
Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sering dipasangkan dengan sebutan metode modern dan tradisional. Metode kualitatif disebut sebagai metode modern, karena metode ini belum lama menghiasi dunia penelitian. Sementara itu metode kuantitatif disebut sebagai metode tradisional, karena metode ini telah digunakan sejak lama dan menjadi tradisi dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif terdapat data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan ilmu statistik.
Dalam pengembangan dan tahapan penelitiannya, metode penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki beberapa perbedaan yang mendasar yaitu:
1. Perbedaan Aksioma Dasar Tentang Realitas
a. Sifat Realitas
- Metode penelitian kuantitatif dapat diklasifikasikan, bersifat konkret, dapat teramati dan terukur.
- Metode penelitian kualitatif bersifat ganda, holistik, dinamis, yang merupakan hasil konstruksi dan pemahaman.
b. Hubungan Peneliti dengan yang Diteliti
- Metode penelitian kuantitatif bersifat independen, agar terbangun objektivitas dari peneliti.
- Metode penelitian kualitatif bersifat interaktif dengan sumber data yang valid, agar data yang dianalisis memperoleh makna.
c. Hubungan Variabel
- Metode penelitian kuantitatif bersifat kausal atau sebab akibat.
- Metode penelitian kualitatif bersifat timbal balik atau interaktif.
d. Kemungkinan Generalisasi
- Metode penelitian kuantitatif cenderung membuat generalisasi pada hasil akhirnya.
- Metode penelitian kualitatif cenderung transferability, yaitu hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu.
e. Peranan Nilai
- Metode penelitian kuantitatif cenderung bebas nilai.
- Metode penelitian kualitatif cenderung terikat dengan nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data yang diperoleh.
2. Perbedaan dalam Proses Penelitian
a. Metode Penelitian Kuantitatif
Menentukan masalah, merumuskan masalah, menentukan konsep dan teori dari para ahli yang relevan, pengajuan hipotesis, menemukan asumsi terhadap hubungan antar variabel, menyusun instrumen penelitian dan menentukan metode atau strategi pendekatan. Setelah ditentukan strateginya, lalu penemuan yang berupa data dikumpulkan kemudian dibuat kesimpulan.
b. Metode Penelitian Kualitatif
Perbedaan lain dari penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah terdapatnya tiga tahap dalam proses penelitian kualitatif, yaitu tahap pertama adalah tahap deskripsi, dalam tahap ini peneliti mulai memasuki situasi sosial terdapat komponen tempat, responden, dan aktivitas. Tahap kedua adalah tahap reduksi, dalam hal ini peneliti menentukan fokus penelitian yaitu memilih di antara hal yang telah dideskripsikan. Selanjutnya tahap ke tiga adalah tahap seleksi, dalam tahap ini, peneliti mengurai fokus yang telah dipilih menjadi komponen-komponen yang lebih rinci dan mendalam.
3. Perbedaan dalam Karakteristik Penelitian
a. Desain
- Metode penelitian kuantitatif: Desainnya ditentukan secara mantap sejak awal, spesifik, jelas dan terperinci, serta menjadi pegangan tahap selanjutnya.
- Metode penelitian kualitatif: Desainnya lebih fleksibel, dapat berkembang dan muncul dalam proses penelitian, serta bersifat umum.
b. Tujuan
- Metode penelitian kuantitatif: Bertujuan untuk menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
- Metode penelitian kualitatif: Bertujuan untuk menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menemukan teori baru, menggambarkan realitas yang kompleks, dan memperoleh pemahaman makna.
c. Teknik Pengumpulan Data
- Metode penelitian kuantitatif: Melalui kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
- Metode penelitian kualitatif: Melalui wawancara mendalam, dokumentasi, triangulasi, dan pengamatan partisipan.
d. Instrumen Penelitian
- Metode penelitian kuantitatif: Melalui angket, tes, wawancara terstruktur.
- Metode penelitian kualitatif: Peneliti sebagai instrumen, buku catatan, rekaman, kamera, handycam, dan sebagainya.
e. Sumber Data
Perbedaan lain dari penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah:
- Metode penelitian kuantitatif bersifat kuantitatif dari hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen.
- Metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif kualitatif dari dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dan lain-lain.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan kedua metode penelitian ini dapat dilihat berdasarkan tiga aspek, yaitu perbedaan dalam aksioma dasar tentang realitas, proses penelitian, dan karakteristik penelitian.
Tidak ada metode penelitian yang lebih unggul maupun lebih rendah dari yang lainnya. Yang ada adalah metode yang lebih tepat untuk suatu penelitian. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sama bermanfaatnya jika diaplikasikan secara tepat. Semoga bermanfaat.

