Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar
Ilustrasi pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar
Untuk melakukan perubahan dalam proses pendidikan, maka dibutuhkan metode yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak didik. Hal ini penting sebab ada pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar anak didik. Pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar dapat dilihat secara berkesinambungan sebab pendidikan adalah sebuah proses.
Tidak heran jika di dalam sebuah proses pendidikan dan pembelajaran, metode pembelajaran harus dikuasai oleh guru. Semakin menguasai metode, semakin jelas pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar anak didik. Tetapi, kita juga perlu memperhatikan kondisi anak didik.
Guru harus mampu untuk memilih dan memilah metode yang sesuai dengan kondisi anak didiknya. Pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa menunjukkan keberhasilan guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah teknik yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran. Hal ini karena proses pembelajaran itu merupakan proses transfer ilmu dari guru ke anak didik dan untuk hal tersebut harus ada teknik khusus agar efektif. Jika metode pembelajaran yang kita terapkan tepat, maka hasil pembelajaran jelas maksimal.
Metode yang tepat akan menyebabkan anak didik merasa nyaman dan dapat berkonsentrasi pada saat proses belajar. Mereka merasa ada kesinergisan antara proses di luar dan di dalam dirinya. Hal ini menyebabkan anak didik lebih konsen mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran.
Untuk melaksanakan proses pembelajaran, dalam rencana pembelajaran yang dibuat, guru harus diberikan informasi metode yang diterapkan untuk materi pelajaran tertentu. Setiap metode berbeda untuk setiap materi pelajaran.
Metode pembelajaran adalah langkah efektif yang diterapkan oleh guru dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran agar didapatkan hasil pembelajaran maksimal. Dengan metode pembelajaran ini, maka guru berharap anak didik dapat tidak terpecah konsentrasinya oleh pengaruh dari luar.
Beberapa Contoh Metode Pembelajaran
Untuk lebih jelasnya mengenai metode pembelajaran yang banyak diterapkan dalam proses pembelajaran, maka kita dapat menyimak beberapa contoh metode berikut. Metode –metode ini diharapkan diterapkan tidak secara tunggal, melainkan dapat kita terapkan secara kolaborasi antara dua atau tiga metode tersebut.
Metode-metode tersebut misalnya:
- Metode Ceramah (Ekspositori)
Metode ini merupakan metode paling kuno, artinya sejak proses pembelajaran diselenggarakan, metode ceramah merupakan metode yang pertama kali diterapkan oleh para guru.
Dalam metode ini, guru menyelenggarakan proses pembelajaran secara lisan, artinya guru menjelaskan secara lisan materi yang harus dipelajari oleh anak didik.
Secara spesifik, pengaruh metode pembelajaran dengan metode berceramah memiliki lima tujuan:
-
- Agar anak didik memiliki landasan pemikiran yang dicatatnya dengan tulisannya sendiri. Sehingga dengan catatan tersebut, ia bisa mengulangnya sendiri di rumah
- Untuk menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan segala permaslaahan yang berhubungan dengan isi pelajaran
- Untuk merangsang anak didik untuk belajar mandiri dengan mencari kekurangjelasan atau pengetahuan yang lebih dari apa yang telah disampaikan guru.
- Untuk memperkenalkan hal-hal baru dari isi pelajaran dan memberikan penjelasan secara mudah dan cepat dipahami siswa
Umumnya, ada tiga alasan guru mengunakan metode ceramah:
-
- Karena anak-anaknya memerlukan penjelasan baru, khawatir jika tidak menggunakan metode ceramah bisa terjadi kesalahpahaman
- Anak-anak tidak memiliki sumber bahan pelajaran
- Jumlah siswa yang banyak, jika menggunakan metode lain sukar diterapkan
- Menghemat peralatan, waktu dan biaya
- Metode Diskusi
Pada metode ini, guru membagi anak didik dalam jumlah tertentu dan memberikan tugas tertentu terkait dengan materi pelajaran. Tugas tersebut harus diselesaikan secara berkelompok dalam waktu tertentu.
Metode ini menempatkan anak didik sebagai pelaku utama pembelajaran. Anak didik adalah subyek pembelajaran yang sudah seharusnya secara aktif mengikuti proses belajar. Oleh karena itulah, maka setiap anak didik harus berperan aktif dalam kegiatan belajar.
Lebih spesifik lagi, pengaruh metode pembelajan dengan menerapkan metode diskusi bertujuan untuk:
-
- Mengembangkan kemampuan siswa dalam bertanya, berdialog, berkomunikasi dan mengambil kesimpulan
- Membentuk stabilitas sosio-emosional siswa
- Mengajari siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir sendiri dalam memecahkan masalah
- Mengajari siswa untuk saling menghargai pendapat
- Mengajari siswa untuk berani mengeluarkan pendapat
- Mengecek sejauh mana kemampuan siswa menguasi materi pelajaran
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan dari materi yang dipelajarinya
- Menumbuhkan kompetisi belajar siswa
- Melatih siswa untuk bisa berpikir dan berbicara dengan sistematis, baik dalam bertanya maupun menjawab
- Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan metode pembelajaran dengan menyertakan secara aktif anak didik dalam proses pembelajaran. Dengan metode tanya jawab ini, maka tercipta komunikasi aktif diantara guru sebagai pendidik dan anak sebagai yang dididik.
Secara spesifik, pengaruh metode pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab ini memiliki empat tujuan:
- Metode Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah atau yang dikenal dengan problem solving adalalah metode yang menggunakan cara memberikan pengertian dengan menstimulasi siswa untuk memperhatikan, menalaah dan berpikir tentang suatu masalah. Tak cukup sampai di situ, masalah tersebut selanjutnya dianalisis sebagai langkah pemecahan masalah.
Untuk mewujudkan pengaruh metode pembelajaran dengan pemacahan masalah ini dapat berjalan dengan baik, maka yang harus ditempuh:
-
- Adanya masalah yang ingin dicarikan pemecahan masalahnya. Masalah yang dianalisis mesti muncul dari siswa
- Perlu pencarian data maupu keterangan yang dapat difungsikan untuk memecahkan masalah tersebut
- Ditetapkan untuk sementara waktu jawaban terhadap masalah tersebut
- Dilakukan ujicoba atau dicari kebenaran atas jawaban permasalahan sementara tersebut hingga ditemukan dengan betul atau dengan yakin jawaban yang dicari.
- Ditetapkan kesimpulan. Yang menarik kesimpulan adalah siswa, karena mereka yang melakukan analisis masalah
Teknik pembelajaran
Setelah mempelajari beberapa metode pembelajaran yang diharapkan memberikan efek positif terhadap pembelajarn yang dilakukan, harusnya diiringi dengan teknik pembelajaran juga. Pasalnya, pengaruh metode pembelajaran tak akan tampak bila tidak menggunakan teknik pembelajaran yang tepat.
Teknik pembelajaran berorientasi pada pengembangkan kecakapan kognitif siswa cukup banyak sekali. Di antaranya, dengan teknik Mnmotic, yaitu dengan menghapal bagian-bagian awal huruf atau suku kata dari beberapa point yang mesti dihapal. Misalnya saja, menghafal huruf-huruf hijaiyyah yang termasuk dalam kategori hukum bacaan qolqolah: ba, jim, dal, tha, qhaf yang dihafalkan menjadi ‘baju di toko’.
Teknik pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan psikomotor siswa juga cukup banyak. Di antaranya, drill and practice, berlatih dan mempraktekkan seperti yang kerap kali digunakan pada materi melafal huruf al-Qur’an dalam pelajaran tajwid. Berwudhu’ dan praktek ibadah dalam pelajaran fikih.
Teknik pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan afektif siswa juga cukup banyak. Diantaranya teknik indoktranisasi. Teknik ini dilakukan dengan beberapa tahap:
1. Tahap brainwashing
Tahap ini dilakukan dengan cara guru memulai pendidikan dengan jalan merusak pemahaman yang sudah terbenam selama ini dipikiran siswa. untuk melalukan tahap ini, biasanya guru melakukannya dengan tanya jawab, wawancara yang lebih spesifik. Sehingga pertanyaan guru menimbulkan keraguan siswa.
2. Tahap Menanamkan Fanatisme
Setelah pikiran siswa kacau dengan pertanyaan yang diajukan, lalu guru menanamkan ide-ide baru yang dianggap benar sehingga menjadi nilai-nilai baru bagi siswa yang tak memerlukan lagi pertimbangan rasional. Bila siswa menerima ide-ide baru tersebut, barulah masuk pada tahap ketiga.
3. Tahap penanaman doktrin
Pada tahap ini tugas guru hanya memberikan keteladanan. Yang dibutuhkan di sini adalah pendekatan emosional. Sehingga yang diterima oleh murid hanyalah satu nilai, tidak ada yang lain.
Hubungan teknik pembelajaran dengan metode pembelajaran sungguh sangat signifikan. Pengaruh metode pembelajaran yang digunakan benar-benar akan memberikan edukasi terhadap siswa.
Sejatinya, apa yang terjadi pada masyarakat juga tak jauh berbeda. Dengan adanya hubungan teknik pembelajaran dengan metode pembelajaran akhirnya memberikan nilai yang satu. Inilah yang terjadi pada orang fanatik kelompok. Dan teknik pembelajaran indoktrinasi yang digabungkan dengan metode tanya-jawab yang menyebabkan pindahnya seseorang kepada aliran sesat, pindah mazhab dan sebagainya.
Oleh karena itu, menjadi kian jelas bagi kita bahwa pengaruh metode pembelajaran sangat berarti bagi siswa. Ketika guru mampu memanfaatkan metode-metode pembelajaran serta dikombinasikan dengan teknik-teknik pembelajaran yang ada, maka siswa menjadi berprestasi, pintar dan cerdas. Tentunya, guru harus bijak memilik metode dan teknik pembelajaran apa yang tepat dengan materi yang bakal diberikannya kepada siswa.

