Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktivitas Karyawan
Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Ada beberapa faktor yang seharusnya dipahami untuk mencapai suatu produktivitas, yaitu faktor manajerial, kesehatan karyawan, motivasi karyawan, dan komunikasi antarpersonal yang terlibat dalam proses produksi. Faktor motivasi dan kesehatan sangat dipengaruhi oleh kesejahteraan karyawan. Kesejahteraan karyawan sangat kuat hubungannya dengan kompensasi yang diterima karyawan. Pengaruh kompensasi terhadap produktivitas karyawan sangat besar.
Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktivitas Karyawan
Secara singkat, pengaruhnya pasti sangat kuat. Tujuan utama seseorang bekerja karena ingin mendapatkan kompensasi gaji yang layak untuk biaya kesejahteraan hidup diri dan keluarganya. Perusahaan yang mampu memberi kompensasi dengan baik kepada karyawannya biasanya akan secara otomatis mempunyai produktivitas tinggi.
Kompensasi terhadap karyawan yang baik akan mampu menggairahkan munculnya ide-ide segar dan inovatif dari karyawan. Dengan banyaknya ide dari karyawan, tentu akan sangat bermafaat bagi perusahaan. Ide itu muncul sebagai evaluasi dan perbaikan dari kinerja karyawan tersebut di bidang kerjanya masing-masing.
Adanya kompensasi yang baik terhadap karyawan akan membuat tingkat kesehatan karyawan juga baik. Dengan terpeliharanya tingkat kesehatan, karyawan akan memberi peluang kinerja yang maksimal. Jumlah jam kerja atau jam hadir karyawan pun mampu diperoleh secara maksimal. Alhasil, perencanaan proses produksi mampu didapat dengan bagus.
Bayangkan dengan karyawan yang hanya mendapatkan kompensasi gaji UMR saja. Karyawan akan sering izin tidak masuk dengan berbagai alasan. Alasan tidak masuknya karyawan akan sangat variatif, sakit, keluarga sakit, urusan keluarga, ada hajatan, ada tetangga meninggal, dan sebagainya. Dari fakta ini, tentu perencanaan produksi yang telah dibuat perusahaan menjadi terkendala karena karyawan sering tidak masuk.
Dampaknya adalah jumlah hasil produksi menurun. Di samping itu, rendahnya kompenasasi terhadap karyawan akan memicu karyawan itu mempunyai bisnis atau kerja sampingan. Dengan adanya bisnis sampingan ini, tentu akan menganggu kualitas kerja dan konsentrasi kerja karyawan. Konsentrasi karyawan yang rendah pasti berdampak negatif terhadap mutu dan kualitas barang produksi.
Akhirnya, bukannya mendapatkan barang yang bisa dijual, melainkan justru akan menghasilkan barang yang gagal proses atau afval. Hal ini membuat adanya pembuangan bahan baku, penghamburan biaya produksi, seperti listrik dan alat bantu produksi, dan perusahaan tidak menghasilkan barang yang memenuhi standar.
Di era modern ini, sudah selayaknya terjadi asas keseimbangan antara karyawan dengan perusahaan. Dari fakta tersebut, jelas bahwa pengaruh kompensasi terhadap produktivitas karyawan sangat kuat. Semakin layak kompensasi terhadap karyawan, semakin tinggi pula produktivitas karyawan. Sebaliknya, semakin rendah kompensasi terhadap karyawan, semakin rendah pula produktivitas karyawan itu.






