Menjaga Anak Dari Pengaruh Film
Pengaruh film terhadap perkembangan mental anak sangatlah besar. Sebab anak berada dalam masa pencarian identitas. Sehingga mereka memiliki kecenderungan untuk berusaha meniru sesuatu yang mereka lihat dan dianggap sebagai idola.
Tak jarang karena pengaruh film, seorang anak berusaha menirukan adegan yang mereka lihat dalam film dan dipraktikkan ke dalam kehidupan nyata. Ini terjadi karena nalar seorang anak terkadang belum cukup mampu untuk berpikir bahwa adegan yang ada di dalam film adalah sebuah rekayasa dan bukanlah sebuah kisah nyata yang layak untuk ditiru.
Beberapa waktu kemarin sempat terjadi kegemparan pada dunia anak-anak. Di mana terjadi kasus penganiayaan anak yang dilakukan kawan bermainnya. Ketika ditelusuri, hal ini terjadi karena anak-anak tersebut menirukan adegan yang mereka lihat dalam sebuah acara gulat dunia.
Mereka terpengaruh melihat adegan yang memamerkan kekuatan para pegulat tersebut dalam mengalahkan lawan-lawan mereka. Sehingga mereka ingin menirukan apa yang mereka lihat dan mempraktekkan pada kawan bermain mereka. Akibatnya, anak-anak yang belum tahu bahwa adegan gulat yang mereka lihat adalah rekayasa, tanpa merasa bersalah ramai-ramai membanting dan menginjak kawan sepermainan mereka.
Demikian pula, ketika adegan dalam film menyajikan dialog yang berbau kekerasan dan makian. Dialog tersebut tanpa disadari terekam dan dijadikan acuan seorang anak ketika bergaul dengan temannya. Akibatnya secara tidak langsung seorang anak akan belajar tentang konsep memaki dan menghinakan rekannya.
Menjaga Anak
Untuk itu orang tua harus memiliki kewaspadaan dalam menjaga seorang anak agar tidak mudah terpengaruh atas apa yang mereka saksikan di layar kaca. Hal ini khususnya jika anak menyaksikan tayangan yang belum seharusnya mereka saksikan. Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orang tua, guna mencegah pengaruh negatif tayangan film adalah :
- Sempatkan waktu Anda untuk menemani anak Anda menyaksikan tayangan film. Sehingga ketika ada adegan yang kurang layak disaksikan, Anda bisa segera memberikan penjelasan kepada anak bahwa tayangan film bukanlah kisah nyata.
- Arahkan anak untuk hanya menyaksikan film yang memang ditujukan bagi anak-anak dan bukan menyaksikan film yang dikonsumsikan bagi orang dewasa.
Hindari menyaksikan film yang berbau kekerasan dan hal negatif lainnya, ketika seorang anak masih ada di sekitar Anda. Carilah waktu untuk menonton film yang sejenis tersebut, ketika anak Anda tidak ada atau sudah tertidur.






