logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa

Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Anak


Ilustrasi pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar

Tempat pertama dan utama dalam proses pendidikan dan pembelajaran anak tentu saja dalam keluarga. Melalui keluarga seorang anak berkembang berbagai potensi dirinya. Sejak lahir, seorang anak belajar menyerap berbagai pengaruh disekitarnya. Melalui keluarga pula pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar anak akan terbangun.

Pendidikan bagi masyarakat Indonesia sangat penting sekali. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut penduduk dunia untuk mengenyam ilmu setinggi-tingginya agar tidak ketinggalan zaman.

Begitu pun dengan masyarakat di Indonesia. Program wjib belajar 9 tahun yang dikeluarkan oleh pemerintah diharapkan dapat mengurangi anak yang putus sekolah.

Pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah anak yang putus sekolah melalui berbagai hal. Mulai dari penyediaan fasilitas sekolah sampai sumbangan buku-buku pelajaran. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya pendidikan yang sekarang ini sangat mahal. Apabila seorang anak sudah mau sekolah, maka sistem pembelajarannya juga perlu dibenahi agar menghasilkan anak didik yang pintar dan cerdas.

Dengan banyaknya generasi muda yang pintar dan cerdas, maka dapat membantu mengembangkan negara ini. Hal tersebut tentu saja perlu dukungan dari semua pihak. Mulai dari orang tua, pengajar, sampai masyarakat sekitarnya.

Prestasi Belajar Anak

Motivasi sebagai bentuk dorongan memang bisa berasal dari dalam diri anak (instrinsik) maupun berasal dari pengaruh lingkungan (ekstrinsik). Motivasi instrinsik dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi psikologis maupun pemahaman terhadap informasi. Sedangkan motivasi ekstrinsik dapat berupa kondisi yang tercipta maupun sarana dan prasarana yang tersedia.

Keberhasilan seorang anak dalam belajarnya, selain dukungan semua pihak, juga dari sistem belajarnya juga. Untuk itu, seorang pengajar harus mengetahui karakter anak didiknya.

Anak yang satu dengan anak yang lainnya berbeda karakternya. Ada yang mudah menerima materi, ada juga anak yang susah menerima materi. Nah, itu menjadi sebuah masalah bagi pengajar, bagaimana menerapkan strategi pembelajaran.

Dalam strategi ini terkandung makna perencanaan. Maksudnya, pada dasarnya strategi masih bersifat konseptual mengenai keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran.

Secara umum, strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam dunia pendidikan, strategi dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi mengenai rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Dari pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang di dalamnya termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran.

Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas, dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Akan tetapi sebelumnya, perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang bisa diukur keberhasilannya.

Kecerdasan, demikian juga bakat, adalah potensi dasar yang dimiliki oleh setiap siswa. Hanya saja kadarnya berbeda antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Ia merupakan faktor internal yang sangat berpengaruh terhadap terhadap tinggi rendahnya prestasi belajar siswa.

Namun, dalam beberapa kasus besarnya kecerdasan dan bakat tidak berbanding lurus dengan prestasi belajar siswa. Mengapa demikian? Karena prestasi belajar peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.

1. Faktor internal

Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar selain bakat dan kecerdasan antara lain adalah minat dan motivasi. Ketika keempat faktor ini ada dalam diri seorang peserta didik, maka prestasi belajarnya cenderung akan lebih tinggi.

2. Faktor eksternal

Faktor eksternal, seperti kualitas guru, metode mengajar, lingkungan, fasilitas mengajar, dan lain sebagainya ikut memengaruhi prestasi belajar. Namun, pengaruhnya tidaklah sebesar faktor internal.

Faktor internal dan eksternal adalah dua hal yang sangat menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Jadi, untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi, seorang pendidik haruslah mampu mensinergikan kedua faktor di atas.

Dukungan Fasilitas

Dalam menentukan prestasi anak, peranan orang tualah yang sangat penting untuk memotivasi anak dalam berprestasi. Orang tua mempunyai keinginan agar anaknya menjadi orang yang berprestasi dan berbakat.

Sejak anak itu di dalam kandungan, seorang ibu selalu menjaga anaknya di dalam kandungan, agar anak yang dilahirkannya kelak sehat. Untuk menjaga agar anak yang dikandungnya tetap sehat, maka seorang ibu selalu berusaha menjaga stamina tubuhnya dengan memakan makanan yang sehat dan bergizi untuk dirinya dan anak yang dikandungnya.

Segala macam vitamin, susu, makanan, dan pola hidup diatur sedemikian rupa untuk menjaga kandungannya tetap sehat. Begitu pentingnya seorang anak bagi sang ibu.

Setelah anak itu lahir, orang tua melanjutkan menjaga anak tersebut. Segala macam kebutuhan sang bayi dipenuhi. Orang tua mulai mendidik anaknya merangkak, duduk, berjalan, berbicara, sampai anak itu dapat mandiri melakukan semuanya.

Pendidikan tersebut sudah diterima oleh sang anak dari lingkungan keluarganya. Anak mulai berpikir dan bertindak. Pengaruh pendidikan di lingkungan keluarga menjadi satu hal yang dapat membentuk awal kepribadian anak.

