logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Fenomena Sosial    Pengangguran

Pengertian, Penyebab, Jenis, Macam, dan Cara Mengatasi Pengangguran

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Pengangguran adalah salah satu dari pelbagai masalah akut negeri ini. Sebut saja Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang mendarah daging, serta kemiskinan yang merajalela. Disadari atau tidak, masalah pengangguran secara tidak langsung akan berdampak pada salah satu problem di atas.

Jika penganguran tak segera diatasi, maka angka kemiskinan akan semakin membengkak. Namun, jika pengangguran pertumbuhannya cenderung menukik, maka tingkat kemiskinan pun akan semakin menurun.

Pengangguran - Faktor Penyebab Pengangguran

Problematika pengangguran akan selalu ada pada zaman apapun. Masalah ini akan terus terjadi. Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa kondisi yang demikian selalu muncul? Ada banyak faktor yang menyebabkan pengangguran kekal abadi di setiap zaman, dan pada siapapun yang memimpin sebuah negara. Penyebab pengangguran antara lain sebagai berikut:

  • Terjadi ketimpangan yang besar antara jumlah kesempatan kerja dengan jumlah angkatan lapangan kerja. Margin tersebut sangat curam. Artinya, jumlah orang yang ingin bekerja jauh lebih banyak daripada jumlah lapangan kerja. Imbasnya tentu tak berimbang. Maka akan banyak ditemui pengangguran.
  • Sebab kedua adalah adanya struktur lapangan kerja yang tidak sesuai atau berimbang. Struktur ini tidak berimbang antar posisi lapangan kerja yang ada. Dengan demikian, maka pelamar yang ingin mencoba peruntungan lowongan pekerjaan kerap kecewa jika posisi tersebut tidak sesuai dengan dirinya. Imbasnya, akhirnya mereka hanya menjadi pengangguran.
  • Penyebab pengangguran yang ketiga adalah adanya ketidakseimbangan antara jenis lapangan kerja untuk tenaga terdidik dengan calon pekerja yang tidak atau belum terdidik. Sederhananya, banyak lowongan pekerjaan yang memberikan syarat minimal S-1. Padahal calon pekerja hanya memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas. Maka banyak dari mereka yang akhirnya gagal melamar pada posisi tersebut.
  • Faktor terakhir penyebab terjadi pengangguran adalah tidak seimbangnya penyedia lapangan kerja antar daerah. Bukan menjadi rahasia umum jika kota-kota besar adalah lahan subur bagi lapangan pekerjaan. Namun bilamana tiap daerah memiliki kesempatan kerja yang seimbang, mungkin angka pengangguran dapat ditekan.

Jenis dan Macam Pengangguran

Setidaknya ada tiga macam jenis pengangguran yang ada dalam istilah ketenagakerjaan. Jenis pengangguran tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Pertama adalah pengangguran terselubung. Pengangguran jenis ini adalah tipikal pekerja yang kurang bekerja secara maksimal karena alasan tertentu.
  • Kedua adalah pengangguran yang setengah menganggur. Pengangguran jenis ini umumnya tidak bekerja secara maksimal karena minimnya lapangan pekerjaan. Ia bekerja kurang dari 35 jam seminggu.
  • Dan yang terakhir adalah pengangguran terbuka. Pengangguran jenis ini adalah tipe pengangguran yang sebenarnya. Ia murni tidak bekerja. Ia belum mendapat pekerjaan meskipun telah beberapa kali mencoba mendapatkan pekerjaan.

Terjadinya Pengangguran

Lantas apa yang menyebabkan seorang pekerja kemudian menjadi seorang pengangguran? Setidaknya ada enam penyebab seseorang menjadi pengangguran. Sebab ini biasanya murni bukan karena kemauan pekerja tersebut, melainkan situasi dan kondisi lapangan kerja yang naik turun. Berikut ke enam penyebab pengangguran:

Cycle Unemployment atau kerap disebut dengan pengangguran konjungtural. Pengangguran ini terjadi akibat aktivitas perekonomian yang fluktuatif atau naik turun.

Penganguran yang muncul akibat situasi perubahan ekonomi jangka panjang disebut dengan pengangguran struktural.

Seringkali pengangguran muncul akibat ketidakseriusan antara pekerja dengan pemberi kerja. Pengangguran ini dikenal dengan pengangguran sukarela atau pengangguran friksional.

Orang yang memiliki bisnis tanaman dan buah, cenderung mengalami pengangguran tipe ini. Mereka akan menganggur ketika pergantian musim. Misalkan saja dari musim tanam ke musim panen. Pengangguran jenis ini disebut pengangguran musiman.

Ingat revolusi industri di Inggris? Akibatnya muncullah pengangguran industri. Dimana pengangguran terjadi akibat pergantian tenaga dari manual (manusia) ke otomatis (mesin).

Kurangnya kegiatan perekonomian akibat resesi maka menimbulkan pengangguran siklus. Pengangguran terjadi akibat kurangnya minat dan demands masyarakat.

