logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Pengasuhan    Pengasuhan Anak

Gaya Pengasuhan Anak dalam Keluarga


Ilustrasi pengasuhan anak dalam keluarga

Setiap orang tua mempunyai cara yang berbeda dalam mendidik anaknya. Cara mendidik anak tersebut dikenal dengan gaya pengasuhan anak dalam keluarga (parenting style). Setidaknya ada empat macam gaya pengasuhan anak yang perlu Anda ketahui, serta dampaknya pada perkembangan anak.

Karakter anak tidak sama, sehingga kita tidak bisa menerapkan pengasuhan anak dalam keluarga dengan gaya pengasuhan yang sama. Dalam pengasuhan anak, bisa menerapkan bebeapa gaya pengasuhan. Setiap keluarga memiliki gaya pengasuhan anak yang juga tidak sama, karena dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan pendidikan keluarga besar.

Pengasuhan Anak dalam Keluarga - Pendidikan Pertama dari Keluarga

Pola pengasuhan adalah suatu perlakukan orang tua dalam rangka memenuhi kebutuhan, memberi perlindungan, dan mendidik anak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengasuhan, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tua. Anak tumbuh dan berkembang dibawah asuhan dan perawatan orang tua, oleh karena itu orang tua merupakan dasar perawatan dan dasar pembentuk kepribadian anak.

Dalam perkembangan si anak, pola pengasuhan orang tua sangat menentukan kearah mana nanti si anak setelah dewasa dan mencerminkan pola pengasuhan yang pernah ia terima sejak ia ada. Komunikasi dengan orang tua, perhatian, serta sikap orang tua dalam mendidik dan segala perlakuan lainnya akan membentuk seperti apa kepribadian anak. Orang tua sebagai penanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak serta pembentukan kepribadian anak.

Hal pertama didalam mendidik seorang individu terletak pada keluarga. Dimana individu ibarat sebuah kertas yang bentuk dan coraknya tergantung kepada orang tua atau keluarga bagaimana mengisi kertas kosong tersebut sejak bayi, melalui pengasuhan, perawatan dan pengawasan yang terus menerus, diri serta kepribadian anak dibentuk. Orang tua, yaitu ayah dan ibu, pada umumnya merupakan teladan bagi anak-anak mereka.

Pola dan bentuk pengasuhan anak dalam keluarga tidak sama pada tiap keluarga, karena setiap keluarga memiliki latar belakang yang berbeda, baik latar belakang pendidikan, kebudayaan, mata pencaharian. Pola pengasuhan dan perubahan sosialisasi anak tertanam dalam pola hubungan sosial ekonomi. Perubahan lingkungan ekonomi dan sosial telah membawa pengaruh pada pola pengasuhan anak.

Displin sebagai suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan tertentu atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama meningkatkan kualitas mental dan moral. Jadi bagi orang tua penerapan displin pada anak adalah hal yang teramat penting dan dapat dikatakan bahwa letak moral anak tergantung pada pola asuh yang digunakan orang tuanya.

Pengasuhan Anak dalam Keluarga - Gaya Pengasuhan pada Anak

Setiap keluarga memiliki gaya pengasuhan anak dalam keluarga yang berbeda-beda. Hal itu terjadi mengingat latar belakang yang ada dalam setiap keluarga itu juga berbeda. Tetapi setidaknya ada kesamaan gaya pengasuhan yang dilakukan oleh setiap keluarga. Berikut ini ada beberapa gaya pengasuhan anak dalam keluarga:

Otoriter (Authoritarian)

Gaya pengasuhan anak model ini menerapkan aturan: orang tua selalu benar. Seorang anak harus selalu mematuhi apa pun yang dikatakan dan disarankan oleh orang tuanya, Semua urusan anak diatur oleh orang tua. Tujuan gaya pengasuhan ini sebenarnya baik yaitu agar anak teratur dalam segala hal dan menjadi sosok yang disiplin.