Terbentuknya kepribadian anak tersebut akan berkembang seiring dengan pertumbuhannya dan pergaulannya. Akan tetapi, dasar dari pembentukan pribadi anak adalah di lingkungan keluarga.

Anak diajari tentang hidup itu dimulai dari lingkungan keluarganya. Untuk itu, membimbing anak sejak dini oleh orang tua itu sangat penting dalam membangun dasar kepribadian anak tersebut. Apakah anak tersebut menjadi pendiam, periang, pemarah, atau lain sebagainya.

Ketika anak masuk ke dalam lingkungan yang baru, maka orang tua tetap harus membimbing anak tersebut memasuki lingkungan baru agar anak tidak terpengaruh oleh hal-hal yang buruk.

Apalagi zaman sekarang yang semuanya serba instan dan canggih. Hal tersebut dapat memengaruhi prestasi belajar anak dan kepribadian anak tersebut. Untuk itu, pengawasan anak oleh orang tuanya memang sangat penting.

Apabila anak seperti itu, maka prestasi belajar dan bakat yang ada di dalam anak tersebut tidak akan berkembang. Pertumbuhan anak akan terhambat untuk menjadi anak yang cerdas dan berbakat.

Untuk itu, peran orang tua dalam mengawasi anak itu sangat penting. Anak perlu dibimbing dan diarahkan kepada hal-hal yang positif yang dapat mengembangkan prestasi dan bakatnya.

Lantas bagaimana orang tua dapat membuat atau membangun pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar anak? Sebenarnya banyak yang telah dilakukan orang tua untuk mengoptimalkan seluruh potensi anak. Hanya saja, seiring makin kompleksnya kegiatan maupun tantangan yang harus dijalani anak, maka makin bertambah dan bervariasi pula motivasi yang perlu diberikan orang tua.

Kita tentu memahami bagaimana pola asuh orang tuanya dapat mendorong anak untuk dapat belajar membaca dan berhitung. Begitu juga ketika anak masuk Taman Kanak-Kanak, suasana dan lingkungan baru membuat anak merasa ketakutan. Sekali lagi, orang tua pun memberikan dorongan agar anak beradaptasi dengan lingkungan di luar rumahnya yang baru.

Begitu juga ketika anak mulai masuk sekolah dasar, tentu membutuhkan dukungan orang tuanya untuk menjalani proses sosialnya. Dalam kaitan ini, orang tua dapat memberikan motivasi yang cukup beragam.

Di antaranya dengan menyediakan dan melengkapi kebutuhan sekolah anak. Seperti buku dan alat-alat tulis, tas sekolah, serta sepatu yang selayaknya. Itu semua merupakan motivasi belajar yang diberikan orang tua. Saat anak belajar di rumah, orang tua maupun anggota keluarga lainnya juga sangat berperan dalam memberikan motivasi belajar.

Di antaranya dengan menyediakan meja belajar yang memadai ataupun kamar belajar sendiri yang berbeda dengan kamar tidur ataupun ruang keluarga. Apalagi kalau semua anggota keluarga turut belajar saat anak mengerjakan PR, TV dimatikan, sehingga tercipta kondisi belajar yang nyaman bagi anak-anak.

Ada sebuah hasil penelitian yang menemukan korelasi yang sangat signifikan antara kedekatan ibu dengan anak perempuannya dengan prestasi belajarnya di sekolah. Ketika anak perempuannya mengalami masalah, sang ibu menjadi tempat curhat yang menyenangkan. Ketika anak ngambek, sang ibu mampu memosisikan secara bijak tanpa mengumbar emosi dan kemarahan.

Ketika dibandingkan dengan prestasi anak perempuan yang kurang dekat dengan ibunya, hasilnya cukup jauh. Anak perempuan yang dekat dengan ibunya mampu menunjukkan prestasi belajar yang baik dan konsisten.

Jadi, pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar anak sangat besar. Dan, hal ini dapat dibangun melalui hal-hal keseharian yang mungkin dianggap sepele, namun bagi anak justru vital dan sangat besar dampak positifnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengkaji Pentingnya Sekolah Bertaraf Internasional
  • Mengenal Gangguan dalam Manajemen Waktu - ANNEAHIRA.COM
  • Jangan Biarkan Penyebab Kerusakan Hutan Terus Terjadi
  • Segitiga Emas di Jantung Peta Jakarta
  • Pengaruh Handphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa
  • Pembelajaran Efektif, Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
  • Pengaruh Internet Terhadap Prestasi Belajar Siswa
  • Mengenal Lebih Jauh Tanah Andosol
  • Meminimalisir Pengaruh Game Online Terhadap Prestasi Belajar
  • Pengertian Hutan Lindung dan Jenis Hutan Lainnya
  • Mengangkat Rendahnya Prestasi Belajar, Meningkatkan Kualitas SDM
  • Tips Ujian Singkat Untuk Kesuksesan Anda
  • Kiat Menjadi Siswa Berprestasi
  • Ihwal Jurnal Pendidikan
  • Dampak Buruk Pembakaran Hutan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA