Aneka Jalur Penerimaan ITB untuk Program Sarjana
Ilustrasi penerimaan itb
Seperti gula yang selalu diserbu semut, ITB setiap tahunnya diserbu banyak lulusan SMA/sederajat yang ingin menimba ilmu di sana. Beragam prestasi yang telah ditorehkan ITB ibarat rasa manis yang mampu menarik minat siswa-siswi lulusan sekolah menengah atas di seluruh Indonesia. Dampaknya, semua informasi berkenaan dengan penerimaan ITB selalu dicari.
ITB atau Institut Teknologi Bandung didirikan pada 2 Maret 1959. ITB mempunyai tujuan akhir sebagai pencetak sumber daya manusia yang unggul. Bagi para lulusannya, menyandang gelar sebagai sarjana lulusan ITB merupakan suatu kehormatan sekaligus hak istimewa. Bahkan, ada asumsi di sekitar masyarakat yang mengatakan bahwa mereka yang bergelar Sarjana Teknik dari ITB tidak akan menemukan kesulitan berarti dalam proses mencari pekerjaan. ITB membuka peluang bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari lembaga ini, khususnya bagi mereka yang ingin menyerap ilmu mengenai teknik.
Beberapa Jalur Penerimaan ITB
Berikut adalah beberapa jalur alternatif yang diadakan ITB guna memperluas kesempatan siswa-siswi lulusan SMA di seluruh Indonesia. Beberapa di antara jalur-jalur ini masih digunakan sampai sekarang, sedangkan jalur-jalur lainnya sudah tidak lagi digunakan.
-
Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi. Jalur seleksi ini dilakukan di tiap-tiap daerah. Jalur seleksi ini bertujuan memberikan kesempatan siswa-siswa di daerah yang memiliki potensi di beberapa bidang. Bidang tersebut tentunya masih terkait dengan jurusan keilmuan ITB, seperti teknik, sains, desain dan seni rupa, serta bisnis dan manajemen.
-
Jalur Kemitraan Nusantara ITB. Jalur ini memungkinkan putra-putri terbaik di seluruh Indonesia untuk dipromosikan oleh lembaga-lembaga yang terkait kerja sama dengan ITB. Lembaga-lembaga tersebut merupakan lembaga milik pemerintahan daerah.
-
Sistem Transfer. Jalur seleksi ini menggunakan sistem transfer antaruniversitas. Universitas tersebut tentu saja harus sudah memiliki kerja sama dengan ITB. Mahasiswa yang ditransfer ke ITB merupakan usulan rektor universitas terkait, tidak atas keinginan pribadi.
-
Jalur Beasiswa. Jalur ini khusus disediakan ITB bagi siswa-siswi yang memiliki kemampuan baik di bidang akademik, namun terbatas keadaan ekonominya serta bagi mereka yang memang berprestasi.
-
Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru WNI Luar Negeri (PMBLN). Jalur ini dibuka bagi para lulusan SLTA di luar negeri. Lulusan SLTA tersebut haruslah berstatus warga negara Indonesia dan baru lulus di tahun yang bersangkutan (bukan sudah beberapa tahun sebelumnya). Karena keberadaan calon mahasiswa tersebut berada di luar Indonesia, pendaftaran PMBLN dilakukan secara online tetapi pelaksanaan ujian tetap diadakan di Kampus ITB Bandung.
SNMPTN: Jalur Penerimaan ITB Kini
Keistimewaan yang dimiliki ITB tidak lantas membuatnya berbeda dengan universitas lain dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Prosesnya tetaplah sama. ITB juga menyediakan beberapa jalur penerimaan bagi mahasiswa baru. ITB merupakan universitas yang berstatus milik negara. Oleh karena itu, ia juga masuk dalam daftar universitas yang bisa diperebutkan melalui jalur ujian negara. Ujian tersebut biasa dilakukan tiap tahun bersama puluhan universitas negeri lain yang dimiliki Indonesia.
Jalur ini dikenal dengan istilah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Keputusan menerima mahasiswa baru program Sarjana melalui proses seleksi SNMPTN ini berlaku sejak tahun 2011, saat itu pimpinan ITB memutuskan untuk melaksanakan proses seleksi secara serentak dengan universitas-universitas resmi lainnya. Di tahun 2012, ada 2 jalur SNMPTN, yakni:
-
Jalur undangan, yaitu jalur SNMPTN di mana calon mahasiswa diseleksi berdasarkan tingkat prestasi akademik.
-
Jalur ujian tertulis, yaitu jalur SNMPTN di mana calon mahasiswa diseleksi melalui ujian tulis dan ujian keterampilan khusus (untuk beberapa program studi tertentu.