Namun, gaya pengasuhan ini akan menyebabkan anak depresi serta kurang bisa bergaul dengan lingkungannya karena sikap orang tua yang terlalu protektif. Depresi yang berkepanjangan dapat menyebabkan anak stres, bahkan melakukan bunuh diri. Akibat jangka panjang dari gaya pengasuhan otoriter ini akan menyebabkan hubungan yang kurang hangat antara anak dan orang tua. Tanpa sadar orang tua tengah membangun tembok batin dengan anaknya.

Liberal

Gaya pengasuhan anak dalam keluarga ini kebalikan dari gaya otoriter. Orang tua memberikan kebebasan seluas-luasnya. Keinginan anak selalu dipenuhi oleh orang tua karena anggapan anak harus diberikan keleluasaan untuk melakukan apa saja, biarkan ia belajar dengan melakukan (learning by doing). Orang tua yang liberal khawatir jika terlalu ketat mengatur, anak terkekang, dan kurang bisa mengekspresikan diri sesuai dengan keinginannya.

Namun, tidak adanya kontrol dari orang tua akan menjadikan anak sosok yang semau gue, enggan berbagi dan selalu ingin memang sendiri. Secerdas apapun seorang anak, ia belum mengenal dunia sehingga perlu bimbingan orang tua. Anak akan sulit mandiri dan tergantung pada orang lain. Ini muncul sebagai dampak keinginan yang selalu dipenuhi.

Egaliter (Authoritative)

Pada gaya pengasuhan ini, orangtua membuat peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh anak, tapi anak juga memiliki kesempatan untuk berpendapat. Orang tua mendengarkan anaknya dan mencari solusi yang disepakati bersama. Ruang diskusi tercipta antara anak dan orang tua.

Gaya pengasuhan egaliter merupakan perwujudan keinginan orang tua dan anak. Anak-anak yang diasuh dengan cara ini akan memiliki harga diri yang tinggi, kepercayaan diri, dan keterampilan sosial yang memadai. Secara akademis, anak-anak dalam pola asuh egaliter mempunyai prestasi yang baik serta kurang bermasalah dalam lingkungan pergaulannya.

Namun, orang tua dapat terjebak pada kompromi berlebihan sehingga dapat dimanipulasi oleh anak. Orangtua bukannya menempuh win-win sollution, tetapi lebih menuruti keinginan anak.

Tidak Terlibat (Neglect)

Pada gaya pengasuhan anak dalam keluarga ini, orang tua cenderung cuek, tidak begitu peduli dengan pengasuhan anaknya. Orang tua seolah tidak mempunyai waktu untuk mendidik anak atau sekadar memperhatikan hal-hal sepele anaknya. Segala sesuatu dipercayakan kepada orang lain begitu saja tanpa kendali darinya.

Contoh pola asuh ini adalah orang tua yang mementingkan karir, tanpa peduli dengan perkembangan anak. Secara ekonomi, bisa saja kebutuhan anak terpenuhi, namun anak sangat kurang kasih sayang dan perhatian orang tua. Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya pengasuhan neglect cenderung memiliki harga diri serta kepercayaan diri yang rendah. Rasa hormat dan tanggung jawab anak rendah, prestasi akademik tidak bisa dibanggakan, dan memiliki perilaku buruk.

Pengasuhan Anak dalam Keluarga - Gaya Pengasuhan Terbaik

Setiap gaya pengasuhan anak dalam keluarga di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada satu gaya pengasuhan terbaik yang mutlak diterapkan. Untuk kondisi tertentu, orang tua perlu menerapkan gaya otoriter, misalnya pada perilaku yang dapat membahayakan anak seperti pemakaian obat-obatan terlarang dan minuman alkohol.

