Pengasuhan Anak
Menjadi orangtua yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi pada anak pastinya bukan pekerjaan mudah. Memikirkan bagaimana cara pengasuhan anak yang tepat, pemilihan makanan yang bernutrisi hingga perencanaan masa depannya adalah pekerjaan-pekerjaan rumah yang harus Anda lakukan.
Sudah merupakan keinginan para orangtua melihat anak-anaknya tumbuh sehat, baik jasmani maupun rohani. Untuk itu, berbagai hal pun dilakukan. Memilihkan makanan yang baik, menabung untuk kebutuhan masa depan anak-anak. Serta mulai memerhatikan pola asuh yang pas.
Anak-anak merupakan masa ketika manusia menerima apapun dengan tanpa perlawanan. Maksudnya, mereka menerima semua hal yang terjadi padanya tanpa memikirkan apakah hal tersebut baik atau buruk. Sebagai orangtua, di sini, Anda berperan sebagai tameng. Sebagai penjaga anak-anak dari hal-hal yang buruk.
Hal-hal buruk yang dimaksud, bisa berbentuk apapun. Makanan dengan gizi yang tidak baik, hingga lingkungan sosialnya. Anda bertanggungjawab atas apapun yang terjadi pada anak. Ketika Tuhan membiarkan Anda hamil, Dia tahu bahwa Anda dan pasangan sudah cukup bisa untuk bertanggungjawab atas keberadaan seorang manusia di dunia, yaitu anak.
Pentingnya Menerapkan Pola Asuh Baik pada Anak Sejak Dini
Berbicara tentang lingkungan sosial, ini erat kaitannya dengan kepribadian yang dimiliki oleh anak. Kehidupan sosial, kemampuan bersosialisasi anak akan baik jika ditunjang dengan kepribadian yang menarik. Dan ketika membicarakan kepribadian, hal ini juga akan erat kaitannya dengan pola pengasuhan yang Anda berikan.
Keterkaitan ini nantinya saling bersinergi membentuk kepribadian seorang anak. Ia akan tumbuh menjadi anak yang baik atau tidak, semuanya kembali pada pola pengasuhan anak yang Anda terapkan. Informasi mengenai bagaimana cara mendidik anak agar ia tumbuh menjadi pribadi yang super, rasanya sudah cukup banyak. Anda bisa mendapatkannya di manapun.
Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Sangat setuju dengan pernyataan itu. Bahwa pengalaman Anda waktu kecil, pemahaman yang tercipta berkat pengalaman itu bisa menjadi guru Anda yang paling benar. Jika nyaman dengan pola pengasuhan yang digunakan oleh orangtua Anda zaman dahulu, mengapa tidak diterapkan? Atau ambil sesuatu yang baik dan buang cara pengasuhan yang tidak berguna.
Anda sendiri sebenarnya adalah contoh yang paling baik dari sebuah pola pengasuhan. Anda sudah merasakan baik atau buruknya sebuah cara didikan yang diterapkan oleh orangtua. Setidaknya gambaran tentang pendidikan karakter yang ideal sudah ada di benak Anda.
Pendidikan karakter yang diterapkan pada seorang anak menjadi hal menarik dalam dunia psikologi anak. Bahwa menurut mereka, anak akan dapat tumbuh dengan baik jika didikannya baik. Pun sebaliknya. Karakter anak memang berbeda-beda. Ini sesuai dengan karakter yang dibawanya ketika lahir. Faktor-faktor lain di sekitar kehidupannya adalah hal yang kemudian memengaruhinya.
Faktor-faktor lain tersebut di antaranya adalah didikan atau pola pengasuhan yang Anda terapkan dan lingkungan sosialnya. Dua hal ini memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan kejiwaan seorang anak. Yang nantinya berimbas pada perkembangan karakter yang dimilikinya.
Sebagai orangtua, pihak yang paling dekat dengan anak, ajaran-ajaran baik tentang bagaimana seharusnya bersikap selayaknya manusia bisa Anda berikan. Ini akan menjadi sebuah pondasi yang cukup mengakar dan kuat. Sehingga, jika dalam perjalannnya mereka, anak-anak Anda, mendapatkan pengaruh dari luar, ia masih memiliki akar yang baik.
Jika diibaratkan apa yang orangtua ajarkan adalah akar dari sebuah pohon yang besar, dan pengaruh buruk dari luar adalah gangguan hama, pohon tersebut akan tetap tumbuh dengan baik. Sekalipun daun-daun pada pohon tersebut sudah terserang hama. Asalkan, tentu saja disertai perawatan dan penanganan. Perawatan dan penanganan seperti apa yang harus dilakukan? Ini lah yang disebut dengan kontrol. Peran Anda selanjutnya ketika anak sudah mulai dewasa adalah sebagai controlling.
Maksimalkan Pengasuhan pada Usia 0-5 Tahun
Otak anak mengalami perkembangan hingga mencapai 90% pada lima tahun pertamanya. Usia 0 hingga 3 tahun adalah disbut juga dengan usia emas pertumbuhan. Pada masa itu, sebisa mungkin segala hal yang terbaik diberikan kepada anak. Berbagai stimulus yang di dapatnya akan memberikan pengaruh terhadap kepribadiannya saat besar nanti.
Pada masa-masa emas ini, berikan perhatian yang lebih pada anak-anak. Karena, pada masa ini lah mereka menarik semua energy positif yang ada di sekitarnya. Beberapa hal yang harus menjadi fokus Anda saat anak berada dalam rentang usia 0-5 tahun adalah lebih memberikan kasih sayang dan perhatian. Caranya bermacam-macam. Mendengarkan celotehannya atau memberikan pujian atas prestasi yang didapat juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang.
Selain itu mulai menstimulasi anak untuk mulai belajar mendengarkan, berbicara dan bersikap juga penting dilakukan saat usianya berada dalam periode emas. Simulasi ini bisa mulai dilakukan saat anak berada dalam kandungan. Mengajaknya berbicara sembari memberikan usapan lembut bisa Anda lakukan.
Mengajarkan anak untuk berbicara, dalam hal ini mengenal bahasa adalah dasar terpenting dalam mengajarkan bagaimana cara bersosialisasi yang benar. Bahasa akan memengaruhi sikap anak saat ia tumbuh besar nanti. Maka dari itu, berhati-hati lah ketika berucap di depan anak-anak, karena mereka bisa saja meniru perkataan kasar yang Anda ucapkan. Dan hal tersebut tentunya tidak baik untuk perkembangan karakternya.
Pola Pengasuhan Anak yang Ideal
Ada sebuah kutipan terkenal dari Robert Lee Fulghum seorang penulis asal Amerika yang cukup terkenal tentang pola pengasuhan anak. Bunyinya adalah, “Jangan mengkhawatirkan bahwa anak-anak tidak mendengarkan Anda, khawatirkanlah bahwa mereka selalu mengamati Anda.” Kutipan tersebut jelas menyiratkan bahwa anak-anak menganggap Anda sebagai contoh terbaik untuk mereka.
Beban tanggungjawab dalam hal ini akan terasa cukup berat. Di sisi lain, Anda adalah seorang manusia yang memiliki emosi, di sisi lain, Anda harus bersikap sebagai contoh yang baik untuk anak. Solusinya adalah, jika keadaan emosional sedang tidak baik, sebaiknya jangan berada dekat dengan anak. Atau, jadikan anak sebagai control emosi Anda, dan itu jadinya justru akan lebih baik.
Sebuah, katakanlah, rumusan dalam mendidikan anak agar menjadi seorang berkepribadian menarik juga diungkapkan oleh Dorothy Law Nollte. Ia adalah seorang penulis dan penasihat keluarga asal Amerika. Dalam rumusannya, Dorothy memberikan secara mendasar tentang aturan-aturan apa saja yang harus Anda lakukan untuk mencetak pribadi anak yang hebat. Berikut ini rumusannya untuk Anda.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan perasaan ibu, ia belajar menyesali diri.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar untuk rendah diri.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar dengki.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan banyak dipermalukan, ia belajar untuk merasa bersalah.
- Jika seorang anak dibesarkan dengan sebuah dorongan, ia belajar percaya diri.
- Jika seorang anak Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
- Jika seorang anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
- Jika seorang anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
- Jika seorang anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
- Jika seorang anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
- Jika seorang anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
- Jika seorang anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
- Jika seorang anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
- Jika seorang anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
- Jika seorang anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran
Rumusan yang berawal dengan sebab dan berakhir dengan akibat tersebut adalah sebuah gambaran bahwa memang sesungguhnya itu lah yang terjadi. Anda tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama untuk mengetahui hasil didikan yang diterapkan. Intinya, jika Anda menabur benih berkualitas, hasil yang akan diperoleh juga berkualitas. Jika Anda menabur angin, yang akan dituai adalah tentu saja badai.
Pengasuhan anak sepenuhnya kembali kepada Anda sebagai orangtua. Semoga berhasil!