Seiring dengan hal tersebut ITB meniadakan jalur seleksi penerimaan ITB yang lain, yakni jalur Kemitraan Nusantara ITB atau KN-ITB. Oleh karena itu calon mahasiswa dari perusahaan atau instansi pemerintahan daerah yang berkeinginan melanjutkan pendidikan di ITB harus menempuh jalur SNMPTN, sama seperti calon mahasiswa biasa pada umumnya.
Nilai yang distandarkan ITB untuk bisa bergabung sebagai mahasiswanya memang cenderung tinggi. Satu-satunya tip agar nilai standar yang cukup tinggi tersebut dapat ditaklukkan adalah dengan belajar. Sebagai cermin, berikut ini ditampilkan informasi seputar tingkat kesulitan setiap fakultas dengan ranah 'sangat tinggi', 'lebih tinggi', dan 'tinggi'. Semakin tinggi tingkat kesulitannya, semakin keras calon mahasiswa harus belajar untuk mendapatkan nilai SNMPTN yang besar. Inilah fakultas dengan tingkat kesulitan 'sangat tinggi':
-
Fakultas Teknologi Industri
-
Fakultas Teknik Pertambahan dan Perminyakan
-
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Sementara itu, fakultas-fakultas yang tingkat kesulitannya berada dalam ranah 'lebih tinggi' adalah:
-
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian
-
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
-
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
-
Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan
-
Sekolah Farmasi
Adapun fakultas-fakultas yang tergolong 'tinggi' yaitu:
-
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
-
Fakultas Seni Rupa dan Desain
-
Sekolah Bisnis dan Manajemen
-
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
Penerimaan ITB bagi Mahasiswa Transfer
Program penerimaan ini ditujukan bagi para mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi mitra (perguruan tinggi yang memiliki kerja sama pendidikan dengan ITB). Calon mahasiswa yang masuk melalui program ini harus mendapatkan penunjukan dari rektor universitas asalnya, ia tidak diizinkan mendaftar secara pribadi. Program studi yang diambilnya pun harus sama dengan program studi yang ia ambil di universitas asalnya. Pihak ITB akan melaksanakan tes akademik dasar dan tes akademik program studi dengan tetap meninjau transkrip nilai calon mahasiswa dari universitas asal.
Inilah syarat calon mahasiswa yang menggunakan jalur Seleksi Mahasiswa Transfer (SMT).
-
Berasal dari perguruan tinggi mitra ITB.
-
Telah menyelesaikan pendidikan selama 4 semester di perguruan tinggi asalnya.
-
Program studi yang diambilnya di universitas asal memilki kesamaan kajian ilmu dengan program studi yang diajukannya di ITB. Hal ini harus dibuktikan melalui surat pengajuan rektor dan transkrip akademik.
-
Mengirimkan dokumen-dokumen berupa surat pengantar dari perguruan tinggi asal, surat keterangan dari perguruan tinggi asal, fotokopi transkrip akademik terlegalisir, serta silabus dari semua mata kuliah yang dicantumkan di transkrip akademik.
-
Lulus berbagai ujian yang dilaksanakan oleh ITB untuk program SMT.
Jika calon mahasiswa dinyatakan lulus dan memenuhi kualifikasi, ia harus membayar biaya pendidikan yang telah ditetapkan. Ada dua jenis biaya pendidikan yang harus dibayarnya. Yang pertama adalah Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester (BPPS) yakni sebesar Rp5.000.000 untuk setiap semester. Biaya ini harus lunasi setiap awal semester.
Yang kedua adalah Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang dibayar di Muka (BPPM). Biaya ini hanya harus dibayarkan 1 kali saja, yakni ketika calon mahasiswa dinyatakan diterima menjadi mahasiswa ITB. Besarnya BBPM tergantung jumlah SKS yang akan diambilnya di ITB, dengan referensi Rp55.000.000 untuk 144 SKS. Jika jumlah SKS yang diambil diumpamakan sebagai n, maka rumusnya adalah n/144 x Rp55.000.000.
Itulah informasi seputar program seleksi penerimaan ITB khusus untuk Program Sarjana (S1). Jika Anda berminat masuk ke ITB, pilihlah program seleksi yang paling tepat dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Bagaimanapun juga, seleksi yang paling umum adalah SNMPTN, jika memenuhi syarat Anda bisa mengikuti SNMPTN dan memilih program studi yang diinginkan. Jangan lupa untuk belajar sungguh-sungguh, karena saingan Anda untuk masuk ke ITB sangatlah banyak.