Ketika menentukan tujuan liburan, kegiatan akhir tahun, orang tua bisa menerapkan gaya egaliter sehingga anak berlibur tanpa beban. Sedangkan untuk hal-hal yang bersifat pengembangan kreativitas, orang tua dapat lebih liberal. Idealnya orangtua harus mengenali karakteristik anak sehingga tahu gaya pengasuhan anak dalam keluarga yang tepat untuk anaknya pada kondisi tertentu.

Menciptakan kedekatan antara seorang ayah dengan anak adalah sebuah investasi yang sangat berharga. Anda akan menyesal jika tidak memulainya sejak awal dan baru merasakan sesuatu yang ganjil ketika anak mulai besar. Hubungan Anda dan anak akan terasa kaku, formal dan berjarak. Hal ini sering terlupakan oleh seorang ayah yang memiliki kesibukan tinggi sehingga baru menyadari ada yang salah antara hubungannya dengan anak setelah beberapa waktu kemudian dan itu mungkin sudah terlambat.

Peran ayah untuk memenuhi nafkah keluarga adalah pekerjaan mulia. Pekerjaan tersebut dalam banyak hal juga menyita waktu dan energi yang tidak sedikit. Walaupun demikian, bukan berarti menjadi alasan untuk tidak menyediakan waktu yang cukup untuk menjalin kedekatan dan menjadi pelatih emosi bagi anak-anak Anda. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menciptakan kedekatan dengan anak sekaligus menjadi pelatih emosi yang baik bagi sang anak:

  • Atur jadwal dengan istri kapan giliran Anda bertugas memandikan anak, mengganti popoknya, membuatkan susu, menemani sang anak ketika sulit tidur, membacakan cerita pengantar sebelum tidur, berdiskusi tentang apa yang dialami sang anak bersama teman-temannya serta menjalin komunikasi untuk membantu sang anak melihat persoalan yang dialaminya.
  • Adakalanya anak mengajak bermain, maka ikutilah permainannya dengan sepenuh hati. Ada banyak bahasa tak tersurat yang tersampaikan ketika seorang ayah ikut menemani anaknya bermain dan berperan sebagai teman sekaligus pelindung bagi sang anak.
  • Seorang ayah yang baik mengenal dengan siapa saja anaknya bergaul. Ayah memberi arahan sekaligus menjadi teman diskusi bagi anak untuk menceritakan pengalamannya bersama teman, kekhawatirannya, dan kegembiraannya. Dengan mengenal teman-temannya maka Anda mendapatkan informasi yang jauh lebih banyak tentang anak Anda sehingga lebih sedikit yang perlu dikhawatirkan.
  • Jalin komunikasi yang intensif di mana ada proses saling percaya satu sama lain. Di sinilah peran ayah sebagai pelatih emosi akan sangat dibutuhkan. Lewat komunikasi Anda mengetahui apa yang dirasakan sang anak, bagaimana pendapatnya tentang suatu persoalan, apa yang membuatkan senang, apa yang membuatnya khawatir sehingga Anda sebagai ayah dapat memberikan masukan yang membangun.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pengertian Inisiasi Menyusui Dini dan Pentingnya ASI
  • Menebar Cinta Sejati ke Anak Asuh
  • Mengenal Posisi Menyusui yang Benar
  • Pola Asuh Anak dalam Keluarga
  • Pengaruh Pola Asuh Keluarga terhadap Pribadi Anak
  • Macam-Macam Pola Asuh Anak
  • Lima Perlengkapan Menyusui yang Perlu Diketahui
  • Baju Menyusui Muslim
  • Melahirkan Anak Kembar dan Cara Mengasuhnya
  • Baju menyusui Korea
  • Memanfaatkan Jasa Baby Sitter
  • Kata-Kata Sebelum Tidur, Menjalin Kedekatan dengan Anak
  • Mengasuh Anak Dengan Cinta dan Sayang
  • Menyusun Menu Ibu Menyusui
  • Pilah-pilih Kaos Menyusui di Online Shop
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA