logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Akulturasi Budaya    Pengaruh Budaya

Pengaruh Budaya dan Tantangan Globalisasi

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Globalisasi saat ini menjadi wajah dunia yang tak bisa dielakkan. Berbagai  budaya bangsa didunia tumpah ruah menjadi satu. Seiring perubahan wajah dunia itu, seribu persoalan dan tantangan siap menerpa, salah satunya adalah pengaruh budaya antar bangsa.

Sayangnya, globalisasi budaya saat ini tampak mengarah pada ketidakadilan budaya. Satu budaya bertindak hegeminik dan dominatif terhadap budaya lainnya. Tentu, kenyataan demikian akan menjadi bomerang dan momok. Pasalnya, terjadi semacam hegemoni dan pemaksaan budaya, walau terkadang tampak dibungkus dengan cara yang halus.

Pilihan tepat dalam menghadapi tantangan ini adalah dengan akulturasi. Akulturasi dirasa paling menjanjikan. Dengan akulturasi, kekhawatiran tercerabutnya identitas budaya bangsa tidak akan terjadi. Dalam konteks perjumpaan budaya Indonesia dikancah globalisasi budaya, keaslian budaya Indonesia akan terjaga.

Budaya tinggi

Dalam mendefiniskan apa itu akulturasi budaya, terdapat pengertian yang secara normatif sudah diterima umum. Bahwa, akulturasi budaya adalah perjumpaan antarbudaya yang berbeda. Pertemuan demikian terjadi secara langsung, terus menerus dan berkesinambungan.

Beragam budaya itu saling berdampingan dan mengisi satu sama lain. Hanya saja, satu hal yang perlu digaris bawahi, proses demikian tidak lantas menghilangkan kekhasan dan keaslian masing-masing budaya.

Ambil contoh fenomena pengaruh budaya budaya di Indonesia dengan budaya Hindu-Budha di Indonesia. Bila dipahami secara cermat, budaya Indonesia cukup selektif dan mempertimbangkan dengan matang keputusan apakah budaya Hindu-Budha layak diterima atau tidak. Artinya, kebudayaan Indonesia sejak awal sudah melakukan upaya pengolahan dan penyesuaian.

Dari proses pengaruh budaya itu, sama sekali tidak ada unsur-unsur budaya Indonesia yang hilang atau tercerabut. Salah satu alasan mengapa proses pengaruh budaya budaya yang ada di Indonesia tetap membuat kebudayaan Indonesia tidak goyah, karena Indonesai telah memiliki karakter atau kepribadian yang matang dalam budaya. Kebudayaan Indonesia sudah cukup kuat. Indonesia memiliki budaya tinggi.

Dengan demikian, masuknya budaya asing (Hindu-Budha) memberi arti penting. Hindu-Budha ditempatkan sebagai kebudayaan yang turut memperkaya perbendaharaan kebudayaan Indonesia yang jauh-jauh hari sudah cukup berbudaya, untuk tidak mengatakan budaya Hindu-Budha sebagai pelengkap budaya Indonesia.

Memang, akulturasi mampu meracik atau menghasilkan budaya baru. Tapi, kebaruan disini bukan berarti baru yang kemudian menghegemoni kultur Indonesai. Budaya baru itu tidak cukup kuat menggantikan kekhasan budaya yang dimiliki Indonesia sejak awal. Kekhasan budaya Indonesia itulah yang mungkin tepat di istilahkan dengan lokal genuine.

Produk dari akultuasi budaya tersebut bisa dilihat dari banyak aspek baik sosial, ekonomi, politik (pemerintahan), seni dan budaya, hingga filsafat. Selain itu, bidang pendidikan maupun kepercayaan juga amat kentara hingga saat in.

Misalnya masalah kasta dalam tatanan masyarakat. Berbeda dengan bidang sosial, dalam bidang ekonomi, karena Indonesia sebelum kedatangan Hindu-Budha sudah memiliki wawasan dan praktik pelayaran maupun perdagangan, maka pengaruhnya tidak begitu kentara.

Dalam masalah politik, Indonesia juga terwarnai oleh pengaruh tradisi Hindu-Budha. Modal kekuasaan politik dengan sistem raja dan turun temurun bisa dibilang hasil pengaruh budaya Hindu-Budha, walau sistem kekuasaan kesukuan tidaklah lekang. Sebab, model kekuasaan oleh kepala suku dan dipilih sesuai kompetensi dan kapabilitas calon pemimpin, sudah ada sebelum kedatangan Hindu-Budha.

Memaknai budaya

Dalam hal kepercayaan, tampak jelas bagaimana Hindu-Budha mempengaruhi alam pikiran masyarakat Indonesia. Corak animisme maupun dinamisme yang hidup di Indonesai sebelum Hindu-Budha masuk tergantikan oleh ajaran-ajaran Hindu-Budha.

Kendati demikian, model kepercayaan pada nenek moyang atau yang disebut dengan paham animisme dan dinamisme tidak serta merta hilang. Ada semacam sikretisasi antara ajaran-ajaran Hindu-Budha dengan kepercayaan animisme dan dinamisme.

Sebenarnya, selain yang telah disebutkan diatas, masih banyak lagi hasil atau produk pengaruh budaya Hindu-Budha dengan Indonesia. Bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa, filsafat dan lain-lain.

Kesemua hasil akulturasi itu sampai saat ini disadari atau tidak, telah menyatu dalam kehidupan masyarakat Idonesia. Dan hal demikian tentunya menjadi kebanggaan bagi Indonesia karena proses-proses akulturasi yang telah dilalui membuat Indonesai kaya dan berlimpah budaya.

Nah, tantangan masa depan bangsa ini adalah mempertahankan kelimpahan budaya yang sudah ada. Memang, proses akulturasi budaya ditengah situasi globalisasi saat ini akan terus terjadi. Karenanya, proses penguatan budaya harus terus dilakukan.

Kekayaan budaya yang dimiliki saat ini perlu digali, dimaknai dan dikupas pesan-pesan positifnya agar tetap relevan dengan perubahan zaman, disamping sebagai benteng penjaga terhadap masuknya budaya destruktif dari berbagai budaya asing yang ada dipersada dunia. 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Cara Menyikapi Akulturasi Budaya Antara Tradisi Islam dengan Tradisi Lokal
  • Cara Sukses Kerjasama Antar Daerah
  • Tarian Zapin - Tarian Khas Pesisir Melayu
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA