Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Anak

Tempat pertama dan utama dalam proses pendidikan dan pembelajaran anak tentu saja dalam keluarga. Melalui keluarga seorang anak berkembang berbagai potensi dirinya. Sejak lahir, seorang anak belajar menyerap berbagai pengaruh disekitarnya. Melalui keluarga pula Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar anak akan terbangun.
Motivasi sebagai bentuk dorongan memang bisa berasal dari dalam diri anak (instrinsik) maupun berasal dari pengaruh lingkungan (ekstrinsik). Motivasi instrinsik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi psikologis maupun pemahaman terhadap informasi. Sedangkan motivasi ekstrinsik dapat berupa kondisi yang tercipta maupun sarana dan prasarana yang tersedia.
Makin Variasi
Lantas bagaimana orang tua dapat membuat atau membangun pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar anak ? Sebenarnya banyak yang telah dilakukan orang tua untuk mengoptimalkan seluruh potensi anak. Hanya saja, seiring makin kompleksnya kegiatan maupun tantangan yang harus dijalani anak, maka makin bertambah dan bervariasi pula motivasi yang perlu diberikan orang tua.
Kita tentu memahami bagaimana pola asuh orang tuanya dapat mendorong anak untuk dapat belajar membaca dan berhitung. Begitu juga ketika anak masuk Taman Kanak-kanak, suasana dan lingkungan baru membuat anak merasa ketakutan. Sekali lagi, orang tua pun memberikan dorongan agar anak beradaptasi dengan lingkungan di luar rumahnya yang baru.
Dukungan Fasilitas
Begitu juga ketika anak mulai masuk Sekolah Dasar, tentu membutuhkan dukungan orang tuanya untuk menjalani proses sosialnya. Dalam kaitan ini, orang tua dapat memberikan motivasi yang cukup beragam. Diantaranya dengan menyediakan dan melengkapi kebutuhan sekolah anak. Seperti buku dan alat-alat tulis, tas sekolah, serta sepatu yang selayaknya. Itu semua merupakan motivasi belajar yang diberikan orang tua.
Saat anak belajar di rumah, orang tua maupun anggota keluarga lainnya juga sangat berperan dalam memberikan motivasi belajar. Diantaranya dengan menyediakan meja belajar yang memadai, ataupun kamar belajar sendiri yang berbeda dengan kamar tidur ataupun ruang keluarga. Apalagi kalau semua anggota keluarga turut belajar saat anak mengerjakan PR, TV dimatikan, sehingga tercipta kondisi belajar yang nyaman bagi anak-anak.
Ada sebuah hasil penelitian yang menemukan korelasi yang sangat signifikan antara kedekatan ibu dengan anak perempuannya dengan prestasi belajarnya di sekolah. Ketika anak perempuannya mengalami masalah, sang ibu menjadi tempat curhat yang menyenangkan. Ketika anak ngambek, sang ibu mampu memposisikan secara bijak tanpa mengumbar emosi dan kemarahan.
Ketika dibandingkan dengan prestasi anak perempuan yang kurang dekat dengan ibunya, hasilnya cukup jauh. Anak perempuan yang dekat dengan ibunya mampu menunjukkan prestasi belajar yang baik dan konsisten. Jadi, pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar anak sangat besar. Dan hal ini dapat dibangun melalui hal-hal keseharian yang mungkin dianggap sepele, namun bagi anak justru vital dan sangat besar dampak positifnya.