Dampak Pengangguran

Secara langsung pengangguran akan berimbas pada pertumbuhan kemiskinan. Namun, mari kita coba perhatikan dampak pengangguran secara personal terlebih dahulu. Pengangguran akan menimbulkan budaya negatif pada perekonomian suatu bangsa dan masyarakat. Dampak pengangguran antara lain:

  • Dengan statusnya sebagai seorang pengangguran, maka masyarakat tidak dapat memaksimalkan pendapatan potensialnya. Sebab pemasukan nyata mereka akan jauh lebih rendah daripada pemasukan potensial. Misalkan saja ada seorang pemuda yang bergelar S-1 Akuntansi. Akibat ia sering gagal di pelbagai lowongan yang ia lamar, daripada menganggur, ia memilih menjadi kasir di supermarket. Dengan demikian seharusnya pemuda tersebut memeroleh pemasukan potensial jabatan Akuntan. Namun, ia mendapatkan pemasukan nyata sebagai seorang kasir.
  • Dengan banyaknya pengangguran maka akan mengurangi pendapatan negara (nasional) dari sektor pajak. Pengangguran akan menimbulkan penurunan perekonomian di masyarakat. Dengan perekonomian yang cenderung menurun, maka jumlah pajak yang dibayarkan akan menurun pula. Imbasnya, pembangunan yang akan dirasakan masyarakat juga tidak maksimal. Sebab jika penerimaan dari sektor pajak rendah, maka alokasi dana untuk pembangunan juga rendah.
  • Akibat pengangguran yang lain akan menimbulkan daya beli masyarakat menurun. Dengan demikian maka permintaan akan berkurang. Berkurangnya permintaan akan menurunkan proses produksi. Imbasnya investor tidak akan tertarik untuk mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi. Sebab permintaan masyarakat turun drastis. Pendek kata akibat pengangguran maka pertumbuhan ekonomi tak akan dapat terpacu.

Mengatasi Pengangguran

Setidaknya ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam mengatasi angka pengangguran yang cenderung meningkat. Cara-cara tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Untuk pengangguran struktural langkah yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan modal serta tenaga kerja. Selain itu migrasi penumpukan tenaga kerja dari daerah yang memiliki kelebihan tenaga kerja ke wilayah yang kekurangan tenaga kerja. Melakukan pelatihan tenaga kerja serta gerakan industri padat karya juga merupakan kebijakan tepat guna dalam memberantas pengangguran.
  • Pengangguran friksional dapat dikurangi dengan memberikan perluasan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. Membuka lapangan kerja baru yang bersifat padat karya juga dapat dilakukan. Home industri perlu digalakkan untuk mencegah terjadinya pengangguran yang tersistem. Transmigrasi dapat ditempuh untuk memeratakan populasi agar tenaga kerja tidak tersentral. Pemerintah dapat turut andil dengan membuka proyek-proyek yang mereka galakkan ke masyarakat.
  • Pengangguran musiman dapat dikurangi dengan cara memberikan pelatihan kepada masyarakat akan keahlian kerja lainnya sembari menunggu pergantian dari musim panen ke tanam. Informasi yang mereka serap harus dapat diterima secara cepat. Khususnya mengenai lowongan kerja agar ketika mereka ‘menganggur’ mereka dapat segera beralih ke pekerjaan yang lain.
  • Pengangguran siklus dapat diberantas dengan menggiring masyarakat untuk memiliki minat terhadap permintaan barang serta jasa. Minat ini nantinya akan berujung pada peningkatan daya beli masyarakat. Dengan meningkatnya minat, maka produksi akan bertambah. Bertambahnya produksi akan memacu pertumbuhan ekonomi. Ekonomi yang berkembang akan memantik investor untuk masuk.

Duduk Bersama dalam Mengatasi Pengangguran

Ketimpangan ekonomi dalam pendistribusian pendapatan antara kelompok berpendapatan tinggi dengan rendah akan memicu terjadinya kesenjangan ekonomi. Semakin naiknya angka pengangguran di tanah air akan memaksa bangsa ini sukar siuman sejak pingsannya perekonomian Indonesia. Perlu bantuan dan kesadaran berbagai pihak dalam mengatasi pengangguran. Tak hanya pemerintah, sektor swasta pun wajib dituntut untuk ikut ambil turut serta dalam pemberantasan pengangguran. Jika mereka dapat bersinergi dengan baik, bukan tak mungkin problematika pengangguran ini dapat segera diatasi.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Diskursus Wanita panggilan
  • Waspadai Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
  • Fenomena Cewe2 Buka Baju di Depan Webcam, Ada Apakah Gerangan?
  • Membedah Fenomena Kehidupan Malam
  • Sejenak tentang Gay Bandung
  • Dampak Syuting Kejar Tayang bagi Selebritis
  • Mengupas Eksistensi Nudis Prancis
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA