logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Tauhid

Pengawasan dari Yang Maha Mengawasi


Ilustrasi pengawasan

Di dalam Islam, pengawasan bermaksud untuk mengontrol dan meluruskan apa-apa yang telah keluar dari garis akidah, mengoreksi yang salah, dan membenarkan yang hak. Muslim yang beriman yakin bahwa Allah pasti selalu mengawasi apa yang mereka kerjakan. Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang dapat menyembunyikan sesuatu dari Allah. Karena Allah Maha Mengawasi dan Maha Mengetahui segala isi hati.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Mujadalah yang artinya,

“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Mujadalah: 7)

Pengawasan dari Ar Raqiib (Yang Maha Mengawasi)

Sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya kita mengetahui sifat-sifat atau nama-nama agung dari Allah. Sudahkan Anda tahu berapa jumlah sifat atau nama-nama baik yang dimiliki Allah? Sudah hafal belum semuanya? Atau jangan-jangan Anda hanya mengetahui beberapa nama yang umum saja?

Asmaul husna adalah nama-nama baik Allah yang berjumlah 99 dan masing-masingnya memiliki arti yang mulia, agung, dan bagus. Berikut firman Allah SWT dalam surah Al-A'raf ayat 180 mengenai nama-nama agung yang dimiliki-Nya:

"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al-A'raf: 180)

Dari 99 nama Allah tersebut, salah satunya adalah Ar Raqiib yang berarti Maha Mengawasi. Nama Allah yang Maha Agung ini disebutkan di dalam tiga ayat Al-Quran:

“Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu sekalian.” (QS An-Nisaa’: 1)

“Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” (QS Al-Ahzaab: 52)

“Dan akulah yang menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah Yang Maha Mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (QS Al-Ma'idah: 117)

Firman Allah tersebut menegaskan kepada kita bahwa tiada seorang pun yang dapat bersembunyi dari pengawasan-Nya. Sehebat apa pun kekuatan yang dimiliki oleh manusia, bahkan oleh seorang penguasa negeri sekalipun, mungkin ia dapat menipu orang lain dengan kekuasaan yang ia miliki. Akan tetapi, tidak akan mungkin ia mampu menipu Allah.

Sebut saja sudah berapa banyak kezaliman yang dilakukan oleh para tentara kafir yang membantai warga sipil di Jazihar Arab akhir-akhir ini, seperti yang terjadi di Suriah?

Apakah mereka berpikir kalau semua tindakan zalim terhadap warga sipil Muslim tersebut tidak ada yang mengawasi? Pengawasan dari Yang Mahatunggal tidak akan pernah luput atas segala kezaliman yang mereka lakukan. Bahkan lebih dari itu, semua tindakan mereka dicatat dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Berdasarkan firman tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ar-Raqiib berarti zat Yang Maha memperhatikan atau mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati manusia. Yang maha mengawasi apa yang dikerjakan oleh manusia. Yang Maha memelihara semua makhluk dengan sebaik-baik aturan dan kesempurnaan penataan-Nya.

Yang Maha mengawasi semua yang terlihat dengan penglihatan-Nya dan tidak ada satu pun yang luput dari-Nya. Yang Maha mengawasi semua yang terdengar dengan pendengaran-Nya dan meliputi segala sesuatu. Dan sesungguhnya, segala sesuatu di dunia ini berada di bawah ketelitian pengawasan-Nya.

Manfaat Pengawasan dari Ar Raqiib

Mengimani asmaul husna dan mengamalkannya akan membawa keberkahan dan keselamatan kepada kita. Salah satu manfaat yang kita peroleh dengan mengimani nama Allah yang satu ini (Ar Raqiib) adalah menjauhkan diri dari perbuatan buruk dan dosa. Seseorang yang menanamkan rasa muraaqabatullah (pengawasan dari Allah Swt.) di dalam hatinya, sudah barang tentu akan timbul rasa malu terhadap Allah jika sampai melakukan perbuatan tercela dan maksiat.

Sifat Ar Raqiib yang dimiliki Allah akan mendorong kita untuk selalu berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan di setiap kesempatan dan di mana pun berada. Ini karena adanya keyakinan bahwa Allah sedang mengawasi semua hamba-Nya.

Sebagai seorang Muslim yang beriman, kita harus selalu meyakini pengawasan dari Allah di setiap keadaan dan situasi. Ketika berhadapan dengan kewajiban maka hati akan langsung memerintahkan diri untuk segera menunaikannya tanpa harus menunda-nunda. Juga ketika berhadapan dengan larangan-Nya, maka hati akan mengingatkan diri untuk menjauhinya.

Itu akan selalu bekerja dengan sendirinya jika kita telah benar-benar mengamalkan keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi dan pengawasan-Nya tidak pernah luput sedetik pun dari apa yang kita lakukan.

Muraaqabatullah (selalu merasakan pengawasan Allah) adalah kedudukan yang sangat tinggi dan agung dalam Islam. Karena akan menjauhkan manusia dari keinginan untuk bermaksiat dan berbuat dosa. Sebagaimana yang difirmankan Allah di dalam kitab suci Al-Quran, seperti pada ayat-ayat berikut:

“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahi apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya.” (QS Al-Baqarah: 235)

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS An-Nisaa’: 108)

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan dalam hati.” (QS al-Mu’min: 19)

Pengawasan Allah dan Malaikat-Nya

Allah Mahateliti perhitungan-Nya dan tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Sebagai Yang Mahatunggal, Allah memiliki malaikat yang ditugaskan untuk mencatat segala apa yang diperbuat oleh manusia. Dua malaikat di sisi kanan dan kiri manusia bertugas mengawasi dari dekat dan mencatat segala apa yang diucap dan diperbuat.

Sementara, Allah akan menyaksikan segala apa yang terjadi di setiap waktu, di setiap tarikan nafas, bahkan di setiap kedipan mata dari 'Arsy-Nya. Begitulah bentuk pengawasan-Nya. Penjagaan Allah terhadap makhluk-Nya disebutkan di dalam surah ar-Ra’du ayat 11 yang artinya:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah…”

Di surah lainnya disebutkan,

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaanmu (10), yang mulia di sisi Allah dan mencatat pekerjaan-pekerjaanmu itu (11), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan (12).” (QS Al-Infithar: 10-12)

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf: 18)

Apakah pernah ada rekor MURI yang mengabadikan tentang kehebatan seorang sekretaris paling teliti yang mampu mencatat setiap perkataan peserta rapat dengan sempurna? Ada?

Tentu saja tidak ada! Tidak ada seorang pun yang mampu akan hal itu, kecuali direkam dulu dengan recorder.

Bayangkan, betapa telitinya pekerjaan para malaikat yang bertugas mengawasi manusia dan mampu mencatat setiap perkataan yang kita ucap setiap waktu. Tidak hanya perkataan yang tersirat, bahkan yang disimpan di dalam hatipun (walaupun belum terwujud dalam bentuk perbuatan dan tindakan nyata), sudah dicatat oleh para malaikat. Dan itu semua akan menjadi catatan amal yang akan diperlihatkan kepada manusia di akhirat kelak.

Hal ini menjadi renungan buat kita semua bahwa sesungguhnya setiap manusia diberi penjaga dan pengawas yang bertugas mengawasi setiap gerakannya. Maka dari itu, sudah seharusnya kita menanamkan rasa takut dan malu kalau sampai berbuat dosa dan maksiat kepada Allah. Bahkan di saat tidak ada seorang pun di dekat kita. Tapi ingat bahwa Allah selalu ada mengawasi dengan ketelitian pengawasan-Nya.

Di dalam Al-Quran, kita menemukan sumpah Allah atas nama langit yang begitu luas dan dengan bintang yang menembus kegelapan malam. Apakah hubungan pengawasan Allah dengan langit luas dan bintang yang menembus malam? Apakah Anda tahu rahasia dibalik hal itu? Itu adalah isyarat dari Allah kekuasaan-Nya dalam mengawasi setiap makhluk-Nya.

Bahwa “Jangankan kejahatan yang digelapkan atau disembunyikan manusia, kegelapan malam yang begitu luas pun bisa ditembus dan disingkap oleh Allah dengan mengutus makhluk-Nya yang bernama bintang. Dan tentulah sangat mudah bagi Allah dalam mengungkap kejahatan yang disembunyikan manusia, Allah akan mengungkapnya lewat catatan amal yang telah dibukukan dengan rapi dan teliti oleh para malaikat”.

Begitu dahsyatnya pengawasan Allah. Semoga uraian ini dapat menjadi perenungan kita semua untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik. Wallahu a'lam bisshawab.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pelaksanaan Khotbah Agama Islam pada Beberapa Sholat Sunnah
  • Indahnya Akhlak Muslim
  • 20 Sifat wajib allah
  • Aqidah, Sebuah Keimanan yang Teguh
  • Siksa Alam Kubur - Gambaran Awal Kehidupan Neraka
  • Menyaksikan Tanda-tanda Kematian
  • Keutamaan Sabar Menerima Qadha Allah Swt.
  • Akhlak yang Baik - Orang yang Paling Baik Akhlaknya
  • Nama-nama Surga dan Kenikmatan di Dalamnya
  • Keajaiban Dunia Islam
  • Fungsi Ibadah sebagai Penjernih Jiwa
  • Mengingat Sumber Akhlak
  • Belajar Bersyukur Atas Nikmat Allah Swt
  • Akhlak Adalah Keyword Utama untuk Informasi Akhlak
  • Beberapa Khasiat Asmaul Husna
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA